...***...
Malam, saat ini masih malam. Akira kembali ke kantornya. Karena ia masih ingat dengan Sayaka yang masih berada di sana.
"Uhuk!." Ia sempat terbatuk, dadanya terasa sangat sakit. Setelah bertarung dengan hantu tempelan anti cinta tadi. Melawan hantu tempelan anti cinta itu juga memiliki resiko yang sangat tinggi. Terkontaminasi hawa mereka misalnya.
"Sebelum masuk kantor, sebaiknya aku membersihkan diri sebentar. Akan berbahaya jika hawa kotor mereka sampai mempengaruhi saya. Akan aku bunuh mereka semua tanpa sisa." Ia menggenggam kuat tangannya. Akira segera memasuki alam sukma, lebih tepatnya menuju pemandian rahasia khusus setelah membasmi hantu.
Akira mulai berendam, meskipun sebenarnya ia hanya melakukan mandi air panas pemurnian jiwa satu kali seminggu, namun karena adanya Sayaka bersamanya, makanya ia rutin melakukan ini. Demi melindungi Sayaka dari pengaruh buruk hawa jahat hantu tempelan anti cinta yang mungkin menempel di pakainya, atau terbawa hawa tubuhnya.
"Hei bocah, sebaiknya kau tidak membuatnya menunggu terlalu lama." Hantu Bola Bulu Terbang yang sudah lama tidak terlihat. Ia sebenarnya adalah hantu yang sangat baik, karena itulah Akira tidak membunuhnya.
"Berisik. Aku juga tahu itu." Akira menyentil kecil Bola Bulu Terbang. "Kemana saja kau?. Sudah lama sekali aku tidak melihat keberadaan mu. Apakah kau takut?. Sehingga kau tidak lagi mengikuti ku." Kali ini ia mengelus pelan bola bulu terbang.
"Aku hanya mengamatimu dari jauh saja. Karena aku tidak mau terlibat dengan mereka, meskipun aku juga golongan mereka. Aku sangat membenci mereka." Bola Bulu Terbang berdecak kecil.
"Jadi begitu?. Tapi setidaknya kau masih hidup, itu lebih baik." Akira tertawa geli melihat hawa kemarahan yang ditunjukan oleh Bola Bulu Terbang padanya.
"Hehehe. Aku hanya bercanda. Aku senang kau masih mengamati ku. Terima kasih banyak." Akira tertawa geli. Ia tahu, ucapannya akan menyinggung perasaan mereka yang tidak bisa diajak untuk becanda barang sejenak.
Bola Bulu Terbang kembali tenang, walaupun energi yang ia pancarkan kecil, namun bisa menyakiti seseorang. "Apa yang akan kau lakukan pada anak itu?. Bukankah kau telah mengetahui, jika anak itu mudah dirasuki oleh hantu mana saja?." Ada perasaan penasaran yang menyelimuti jiwanya.
"Aku akan melindunginya, sampai aku menemukan kebenaran tentang keluarganya." Akira menatap lurus ke depan. "Untuk sementara waktu dia aman, karena di kantor juga di rumah ia akan aman. Aku telah memasang mantram pelemah hantu yang mencoba masuk." Lanjutnya lagi sambil menjelaskan pada teman kecilnya.
"Jadi aku tidak bisa masuk ke kantor juga ke rumahmu?. Kau ini teman macam apa hah?. Teman laknat!." Bola Bulu Terbang sangat kesal, hingga ia memancarkan hawa kemarahan yang membuat sekitar berwarna biru kilatan cahaya.
"Aku kan belum melanjutkan ucapan ku. Ya ampun, dengarkan orang kalau bicara. Aku mengatakan jika dia berniat jahat, maka kekuatannya akan melemah. Jadi jika kau berniat jahat memasuki kantorku, atau masuk ke rumahku, maka kau akan menjadi lemah karena jimatnya menekan kekuatan yang kau miliki. Apakah kau mengerti?." Dengan kesalnya Akira menoyor Bola Bulu Terbang.
"Ah!. Ahahaha. Ya, ya, ya, maafkan aku. Aku yang salah." Bola Bulu Terbang merasa sangat bersalah, ia telah berpikiran buruk pada Akira.
"Huff." Akira menghela nafasnya dengan pelan. Ia kembali tenang, dan meredakan amarahnya yang terlanjur memuncak.
"Apakah kau menyayanginya?." Bola Bulu Terbang bertanya padanya. Ia terbang tepat di depan mata Akira, mencari kebenaran yang mungkin disembunyikan oleh Akira. "Sehingga kau melindunginya dari pengaruh makhluk halus."
Akira terdiam sejenak, ia memikirkan alasan mengapa ia semakin memperkuat perisai pelindung rumahnya dari gangguan makhluk halus.
"Aku melalukan itu demi melindunginya. Karena selama ini ia mengalami hal yang sangat buruk." Akira terlihat sangat sedih, merasakan sakit di dada kirinya saat melihat semua kesedihan yang dirasakan oleh Kuroichi Sayaka.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan membantumu mencari keberadaan orang tuanya dimana." Sepertinya Bola Bulu Terbang sangat bersedia membantu Akira saat ini.
"Benarkah kau mau membantuku bola chan?." Akira sangat senang mendengarkan kebaikan yang ditawarkan oleh Bola Bulu Terbang.
"Memangnya aku pernah berbohong padamu?. Sehingga kau meragukan aku?." Bola Bulu Terbang sedikit cemberut.
"Hehehe. Maafkan aku, aku hanya senang saja mendapatkan bantuan darimu. Itu saja, aku tidak bermaksud membuatmu merajuk loh." Akira mencoba membujuk Bola Bulu Terbang agar mau membantunya.
"Tapi syaratnya tidaklah mudah. Kau pasti mengetahuinya bukan?." Bola Bulu Terbang mengingatkan Akira tentang meminta bantuan pada mereka yang berbeda hidup dengan manusia.
"Baiklah. Tentu saja aku akan mencarikan makanan yang bagus untukmu. Aku tidak akan berkhianat, aku akan membalas kebaikan yang kau berikan padaku." Akira sangat hafal sekali. Meskipun berteman dengan mereka, tentunya mereka ingin imbalan jika telah melakukan sesuatu.
Sudah agak lama juga Akira berendam di pemandian air panas pemurnian jiwa. Saatnya ia keluar, dan mungkin akan tidur di kantor?. Ya, karena sebentar lagi pagi. Jadi percuma saja kalau ia kembali ke rumah, jika nanti pagi akan kembali ke kantor lagi.
Akira masuk ke kantor, namun sebelum ia masuk ia melihat seorang wanita yang melihatnya dari kejauhan. Setelah itu wanita itu pergi begitu saja.
"Ada apa?. Memang masih malam, tapi ini jam istirahat manusia woi." Akira merasa kesal, dan ia mencoba mengabaikannya. Ia hanya ingin memastikan bahwa Sayaka baik-baik saja. Akira melangkah masuk, dan tak lupa ia menutup rapat kantor kecilnya. Akan sangat berbahaya jika ia tidak mengamankan kantornya. Bisa jadi ada maling, atau mahluk halus yang ingin berbuat onar. Setelah mengunci rapat pintu kantornya, ia masuk ke dalam. Melihat ke ruang sebelah.
Senyumannya mengembang, saat matanya menangkap Sayaka yang sedang terbaring di kursi panjang. Ternyata gadis remaja itu tertidur pulas di sana. "Syukurlah kau masih di sini. Itu artinya kau membaca dengan baik pesan yang aku tulis tadi." Ia melihat secarik kertas yang ia tulis untuk Sayaka. Ia hanya ingin memastikan, bahwa Sayaka memang aman di kantor ini.
"Baiklah, kalau begitu aku juga akan tidur. Mataku juga mengantuk, dan terasa sangat lelah sekali." Akira mengambil kasur kecil yang ia siapkan jika ia sampai bermalaman di kantornya hanya untuk mengurusi sesuatu.
Sebelum itu ia menyelimuti gadis remaja itu agar tidak kedinginan. "Selamat malam, saya." Akira mengelus kepala Sayaka dengan sayang. "Terima kasih untuk hari ini." Senyumannya mengembang, setelah memastikan, bahwa semuanya baik-baik saja. Akira melangkah menuju kasur kecil itu. Ia membaringkan tubuhnya yang terasa sangat pegal, setelah seharian terlibat dengan hantu tempelan anti cinta. Selamat malam Akira, semoga kau bisa melakukan tugasmu dengan baik. Apakah yang akan terjadi berikutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments