...***...
Setelah selesai sarapan, Akira melirik ke arah Sayaka yang masih belum mau menceritakan dimana ia tinggal. "Apa permasalahan anak ini?. Sehingga dia tidak mau pulang?." Akira menatap bosan. Ia mau marah, tapi tidak bisa. "Apakah aku harus menggunakan kekuatan mata batinku untuk melihat bagaimana keadaannya?." Akira membalikkan tubuhnya, membersihkan piring kotor setelah mereka makan. Sedangkan Sayaka menekuk lututnya, mendekap tubuhnya menahan perasaan takut.
"Apakah tidak ada tempat untukku?. Apakah kau akan membuang ku akira?." Suaranya terdengar sangat sedih, kesepian, serta ketakutan yang ia rasakan selama bertahun-tahun.
Akira berhenti mencuci piring, dan ia segera mendekati Sayaka yang sedang berusaha menahan tangisnya. "Aku sangat takut untuk kembali akira." Ia mengigit bibirnya dengan kuat. "Mereka semua ingin menyingkirkan aku dari sana. Hiks!. Karena aku anak yang tidak pernah diharapakan oleh mereka semua. Aku hanyalah anak haram yang membawa penderitaan bagi mereka akira." Perasaan sesak, kekecewaan yang ia rasakan terlalu dalam. Akira dapat merasakan perasaan itu, perasaan yang membuat ia merasa tidak nyaman sama sekali.
Akira memeluk Sayaka, pelukan untuk menenangkan remaja itu. "Maafkan aku saya. Maafkan aku yang telah membuatmu menangis." Ada perasaan bersalah dari dirinya. "Aku hanya tidak mau dianggap seorang penculik, hanya karena kau dan aku hanyalah orang asing. Maafkan aku." Saat ini ia mungkin akan menerima keberadaan Sayaka. Namun setelah ini ia akan mencari tahu tentang keluarga Sayaka. Apakah ada masalah yang terjadi padanya?. Sehingga ia menjadi tempat penampungan roh jahat yang menggerogoti jiwanya secara perlahan-lahan?. Jika saja tidak ia tolong, mungkin malam itu Sayaka tidak akan bisa hidup lagi. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
Siangnya.
Sonozaki Mori masih tidak terima dengan apa yang terjadi. Ia berjalan terus menuju sebuah tempat. Katanya tempat yang bisa membantunya untuk mengatasi masalah cinta. Matanya menatap sebuah ruko kecil dengan tulisan Toriyama psikiater cinta.
"Baiklah, aku akan masuk. Memastikan apakah yang dikatakan oleh mereka itu benar atau tidak." Ia berusaha untuk menguatkan hatinya. Ia melangkah masuk ke ruko kecil itu, ia melihat ada seorang laki-laki dan seorang anak remaja?.
"Selamat datang nona, silahkan duduk." Akira mempersilahkan tamunya untuk duduk di hadapannya. Meskipun agak ragu, ia hanya menurut saja.
"Apakah nona mengalami masalah dalam percintaan?." Ia menyodorkan segelas minuman yang dibuatkan oleh Sayaka.
"Jika aku tidak mengalami masalah cinta, aku tidak akan datang ke sini." Kesal?. Kenapa wanita itu malah terlihat kesal?.
Akira membalikkan tubuhnya, melirik ke arah Sayaka yang sedang duduk manis di kuris kecil yang tak jauh darinya. "Apakah kau yakin?. Masalahnya adalah kau dalam posisi yang tidak baik. Karena kau lah yang telah merusak hubungan mereka." Ia kembali membalikkan tubuhnya. Melihat raut wajah terkejut dari wanita itu. "Ini bukan hanya sekedar psikiater cinta saja. Namun aku bisa merasakan hawa yang kau miliki saat ini sangat gelap, sehingga aku merasakan kedengkian dari dalam dirimu. Itu sangat enak disantap para hantu yang ingin darah kotor." Akira terlihat menyeramkan. Sehingga menakuti wanita itu.
"Ba-bagaimana kau bisa mengetahuinya?." Sonozaki Mori belum mengatakan apapun masalahnya, tapi pemuda itu bisa menebaknya?.
"Akira sangat keren. Dia langsung menebak apa yang dilakukan wanita itu?." Sayaka terkesan dengan kemampuan Akira. "Aku kira dia hanya melakukan pekerjaan yang membosankan saja." Sayaka tadinya sangat meremehkan kemampuan yang dimiliki oleh Akira Toriyama?.
"Aku hanyalah melihat apa yang lakukan, itu tergambar jelas melalui matanya yang tidak akan pernah berbohong. Matamu yang sebagai saksi apa yang telah ia rekam, dan berbeda dengan mulut yang banyak bicara serta banyak dusta nya saja." Akira melihat jauh ke dalam mata Sonozaki. "Bagaimana matamu menatap seseorang dengan tatapan itu, hingga dia terjerumus ke dalam kegelapan yang sangat dalam." Lanjutnya lagi.
"Terjerumus ke dalam lubang kegelapan?." Ia merasa heran dengan apa yang dikatakan oleh Akira. "Apa yang kau katakan?. Aku sama sekali tidak mengerti." Sonozaki Mori mengernyitkan keningnya.
"Apakah kau tidak menyadarinya nona?. Akibat dari perbuatan mu itu?. Temanmu telah membuat kontrak dengan hantu tempelan anti cinta. Dan sekarang ada dua nyawa yang dalam bahaya akibat perbuatan mu itu." Akira menatap tajam ke arah mata Sonozaki Mori.
"Tidak mungkin!. Itu tidak mungkin terjadi!. Tidak mungkin!." Ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Akira?.
"Kalau kau ingin membuktikan apa yang terjadi. Jika kau ingin membuktikan kebenaran yang aku katakan, maka pertemukan aku dengan kedua orang yang sedang berkonflik denganmu. Akan aku tunjukkan bahwa, kau telah melakukan kesalahan yang sangat besar." Akira hanya menyadarkan Sonozaki Mori, bahwa apa yang ia lakukan sangat salah. Apakah yang akan dilakukan Akira?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu, Ayuri Sato dan Kaito Murasaki saat ini berada di sebuah tempat. Dimana pertama kali mereka bertemu. Tapi sayangnya Kaito Murasaki tidak lagi merasakan perasaan cinta. Meskipun saat ini mereka berada di tempat yang membuat cinta pertama mereka bersemi di sini. Sebuah tempat di tepian danau yang memiliki pemandangan yang indah.
"Apakah kau mengingatnya kaito kun." Ayuri Sato menyandar mesra di bahu Kaito Murasaki. "Saat pertama kali kita bertemu di sini. Sebelum kita masuk di perusahaan yang sama. Kita memiliki perasaan yang sama." Ada perasaan sedih yang ia rasakan, ketika mengingat kejadian indah itu. Kenapa hatinya merasa sakit saat mengingat kejadian itu?. Padahal itu adalah kenangan yang sangat berharga baginya.
"Aku mengingatnya ayuri san." Tentunya ia masih ingat dengan kejadian waktu itu. "Tapi rasanya aku tidak merasakan apa-apa selain kehampaan yang sedang berkecamuk di dalam hatiku." Akhir-akhir ini ia merasakan kekosongan di dalam dirinya tanpa alasan.
Ayuri Sato langsung melihat ke arahnya. "Apa yang kau katakan kaito kun. Itu tidak mungkin. Tidak mungkin kau tidak merasakan perasaan apa-apa saat ini." Ia tidak percaya, jika orang yang ia cintai saat ini mati rasa?.
"Itu bisa saja terjadi ayuri san." Seseorang berkata padanya dari arah belakang. Membuat keduanya bangkit, melihat ada seorang pemuda dan seseorang yang mereka kenali.
"Sonozaki san?." Ayuri Sato tidak menyangka akan melihat orang yang sangat ia benci. "Siapa kau?." Kali ini ia menatap ke arah Akira. Sedangkan Kaito Murasaki hanya diam saja. Tidak merespon sama sekali.
"Aku adalah orang yang akan membunuh sosok yang merugikan yang saat ini berada di punggungmu itu." Dengan tatapan yang sangat tajam, Akira menunjuk ke arah Ayuri Sato.
"Hah?. Kau ini bicara apa bodoh!. Kau pikir kau siapa hah?." Ayuri Sato tidak terima apa yang dikatakan oleh Akira. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Author yang kece dong
Aku mampir kak
2022-05-26
2