...***...
Saat ini Akira Toriyama berada di dalam alam sukma dari penglihatan hantu tempelan anti cinta. Saat ini ia telah berhasil menembus mata batin masuk ke dalam mata hantu tempelan anti cinta yang menjadi layar untuk melihat apa saja yang terjadi. Bagaimana perjalanan dari gambaran itu?. Simak terus ceritanya.
"Saat ini aku melihat seseorang yang mencurigakan. Aku harus mengamati orang itu, mungkin memang dia yang menjadi sumber dari hantu tempelan anti cinta. Aku sangat penasaran, bagaimana caranya mereka melakukan kontrak dengan hantu laknat itu." Akira Toriyama melihat seorang pemuda yang saat ini sedang membuntuti Masumi Maria diam-diam. Cukup lama ia mengamati, hingga ia mengerti bahwa pemuda itu ternyata menyukai Masumi Maria. Bukan hanya itu saja yang ia lihat, banyak hal lainnya yang ia lihat di sana. Hingga akhirnya ia bertemu dengan hantu tempelan anti cinta yang masih menempel di tubuh Masumi Maria.
DUAKH!.
Akira terkena tendangan yang sangat keras dari hantu tempelan anti cinta yang ternyata memberontak. Tidak ingin memperlihatkan apa yang terjadi padanya.
"Kegh!." Akira Toriyama meringis sakit, karena dadanya yang terkena tendangan itu. "Uhuk!." Akira terbatuk keras setelah berhasil melihat apa yang terjadi. Itu adalah salah satu resiko, jika memaksakan diri untuk melihat gambaran apa yang terjadi memalui mata hantu tempelan anti cinta yang mengandung kedengkian yang luar biasa.
"Uhuk!." Kali ini ia terbatuk lagi, dan terlihat darah segar mengalir di sudut mulutnya.
"Toriyama san?. Apakah kau baik-baik saja?." Masumi Maria terdengar sangat mencemaskan keadaan Akira Toriyama yang tidak ia ketahui bagaimana keadaanya saat ini.
"Kau baik-baik saja. Tetap fokus dalam ritual ini. Jangan pedulikan aku, masih ada hal yang harus aku lakukan. Jadi bersabarlah untuk sementara waktu." Akira Toriyama menyuruh Masumi Maria untuk tetap memejamkan matanya, serta mengabaikan apapun yang terjadi padanya.
"Um." Masumi Maria mengangguk mengerti. Tentunya ia tidak akan mengganggu atau bertanya banyak mengenai apa yang terjadi. Ia harus mendengarkan apa yang dikatakan oleh Akira Toriyama yang berusaha untuk mengobatinya.
Kembali pada Akira Toriyama yang berada di dalam alam sukma. Ia tidak akan ragu lagi untuk membunuh hantu tempelan anti cinta itu, karena ia telah mengetahui siapa yang menjadi sumber anti cinta tersebut. Meskipun ini adalah hantu tempelan anti cinta juga, ini adalah bayangannya saja. Raga kedua yang dari bagian tubuh asli. Tapi tetap saja raga kedua sangat berbahaya jika tidak segera dimusnahkan.
"Baiklah, kalau begitu. Aku akan membasmi dirimu terlebih dahulu. Setelah itu aku akan membasmi pada sumbernya. Supaya kau segera kembali ke asal mu!." Akira Toriyama mengeluarkan sebuah raket?. Lah?. Untuk apa?. Untuk main badminton kah?.
"Jangan tanyakan aku kenapa malah ini senjata yang aku gunakan untuk mengusir hantunya." Rasanya Akira Toriyama sangat malu dengan senjata yang ia gunakan saat ini. Kenapa senjata yang keluar dari kertas mantram penyimpanan senjata yang akan ia gunakan ini sangat aneh?. Kenapa yang keluar malah raket gini?. Apakah ia mau bermain-main?.
"Kau pikir kau bisa mengusir aku dengan senjata seperti itu, hah?." Sepertinya hantu tempelan anti cinta itu sepertinya menyadarinya. Jika ia akan diusir oleh Akira Toriyama. Tapi hantu itu malah tertawa, dan semakin terlihat menyeramkan. Tawa mereka tentunya berbeda dengan tawa manusia normalnya.
"Berisik!." Akira Toriyama terlihat kesal. "Senjata yang aku gunakan ini, pasti akan membunuhmu!." Akira Toriyama berlari ke arah hantu tempelan anti cinta, menyerangnya dengan cepat. Dengan menyalurkan tenaga dalamnya ke raket badminton itu, ia berhasil memukul dan menyerang hantu tempelan anti cinta. Sehingga hantu tempelan anti cinta menjerit kesakitan. Setelah mendapatkan dua kali pukulan, ia berusaha untuk menghindari Akira Toriyama yang dengan gencarnya terus menyerangnya.
"Keghah!." Hantu tempelan anti cinta itu terus menghindari serangan Akira Toriyama yang sangat bertenaga. Hingga mereka melompat ke sana ke sini. Akira yang menyerang hantu itu dengan kekuatan yang ia miliki.
Namun hantu tempelan anti cinta tidak mau diserang begitu saja. Sesekali ia juga melancarkan serangannya. Mencakar dengan kukunya yang tajam, namun Akira Toriyama menahan serangan itu. Memblok serangan itu dengan menggunakan raket yang ada ditangannya.
Tapi sepertinya ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena hantu tempelan anti cinta itu melakukan perlawanan. Mereka saling bertarung dengan kekuatan yang mereka miliki. Perlawanan yang sangat sengit, karena keduanya memiliki kekuatan yang hampir seimbang. Saling menyerang dan kadang bertahan. Akira Toriyama terkadang kewalahan menghadapi serangan cakaran yang hampir saja merobek kulitnya. Begitu juga dengan hantu tempelan anti cinta itu yang merasa takut dengan kekuatan tenaga dalam Akira Toriyama yang tersalur dengan baik ke dalam raket badminton itu.
Akira Toriyama menerima sebuah tendangan diperut bagian kirinya, namun ia menangkap kaki hantu itu. Tak cukup sampai di situ saja. Ia hentak kuat kaki hantu itu dengan menggunakan sikunya. Hingga hantu tersebut terkejut, dan tulang kakinya malah bengkok.
Duakh!.
Kali ini Akira Toriyama memukul dada atas hantu itu, sayangnya berhasil di tangkis olehnya. Sungguh pertarungan yang memakan waktu yang sangat lama. Karena keduanya sama-sama tidak mau kalah, atau bahkan mengalah.
"Heh!. Boleh juga kau!." Hantu tempelan anti cinta itu mendengus kecil. "Tapi sayang sekali. Aku tidak mudah untuk kau kalahkan begitu saja. Jadi aku harap kau lebih kuat lagi." Ia malah menyeringai seram. Dari sorot matanya, ia memiliki banyak rencana untuk melakukan apapun yang ia sukai. Termasuk untuk menjebak Akira Toriyama agar tidak bisa kembali ke dalam raganya.
"Boleh juga saran yang kau berikan." Akira Toriyama tersenyum lebar. Saat itu ia mendapatkan kesempatan untuk memukul hantu tempelan anti cinta dengan menggunakan raketnya. "Tapi aku tidak akan kalah darimu, laknat!." Dengan kekuatan penuh, Akira Toriyama terus menyerang hantu tempelan anti cinta.
DUAKH!.
Tapi masih belum bisa membuat hantu tempelan anti cinta itu pergi. Karena ia menangkis serangan raket itu dengan kedua tangannya. Ia blok serangan itu, setelah itu ia melompat menjauhi Akira Toriyama. Serangan itu cukup menyakitkan baginya, hingga kini ia mulai waspada.
"Heh!. Serangan yang sangat lemah." Hantu tempelan anti cinta itu meremehkan kekuatan Akira Toriyama.
"Kurang ajar sekali kau!." Akira Toriyama mengepal kuat tangannya. Ia merasa jengkel karena diremehkan seperti itu. "Tawamu itu sangat tidak enak untuk didengar." Tawa hantu tempelan anti cinta itu membuat hawa sekitar semakin terasa menyeramkan. "Sepertinya aku harus menyalurkan kekuatanku pada raket ini." Akira Toriyama mencoba untuk fokus, supaya ia bisa membunuh hantu tempelan anti cinta itu dengan sekali pukulan saja.
"Hughah!. Manusia itu tidak butuh cinta! Hanya ada ambisi untuk memiliki saja!. Untuk apa kau menolong orang yang hanya dipenuhi oleh ambisi-ambisi tidak berguna!. Jika setelah itu mereka saling menyakiti satu sama lain!." Hantu tempelan anti cinta itu sepertinya mengeluarkan kata-kata buruk dari pikiran seseorang. Tentunya itu pikiran dari orang yang mengirimnya?.
"Diam!. Kau hanyalah hantu yang tidak berguna!." Terlihat ada cahaya keemasan yang menyelimuti raket itu. "Kau yang sudah mati!. Hatimu mati!. Hanya orang yang hidup yang dapat merasakan cinta!. Meskipun memiliki ambisi yang buruk sekalipun!. Setidaknya ia pernah berjuang untuk mendapatkan cintanya!. Kau yang sudah mati tidak berhak menilai seseorang seperti itu!." Akira Toriyama berlari dengan cepat, ia salurkan tenaga dalamnya ke raket itu. "Biarkan mereka yang menentukan seperti apa perasaan cinta yang mereka rasakan. Hyah!." Akira Toriyama memukul kuat tubuh hantu tempelan anti cinta itu. Raket itu melewati tubuhnya, namun apa yang terjadi?.
Deg!!!.
Tenaga dalam Akira Toriyama yang tersalurkan dalam raket itu menusuk ke dalam tubuh Hantu tempelan anti cinta itu dengan sempurna. Hingga hantu tempelan anti cinta itu berteriak kesakitan.
"Kghak!. Ini bukan akhir dari segalanya. Karena masih banyak yang akan datang seperti aku. Kau tidak akan memusnahkan kami begitu saja. Hyaaa!." Setelah berkata seperti itu, hantu tempelan anti cinta itu menghilang. Akira Toriyama berhasil mengalahkan hantu itu.
"Manusia itu memiliki kemauan. Baik buruknya dia yang tentukan." Akira Toriyama merasa geram dengan apa yang ia dengar tadi. "Manusia itu berkembang, dengan segala pemikiran yang kami miliki. Jadi kau yang sudah mati tidak seharusnya membuat janji dengan orang yang masih hidup, hanya untuk ambisi busukmu untuk menjatuhkan manusia yang telah jatuh itu." Akira Toriyama tidak terima dengan apapun alasan yang dilakukan seseorang untuk membuat perjanjian dengan setan.
Setelah itu ia membuka matanya. Melihat hawa yang dipancarkan oleh Masumi Maria yang berbeda dari yang sebelumnya. "Baiklah masumi san. Bukalah matamu." Akira Toriyama memberikan arahan. Namun sepertinya penampilan Akira sedikit berbeda. Keringatnya sangat terlihat, juga tarikan nafasnya yang baik turun setelah bertarung dengan hantu tempelan anti cinta.
"Apakah kau baik-baik saja toriyama san?." Masumi Maria sangat khawatir dengan keadaan Akira Toriyama.
"Tenang saja masumi san. Aku baik-baik saja." Akira Toriyama berusaha untuk meyakinkan Masumi Maria, bahwa dirinya baik-baik saja. Ia tidak bisa mengatakan pada wanita itu, ia telah melakukan apa. Namun ada hal penting yang harus ia lakukan setelah ini.
"Bagaimana keadaanmu saat ini masumi san?. Apakah kau masih merasa berat?." Akira Toriyama hanya ingin memastikan bagaimana keadaan Masumi saat ini. Karena ia tidak lagi melihat hantu tempelan anti cinta itu berada di belakang tubuh atau tepatnya di gendongan Masumi Maria.
"Rasanya tubuhku agak ringan saat ini toriyama san. Rasanya lebih ringan, dari yang sebelumnya, dan aku dapat merasakannya." Masumi Maria merasa heran, padahal sebelumnya, ia merasakan hidupnya memiliki beban hidup yang sangat berat. "Apa yang baru saja kau lakukan padaku?. Apakah itu sebuah ritual khusus?." Perasaan penasaran kini melanda dirinya.
"Aku hanya melakukan sedikit terapi peringanan tubuh. Supaya kau lebih nyaman lagi. Aku hanya memberikan sugesti padamu untuk tidak terlalu tegang menghadapai apa yang telah terjadi padamu." Balasnya dengan senyuman kecil.
"Terapi peringan tubuh?." Sepertinya Masumi Maria masih penasaran dengan apa yang terjadi. Sehingga ia mengulang kalimat yang diucapkan oleh Akira Toriyama.
"Tidak apa-apa, jangan terlalu dipikirkan. Setidaknya kau merasa baikan, itu sudah cukup." Balas Akira Toriyama dengan senyuman ramah. Dijelaskan panjang lebar pun, jika tidak mengerti sama saja hasilnya nol.
"Oh, jadi begitu?." Masumi hanya mengangguk mengerti. Meskipun ia hanya menangkap sedikit keanehan yang terjadi.
"Namun ada satu hal yang ingin aku pastikan masumi san. Apakah aku boleh bertanya padamu?." Akira Toriyama terlihat sangat serius kali ini. Wajah serius yang menyimpan banyak rahasia yang ingin segera ia katakan pada Masumi Maria.
"Tentu saja. Tanyakan saja toriyama san." Perasaannya mendadak tidak enak. "Aku siap mendengarkan pertanyaan yang kau tanyakan." Dengan sekuat tenaga ia akan mendengarkan apapun yang akan disampaikan oleh Akira Toriyama, meskipun hal buruk sekalipun.
"Dalam penglihatan yang telah aku lakukan tadi. Aku melihat ada seseorang yang mengenakan seragam yang sama denganmu. Dia adalah orang yang sangat dekat denganmu ketika ada masalah apapun itu." Akira Toriyama memberikan gambaran pada Masumi Maria agar mengingat apa yang terjadi pada saat itu.
"Ada. Ada seseorang yang sangat dekat denganku ketika masa sekolah kalau tidak salah." Masumi Maria mencoba mengingat apa saja yang terjadi pada saat itu. Seseorang yang ia anggap sebagai teman. "Meskipun berawal dari buntut membuntuti ku terus menerus." Ia mencoba mengingat kembali apa yang terjadi.
"Apakah kau masih bertemu dengannya?." Akira Toriyama masih bertanya dengannya. Karena itu tergambar sangat jelas sekali.
Masumi Maria tampak berpikir sejenak. Mengingat apakah ia pernah melakukan itu dimasa sekolahnya. "Seminggu yang lalu aku bertemu dengannya. Aku tidak sengaja bertemu dengannya di sebuah tempat. Katanya ia bekerja tidak jauh dari kantor ku saat ini." Ia mencoba mengingat pertemuannya dengan teman masa sekolahnya itu. "Memang rasanya aku pernah melakukannya. Tapi apa hubungannya ya?." Masumi Maria malah cengengesan saja. Ia belum mengerti sama sekali dengan penjelasan Akira Toriyama tentang masalah yang ia hadapi saat ini.
"Apakah pada saat itu ia mengatakan perasaanya padamu, dan kau menolak pernyataan cintanya?." Akira Toriyama kembali bertanya.
"Ya, aku memang menolaknya. Karena aku memiliki seorang kekasih, dan tidak mungkin aku mengkhianati kekasihku bukan?." Meskipun rasa sakit muncul ketika ia mengatakan kalimat itu, namun pada saat itu ia masih berpegang teguh pada konsep kesetiaan yang ia miliki. "Tapi bagaimana bisa kau mengetahuinya toriyama san?." Masumi Maria sangat penasaran bagaimana Akira Toriyama mengetahui itu semua?. Apakah ia tuhan yang dapat melihat apa saja yang telah dilakukan seseorang?.
"Apakah kau tidak menyadari ada perubahan yang ia rasakan saat itu?. Misalnya ia bertingkah aneh?." Akira terus bertanya tentang beberapa hal yang membuat Masumi Maria merasa kebingungan. "Aku bertanya karena saat itu aku melihat gambaran yang sangat mengerikan." Akira sangat jelas menangkap dari apa yang diperlihatkan oleh hantu tempelan anti cinta pada saat itu.
Kembali Akira mengingat apa yang ia lihat saat itu melalui tatapan mata hantu tempelan anti cinta.
Seorang laki-laki merasa putus asa setelah mendapatkan penolakan dari Masumi Maria. Hatinya sangat sakit, hingga merasa sangat sesak. Ia cengkram kuat dadanya yang terasa sangat sakit.
"Kegh!." Rasanya ia ingin menangis meraung-raung, saking sakitnya hatinya saat ini. "Kenapa!. Kenapa selalu saja mendapatkan penolakan darinya!." Jeritannya memenuhi ruangan itu. Suaranya sangat menggema di ruangan itu. "Kenapa kau tidak pernah melihat ke arahku!. Apa kekurangan diriku!. Sehingga kau tidak mau melihat ke arahku!. Hah?!." Perasaan sesak yang sangat luar biasa yang ia rasakan saat ini. Apakah orang yang ia cintai tidak mengerti sama sekali bagaimana perasaannya saat ini?. Hatinya sangat sesak, sangat tidak kuat menahan perasaan sakit yang luar biasa yang ia terima penolakan dari orang yang sangat ia cintai.
"Hai, apakah kau merasakan perasaan sesak?." Tiba-tiba saja ada suara yang menyapa dirinya dengan nada yang sangat lembut. Ada seorang wanita cantik, namun berwajah kaku berada di belakangnya saat ini. Dengan lembutnya ia membelai, serta menyentuh pundak laki-laki itu seperti sedang menggodanya.
"Siapa kau?. Kenapa kau yang datang menemui aku?." Ia merasa merinding melihat wanita itu.
"Hum." Dengan senyuman kaku, ia membelai pipi laki-laki itu. Hingga terasa dingin yang menyapa kulitnya. "Aku adalah rasa sakit yang kau rasakan selama ini. Aku salah teman yang akan membalas semua rasa sakit yang kau alami karena cinta." Jawabnya dengan sangat lembut. Suaranya sangat menggoda, sehingga membuat laki-laki itu lebih merasa nyaman.
"Apa yang bisa kau lakukan untukku?. Jika kau tidak berguna sama sekali. Maka sebaiknya kau pergi saja dari sini. Kau hanya akan menggangguku saja." Dengan perasaan kesal ia mencoba menyingkirkan pikiran anehnya itu.
"Kau akan mendapatkan apapun yang kau inginkan." Wanita dingin itu meyakinkan apa yang telah ia katakan. "Aku bisa menghilangkan perasaan cinta yang ia miliki. Sehingga ia tidak akan lagi merasakan perasaan tidak mudah untuk jatuh cinta." Dengan suara yang sangat menggoda ia berbisik seperti itu di telinga laki-laki itu.
"Perasaan tidak mudah untuk jatuh cinta?. Tapi kenapa malah justru seperti itu?. Terdengar tidak masuk akal sama sekali." Laki-laki itu mengernyitkan dahinya karena ia merasa heran.
"Ya, itu sangat benar sekali." Balasnya sambil tersenyum ramah. "Jika ia tidak lagi merasakan perasaan tidak mudah untuk jatuh cinta, maka dendam yang kau rasakan akan terbalaskan. Jika ia tidak mudah untuk jatuh cinta, maka ia akan tersiksa dengan apa yang ia rasakan. Sama seperti ketika kau ditolak olehnya. Tanpa adanya perasaan dia menyebutkan semua kelemahan serat alasan mengapa ia tidak bisa menerima dirimu." Dalam kata-kata yang ia ucapkan seperti sedang mengandung kalimat pemicu gejolak yang ada di dalam hatinya. "Tanpa perasaan dia menolaknya mu. Jadi jika ia tidak memiliki perasaan, hidupnya akan hampa. Selain itu itu akan merasa tersiksa, dan semakin tersiksa dari dirinya. Apakah kau tidak ingin melihat wajah menderitanya pada saat itu?. Merasakan sakit seperti yang kau alami saat ia menolakmu." Wanita itu bahkan memberikan gambaran pada laki-laki itu melalui ilusi yang ia ciptakan. Tentu saja pikiran laki-laki itu semakin melayang entah kemana.
"Tapi bagaimana caranya kau melakukan itu?. Katakan padaku bagaimana caranya." Dengan perasaan yang membuncah, ia bertanya seperti itu.
"Kau hanya perlu membayar ku dengan ciuman ringan saja." Ucapnya dengan suara menggoda. Ia mencium kening laki-laki itu hingga meninggal bekas merah tanda perjanjian yang mereka sepakati telah ditanda tangan.
Itulah dilihat oleh Akira Toriyama saat itu.
"Dia yang mengirim hantu tempelan padamu, juga pada pacarmu itu. Supaya pacarmu yang sekarang tidak mudah untuk jatuh cinta padamu masumi san." Penjelasan yang cukup mencengangkan.
"Eh?. Dia mengirim hantu padaku?." Rasanya ia mendadak merinding membayangkan dirinya gendong hantu?.
"Kita harus mencarinya masumi san. Karena aku telah berhasil mengusir satu hantu, dan itu artinya masih ada yang harus diputuskan lagi. Yaitunya pada sumbernya. Pada orang yang telah merasa sakit hati dan kecewa padamu, karena cintanya yang tak terbalas itu masumi san." Akira Toriyama menjelaskan lagi.
"Baiklah. Kalau begitu kita akan ke sana. Aku mengetahui ia dimana sekarang." Rasanya Masumi Maria tidak percaya, jika orang yang ia tolak dulu?. Tapi malah membenci dirinya?.
"Mari kita ke sana segera." Akira Toriyama tidak mau membuang waktu lagi. Ia harus segera menghentikannya, sebelum jiwa dari orang itu dimakan oleh hantu tempelan cinta itu. Ia belum bisa mengatakan itu, karena ia yakin, jika mengetahui yang sebenarnya, Masumi Maria akan menolaknya.
Akira on
Senjata yang aku gunakan adalah raket badminton. Tentu saja itu memiliki makna. Meskipun sebagai alat, tapi kita bisa mengambil contoh perasaan dari raket badminton itu. Misalnya, tentang kualitas cinta. Jika kualitas mu jelek, maka kau tidak akan bisa merasakan perasaan cinta dari orang yang ingin kau sayangi tidak akan tersampaikan dengan baik. Jika kau ingin menjadi kualitas yang baik. Maka lakukan hal yang pantas, sehingga orang yang kau cintai akan merasa tersanjung dengan apa yang kau lakukan. Ingat itu ya pembaca tercinta.
Akira off.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah masalah ini bisa diatasi dengan baik?. Temukan jawabannya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Author yang kece dong
Kak aku mampir 🙏
2022-05-21
0