MARI KITA SELESAIKAN

...***...

Akira Toriyama saat ini menjelaskan semuanya pada Ryoko Asahi, bahwa ada yang harus ia putuskan salah satu dari hantu tempelan anti cinta itu jika memang ia ingin merasakan kembali perasaan cinta itu. Saat ini mereka menuju sekolah.

"Kau tenang saja. Aku datang hari ini sebagai sepupumu. Aku akan membantumu. Percayalah semuanya akan kembali sesuai dengan yang kasih inginkan." Akira Toriyama meyakinkan Ryoko Asahi.

"Terima kasih banyak atas bantuannya akira sensei." Ryoko Asahi tersenyum kecil. Ia tidak menyangka akan dibantu oleh orang yang mengembalikan kepercayaan dirinya.

"Kalau begitu mari kita masuk." Akira Toriyama masih pantas menggunakan seragam sekolah. Jadi karena itulah ia tidak boleh mengecewakan Ryoko Asahi.

Namun saat mereka masuk ke halaman sekolah mereka menjadi pusat perhatian. Mereka semua berbisik-bisik karena merasa heran.

"Bukankah itu ryoko san?. Dia berjalan dengan siapa?."

"Eh?. Dia mengenakan seragam yang sama denah kita."

Mereka menyadari seragam yang dikenakan oleh Akira Toriyama. Sehingga mereka semua mendekatinya. Mereka semua mengajukan banyak pertanyaan padanya.

"Hai, siapa namamu?. Apakah kami boleh kenalan?."

"Apakah kau siswa baru pindah?. Apakah aku boleh mengenalmu lebih jauh?."

Rasa kagum yang mereka rasakan saat ini, seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. Perasaan kagum, ingin memiliki orang yang mereka sukai. Apakah mereka mudah begitu saja jatuh cinta hanya karena pandangan dari segi fisik saja.

"Maaf, bolehkah kami masuk?. Karena sebentar lagi kita akan memulai jam pelajaran pertama." Sebisa mungkin ia tidak mau melibatkan diri dengan mereka semua. Tujuannya hanya ingin membantu Ryoko Asahi. ia tidak memiliki waktu, hanya sekedar basa-basi pada mereka semua.

Saat itu matanya tertuju pada seorang siswa kelas dua, Tamaki Kudo. Matanya menangkap dengan jelas, ada hantu tempelan anti cinta darinya. Akira Toriyama tidak ingin membuang waktu lagi. Ia tarik Ryoko Asahi, sehingga mereka semua terkejut. Dan lebih terkejut lagi saat Akira Toriyama menyeret tangan Tamaki Kudo. Mereka begitu penasaran dengan apa yang terjadi, akan tetapi saat mereka mengikuti arah Akira Toriyama pergi. Mereka semua terkejut, karena tidak melihat keberadaan Akira Toriyama, serta dua siswa yang ia bawa tadi. Kemanakah mereka berada?. Temukan jawabannya.

Sedangkan Tamaki Kudo merasa heran, bagaimana bisa ia berada di sebuah ruangan yang aneh seperti ini?. Namun yang lebih membuat ia terkejut adalah ketika ia melihat seseorang yang pernah menolak pernyataan cintanya.

"Ryoko san?. Apa maksudnya ini?." Dengan hati-hati Tamaki Kudo bertanya padanya. "Apa yang terjadi sebenarnya?. Lalu siapa orang ini?. Apa hubungannya denganku?." Perasaan sedih yang sedang ia rasakan saat ini.

"Akira sensei. Tolong jelaskan padanya. Jika apa yang ia lakukan itu sedikit salah. Dan aku mohon jelaskan padanya bagaimana perasaan cinta yang sesungguhnya itu." Ryoko Asahi telah menyerahkan semua masalah yang ia hadapi saat ini.

"Akira sensei?." Tamaki Kudo sedikit bingung, karena orang yang menyeretnya tadi itu dipanggil sensei oleh Ryoko Asahi.

"Baiklah. Aku harap asahi chan sedikit bersabar ya." Akira Toriyama tersenyum kecil.

"Apa yang sedang kau rencanakan sebenarnya ryoko san?. Apa maksudnya ini?." Tamaki Kudo merasakan perasaan yang tidak enak sama sekali.

"Tenang saja tamaki san. Aku hanya ingin bertanya, dari mana kau mendapatkan semacam jimat anti cinta itu?." Akira Toriyama hanya tidak ingin mengambil resiko. Ia harus berhati-hati, karena ia tidak mau memancing kemarahan dari hantu tempelan anti cinta itu. Karena hantu tempelan anti cinta itu menyadari jika ia mengincar nyawanya.

"Jimat anti cinta?." Tamaki Kudo sedikit mengingat apa yang dikatakan oleh Akira Toriyama.

"Kau menanamkan jimat anti cinta itu pada asahi chan, dan kau telah membuat kontrak dengan hantu tempelan anti cinta. Supaya asahi chan tidak bisa merasakan perasan tidak mudah untuk jatuh cinta." Akira Toriyama menahan amarah yang ia rasakan. Terutama pada hantu yang melotot tajam padanya saat ini.

"Ahaha. Apa yang kau katakan, aku sama sekali tidak melakukan apa yang kau katakan." Tamaki Kudo masih mau menyangkal apa yang terjadi?.

"Sebaiknya kau berkata jujur saja. Jika kau tidak mengatakan kebenarannya, nyawamu bisa menjadi taruhannya. Karena kau telah menjual jiwamu pada hantu tempelan anti cinta!." Emosi Akira Toriyama mendadak memuncak, dan ia mengeluarkan senjata yang ia gunakan untuk memusnahkan hantu tempelan anti cinta.

"Garam dapur?. Yang benar saja." Akira Toriyama merasa heran, mengapa setiap senjata yang ia gunakan. Semuanya munculnya aneh-aneh. Dan kali ini adalah garam dapur?.

Sedangkan Tamaki Kudo malah tertawa saat melihat apa yang sedang dipegang oleh Akira Toriyama. Rasanya itu adalah sebuah lelucon yang sangat mengundang tawa.

"Akira sensei?. Apakah itu memang bisa digunakan untuk menghapus hantu tempelan anti cinta itu?." Ryoko Asahi terlihat sedikit ragu.

"Tenang saja asahi chan. Aku akan membuat garam ini lebih berguna lagi dengan tenaga dalam yang aku miliki." Akira Toriyama maju selangkah, ia mengeluarkan garam dapur itu dari toples itu. Ia ambil sedikit, dan ia bacakan mantram pengusir hantu. Setelah itu ia tebar ke arah Tamaki Kudo. Hingga terdengar suara teriakan tang membuat keduanya merinding. Apalagi saat mereka melihat ada sosok yang menyeramkan sedang berteriak kesakitan.

"Hiyaa." Keduanya saling merapat, karena perasaan takut yang mereka rasakan saat ini.

"Kau lihat?. Hantu tempelan anti cinta itu hampir saja memakan jiwamu, karena kau telah membuat kontrak dengannya." Akira Toriyama maju, mendekati hantu itu lebih dekat lagi.

"Memakan jiwaku?." Tamaki Kudo sangat terkejut dengan penjelasan itu.

"Akira sensei mengatakan, jika hantu tempelan anti cinta itu akan memakan jiwa dari orang yang membuat kontrak, juga dari orang yang terkait dengan kontrak itu." Ryoko Asahi menjelaskan sedikit padanya.

"Benarkah itu?." Ada perasaan takut yang tumbuh di hatinya.

Sedangkan Akira Toriyama berusaha untuk membasmi hantu tempelan anti cinta itu. "Kau tidak akan bisa membunuhku begitu saja!. Karena kami masih banyak!." Hantu tempelan cinta itu terpojok dengan kekuatan dari Akira Toriyama yang menggunakan garam dapur yang dilambari dengan tenaga dalam yang sangat kuat. Hingga ia tidak berdaya melawan Akira Toriyama.

"Aku sudah berjanji akan membunuh kalian semua. Kalian yang berani memakan jiwa manusia, supaya mereka tidak mudah untuk jatuh cinta." Akira Kembali mengambil sedikit garam dapur itu dari toples itu, dan kembali melambarinya dengan tenaga dalamnya. Setelah itu ia tabur ke arah hantu tempelan anti cinta dengan sangat kuat. Sehingga garam dapur itu seperti batu panas yang dapat menghancurkan tubuh hantu tempelan anti cinta itu.

"Kali ini nyawamu selamat kudo kun. Jika tidak, kau akan mati bersamanya dalam waktu empat puluh hari." Akira Toriyama kali ini menatap ke arah Tamaki Kudo. Apakah masalah ini selesai begitu saja?. Tentu saja tidak, karena masih ada satu hal lagi yang harus diselesaikan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.

...***...

Terpopuler

Comments

Author yang kece dong

Author yang kece dong

Kak aku mampir 🙏

2022-05-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!