SUASANA HATINYA

...***...

Akira Toriyama menatap tajam ke arah hantu tempelan anti cinta yang kini berusaha untuk menyerangnya. "Baiklah, karena kalian telah berani meremehkan senjata yang aku miliki, maka kalian akan aku bunuh dengan menggunakan senjata ini." Akira menyalurkan tenaga dalamnya ke dalam jarum yang masih tersisa di tangannya. Seketika jarum itu menjadi lebih besar berkali-kali lipat.

Kedua hantu tempelan anti cinta itu sangat terkejut, karena jarum itu terlihat lebih menyeramkan. Keduanya saling bertatapan satu sama lain, memikirkan apakah mereka akan selamat dari jarum itu atau tidak.

"Oh, boleh juga. Dengan begitu aku tidak perlu banyak mengeluarkan tenaga dalam hanya untuk membunuh kalian berdua." Akira merasa beruntung dengan senjata yang ia gunakan saat ini. Senjata yang tadinya diremehkan, ternyata lebih hebat dari yang sebelumnya. "Baiklah. Kalau begitu habisi mereka yang tidak berguna itu dengan cepat." Akira mengendalikan jarum-jarum raksasa itu. Mereka dengan patuhnya mengikuti perkataan Akira.

Jarum-jarum itu menyerang kedua hantu itu, terus menyerang, bahkan kemanapun mereka pergi. Sementara itu Akira berjalan mendekati Ayuri Sato dan Kaito Murasaki. Matanya menangkap bayang-bayang mereka di masa lalu yang dipenuhi oleh cinta. Apa yang mereka rasakan pada saat itu tergambar jelas. Akira merasa sangat simpati dengan mereka. Dengan kekuatan tenaga dalam yang ia miliki, ia melakukan sesuatu yang dapat membantu mereka kembali. Begitu juga dengan jarum-jarum itu, berhasil membunuh kedua hantu tempelan anti cinta.

Masalah telah selesai dengan baik, semuanya berakhir dengan sangat baik. Kali ini ia tidak terlalu kerepotan hanya untuk membasmi hantu tempelan anti cinta. Kali ini ia juga tidak perlu mengeluarkan kata-kata nasihat tentang cinta. Baginya semuanya berakhir dengan baik itu sudah cukup.

Apakah masalah yang mereka hadapi telah selesai?. Jawabannya iya. Lalu apakah yang akan dilakukan oleh Akira Toriyama setelah ini?. Simak terus ceritanya.

***

Dua hari telah berlalu. Pagi itu, Akira baru bangun dari tidurnya. Ia harus berhati-hati, karena saat ini ia tidak tinggal sendirian. Ada Sayaka yang tinggal bersamanya saat ini.

"Selamat pagi akira." Sapa Sayalah dengan senyuman yang manis.

"Selamat pagi saya." Balasnya.

"Mari kita sarapan dulu akira." Dengan semangatnya ia menyiapkan sarapan Akira.

"Terima masih saya. Kau sangat baik sekali." Akira merasa terbantu sekali. Apalagi Sayaka bisa memasak, jadi itu lebih baik. "Rasanya aku seperti memiliki istri." Dalam hati Akira membayangkan pagi yang cerah di sambut masakan lezat oleh istri yang cantik. "Tapi tunggu, istri?." Dalam hatinya malah bertanya-tanya. Bagaimana pikirannya bisa membayangkan seorang istri?. "Tidak, sayaka masih bocah kecil. Jadi mana mungkin dia bisa menjadi calon istriku. Umur kami sangat beda jauh. Rasanya aku menikah dengan anak-anak. Apa jadinya aku jika menikah dengan anak-anak." Matanya terus memperhatikan Sayaka yang terlihat sedikit grogi.

"Ada apa akira?. Kenapa kau malah menatapku seperti itu?." Sayaka sangat grogi, karena tatapan Akira seperti itu padanya.

"Aku hanya sedang memperhatikan, bahwa kau tidak akan bersikeras ikut denganku saat aku bekerja di lapangan nantinya. Kau tunggu saja di kantorku. Apakah kau mengerti?. Jika kau tidak ingin aku kembalikan ke rumah orang tuamu." Akira hanya tidak ingin membahayakan Sayaka, karena itulah ia terpaksa mengancam Sayaka supaya tidak ikut dengannya.

"Hmph!. Aku tidak akan ikut denganmu akira. Aku akan memanjakan diriku di kantormu." Sayaka tidak akan bisa menang jika berdebat dengan Akira. Jadi ia tidak akan membuat suasana hatinya panas hanya berdebat panjang dengan Akira.

"Itu lebih baik." Akira tersenyum kecil, dan ia melanjutkan makannya. "Kalau begitu kau juga sarapan saya. Setelah ini kita akan bekerja lagi." Akira mencoba kembali bersikap ramah pada Sayaka.

"Baik tuan." Sayaka menurut seperti seorang budak yang pada tuannya. Membuat Akira tertawa kecil.

"Apaan itu coba. Ada-ada saja." Akira tidak bisa menyembunyikan tawanya karena merasa lucu dengan apa yang dilakukan oleh Sayaka.

"Hehehe. Biar akira bisa tertawa." Sayaka hanya tidak ingin melihat raut wajah Akira cemberut di pagi hari. Jadi ia tidak boleh membuat Akira yang baik hati padanya marah. Apakah kisah cinta akan terjalin diantara mereka?. Temukan jawabannya.

...***...

Sementara itu di suatu tempat.

Ada seorang wanita sedang berjalan sempoyongan di gang sempit. Hatinya sangat kacau. Karena ia baru saja ditinggal pergi oleh pacarnya yang tidak lagi mencintai dirinya.

"Kurang ajar!." Dalam keadaan setengah sadar ia mengoceh tidak karuan, apalagi dalam keadaan mabuk. Pikirannya sangat kacau saat ini. Hingga ia tidak lagi bisa berpikiran jernih. Pikirannya yang sedang terganggu karena sedang stres. "Kenapa harus aku yang mengalami rasa sakit?. Kenapa tidak dia saja?. Apa karena aku saja yang mencintainya?. Sehingga aku yang merasakan sakit itu?. Ini tidak adil." Ia menangis sedih, karena perasaannya yang semakin sesak. Ia merasa paling menderita di dunia ini. Ia menyandarkan tubuhnya ke dinding bangunan di dekatnya. Rasanya sangat lelah mengahadapi kenyataanya hidupnya yang sangat pahit.

Namun saat itu ada suara yang berbisik padanya. Suara yang sangat membuatnya merasa sangat tertarik akan bujukan rayuannya.

"Aku akan menjadi teman yang bisa kau andalkan."

"Teman yang bisa aku andalkan?. Memangnya apa yang kau ketahui tentang diriku sehingga kau bisa kau andalkan?."

"Aku bisa memberikan apa yang kau inginkan. Apa saja yang ada di dalam hatimu saat ini."

"Kau jangan membuatku merasa lemah. Aku tidak akan mendengarkan apapun yang kau katakan." Ia mencoba untuk bangkit, mencoba mengabaikan perasaannya yang sedang kacau.

"Aku dapat mengabulkan semua yang kau inginkan. Termasuk menghilangkan perasaan cinta yang ada pada orang yang paling kau benci."

Ia menghentikan langkahnya. "Menghilangkan perasaan cinta?." Ia sedikit berpikir. "Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Tidak mungkin kau bisa menghilangkan perasaan cinta pada seseorang." Ia tidak akan mudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh bisikan itu.

"Aku bisa melakukannya. Aku ingin membalas perasaan sakit hati yang kau rasakan atas apa yang telah dia lakukan padamu. Jika dia tidak memiliki perasaan cinta padamu. Tidak mudah lagi untuk jatuh cinta, kenapa tidak kau hilangkan saja perasaan cinta yang ada di dalam dirinya. Supaya dia tidak memiliki perasaan cinta pada orang lain. Bukankah itu pembalasan yang sangat adil untuknya yang telah mencampakkan dirimu dengan alasan tidak mencintaimu lagi?." Ucapannya penuh bujukan yang menggiurkan.

Wanita itu nampak sedikit berpikir. "Memang aku menginginkan itu terjadi. Dia telah menyakiti hatiku. Hingga rasanya aku mati rasa, dan aku akan membalas semua perbuatannya padaku." Sakit yang ia rasakan membuatnya tidak karuan.

Bagaimana tanggapan dari suara bisikan itu?. Temukan kami.

...***...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!