...***...
Akira Toriyama berusaha untuk tidak menahan dirinya untuk menyerang hantu tempelan anti cinta itu. Jika ia tidak segera bertindak, maka nyawa wanita muda itu tidak akan bisa diselamatkan. Ia berjanji akan melakukannya dengan baik.
Ia mengeluarkan senjata yang kali ini ia gunakan untuk membunuh hantu tempelan anti cinta. Kali ini benda apa lagi yang muncul?.
"Apakah ini bisa membunuhnya?." Akira Toriyama ingin menangis sedih, karena senjata yang ia gunakan saat ini adalah berupa selendang hitam yang cukup panjang.
"Ahaha!. Kau ini mau melakukan apa manusia bodoh!. Apakah kau mau menari?. Ahaha!." Dengan tawanya yang kelas, hantu tempelan anti cinta itu menertawakan Akira Toriyama.
Ctakh!.
Kerikil kecil mendarat dengan sempurna di kening hantu tempelan anti cinta itu dengan sangat kuatnya. Membuat kepalanya tertarik ke belakang, dan menghentikan tawanya.
"Berani sekali kau meremehkan kekuatan dari senjata yang nantinya akan memusnahkan mu." Akira Toriyama sangat kesal jika ada yang berani menertawakan dirinya dalam bertindak.
"Ghah!." Hantu tempelan anti cinta itu mengambil batu kerikil yang menempel di jidatnya. Setelah itu ia perbaiki posisi kepalanya yang sempat bergeser itu. Ia banting batu kerikil yang telah menyakitinya itu dengan sangat kuat. "Berani sekali kau melakukan itu padaku. Akan aku habisi kau!." Dengan perasan marah yang memuncak, hantu tempelan anti cinta itu menyerang Akira Toriyama.
Sementara itu, Akira Toriyama balik membalas serangan itu. Tapi sayangnya selendang hitam yang ia gunakan itu belum bisa membantahnya. Akira Toriyama terkena pukulan serta tendangan yang sangat bertenaga dari hantu Tempelan anti cinta itu.
Duakh!. Duakh!.
Beberapa tendangan, serta pukulan di bagian tubuhnya cukup membuat tenaganya terkuras. Akira Toriyama terlempar agak jauh setelah menerima serangan bertubi-tubi. Namun ia tidak akan menyerah begitu saja. Masih ada yang bisa ia lakukan saat ini. Akira Toriyama mencoba mengamati kain yang ia pegang saat ini. Akira Toriyama mencoba menyalurkan tenaga dalamnya ke kain tersebut, hingga kain selendang itu berubah menjadi lebih kuat dan bertenaga. Ia menyeringai lebar dengan apa yang ada di dalam benaknya saat ini.
Akira Toriyama mencoba melakukan satu lecutan ke arah hantu tempelan anti cinta itu. Lecutan dengan kain selendang hitam yang saat ini ia genggam, membuat hantu tempelan anti cinta itu terkejut. Ada suara ledakan yang cukup dahsyat, sehingga membuat keduanya terkejut?.
"Ho, sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang lebih menarik. Mari kita selesaikan dengan cepat. Karena aku tidak akan membiarkanmu bertindak lebih jauh lagi." Akira Toriyama sedikit bersemangat. "Tidak buruk juga." Ia memainkan selendang kain hitam yang kini menjadi senjatanya.
"Kau terlalu meremehkan aku!. Apakah kau lupa jika nyawa anak bodoh ini ada di tanganku saat ini!." Hantu tempelan anti cinta itu tampak sangat marah, dan mulai mengancam Akira Toriyama.
"Kau pasti akan bunuh!. Aku pasti akan menyelamatkan nyawanya!." Akira Toriyama dengan gencarnya mulai menyerang hantu tempelan anti cinta. Suara lecutan dari selendang hitam itu semakin terdengar sangat keras, karena ia menyalurkan tenaga dalamnya ke selendang hitam itu.
Akira Toriyama terus menyerangnya, namun sepertinya hantu tempelan anti cinta itu masih ingin bertarung, ia terus menghindari serangan dari Akira Toriyama. Meskipun beberapa kali ia terkena serangan yang membuatnya kesakitan. Hingga akhirnya Selendang Hitam itu membelit tubuhnya dengan sangat kuat.
"Kegh!. Lepaskan!." Hantu tempelan anti cinta itu meronta-ronta ingin lepas.
"Kau tidak akan bisa melepaskan diri semudah itu." Dengan kesalnya Akira Toriyama menggeplak alias menampar hantu itu. "Kau pikir aku ini adalah pemburu amatir?." Akira Toriyama melotot tajam ke arah hantu tempelan anti cinta itu.
"Kau tidak akan bisa membunuhku!. Karena ikatan kami yang kuat, kau bisa membunuh-."
PLAK!!!.
Dengan emosi yang membara, Akira Toriyama melepaskan tamparan yang sangat keras, hingga wajah itu semakin rusak.
"Berisik!. Kau tidak akan bisa mengancam aku dengan kata-kata yang tidak berguna!." Suara Akira Toriyama terdengar sangat marah.
Sedangkan Ryoko Asahi dan Natsume Kitagawa menyimak dari jauh terpaku di tempat. Apakah Akira Toriyama tidak memiliki perasaan belas kasihan?. Bahkan pada hantu suruhan untuk membuat seseorang sulit merasakan cinta?. Tidak mudah mudah untuk jatuh cinta?.
"Meskipun saat ini perasaannya sedang putus asa, karena orang yang dicintainya tidak melirik ke arahnya. Hatinya sangat sedih, sehingga meminta jimat anti cinta. Supaya orang yang ia sukai hanya melirik ke arah nya saja. Itu memang perasan cinta yang menyakitkan." Akira Toriyama dapat merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Hikari Matsuyama.
"Tapi karena keserakahan yang ia miliki, membuat ia tenggelam dalam kegelapan!. Bukankah dia sama saja dengan kami?. Hanya diisi ambisi untuk menguasai seseorang?!. Ahahaha, hatinya telah mati karena cinta yang berlebihan!. Dia sama seperti kami!. Lebih baik kau tidak usah membantunya!. Itu hanya sia-sia saja!." Hantu tempelan anti Cinta itu masih saja mengeluarkan kata-kata yang memancing amarah Akira Toriyama.
Tap!.
Akira Toriyama menyentuh kepala Hikaru Matsuyama yang kini dirasuki. Cengkramannya begitu kuat, hingga hantu itu meronta kesakitan.
"Berisik!." Hawa yang ditunjukkan Akira Toriyama membuat hantu tempelan anti cinta ketakutan. "Berani sekali berkata seperti padaku!." Setelah berkata seperti itu ia membacakan mantram pemusnah hantu. Hingga terdengar suara teriakan yang sangat kuat. Hantu tempelan anti cinta mengalah, dan ia bersumpah tidak akan berhadapan lagi dengan Akira Toriyama yang tidak memberi ampun padanya. Itupun jika masih bisa hidup dia.
"Tidak semua manusia itu merasakan kebahagiaan. Namun untuk mendapatkan kebahagiaan itu, manusia harus merasakan sakit terlebih dahulu." Akira Toriyama melepaskan selendang hitam yang membelit tubuh Hikari Matsuyama, setelah itu ia menggendongnya. Karena Hikari Matsuyama tidak sadarkan diri. "Manusia memiliki sisi yang rapuh, sehingga dengan mudahnya tergoda akan bujuk rayuan yang disangka itu dapat membantunya. Tetapi malah sebaliknya, ia malah tersesat. Dan kehidupannya sebagai taruhan dari bersekutu dengan hantu yang memiliki tipu daya muslihat menyesatkan." Akira Toriyama menatap Natsume Kitagawa, dan Ryoko Asahi. "Perasaan cinta itu sangat murni dari hati. Karena ingin memiliki seseorang, terkadang tanpa sadar kita telah menyakiti seseorang." Ia mencoba untuk tersenyum. "Disakiti, atau tersakiti. Itu adalah hal yang wajah dalam masalah percintaan. Tapi jika mengalami kegagalan dalam percintaan, teruslah berusaha untuk mencari seseorang yang mau menerima dirimu dengan baik. Atau kau yang akan menerima orang yang kau cintai dengan baik." Akira Toriyama memberi mereka nasihat tentang masalah cinta?.
"Terima kasih akira sensei. Rasanya aku belajar banyak hal setelah bertemu dengan sensei. Terima kasih banyak." Ryoko Asahi merasakan perasaan berbeda, setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Akira Toriyama. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Author yang kece dong
Kak aku mampir ya 🙏
2022-05-24
2