...***...
Karena belum juga mendapatkan tamu, Akira Toriyama dan Kuroichi Sayaka merasa bosan.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar saya. Aku yakin kau mulai bosan bukan?." Akira memakai pakaian biasa ketika sedang santai. Membuat Sayaka terpesona dengan penampilan Akira saat ini.
"Um." Sayaka mengangguk dengan cepat.
"Oke, aku akan membawamu ke taman terdekat. Ayo." Akira mendekati Sayaka, dan ia memasangkan sebuah topi manis untuk Sayaka. "Hari ini cuacanya lumayan panas, lebih baik kau pakai topi ini." Akira mengusap pelan kepala Sayaka.
"Terima kasih akira." Sayaka sangat mendapatkan topi dari Akira.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan kantor kecil mereka, dan tak lupa memberi tanda tutup, supaya ketika ada yang mau masuk mengetahui tanda bahwa mereka tidak ada di tempat.
...***...
Di satu sisi. Wanita yang mendapatkan bisikan itu mulai mengamati laki-laki yang kini tidak memiliki semangat hidup lagi. Ia menyaksikan, beberapa hari ini mantan pacarnya itu bertengkar dengan beberapa wanita.
"Heh!. Aku tidak akan membiarkanmu merasakan perasaan bahagia di atas rasa sakit yang telah kau berikan padaku matsumoto ryo. Kau harus merasakan bagaimana perasaan hampa setelah kau campakkan aku." Hatinya dipenuhi dendam yang sangat membara. Namun ia tidak menyadari, bahwa hawa kehidupan yang ia miliki telah diserap oleh hantu tempelan anti cinta yang berada di punggungnya saat ini. Apakah ia akan selamat?. Temukan jawabannya.
Sedangkan Matsumoto Ryo saat ini sedang merasakan kehampaan hati. Hatinya terasa sangat kosong, dan tidak dapat merasakan perasaan apa-apa lagi. Seperti perasaan tidak mudah untuk jatuh cinta pada seseorang. Meskipun ia telah berusaha membuka hatinya untuk menerima seseorang apa adanya, namun tetap saja ia tidak bisa merasakan perasaan apapun selain perasaan hambar.
"Apakah aku akan menjadi laki-laki yang hidup tanpa perasaan cinta?. Apakah aku akan menjadi laki-laki yang tidak akan mendapatkan cinta?." Dalam keadaan setengah hidup seperti ini, ia masih bertanya pada dirinya sendiri. "Hatiku terasa sangat sakit, sakit sekali. Saking kosongnya perasaan cinta yang kini tidak bisa aku rasakan lagi." Dalam hatinya merasa sesak yang aneh. Dadanya berdenyut sakit, membayangkan sebelumnya ia adalah laki-laki yang dipenuhi cinta siapa saja. Namun kini apa yang terjadi?. Hatinya benar-benar hampa tanpa adanya perasaan cinta.
Matsumoto Ryo memutuskan untuk pergi dari taman itu, karena percuma saja jika ia berada di tempat indah, namun hatinya malah terasa kosong. Tdiak bisa menikmati betapa indahnya tempat ini untuk memadu kasih dengan orang yang dikasihi.
Di saat yang bersamaan, Sayaka dan Akira telah sampai di taman yang katanya tempat paling nyaman untuk bersantai. Setidaknya hari ini ia gunakan untuk bersantai, dari pada memikirkan hal yang aneh-aneh. Apalagi ia tidak ingin terpaku pada satu titik saja. "Jika masalah saya, aku sangat memahami ketakutan yang ia rasakan. Karena aku juga pernah mengalami hal yang sama." Dalam hati Akira mencoba untuk memahami situasi saat ini.
"Akira." Sayaka menatap Akira dengan tatapan ceria. "Tempat ini sangat bagus sekali. Terima kasih ya, karena telah membawa aku ke tempat ini." Ia terlihat sangat bahagia sekali. Rasanya ia ingin merasakan kebahagiaan walaupun sebentar saja.
"Oke, kalau begitu mari kita nikmati hari santai kita satu hari ini." Akira tersenyum kecil.
"Benarkah?. Ternyata kau baik sekali akira. Terima kasih banyak akira." Senyumannya sangat manis sekali, hingga membuat Akira pangling melihatnya. Senyuman yang sangat polos, senyuman yang sangat sederhana namun mengena di hati.
"Tidak, tidak, tidak. Apa yang aku pikirkan." Dalam hati Akira menghapus pikiran anehnya, bahwa hanya ia yang boleh melihat senyuman polos dari Sayaka?. Memangnya dia siapa?. Kau mau berbuat kurang ajar Akira?. Ah!. Lupakan.
Akira on.
Sial, aku kira waktu itu aku memang akan santai sejenak saat aku bersama Sayaka di taman itu. Saat itu, mataku menangkap seorang laki-laki yang sedang ditempeli oleh hantu tempelan anti cinta. Apa yang harus aku lakukan di saat seperti ini?. Rasanya aku tidak mau merusak hari bahagia Sayaka. Apa yang harus aku lakukan?.
Akira off.
Akira mencoba untuk tetap berpikir jernih, ia akan membantu orang itu tanpa merusak hari santai mereka. "Baiklah, aku akan mencoba melakukannya." Dalam hati Akira mencoba melakukan apa yang bisa ia lakukan saat ini. "Saya, aku mau mendekati laki-laki itu sebentar. Apakah kau bisa menunggu aku di sini?. Hanya sebentar saja." Akira menunjuk ke arah laki-laki yang berjalan sempoyongan.
"Apakah kau melihat sesuatu yang aneh pada laki-laki itu?." Sayaka bertanya karena tidak mungkin Akira ingin menghampiri laki-laki aneh itu tanpa alasan.
"Sepertinya begitu saya. Hanya sebentar saja. Setelah kita jalan-jalan, aku akan kembali bekerja. Aku janji akan membawamu ke sini lagi." Dengan berat hati ia mengatakan pada Sayaka seperti itu.
"Baiklah, jika memang itu yang terjadi. Setidaknya aku bisa melihat taman ini walaupun sebentar saja." Sayaka tentunya memahami bagaimana situasinya. Bagi Akira, mungkin itu adalah pekerjaan yang sangat penting. Jadi ia tidak boleh memaksakan kehendaknya. Toh, Akira telah berjanji akan membawanya lagi ke taman ini.
"Kalau begitu tunggu sebentar. Setelah itu kita bisa jalan-jalan sambil menuju jalan pulang." Akira mengusap kepala Sayaka dengan pelan.
"Um." Walaupun terasa sakit aneh, karena baru saja ingin menikmati perjalanan dengan Akira, namun sepertinya tidak akan berjalan dengan lama. Apalagi ketika ia melihat punggung Akira yang berjalan meninggalkan dirinya. Harusnya ia menyadari, jika pekerjaan Akira tidak menentu. Jadi ia tidak boleh merasa kecewa, ataupun merasa sakit hati hanya karena sebentar saja menikmati kebahagiaan yang ia rasakan.
"Permisi." Akira mencolek laki-laki itu dari belakang.
Deg!!!
Matanya melotot lebar, saat melihat betapa ganasnya hawa dari hantu tempelan anti cinta yang menggerogoti jiwa kehidupan laki-laki itu.
"Maaf?. Apakah kau mengenaliku?." Laki-laki itu dengan suara yang sangat pelan dan hampir saja tidak terdengar bertanya pada Akira.
"Aku memang tidak mengenali anda. Tapi sepertinya aku bisa membantumu untuk mengatasi masalah yang sedang kau rasakan saat ini." Akira mengabaikan hantu tempelan anti cinta yang mencoba melambaikan tangannya ke arahnya. Sebisa mungkin ia abaikan, akan berbahaya jika hantu tempelan anti cinta itu mengetahui dirinya bisa melihat hantu itu. Mereka itu sangat licik, jadi harus berhati-hati supaya mereka tidak mempengaruhi orang yang ia tempeli.
"Akira toriyama?. Psikiater cinta?." Laki-laki tersebut membaca nama yang tertera di kartu nama yang diberikan Akira Toriyama padanya.
"Baiklah. Aku akan menunggumu malam ini di kantor kecilku. Jangan sampai kau tidak datang, atau kau akan mati rasa dalam masalah percintaan. Dan itu sangat mengerikan, jika kau sampai putus asa karena masalah cinta." Setelah berkata seperti itu Akira pergi meninggalkan laki-laki itu.
"Siapa sebenarnya dia?. Kenapa ia mengetahui apa yang telah terjadi padaku?." Laki-laki itu terpaku di tempatnya. Apakah ini adalah kesempatan yang bagus untuk memperbaiki sesuatu?. Apakah ia akan menemui Akira Toriyama?. Temukan jawabannya. Mohon dukungannya ya pembaca tercinta.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments