PERASAAN CINTA YANG HILANG

...***...

Dua hari telah berlalu dan kini Akira Toriyama masih menunggu siapa klien berikutnya yang mengadu padanya. Namun hari itu ia sedang berjalan santai menikmati suasana kota yang cukup ramai dimana mereka semua larut dalam kebahagiaan yang mereka rasakan meskipun ada sebagian dari mereka masih merasakan kepedihan. Mereka masih tetap tegar untuk menghadapi masalah yang terus datang.

Akira Toriyama on

Di dunia ini kita manusia memiliki kehidupan percintaan yang sangat rumit, serta masalah yang membuat kita untuk tetap berjuang. Kita ini adalah makhluk yang sangat kuat sebenarnya, hanya saja tidak memiliki pegangan saja. Karena itulah kita merasa rapuh dan ingin segera mengakhiri semuanya, hanya karena tidak ada satupun orang yang kita anggap benar-benar mau mendengarkan apa yang kita rasakan. Sebenernya kita hanya butuh dukungan seseorang yang mampu menguatkan hati kita untuk melakukan sesuatu. Ya, termasuk diriku yang masih manusia normal yang memiliki perasaan cinta. Namun saat itu.

Akira Toriyama off.

Tapi saat itu ia tidak sengaja melihat seorang siswa SMA yang sedang ditempeli oleh hantu anti cinta. Matanya terbelalak terkejut melihat raga siswa tersebut hampir saja mati. Akira Toriyama terpaksa menghentikan langkah siswa tersebut.

"Maaf, apakah aku boleh berbicara denganmu sebentar?." Akira Toriyama menepuk pundak anak remaja itu.

"Eh?. Apakah ada sesuatu padaku?." Wajah lelaki sangat jelas terlihat jelas olehnya saat itu.

"Sepertinya nona terlihat sangat lelah. Mungkin aku bisa meringankan beban yang kau rasakan saat ini." Akira Toriyama mencoba untuk tersenyum, namun matanya saat itu melihat ke arah puncak wanita muda itu.

"Tapi aku harus buru-buru ke sekolah. Aku tidak mau bolos sekolah." Ada perasaan curiga yang menyelimuti dirinya.

"Ini demi kebaikanmu. Itupun jika kau tidak ingin dibenci oleh orang yang kau cintai." Ia melihat sekilas, bagaimana masalah yang dihadapi oleh wanita muda itu.

"Apakah Tuan bisa membantu ku?." Tatapan matanya penuh harapan untuk diselamatkan.

"Kalau begitu ikuti aku." Ia kembali menepuk pundak wanita muda itu.

"Eh?." Wanita muda itu terperanjat terkejut. "Rasanya pundak ku lebih ringan dari yang sebelumnya." Dalam hatinya merasakan keringanan.

"Baiklah, mari ikuti aku nona." Dengan senyuman ramah ia mengajak wanita muda itu ke tempat kantornya, untuk mendengarkan semua keluhan yang dirasakan oleh wanita muda itu.

Apakah Akira Toriyama bisa mengatasi masalah wanita muda itu. Simak terus ceritanya.

...***...

Sementara itu, di sekolah yang cukup terkenal. Siswa kelas satu SMA yang kini sedang menunggu kedatangan seseorang.

"Percuma saja kau menunggunya. Dia sudah tidak mencintaimu lagi. Apakah kau tidak menyadari itu natsume Kun?." Hikari Matsuyama menatap tidak suka pada cowok yang ia sukai. Tapi sayangnya malah m need cewek lain yang merupakan kakak kelasnya.

"Aku yakin dia akan datang. Karena dia sebelumnya tidak pernah seperti itu. Aku yakin dia mengalami sesuatu, sehingga ia berubah seperti itu." Natsume Kitagawa mencoba untuk terus mempercayai cewek yang ia cintai.

"Heh!. Aku yakin kau akan kecewa natsume kun. Jangan salahkan aku, jika aku tidak memberitahu mu." Setelah itu Hikari Matsuyama pergi meninggalkan Natsume Kitagawa. Rasa sakit yang ia rasakan saat ini.

"Asahi san. Aku yakin kau tidak berubah. Aku yakin kau memiliki alasan yang sangat kuat untuk menjauhiku saat ini bukan?." Dalam hatinya mencoba untuk mengingat kembali bagaimana perasaan Ryoko Asahi. Ia tidak akan pernah melupakan bagaimana perasaan cinta mereka pada saat itu. Perasaan yang sangat nyata dan tidak pernah dibuat sama sekali.

Sementara itu, Hikari Matsuyama saat ini sedang berperang dengan perasaan yang membuncah di dalam dirinya. Apakah yang telah ia lakukan selama ini hanyalah sia-sia saja?.

Kembali pada masa itu, ketika ia merasakan putus asa yang berlebihan. Tiba-tiba saja ada sebuah pesan masuk, pesan dari nomor misteri yang mengundangnya untuk menemui orang tersebut.

"Aku akan mengabulkan semua keinginan yang ada di dalam hatimu. Jika kau ingin mendapatkan ia sepenuhnya, maka tebu aku ke sini." Setidaknya itulah bunyi pesan itu. Karena perasaan penasaran yang bergejolak dan tidak memiliki pegangan ia terpaksa mengikuti alamat yang dituju. Mungkin saja orang itu memang berniat membantunya?.

Setelah pulang sekolah ia segera menuju alamat tersebut. Saat itu ia masuk ke sebuah cafe yang cukup ramai. Ia melihat seorang pelan yang datang menghampirinya, dan bertanya. "Ayolah nona adalah nona hikari matsuyama?."

"Ya, itu nama saya." Jawabnya agak sedikit ragu. Ia heran, bagaimana mungkin ada orang lain yang mengenali dirinya?.

"Kalau begitu silahkan ikuti saya." Ia mempersilahkan Hikari Matsuyama untuk mengikutinya.

Wanita muda itu hanya diam saja, karena ia memang sangat membutuhkan solusi untuk masalah yang sedang ia hadapi. Apakah itu bisa memberikan ketenangan baginya setelah apa yang ia lakukan setelah ini?. Temukan jawabannya.

Kembali ke masa ini.

...***...

Akira Toriyama saat ini sedang mengobati Ryoko Asahi. Wanita muda yang sedang ditempeli hantu anti cinta. Namu sebelum mengobati alias mengusir hantu itu. Ia bertanya terlebih dahulu. "Kalau aku boleh tahu. Siapa namamu nona?. Mari kita santai sejenak." Akira Toriyama tersenyum kecil.

"Namaku akira toriyama. Mereka memanggilku dengan sebutan dokter keluhan cinta mereka yang kandas di tengah jalan. Namaku akira toriyama, kau boleh memanggilku dengan sebutan akira pun boleh." Akira Toriyama tersenyum kecil.

"Oh, gitu ya." Ryoko Asahi tersenyum kecil. "Tapi bagaimana mungkin sensei mengetahui apa yang sedang aku alami saat ini?." Tentunya menjadi tanda tanya baginya.

"Nanti aku jelaskan masalah itu. Tapi apakah nona bersedia menjawab pertanyaan dariku?." Akira Toriyama mencoba mengabaikan sosok hantu tempelkan anti cinta yang sedang melotot ke arahnya.

"Um." Ryoko Asahi mengangguk mengerti.

"Sejak kapan nona merasakan perasaan hilang perasaan suka pada seseorang?. Siapa terakhir yang mungkin kau tolak perasaan seseorang yang menyatakan cinta padamu?." Ada dua perayaan yang ia ajukan padanya.

Tapi itu cukup membuat Ryoko Asahi terkejut. "Memang aku pernah menolak seseorang, tapi jika masalah hilangnya perasaan seseorang itu, setelah aku menolaknya." Perasaan sedih menyelimuti dirinya, seperti mati rasa. "Rasanya sangat hampa sekali, hingga aku merasakan seperti boneka yang tidak mudah untuk jauh untuk jatuh cinta pada seseorang. Seperti mati rasa, hingga terkesan menjadi orang jahat tanpa perasaan." Ia merasakan kesedihan yang mendalam. Tanpa sadar ia menangis sedih.

"Meskipun perasaannya seperti boneka, namun ia masih ingin merasakan perasaan cinta pada seseorang." Dalam hati Akira Toriyama merasakan simpati pada Ryoko Asahi. Perasaan cintanya yang begitu dalam pada seseorang. "Manusia itu memiliki perasaan yang sangat kuat, meskipun dalam keadaan kacau sekalipun. Tapi perasaan suka pada orang lain tidak akan mati begitu saja." Akira Toriyama berusaha meyakinkan dirinya jika Ryoko Asahi pantas untuk ia selamatkan.

"Baiklah asahi chan. Jika memang kau ingin merasakan kembali perasaan cinta itu. Mari kita bersama-sama mengubahnya. Apakah kau ingin merubahnya?." Akira Tory tersenyum kecil menatapnya.

"Tentu saja akira sensei." Kali ini raut wajahnya terlihat sedikit bersinar dari yang sebelumnya. Apakah yang akan dilakukan oleh Akira Toriyama?. Temukan jawabannya.

...***...

Terpopuler

Comments

Author yang kece dong

Author yang kece dong

Kak aku mampir ya 🙏

2022-05-22

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!