Tania hanya bisa berdiam diri ketika mereka telah tiba di kontrakan nya malam itu.
Semua ini berasa mimpi bagi nya,sehingga ia tak bisa berkata apa-apa lagi.
”Maafin aku Tan,tak seharusnya kamu mencari aku ke tempat itu,dan apa tujuan kamu mencari aku?”,Tanya Rani.
Tania yang masih saja kehilangan akal sehatnya,kini kembali lagi memanas ketika ia mendengar ucapan Rani barusan.
”Pergi kamu dari sini Ran,dan jangan menemui aku lagi”.
”Gak Tan,ijinkan aku tetap berada di sini untuk menemanimu,karena besok aku resign dari kantor dan segera berangkat ke luar negeri”,Ucap Rani meyakinkan.
Tania semakin tak bisa menerima sikap Rani seperti itu!
Hingga ia segera berdiri lalu menjelaskan,mengapa ia sampai mencarinya ke club' tersebut.
”Oh,begitu?dan apa alasan kamu melakukan semua ini?aku tak butuh belas kasian mu Ran”.
Bola mata Rani sudah mulai berkaca-kaca!
Namun ia tetap saja tegar untuk menghadapi Tania,yang sudah kemasukan syetan.
”Kamu telah salah menilai aku Tan,buang pikiran-pikiran kotor mu itu ke aku”.
Kamu sangat berlebihan Ran,bawah semua barang-barang kamu,dan pergi selama nya”
Rani sangat terpukul karena ia tak pernah menyangka,jika Tania tega berbicara seperti itu kepada nya.
Namun ia menyadari!
Jika dirinya sudah membuat Tania kecewa,sehingga ia pamit saat itu juga.
”Aku pamit Tan,jaga diri kamu baik-baik”.
Rani segera melangkah ke luar kontrakan,dan berharap jika Tania bisa menang kan diri tanpa nya.
Keesokan harinya!
Tania memikirkan kembali apa yang telah terjadi semalam!
Namun!
Tania kembali memikirkan apa niat nya untuk masuk ke perusahaan tersebut.
Sehingga pikiran-pikiran konyol itu!
Tania sudah kubur sedalam mungkin,karena ia berpikir jika itu bukan lagi urusannya.
Jam demi jam ia telah habiskan untuk fokus bekerja!
Namun ketika jam kantor istirahat telah tiba?ia kepikiran kembali dengan ucapan Rani semalam.
Pikiran nya sudah mulai ke mana-mana!
”Ya Allah,..apa Rani benar-benar ingin resign dari kantor ini?dan pergi meninggalkan aku ke luar negeri?”.Gumam nya.
Tania menjadi serba salah!
Dan ia mulai menyadari jika semalam,ia begitu sangat melukai hati yang tulus seperti Rani.
Kini bola matanya sudah mulai berkaca-kaca!
”Astaghfirullah,..apa yang harus aku lakukan sekarang?agar Rani bisa membatalkan kepergian nya”.Gumam nya.
Pikiran nya sudah mulai tak menentu!
Namun ia juga tak bisa berdiam diri,agar Rani tak jua pergi meninggalkan nya ke luar negeri.
Kini ia segera bangkit dari kursinya,lalu ia segera menuju ke ruangan pak Ammar saat itu juga.
Namun setibanya di sana!
Betapa terkejutnya Tania ketika ia telah melihat,salah satu sahabat Rani ingin menerkam nya saat itu juga.
Namun Tania belum mengerti di mana letak kesalahannya?sehingga ia bersikap seperti itu kepada Tania.
”Ini semua kesalahan kamu”.Ucap Mita sambil menunjukan jari ke hadapan Tania.
”Apa maksud kamu Mit?”,Tanya nya serius.
”Kamu memang manusia tak tahu diri Tan,seharus nya kamu bersyukur Rani sudah baik ma kamu”.Ucap Mita
Apa sebenarnya yang terjadi kepada Rani? Mungkin kah Rani sudah berangkat ke luar negeri saat ini?
”Ini semua memang salah aku Mit,aku minta maaf?dan aku ingin menemui Rani sekarang juga”,Jawab Tania.
”Percuma Tan,karena Rani saat ini telah di rawat di RS”,Ucap Mita lalu meninggalkan Tania saat itu juga.
Rasa bersalah sudah cukup besar yang di rasakan oleh nya,ketika Mita telah menjelaskan semua nya.
Tubuh nya sudah mulai keringatan dan pikiran nya sudah mulai tak karuan,hingga tubuh nya telah jatuh ke lantai dan bersujud kepada Allah.
”Bodoh,..aku ini terlalu bodoh,mengapa aku sejahat ini yaa Allah”,Batin nya menjerit.
Seperti nya tak ada lagi kehidupan yang ia rasakan!
Baru saja semalam ia merasakan kekecewaan yang begitu dalam,dan hari ini ia kembali lagi di hadapkan oleh ujian yang begitu besar.
Hingga kini!
Dirinya begitu sangat tersiksa,dan mengapa Allah tak pernah henti hentinya untuk memberi ujian kepada gadis polos itu?
Beberapa menit kemudian!
Rasa bersalah semakin besar telah datang bersarang ke tubuh gadis itu,sehingga ia berusaha tegar kan diri untuk menghadapi ujian ini
Karena ia berpikir!
Siapa lagi yang akan menguatkan dirinya,jikalau bukan dirinya sendiri?
Dan kini!
Gadis polos itu segera bangkit dari sujud nya,lalu ia segera bergegas menuju ke rumah sakit untuk menemui Rani.
Sepanjang perjalanan!
Tania hanya bisa menyesali perbuatannya dan berdo'a agar Rani bisa selamat dari kecelakaan maut itu.
Beberapa menit kemudian!
Tania telah tiba di rumah sakit terbaik di kota itu,rasa cemas akan kehilangan sahabat nya itu.
Kini dirinya segera berlari masuk untuk menemui Rani,di ruangan UGD saat itu juga.
Namun!
Langkah nya tiba-tiba saja berhenti ketika ia melihat seorang pria tampan,yang tak asing lagi bagi nya.
Tania sudah bernapas lega karena ia tahu,jika Rani sudah di tangani oleh dokter terbaik saat itu.
Kini dirinya menenangkan diri sejenak di sebuah kursi,sembari menunggu kabar baik dari Rani.
Menit demi menit ia lalui untuk merenungi sebuah kesalahan nya,yang begitu besar yang telah ia lakukan semalam.
Hingga!
Tania tak mampu lagi berbuat apa-apa,selain menangis dan terus menangis meratapi bangaimana jahat nya dirinya.
Bahkan ia tak bisa lagi memaafkan dirinya,jika sampai terjadi apa yang tidak di inginkan oleh nya.
Namun!
Tangisan itu berhenti seketika setelah kedatangan sosok pria yang tak asing lagi baginya.
”Mba,.apa sebenarnya yang terjadi semalam?Tanya pak Ammar.
”Mas,ini semua...!”.
Tania tak mampu lagi untuk melanjutkan kata-katanya,sehingga ia sudah lupa jika ia berhadapan dengan siapa saat itu.
”Mba,coba kamu tenangkan pikiran dulu,lalu cerita ke aku”
Tania mencoba tegar kan diri sejenak untuk menghadapi ujian berat itu,dan pak Ammar kini telah duduk di samping gadis polos itu.
Namun entah mengapa?
Perasaan Tania begitu sangat tenang ketika,pak Ammar telah berada di samping nya saat itu.
Apakah itu adalah getaran Cinta?
Tak mungkin?karena kedekatan mereka hanya lah sebatas bos dan karyawan.
Ingin rasanya Tania bersandar di bahu pria,yang sudah berada di samping nya saat itu.
Namun!
Itu mustahil bagi nya,karena bangaimana pun juga?Tania selalu menjaga harga diri nya sebagai wanita muslimah.
’Ujian keimanan bagi nya’.
Beberapa menit kemudian!
Seorang dokter akhirnya keluar juga dari ruangan UGD tersebut,lalu pak Ammar segera menemui nya saat itu juga,dan Tania menyusul dari belakang.
”Dok,gimana keadaan Rani sekarang?”.
”Pasien saat ini sudah melewati masa kritisnya,dan sebentar lagi ia akan di pindahkan ke ruangan VIP”,Jawab pak dokter.
”Alhamdulillah, Terimakasih yaa Robb”,Gumam Tania.
”alhamdulillah,lakukan yang terbaik kepada Rani Dok”,Ucap pak Ammar memohon.
”Insyaallah pak”,Jawab pak dokter.
Pak Ammar segera menoleh ke arah Tania,lalu ia mengajak nya kembali ke tempat semula.
Hingga!
Kedekatan mereka saat itu sudah semakin akrab,karena mereka sudah bisa beradaptasi satu sama lain.
”Mungkin kah itu petunjuk dari Tuhan nya?atau malah justru mereka terjebak dalam bisikan syetan.
Namun!
Pak Ammar harus meninggalkan Tania seorang diri saat itu juga,karena ada urusan kantor yang harus ia selesai kan.
”Mba,aku titip Rani yaa sama kamu,karena aku ada urusan di luar sana”.
"Iya mas”.
Pak Ammar segera meninggalkan Tania saat itu juga,dan Tania berharap ia akan kembali secepat mungkin.
Rasa tak tega pak Ammar meninggalkan Tania saat itu,namun ia tak punya pilihan.
Sedangkan Tania!
Ia merasa begitu sangat kehilangan,setelah kepergian pak Ammar beberapa menit yang lalu.
Karena!
Tania baru saja merasakan ketenangan,semenjak ia berada di samping nya.
Namun Tania segera mengusir rasa itu dari diri nya,karena ia menyadari jika itu adalah sebuah bisikan syetan.
”Astaghfirullah”,Gumam nya.
Tak lama kemudian!
Para suster sudah keluar membawah Rani dari ruangan UGD menuju ke kamar VIP.
Lalu Tania segera menyusul saat itu juga,namun setibanya di sana?salah satu suster bertanya kepada Tania.
”Apakah mba adalah keluarga pasien?”.
Tania hanya bisa mengangguk pasrah.
”Mba,Pasien untuk sementara waktu jangan di ganggu ya,hindari dari keributan atau apa pun itu”.
”Iya sus,insyaallah”.
Hati Tania tak kuasa melihat keadaan Rani,yang sudah terbaring tak berdaya di kamar tersebut.
Ingin rasanya menampar wajah sendiri,begitu bodoh nya ia selama ini.
Hingga!
Tetesan air mata nya kini kembali terjatuh ke bumi.
Ketika ia menyadari kembali begitu besar nya kesalahan,yang ia lakukan kepada sahabat sebaik Rani.
Tetesan air mata dari gadis polos itu semakin mengalir deras!
Hingga dirinya tak kuasa lagi menahan,betapa menderitanya ia melihat keadaan Rani seperti itu.
Lalu tubuh nya kembali terjatuh ke lantai,dan bersujud saat itu juga.
”Mengapa semua ini harus terjadi kepada kamu Ran? Mengapa bukan aku saja yang merasakan penderitaan kamu saat ini”,Batin nya menjerit.
Tak ada yang perlu di sesali lagi,karena bangaimana pun juga? manusia harus beriman kepada Takdir Allah.
Allah menempatkan ujian kepada seluruh hamba-hamba nya di muka bumi ini.
Agar mereka menjadikan suatu pelajaran yang berharga,dan segera kembali kepada-Nya.
TB.
Dukung Author dengan vote,like serta koment.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
RIMAWATI
apakah pak amar suaminya rani ya
2024-11-15
0