Eps 12

Malam hari pun tiba.

Walaupun Via masih merasa sedikit lemas, ia tetap memutuskan untuk tetap pergi ke acara perjamuan Bintang. Via juga tidak ingin membuat mertuanya curiga akan hubungan pernikahannya dengan Bintang.

Lagipula Via juga masih membutuhkan banyak uang untuk biaya ibunya. Via terus saja mengirimkan pesan kepada Bu Lastri, bertanya bagaimana tentang keadaan ibunya.

Namun jawaban Bu Lastri masihlah sama. Ibunya masih belum sadar. Hingga mengharuskan Via terus berperan dengan kepura-puraannya untuk mendapatkan uang.

Via menghela nafasnya. Iapun segera menggunakan make-up dengan menggunakan tutorial dari ponselnya. Dan hasilnya sangatlah luar biasa.

Wajah Via nampak begitu cantik malam ini. Bahkan Via sendiri tidak percaya bahwa tutorial pada ponselnya membuatnya hampir tak mengenali dirinya sendiri.

"Sungguh kah itu Aku?" ucap Via tak percaya.

Namun ketukan pintu dari luar kamarnya membuatnya terkejut.

"Hey! Apakah Kau sudah siap?! Sudah jam berapa ini! Cepatlah keluar!" teriak Bintang dari luar kamarnya. Bintang terus menggedor pintu kamar Via.

Via pun segera mengenakan pakaian yang Bintang berikan kepadanya tadi.

Sebuah gaun yang sederhana namun nampak begitu elegan. Dan kebetulan gaun tersebut begitu pas di tubuhnya.

Tak berapa lama kemudian, Via pun keluar dari kamarnya. Ia menatap Bintang yang sedang berdiri membelakangi pintu kamarnya.

"Aku sudah siap, ayo kita berangkat," ajak Via.

Mendengar Via yang sudah berada di belakangnya, Bintang pun membalikkan badannya. Ia sangat kesal dan berniat akan memaki Via karena ia sudah menunggu lama.

Namun sejenak Bintang terdiam saat menatap Via di depannya. Ia menatap Via dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Kau lama karena berdandan?! Kau pikir Kau cantik? Kau sangat jelek saat ini!" ucap Bintang membuat Via pun begitu sakit hati dan kesal.

Via sudah susah payah berdandan. Itupun belajar dari browsing di ponselnya. Tapi Bintang mengatakan bahwa ia sangat jelek. Dan itu sungguh membuat Via tidak percaya diri saat ini.

Sementara Bintang pun berjalan lebih dahulu meninggalkan Via yang terdiam.

"Sungguh memuakkan saja!" gumam Bintang saat melangkah meninggalkan Via.

Namun gumaman Bintang masih terdengar di telinga Via. Membuatnya semakin tidak percaya diri saat ini. Benarkah dirinya sangat jelek sehingga Bintang pun muak padanya?

Via segera menepiskan berbagai macam pemikiran di otaknya saat suara bariton Bintang memanggilnya dengan kencang.

"Via...!" teriak Bintang dari arah bawah sehingga membuat Via pun tersadar dan berjalan cepat menuruni anak tangga.

"Kita harus cepat! Kau mau kita terlambat!?" Bintang berkata tanpa menatap Via.

Via hanya terdiam dengan wajah yang nampak kesal. Ia terus menuruni anak tangga seraya mengumpat dalam hati tentang Bintang.

Mereka pun menaiki mobil dan segera berangkat menuju acara perjamuan yang Bintang adakan untuk menyambut beberapa investor dalam perusahaan Bintang yang baru ia kelola.

Dalam perjalanan, Via hanya menatap ke arah jendela saja. Dan semua itu tak luput dari perhatian Bintang.

"Kau jangan pernah mempermalukan ku nanti!" ucap Bintang memperingati.

"Hemm," ucap Via tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela mobil.

Bintang hanya menghela nafasnya menatap sejenak Via yang terus saja menatap ke arah jendela.

Hingga tak berapa lama kemudian, mobil Bintang sampai di tempat acara.

Bintang dan Via pun mulai turun dari mobil. Di sana sudah mulai ramai tamu undangan. Bintang berjalan memasuki tempat acara dengan berjalan lebih dahulu. Alesha mengirimkan pesan padanya dan ingin bertemu dengannya secara sembunyi.

Tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Bintang membalikkan badannya dan menatap Via yang masih berada jauh di belakangnya. Ia teringat bahwa Mama dan papanya pasti sudah berada di dalam sana.

Jadi Bintang pun kembali berjalan menghampiri Via. Mengulurkan tangannya agar Via menyambutnya.

"Ayolah, sudah banyak tamu di dalam. Alesha juga sudah menunggu ku," ucap Bintang.

Via merasa begitu kesal. Lagi-lagi Alesha. Mendengar nama Alesha membuat Via begitu malas untuk masuk kedalam acara.

"Lebih baik Aku di mobil saja. Kau saja yang masuk kedalam." Via berkata dengan ketusnya.

"Kau mau membuat Mama dan Papa mencurigai hubungan kita!? Kau sudah ku bayar untuk mengikuti semua perintah ku!" Ucapan Bintang membuat Via tersadar.

Ya, memang benar. Dirinya hanyalah istri bayaran Bintang. Jadi ia harus menuruti perintah Bintang. Walaupun Via harus menekan rasa sakit hatinya.

Via segera menggandeng lengan Bintang. Mereka berjalan bersama memasuki acara pesta.

Sebuah senyum mereka tampilkan untuk menutupi sandiwara di antara mereka. Dan mereka berhasil. Tak ada yang berpikir mereka hanyalah pura-pura. Karena mereka nampak begitu serasi malam ini.

Banyak tamu undangan yang menatap kagum kearah Bintang dan Via. Tak banyak yang saling berbisik karena hanya sedikit dari mereka yang mengetahui bahwa mereka adalah pasangan suami istri.

"Akhirnya kalian datang juga," ucap Bryan yang datang menghampiri mereka bersama istrinya.

"Maaf Pa, kami terlambat. Kalau begitu Aku akan segera membuka acaranya. Titip Via ya Mam," ucap Bintang.

"Ya sayang. Cepatlah, istrimu akan aman bersama Mama," ucap Aya tersenyum menatap Via yang kini nampak begitu cantik.

Bintang segera menyambut para tamu dan membuka acara malam ini.

"Sayang, ayo. Kita akan duduk di sana sambil menunggu suami mu," ucap Aya.

Via pun mengangguk mengikuti Mama mertuanya.

Mereka menatap Bintang yang nampak begitu luar biasa malam ini.

***

Kini Bintang duduk bersama Mama dan papanya. Menyantap hidangan yang ada di depan mereka.

Acara perjamuan ini sangat besar. Hingga para tamu undangan pun begitu nyaman dan sangat puas.

Aya terlihat nampak begitu gelisah saat menatap layar ponselnya. Eve telah mengirimkan pesan padanya.

" Kau kenapa sayang?" tanya Bryan saat melihat kegelisahan istrinya.

"Sayang, kita harus ke rumah Eve. Eve meminta sesuatu yang mustahil suaminya lakukan lagi," tutur Aya membuat Bryan menggelengkan kepalanya.

"Memangnya apa lagi yang putri kita inginkan sayang?" Bryan mengerutkan keningnya.

Aya berbisik di telinga suaminya. Seketika itu Bryan pun terbahak-bahak mendengarnya.

Sementara Bintang dan Via pun saling berpandangan melihat Mama dan papanya.

"Baiklah- baiklah sayang. Ayo kita ke sana. Aku sudah tidak sabar lagi bagaimana rupa Ax saat ini," ucap Bryan masih menahan tawanya. Aya hanya menatap jengah suaminya.

"Sayang, maafkan Mama dan Papa karena harus pergi dari acara mu. Kau tahu sendiri kan bagaimana Eve saat sedang hamil."

"Iya Mam, tidak apa-apa. Sampaikan salam kami kepada Ax dan Eve," ujar Bintang.

Dalam hati Bintang merasa karena Ia dapat bertemu dengan Alesha.

Bryan dan Aya segera meninggalkan acara perjamuan yang Bintang adakan.

Bintang segera beranjak. Ia sudah mengirimkan pesan kepada Alesha untuk menemuinya di taman yang ada di sana.

"Kau mau kemana?" tanya Via ketika melihat Bintang yang hendak beranjak.

"Bukan urusanmu. Tunggulah di sini, jangan kemana-mana," ucap Bintang ketus. Iapun segera meninggalkan Via.

Via hanya mencebik kesal dengan sikap Bintang. " Dasar pria aneh," cibir Via.

Via pun memutuskan untuk ke toilet. Namun ia belum mengetahui dimana tempatnya. Jadi ia harus mencari sendiri di mana toilet berada.

Saat tengah berjalan, Via menabrak seseorang.

"Maaf Nona, Saya tidak sengaja. Apakah Anda baik-baik saja," ucap pria paruh baya yang menabrak Via.

Via terkejut melihat pria paruh baya yang menabrak dirinya. Tangannya mengepal melihat pria paruh baya tersebut.

" Jadi Kau juga datang ke acara ini ya, Tuan Johan." Via berucap dengan sinisnya. Rasanya ia begitu membenci pria di depannya.

Ya, pria paruh baya itu adalah Johan, ayah Via.

"Anda mengenal Saya Nona?"

"Tentu saja. Bahkan sangat mengenal Anda. Anda adalah seseorang yang tega mengkhianati seorang istri dengan berselingkuh dengan sahabatnya. Bukankah benar demikian Tuan?!"

Johan membelalakkan matanya mendengar ucapan Via. Ia pun memastikan bahwa di sekitarnya tidak ada orang yang mendengar mereka.

"Siapa Kau sebenarnya?!" ucap Johan menatap tajam Via.

"Ck, apa Kau melupakan ku? Kau sudah meninggalkan seorang istri dan seorang putri."

Johan menatap Via penuh selidik, lalu ia menyadari sesuatu. Wajah Via begitu mirip dengannya. Seketika tubuhnya mematung.

"Vi-via...."

***

Hai semuanya 🤗, author mau mengadakan give away kecil-kecilan nih 🤭. Author bakal kasih kalian pulsa senilai 25k di akhir bulan Minggu terakhir 🎉🎉 Untuk yang sudah mendukung karya author yang ini. Author akan mengambil 3 orang yang mendukung paling banyak. Nanti author bakal chat pemenangnya di Minggu terakhir bulan ini ☺️. Sekali lagi terimakasih atas dukungan kalian yang sudah setia mendukung karya author 😘😘🥰🥰, doakan semoga gaji author naik jadi bakal ada give away lainnya yang lebih besar hadiahnya 😁😁🙏🙏.

Terpopuler

Comments

Yulia Wati

Yulia Wati

bkon s bintang jatuh hati kek thor .Adain jga orng k 3 buat via biar tau rasanya sakit hti

2024-07-06

0

susi 2020

susi 2020

🙄🙄🙄

2023-02-14

0

susi 2020

susi 2020

😀😀😀😂

2023-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!