Eps 13

"Sekarang Kau sudah ingat, Tuan Johan?!" Via tersenyum sinis melihat keterkejutan dari raut wajah ayahnya.

Namun Johan pun langsung menatap Via dengan sinisnya. "Ternyata Kau sudah besar. Jadi ibumu mengurusmu dengan baik rupanya selama ini!?" Sinis Johan.

Via mengeratkan genggaman tangannya mendengar nada sinis Johan yang seolah tak memiliki rasa bersalah kepada dirinya dan ibunya.

"Kau memang pria paling kejam yang pernah ku kenal Tuan Johan!"

"Kau mengatakan Aku kejam?! Ibumu lah yang kejam karena sudah membohongi ku selama ini. Aku mendapatkan semua bukti-bukti kekejaman ibumu yang sudah berselingkuh dengan mantan kekasihnya dulu. Rosita memiliki semua bukti-bukti itu. Dan itu semua membuat ku berpikir bahwa mungkin Kau bukan anak kandung ku," sarkas Johan.

Sungguh tega seorang ayah yang tidak mengakui anaknya sendiri. Via begitu kecewa dengan ayahnya sendiri.

Via tahu semuanya. Tahu tentang semua kebenaran yang terjadi antara ibunya dan ayahnya di masa lalu. Via mengetahuinya dari buku harian milik ibunya yang ia temukan beberapa waktu lalu setelah ibunya sakit.

"Kau adalah pria yang bodoh Tuan Johan. Dengan mudahnya Kau mempercayai bukti yang belum tentu jelas kebenarannya. Kau lebih mempercayai wanita lain selain istri mu sendiri. Dan harus Kau tahu! Aku sangat membenci mu, dan Aku tidak akan memaafkan mu karena telah menyakiti ibuku. Bahkan jika Kau menyesal nanti, maaf ku tidak akan pernah ada untuk mu!" ucap Via dan bergegas pergi dari hadapan Johan.

Johan terdiam sejenak dan mencerna ucapan Via barusan. Namun egonya menutupi hatinya. Ia mengacuhkan apa yang Via ucapkan tadi.

***

Setelah dari toilet, Via mencari udara segar. Ia membutuhkan udara segar untuk menenangkan hati dan pikirannya.

Kehidupan seolah mengombag ambingkan dirinya.

Via menemukan sebuah taman kecil di sana. Ia pun mendudukkan tubuhnya di kursi taman di tempat itu. Via menengadahkan kepalanya ke atas langit malam sembari memejamkan matanya sejenak.

"Tuhan, kenapa Kau begitu tidak adil kepada ku? Apa Kau enggan memberikan ku setitik kebahagiaan itu ku?" lirih Via.

"Buhahaha... Kau ini lucu sekali Nona!" Terdengar suara tawa seseorang yang tak jauh dari Via duduk. Tepatnya di belakang kursi taman yang Via dudukki.

Via pun mencari asal suara. Di lihatnya seorang pria tengah berbaring di atas rumput menatap ke atas langit.

Via mengernyitkan dahinya. Memperhatikan pria tersebut yang terlihat samar-samar karena cahaya penerangan pada taman tersebut tidak terlalu terang. Lalu sedang apa pria tersebut di sana?

"Siapa Kau?"

Pria itu mulai berdiri. Dengan tawanya ia menghampiri Via yang masih terus memperhatikannya.

Hingga pria itupun berdiri tepat di depannya. Menatap Via dengan tersenyum.

Lalu ia segera mendudukkan dirinya di samping Via yang masih setia menatapnya.

"Aku adalah pria yang mendengar keluhan mu tadi Nona," ucap pria itu dengan santainya. Semirik tawa masih begitu kentara.

"Jangan bercanda! Aku serius bertanya siapa namamu Tuan," ucap Via sungguh-sungguh. Via takut pria di sampingnya itu adalah pria jahat.

"Baiklah, kalau begitu perkenalkan. Nama ku Resya. Aku salah satu dari tamu undangan perjamuan di dalam sana Nona." Pria bernama Resya itupun menyodorkan tangannya menunggu Via menjabat tangannya.

"Oh, jadi Kau juga salah satu tamu undangan rupanya. Kupikir Kau adalah seorang penjahat yang akan merampokku," ucap Via tersenyum malu karena telah salah mengira. Via pun menjabat tangan Resya.

Resya kembali tertawa terbahak. Sungguh gadis di sampingnya itu begitu lucu menurutnya.

"Kau itu sungguh lucu sekali Nona. Kau tahu? Tadi Aku sempat berpikir bahwa ada seorang bidadari yang datang ke taman ini. Tapi ternyata bidadari itu sedang mengeluh akan hidupnya kepada Tuhan." Resya kembali tertawa.

"Jangan tertawa seperti itu. Apa Kau sedang mengejekku?"

"Aku tidak mengejekmu Nona. Tapi Kau harus melihat ke sekeliling mu bahwa masih banyak yang memiliki banyak sekali masalah dan cobaan, tapi mereka tidak pernah mengeluh," ucap Resya.

"Tapi Kau tidak pernah tahu dengan masalah yang ku miliki Tuan."

"Kalau begitu coba ceritakan kepadaku tentang masalah mu Nona. Siapa tahu Aku punya solusi untuk masalah yang Kau hadapi," tawar Resya.

Via kembali mengerutkan keningnya. "Kau ini sungguh aneh Tuan. Kita ini baru mengenal. Mana ada tiba-tiba Aku menceritakan tentang masalah hidupku kepadamu."

"Jangan memanggilku Tuan, Nona. Panggil saja namaku. Bagaimana kalau kita berteman? Kau bisa menceritakan tentang masalah yang Kau hadapi saat ini," tawar Resya. Dan kini beralih Via yang tertawa terbahak.

Resya hanya menatap Via heran. Apakah ada yang salah dengan perkataannya sehingga membuat gadis di sampingnya itu tertawa?

Tapi Resya begitu terkesima kepada Via saat ini. Gadis di sampingnya terlihat begitu sangat cantik saat tengah tertawa lepas. Hingga membuat Resya mengu..lum senyumnya.

"Baiklah, Aku menerima mu sebagai temanku Resya. Tapi Aku tidak bisa menceritakan masalahku kepada mu. Kita baru berteman kawan," ucap Via dengan tawanya.

"Kau cantik," ucap Resya tiba-tiba. Dan itu membuat tawa Via pun terhenti.

"Apa?"

"Kau sangat cantik Nona," ucap Resya sekali lagi.

"Kau adalah orang pertama yang mengatakan Aku cantik. Tapi Kau sudah memuji istri orang," ucap Via membuat Resya terkejut.

Dalam hati pria itu merasa kecewa.

"Jadi Kau sudah memiliki suami Nona? Kalau begitu Aku kalah cepat. Kalau saja Kau belum bersuami, Aku pasti akan melamar mu," kelakar Resya.

"Jangan memanggilku Nona, panggil Aku Via, mamaku Via."

"Baiklah, Via."

Hingga beberapa saat mereka terus saja bercanda dan tertawa.

***

Di sisi lain, Bintang begitu marah saat tak mendapati Via di tempat duduknya tadi.

Setelah Bintang bertemu dengan Alesha di taman, Bintang mendengar suara seseorang yang tengah tertawa. Hingga iapun mengalihkan pandangannya dari Alesha dan menengok ke arah suara yang tak begitu jauh dari sana.

Bintang melihat seorang wanita dan seorang pria tengah duduk dan tertawa bersama. Namun kedua wajah mereka tak begitu jelas karena minimnya penerangan taman tersebut.

Tapi Bintang mengenali gaun yang wanita itu kenakan. Ia berpikir apakah mungkin itu Via. Tapi mana mungkin bahwa itu adalah istrinya, sementara istrinya tidak mengenal siapapun di sini.

Bintang pun mengatakan kepada Alesha bahwa Ia harus menutup acara perjamuan. Dan itu membuat Alesha dengan terpaksa mengizinkan Bintang untuk pergi.

Bintang ingin memastikan bahwa wanita yang ia lihat di taman bukanlah istrinya. Namun saat melihat tempat duduk Via yang kosong, entah mengapa Bintang merasa yakin bahwa gadis yang tengah tertawa bersama seorang pria itu adalah Via.

Bintang merasa marah. Hatinya mulai tak tenang memikirkannya. Tapi kenapa? Bintang tak mengerti dengan yang ia rasakan.

Dengan langkah panjangnya, Bintang pun mulai melangkah menuju taman tadi untuk memastikan ulang, benarkah bahwa gadis tadi adalah Via.

***

Terpopuler

Comments

FUZEIN

FUZEIN

Jealous le tu

2023-10-06

0

susi 2020

susi 2020

😂😂🙄

2023-02-14

0

susi 2020

susi 2020

😍😍🥰

2023-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!