Eps 16

Karena terpaksa, Via pun akhirnya pergi membuatkan makan malam untuk suaminya.

Sementara Bintang tersenyum menyeringai menatap Via yang kesal dan marah saat memasak bahan makanan untuknya. Karena menurut Bintang wajah Via sangatlah lucu.

"Dasar pria menyebalkan! Enak sekali dia berbuat seenaknya saja! Aku heran, kenapa Aku bisa jatuh cinta pada pria menyebalkan sepertinya? Cih! Cinta? Tidak, Aku tidak boleh mencintai pria seperti dia!" Via terus saja menggerutu memakai Bintang.

Sementara sang empunya benar-benar merasa puas karena sudah membuat istrinya kesal.

Hasil masakan Via pun kini sudah tertata di meja makan. Bintang menatap makanan di atas meja itu dengan tatapan kelaparan. Ya, Bintang memang sangat kelaparan saat ini.

Dengan cepat Ia menyendok kan nasi ke piringnya beserta beberapa lauk pauk.

"Aku sudah selesai, sekarang Aku mau ke kamar!" ucap Via dengan ketus.

Bintang sejenak menatap Via sebelum menyendok kan makanan itu ke mulutnya. Menatapnya sejenak, lalu menaikkan kedua bahunya seraya berkata, "terserah...."

Via merasa kesal. Bukan kesal karena ia lelah memasakkan makanan untuk Bintang. Namun ia kesal karena sedikit pun Bintang tak menghargainya. Bahkan kata terimakasih pun tak Bintang ucapkan padanya.

Via tak ingin berlama-lama lagi berada di sana. Dengan cepat ia pun melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.

Via teringat bahwa dirinya akan pergi ke pasar malam bersama beberapa teman kerjanya termasuk Rony.

Sebelumnya Via sudah mandi, namun Via mencoba mengendus tubuhnya sendiri yang tercium bau masakan di tubuhnya.

"Ah, tidak mungkin Aku pergi bersama mereka dengan aroma masakan di tubuh ku. Sebaiknya Aku mandi," ucapnya pada dirinya sendiri.

Dengan cepat Via segera mandi dengan kilat. Tidak membutuhkan waktu yang lama, karena sebelumnya ia sudah mandi. Via hanya perlu menghilangkan bau masakan dari tubuhnya.

Setelah memakai pakaiannya, Via pun menatap dirinya di depan cermin. Ia kini sudah sedikit pandai untuk berdandan. Via pun mengenakan make-up tipis, bahkan hampir tak terlihat. Namun wajah Via yang memang pada dasarnya sudah cantik pun, membuat wajah gadis itu nampak sempurna.

Via mengambil tas selempang miliknya dan mulai berjalan keluar dari kamarnya.

Hingga tanpa sengaja ia kembali berpapasan dengan suaminya.

Bintang mengerutkan keningnya melihat Via yang nampak berbeda. Namun ia enggan untuk bertanya. Tapi dalam hati pria itu terus saja bertanya-tanya apakah Via akan pergi.

Mereka hanya saling menatap tanpa berkata. Lalu Via segera memutus pandangan mereka. Ia tidak ingin taksi yang sudah ia pesan menunggu terlalu lama. Via mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Bintang di sana.

Namun baru beberapa langkah saja, suara Bintang pun terdengar memanggilnya.

"Kau mau kemana?"

Via menghentikan langkahnya, membalikkan tubuhnya sejenak seraya menghembuskan nafasnya.

"Aku mau pergi bersama teman-teman kerjaku." Hanya itu yang Via katakan,lalu iapun melanjutkan langkahnya.

Tapi suara Bintang kembali terdengar. Membuat Via kembali menghentikan langkahnya. Tapi kali ini ia tidak membalikkan badannya.

"Jangan melewati pukul 10. Kalau sampai lewat dari itu, Aku tidak akan membiarkan mu masuk kedalam rumah!" ucap Bintang dan langsung melangkah menuju kamarnya.

Mendengar langkah Bintang yang pergi, Via pun kembali melanjutkan langkahnya.

***

Via kini sampai di pasar malam. Matanya terus mencari dimana Rony dan teman-teman kerjanya saat ini. Karena tak kunjung melihat mereka, Via pun memutuskan untuk menunggu mereka di sebuah kursi panjang yang terletak di sebelahnya.

Via menatap hingar-bingar suasana pasar malam tersebut dengan pandangan rindu. Ia teringat saat dirinya masih kecil. Ibunya pasti akan mengajaknya pergi ke pasar malam ketika ia merindukan ayahnya.

Via menjadi rindu ibunya, bulir air matanya lolos dari pelupuk matanya. Ia merindukan sosok hangat dan lembut yang selalu menemaninya.

"Ibu, Aku merindukanmu. Tunggulah Via Bu. Setelah ibu sembuh,dan kontrak Via selesai nanti. Via akan mengajak ibu pergi jauh. Via ingin hidup tenang berdua saja dengan ibu," ucapnya lirih. Via mulai menundukkan kepalanya.

Namun Via kembali mengusap air matanya. Ia harus kuat dan bertahan menghadapi Bintang. Walaupun Bintang selalu semena-mena padanya, Via akan menahan semuanya hingga tiba saatnya nanti ia bisa bebas dan membawa serta ibunya untuk pergi. Dan semua itu membutuhkan waktu 1 tahun lagi.

Via terus berkelana dalam otaknya. Hingga pendengarannya pun menangkap suara seseorang yang tengah memanggilnya.

"Via."

Via menoleh ke arah suara. Keningnya berkerut saat melihat Rony yang hanya sendirian. Matanya mencari-cari di mana teman-teman lainnya. Namun tak mendapatinya. Mungkinkah mereka belum sampai?

Rony berjalan mendekati Via. Ia terkagum dengan kecantikan wajah wanita yang selama ini mengisi hatinya.

Rony sudah memantapkan hatinya untuk mengutarakan perasaannya selama ini kepada Via.

"Bang Rony, mana yang lainya?" tanya Via ketika hanya melihat Rony sendirian.

"Yang lainnya sudah menyebar. Mereka sudah tidak sabar untuk menikmati setiap wahana yang ada di sini Via," papar Rony.

"Jadi Abang dan yang lainnya sudah sampai sejak tadi? Haih... Jadi Aku yang terlambat disini." Via menepuk keningnya sendiri.

"Kalau begitu ayo kita susul mereka bang," ajak Via. Namun Rony menggelengkan kepalanya membuat Via heran.

"Nanti kita akan menyusul mereka Via. Tapi sebelumnya Aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu," ucap Rony.

Rony merasa yakin bahwa Via akan menerima dirinya menjadi kekasih Via. Karena Rony tahu bahwa dirinya lah pria yang paling dekat dengan Via selama ini.

Perihal pernikahan Via dan Bintang belum Rony ketahui. Jadi ia berpikir Via pasti akan menerimanya.

"Abang ingin membicarakan tentang apa? Baiklah Aku akan mendengarkan, tapi jangan lama-lama ya bang? Via ingin cepat-cepat menaiki wahana di sini. Karena waktu ku tidak banyak. Aku harus kembali sebelum pukul 10 nanti bang," tutur Via.

Rony pun segera mengajak Via kembali duduk di kursi panjang tadi.

"Via, Aku ingin mengatakan sesuatu hal yang sangat penting kepada mu." Rony mulai menyentuh buku tangan Via.

Via terkejut dengan sikap Rony. Via ingin melepaskan tangannya, namun kata-kata Rony membuatnya mematung.

"Aku mencintaimu Via, maukah Kau menjadi kekasih ku?"

Ya, kata-kata itu yang menelisik di telinga Via dan membuatnya terpaku.

"A-apa maksud Abang?" Via masih tak percaya. Ia pun ingin memastikan ucapan Rony barusan.

Namun dengan lantangnya Rony kembali mengungkapkan perasaannya.

"Aku mencintaimu Via. Sudah sejak lama Aku merasakannya. Aku ingin Kau menjadi kekasih ku. Aku akan berusaha untuk melindungi mu Vi. Aku yakin Kau juga memiliki perasaan yang sama kan Vi?"

Via tak mengerti. Selama ini ia sudah menganggap Rony sebagai kakak. Mungkinkah pria di depannya salah mengartikannya?

Dengan segera Via menarik tangannya. Dengan hati-hati ia pun berusaha untuk memberikan pengertian kepada Rony bahwa dirinya hanya menganggap Rony sebagai kakaknya saja.

"Bang Rony, Kau adalah pria yang sangat baik. Baik sekali. Tapi Via bukan gadis yang tepat untuk Abang. Anang berhak mendapatkan gadis yang tepat untuk Abang. Dan orang itu bukanlah Via bang," ucap Via hati-hati.

Rony terdiam. Raut wajahnya terlihat begitu kecewa. Ternyata ungkapan perasaannya tidak di terima oleh gadis pujaannya. Apakah ada yang salah dengan dirinya? Rony masih terdiam.

Dengan senyum kegetiran, Rony pun menatap Via. "Maafkan Abang, Via. Anang pikir Kau juga memiliki hal yang sama dengan perasaan Abang. Ternyata Abang salah."

"Abang tidak salah. Via lah yang salah karena membuat Abang kecewa. Maafkan Via bang. Tapi Via menganggap Abang seperti kakak bagi Via," ucap Via.

Rony merasa begitu kecewa. Namun ia tidak ingin memperlihatkannya kepada Via. Ia segera mengajak Via untuk bergabung dengan yang lainnya.

Malam ini Rony begitu patah hati. Keyakinannya tak semanis kenyataannya. Nyatanya cintanya di tolak oleh gadis pujaannya. Namun ia masih bersyukur karena masih bisa berteman dengan Via.

***

Sesampainya di rumah, Via segera berlari menuju pintu. Berharap bahwa pintu rumah suaminya belum terkunci.

Via menatap jam tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 malam. Via begitu khawatir kalau suaminya benar-benar akan menguncinya di luar.

Namun Via terkejut saat membuka pintu tersebut, ternyata tidak terkunci. Ia pun segera melangkah memasuki rumah dan bergegas menuju ke kamarnya.

Namun saat berhasil menaiki anak tangga,ia melihat sosok Bintang yang berdiri di depan kamarnya menatapnya dengan begitu dingin.

Via perlahan berjalan mendekat dengan menundukkan kepalanya. Ia menyadari kesalahannya yang terlambat pulang. Wahana permainan di pasar malam tadi membuatnya lupa diri.

"Maaf Aku terlambat," ucap Via masih dengan menundukkan kepalanya.

Namun ia tak mendengar suaminya yang marah-marah seperti biasanya. Via berusaha untuk menatap wajah Bintang. Namun ia begitu terkejut saat Bintang tiba-tiba menariknya dan menghimpitnya ke tembok.

Dapat Via lihat ada kilatan kemarahan dari sorot mata Bintang. Mungkinkah Bintang marah karena ia terlambat? Tapi apakah harus semarah ini?

Via berusaha untuk melepaskan kukungan Bintang, namun kekuatan Bintang begitu kuat. Tanpa Via duga kembali, Bintang membenamkan bibirnya di bibirnya dan me.lu.matnya begitu kasar.

"Emmmt... Lepaskan! Apa yang Kau lakukan?! Lepaskan Aku...!"

***

Terpopuler

Comments

Fahri Idris

Fahri Idris

up lagi dong

2022-05-19

0

Atiqah Adnan

Atiqah Adnan

sambungan nya author

2022-05-19

1

Fahri Idris

Fahri Idris

lanjut thor

2022-05-18

1

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!