Eps 3

Pov Author

Via bergegas membawa uang yang ia dapat dari Bintang dan membawanya ke rumah sakit. Untuk saat ini ia merasa lega karena mendapatkan sejumlah uang untuk penanganan ibunya.

Sampai di rumah sakit, Via segera menuju administrasi. Dan membayarkan uang tersebut agar ibunya cepat di tangani.

Via pun menjadi lega karena kini ibunya cepat di tangani oleh dokter. Ia hanya harus menunggu bagaimana kondisi ibunya selanjutnya.

Dengan menyenderkan kepalanya di tembok rumah sakit. Via kembali memikirkan tentang surat kontrak yang ia tanda tangani beberapa saat lalu.

Andaikan Ayahnya tidak mengkhianati ibunya, semuanya pasti tidak akan seperti sekarang ini. Via terus saja berandai-andai.

Via memijat pelipisnya pelan. Rasanya ia sangat lelah menghadapi hidup ini. Tapi ia harus kuat dan bertahan demi sang ibu.

***

Keesokan harinya

Via mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan Bintang. Ia bergegas berangkat menggunakan ojek yang sudah ia pesan.

Via merasa sedikit lega karena dokter mengatakan kondisi ibunya yang sudah mulai stabil.

Sampai di cafe semalam. Via pun melangkah masuk kedalam cafe tersebut. Dan ternyata Bintang sudah berada di sana.

Mungkin pria itu sudah menunggu cukup lama. Dapat di lihat dari wajahnya yang terlihat tidak ramah. Ataukah mungkin memang pria itu selalu menampilkan wajahnya yang seperti itu. Menurut Via dalam pengamatannya.

Perlahan Via mulai mendekat ke arah meja Bintang duduk.

"Se-selamat pagi," ucap Via terbata. Via merasa begitu canggung saat ini. Sebenarnya Via begitu mengagumi Bintang. Mungkin juga Via telah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Bintang.

Rasanya jantung Via seakan mau lepas dari tempatnya ketika bertemu dengan Bintang. Detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya saat berhadapan dengan Bintang.

Mendengar suara Via, Bintang mendongak menatap gadis yang sejak tadi ia tunggu kedatangannya. Namun dari raut wajahnya terlihat begitu masam. Hingga akhirnya Via pun menundukkan kepalanya karenanya.

"Pagi Kau bilang?! Apa Kau tidak bisa membedakan mana pagi mana siang?" ucap bintang terlihat begitu kesal.

Via pun menyadari kesalahannya yang terlambat datang. "Maafkan saya Tuan," ucap Via masih menundukkan kepalanya.

Sementara Bintang merasa begitu kesal. "Jangan memanggilku Tuan! Kau harus membiasakan diri untuk memanggil ku dengan nama saja. Karena nanti di depan keluarga ku Aku tidak mau mereka curiga dengan hubungan kita!"

"Ba-baiklah," ucap Via kembali terbata. Sungguh Via tidak dapat mengontrol dirinya saat berada di dekat Bintang.

"Apa Kau sudah siap untuk bertemu dengan keluarga ku?" Bintang menatap Via dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Sungguh penampilan yang tidak menarik menurut Bintang. Ia pun tertawa sinis menatap Via.

"A-apa, jadi Kau mau mengajakku untuk bertemu dengan ke-keluargamu?" ucap Via terkejut. Ia masih belum menyangka bahwa hari ini Bintang akan memperkenalkan dirinya kepada keluarganya.

"Tentu saja! Aku tidak ingin kita cepat menikah. Dengan begitu mereka tidak akan curiga bahwa Aku masih berhubungan dengan kekasih ku. Karena mereka berpikir Aku sudah memiliki seorang istri."

Via terkejut mendengar ucapan Bintang. Ia mulai dapat menyimpulkan tentang situasi yang terjadi sehingga Bintang membayar dirinya untuk menikah dengannya.

"Jadi keluarga mu tidak setuju dengan hubungan mu dan Nona Alesha?" Via mencoba untuk bertanya.

"Bukan urusan mu!" ucap Bintang dengan tatapan tajamnya. Membuat Via menundukkan kepalanya. Apakah salah dengan pertanyaannya?

Bintang segera beranjak. Lalu ia pun menghampiri Via dan berdiri di depannya.

Bintang begitu muak melihat Via yang berpenampilan seperti saat ini. Menurut Bintang, Via seperti gadis yang sok polos saja. Karena yang Bintang tahu Via adalah gadis yang gila uang. Alesha pun juga sempat mengatakan hal itu.

"Aku akan mengajak mu bertemu dengan keluarga ku. Dan Kau harus bersikap sebagaimana mestinya menjadi seorang kekasih ku di hadapan mereka! Aku ingin mereka yakin bahwa Kau benar-benar kekasih ku," jelas Bintang.

Via pun menganggukkan kepalanya. Sesekali ia melirik menatap Bintang di depannya.

Bintang pun membawa Via untuk bertemu dengan seluruh anggota keluarganya. Karena kebetulan saat ini seluruh keluarga besarnya tengah makan siang bersama di rumah orangtuanya.

Di dalam mobil, Via hanya diam tanpa kata. Sesekali ia akan melirik kesamping ke arah Bintang yang sedang fokus menyetir mobilnya.

Jantungnya kembali berdetak kencang hanya dengan menatap Bintang saja. Apa lagi kini mereka duduk bersebelahan di kursi depan mobil.

"Benarkah nantinya kita akan menikah? kehidupan apa yang akan kita jalani nanti. Ah, seandainya kita menikah sungguhan. Pasti Aku akan sangat bahagia sekali menikah dengan pangeran tampan seperti Bintang. Tidak! Kau harus sadar Via. Kau hanya istri bayaran Bintang. Kau tidak boleh bermimpi hal yang akan menjadi mustahil nantinya. Bangunlah Via, bangun!" ucap Via dalam hatinya.

Hingga tanpa ia sadari kini ia telah sampai di sebuah rumah yang sangat mewah. Bahkan melebihi kemewahan rumah ayahnya bersama istri keduanya.

"Ingat! Kau harus melakukan tugas mu dengan sempurna. Aku tidak ingin mereka curiga!" Bintang kembali memperingatkan Via sebelum turun dari mobilnya.

Via kembali menganggukkan kepalanya. Ia tidak dapat menolak apapun ucapan yang keluar dari mulut Bintang. Ia selalu terhipnotis oleh perkataan Bintang.

Mereka pun segera keluar dari mobil.

Via menatap kagum rumah di depannya. Gadis seperti dirinya akan menginjakkan kakinya menuju rumah bagaikan istana. Sungguh ini adalah mimpi baginya.

Hingga ia merasa terkejut ketika merasakan sebuah tangan hangat menggenggam tangannya.

Seketika Via menatap tangan yang menggenggamnya. Ia terkejut saat mengetahui tangan siapa yang sudah menggenggam tangannya.

Hatinya menghangat melihat pria di sampingnya. Via pun tersenyum menatap pria yang sudah menggenggam tangannya.

"Jangan berpikir macam-macam tentang hal ini! Kita harus berperan dengan baik agar mereka percaya dengan hubungan kita!" tegas Bintang.

Seketika Via memudarkan senyumnya. Sungguh bodoh ia berpikir hal yang tidak akan pernah mungkin terjadi. Ia kembali menempatkan posisinya saat ini yang hanya melakukan semua ini dengan kepura-puraan saja.

Via kembali mengembangkan senyumnya. Namun kali ini sebuah senyum palsu. Ia tidak ingin membuat pria di sampingnya kecewa.

Mereka memasuki rumah tersebut dengan saling bergandengan tangan. Hingga mereka pun sampai di meja makan yang begitu besar di sana.

Banyak sekali anggota keluarga yang berada di sana.

Dan semua itu membuat Via begitu canggung saat ini. Ia merasa tidak pantas berada di sana. Berada di tengah-tengah keluarga kaya yang derajatnya begitu tinggi. Bukan seperti dirinya yang dari keluarga kalangan bawah. Akankah mereka akan menyetujuinya untuk menjadi istri Bintang?

Via sudah menciut duluan ketika memikirkan semua itu. Mana mungkin keluarga kalangan atas mau menikahkan putranya dengan gadis kalangan rendahan seperti dirinya?

Dengan Alesha saja mereka tidak menyetujuinya. Apalagi dengan dirinya yang kalah jauh. Pasti dengan cepat ia akan di hempaskan.

Via sudah mempersiapkan dirinya untuk kemungkinan yang akan terjadi.

Hingga Bintang pun menyapa seluruh keluarganya.

"Hai semuanya," sapa Bintang dan membuat semuanya pun menoleh ke arah mereka.

Via merasa begitu grogi, canggung dan masih banyak lagi. Ia kini berada di tengah-tengah keluarga besar.

Via semakin canggung kala melihat sosok wanita paruh baya yang masih terlihat begitu cantik sedang menghampiri mereka.

Siapa gadis yang Kau bawa sayang?" tanya Aya kepada Bintang.

"Namanya Alvia Alianza Mam, dia adalah calon istri Ku," ucap Bintang.

***

Terpopuler

Comments

Vita Zhao

Vita Zhao

hm
aku kok sakit hati duluan ya membayangkan kehidupan via kedepannya bersama bintang

2022-05-10

3

Rosy

Rosy

memang kisah bintang hampir sama dg kisah Bryan...tp aku yakin kisah bintang ini bisa lebih memporak porandakan hati para readers...semangat Thor..💪💪

2022-05-09

2

Jefri Anto

Jefri Anto

kisah sama kayak bapaknya 🙄🙄🙄🙄🙄🙄

2022-05-08

2

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!