Eps 18

Merasa Via yang sudah mulai tenang, Bintang sedikit meregangkan pelukannya. Menatap wajah Via yang sembab akibat tangisannya.

"Via," panggil Bintang.

Seketika Via mendongakkan wajahnya. Mata bulatnya menatap mata suaminya. Kini mereka saling berpandangan satu sama lain.

Bintang menatap mata bulat Via dengan hati yang begitu ingin tahu. Dari sorot mata istrinya menunjukkan begitu banyak kesedihan di dalamnya. Entah mengapa, rasa penasaran dan rasa ingin melindungi meliputi hatinya.

Bintang tak pernah menatap Via sedekat ini. Kenapa Via menjadi begitu cantik? Bintang segera menepisnya. Ia tidak ingin mengkhianati kekasihnya. Tapi bukankah Via adalah istri sahnya? Pikirkan Bintang menjadi begitu bingung dengan keadaan ini.

Bintang mulai menjauhkan tubuhnya dari Via.

"Maafkan Aku Via, Aku berjanji tidak akan membuat mu ketakutan lagi." Bintang berkata dengan begitu tulus.

Via terdiam, melihat tatapan Bintang yang begitu tulus sedikit menggoyahkan hatinya untuk memaafkan pria yang sudah merenggut kesuciannya.

Untuk sesaat hanya ada keheningan diantara mereka. Hingga suara Via mulai memecah keheningan diantara mereka.

"Bisakah Kau berjanji tidak akan mengulanginya lagi..." Via menatap Bintang dengan penuh harapan. Benarkah pria di depannya dapat memegang janjinya?

"Aku berjanji. Kau bisa memegang janji ku ini Vi," ucap Bintang dengan begitu mantap.

Tidak ada raut kebohongan dari wajah Bintang. Hingga Via mulai mempercayai ucapan suaminya itu.

Keduanya merasa begitu canggung. Lalu Via teringat bahwa dirinya harus memasak untuk Bintang. Hingga Via pun berniat untuk beranjak dari sana.

"Kau mau kemana?" tanya Bintang saat melihat Via hendak beranjak.

Via kembali menatap Bintang. Ia tidak ingin berlama-lama di atas satu kasur yang sama dengan Bintang. Ia tidak ingin hatinya kembali tergoda oleh sebuah cinta yang tak mungkin ia raih.

"Bukankah Aku harus membuat kan mu sarapan?" ucap Via dengan polosnya.

Bukankah gadis di depannya itu sedang sakit? Lalu kenapa bersikeras untuk membuatkan dirinya sarapan? Bintang sungguh tak habis pikir dengan Via. Bintang menjadi lebih ingin tahu lagi tentang diri Via.

Dengan cepat Bintang meraih tangan Via dan menariknya. Hingga membuat tubuh Via kembali ke dalam pelukan suaminya.

"Ke...Kenapa Kau menarikku? Lepaskan Aku, bukankah Kau sudah menuliskan dalam surat kontrak bahwa Aku harus memasak untuk mu?" Via merasa begitu malu karena wajah mereka begitu dekat.

Melihat wajah Via yang memerah saat ini membuat Bintang begitu gemas.

"Hari ini adalah pengecualian Kau memasak untuk ku. Aku bukanlah pria yang kejam, yang tega memaksa seseorang yang sedang sakit untuk memasak." Bintang berkata dengan begitu lembut.

Mendengar perkataan Bintang, Via semakin malu. Rasanya hatinya mau meleleh saat ini juga. Bintang berkata dengan senyumnya. Sungguh membuat jantung Via begitu berdebar.

Tanpa sadar, Via menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bintang.

Sikap Via sangatlah membuat Bintang begitu gemas. Rasanya ia begitu senang saat melihat wajah Via yang memerah. Membuat senyumnya mengembang saat itu juga.

"Bisakah kita berteman Vi, Aku tidak ingin kita terus bertengkar seperti sebelumnya. Aku ingin tidak ada permusuhan di antara kita. Setidaknya sampai kontrak kita berakhir," ucap Bintang.

Via menjadi tersadar. Pernikahan di antara mereka hanyalah pernikahan yang saling menguntungkan. Via berusaha untuk melepaskan pelukan Bintang. Ia tidak ingin hatinya luluh oleh sikap lembut Bintang.

Merasa Via berusaha untuk melepaskan pelukannya, Bintang malah dengan tak tahu malunya mempererat pelukannya. Membuat Via tak berdaya.

"Biarkan seperti ini sebentar saja Vi," ucap Bintang. Entah mengapa disaat Via berusaha untuk melepaskan pelukannya, Bintang tidak rela. Memeluk tubuh Via membuat hatinya merasa begitu hangat. Bintang tidak ingin melepaskannya untuk saat ini.

Via hanya terdiam dan membiarkan Bintang memeluknya untuk beberapa saat. Mereka begitu menikmati pelukan hangat tersebut. Namun Via segera tersadar dan kembali berusaha untuk melepaskan pelukan Bintang.

"Sekarang kumohon lepaskan pelukan mu, Bintang. Aku tidak pantas Kau peluk seperti ini. Aku hanya istri di atas kertas mu. Kau memiliki seorang kekasih," ucap Via menahan hatinya.

Mendengar ucapan Via, hati Bintang begitu mencelos. Benar yang di katakan oleh Via. Tapi, mengapa rasanya ia begitu tak rela melepaskan pelukan ini? Apakah karena ditinggal Alesha pergi membuatnya merasa begitu kesepian? Hingga iapun melampiaskan kesepiannya kepada Via. Bintang tidak mengerti dengan perasaannya.

"Dia (Alesha) sedang pergi mengejar mimpinya Vi, bisakah Kau menemaniku,menjadi temanku selama dia tidak ada di samping ku? Setidaknya pernikahan kita masih tersisa kurang dari satu tahun Vi."

"Aku mau menjadi temanmu Bi, tapi tidak sedekat ini. Ada hati yang harus Kau jaga Bi. Dan Aku tidak ingin dia salah paham dengan pertemanan kita. Kita hanya berteman, tidak lebih dari itu." Via berusaha mengingatkan Bintang walaupun hatinya menahan perih.

"Tapi Kau juga istri sah ku Vi, kita sah di depan agama dan negara. Jadi tidak ada larangan jika Aku memeluk mu seperti saat ini," ucap Bintang.

Via tak dapat berkata lagi. Perkataan Bintang juga tidak salah. Mereka adalah pasangan suami istri yang sah di mata hukum dan agama.

Via terdiam, ia tidak ingin meladeni ucapan Bintang. Via tidak ingin jika suatu saat nanti saat kekasih Bintang kembali, dirinya akan di buang begitu saja oleh Bintang. Salahkah bila ia berpikir seperti itu?

Melihat Via yang tak lagi berkata sesuatu, membuat tangan Bintang menyentuh dagu Via dan mendongakkan wajah Via agar menatapnya.

Pandangan mereka kembali bertemu. Tatapan Bintang membuat hatinya begitu berdesir. Via merasa begitu bimbang antara harus mencegah tatapan tersebut terus berlanjut ataukah harus memutusnya.

Tak dapat di pungkiri bahwa rasa cintanya untuk Bintang membuatnya menjadi egois. Via ingin memiliki sepenuhnya pria di depannya. Namun kesadaran kembali menderanya. Via tak ingin menjadi gadis yang terbuang nantinya. Via sudah mengalami berbagai sakit hati dalam hidupnya. Ia tidak ingin merasakan sakit hatinya untuk kesekian kalinya.

Dengan cepat Via kembali menundukkan kepalanya. Lalu ia kembali berusaha untuk lepas dari pelukan Bintang.

"Ku mohon Bi, lepaskan Aku. Atau kalau tidak kembalilah ke kamar mu. Aku sudah menerima mu menjadi temanku. Jadi, bukankah sudah tidak ada yang harus di bicarakan lagi?"

Bintang tak menjawab. Ia terus saja memperhatikan Via yang berusaha untuk lepas dari pelukannya.

Kata teman membuatnya tidak puas. Tapi bukankah dirinya sendiri yang menginginkan pertemanan itu. Sebenarnya apa yang membuat Bintang tidak puas? Apakah Bintang menginginkan hal yang lebih? Hatinya menjadi kacau.

Bintang tidak ingin lepas menatap wajah Via. Ia kembali mendongakkan wajah Via agar menatapnya. Namun lagi-lagi Bintang merasa kecewa saat Via malah mengalihkan tatapannya.

Entah apa yang Bintang pikiran saat ini. Namun tiba-tiba saja Bintang menempelkan bibirnya pada bibir Via. Membuat gadis di depannya begitu terkejut dengan membelalakkan matanya.

Via berusaha mendorong tubuh Bintang. Namun Bintang menahan kepala Via agar ciumannya tak terlepas.

Perlahan bibir Bintang mulai melu.mat bibir Via. Begitu pelan dan begitu lembut. Membuat Via terbuai dengan kelembutannya dan Via pun mulai memejamkan matanya. Ia tidak lagi mendorong tubuh Bintang. Via begitu menikmati kelembutan ciuman suaminya. Rasanya begitu hangat. Bintang seakan membuatnya menjadi begitu berharga saat ini.

Bintang juga memejamkan matanya. Ia begitu menikmati setiap pagutannya. Bibir Via terasa begitu manis, lembut dan begitu hangat. Hingga rasanya Bintang tak ingin melepaskannya. Ia ingin terus menikmati bibir manis itu lagi dan lagi.

***

Terpopuler

Comments

fitriani

fitriani

nah loh skr aja mulai candu sm bibirnya kmrn2 menghina orgnya😏😏😏😏😏

2022-12-07

0

Afrina Rahdiani

Afrina Rahdiani

part ini nyiksa gw banget thor...gw lg m nih jd ga bisa mmpraktekan wkwkwkkwkw

2022-06-05

1

Rosy

Rosy

sekarang aja nunjukin perhatian sama via...nanti kalau alesha sudah kembali pasti terkena hasutan lagi...

2022-05-20

2

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!