Eps 9

Bintang mengetuk pintu kamar Via. Lusa di perusahaan miliknya akan mengadakan perjamuan yang akan di hadiri oleh beberapa koleganya termasuk perusahaan Papanya.

Setiap tamu undangan di haruskan membawa pasangan masing-masing. Karena Papanya dan Mamanya pasti akan hadir di sana, mau tak mau Bintang harus membawa Via untuk datang bersamanya.

Beberapa kali Bintang mengetuk pintu kamar Via,tak ada sahutan ataupun tanda-tanda akan terbukanya pintu kamar tersebut.

"Apa gadis itu belum pulang? Tapi ini sudah terlalu larut. Lalu kemana gadis itu saat ini?" gumam Bintang dalam pikirannya.

Karena merasa Via tidak ada di kamarnya, Bintang pun bergegas turun kebawah untuk bertanya pelayan kemana Via pergi.

Sampai di bawah, Bintang tidak mendapati satu pun pelayannya di sana. Jelas saja karena mereka pasti berada di alam mimpinya karena jam menunjukkan pukul sebelas malam.

Hingga Bintang pun memutuskan untuk menunggu Via di taman yang ada di luar rumahnya. "Gadis itu sungguh keterlaluan! Aku sudah membiarkannya terlalu bebas selama ini sehingga ia mulai berani dengan ku!" sungut Bintang karena sepertinya ia sudah lama tidak bertemu dengan Via walaupun mereka tinggal di atap yang sama.

"Awas saja kalau dia sampai mempermalukan ku nanti. Pasti saat ini dia sedang bersama dengan banyak pria. Aku tahu dia gadis seperti apa. Dia hanyalah gadis munafik yang menginginkan banyak harta. Aku tidak akan pernah tertipu dengan penampilannya itu. Dia menyetujui pernikahan kontrak ini hanya untuk uang," cibir Bintang saat ini.

Dia selalu beranggapan bahwa Via adalah gadis materialistis. Karena Via beberapa kali meminta uang kepada Bintang dalam jumlah yang besar.

Sebenarnya Via memintanya untuk biaya lanjutan ibunya di rumah sakit. Tapi Bintang tidak pernah tahu dan mengira uang itu hanya untuk Via berfoya-foya saja.

Tidak berapa lama kemudian, Bintang melihat ada mobil yang memasuki halaman rumahnya. Ia seperti mengenali mobil tersebut.

Di lihatnya dari taman tersebut seseorang turun. Sesosok gadis cantik terlihat tengah berbicara dengan seseorang di dalam mobil tersebut.

Gadis itu melambaikan tangannya saat mobil itu mulai meninggalkan halaman rumah Bintang.

Bintang mengerutkan keningnya saat melihat gadis itu yang hendak melangkahkan kakinya menuju rumahnya. Ia berpikir keras siapa gadis itu.

Bintang bergegas berjalan dengan cepat menghampiri gadis yang tak lain adalah Via.

"Berhenti di sana!" teriak Bintang saat melihat gadis di depannya hendak membuka pintu rumahnya.

Bintang segera menghampiri Via yang terdiam di tempatnya karena teriakan Bintang.

"Siapa Kau?! Kenapa Kau mau masuk kedalam rumah ku?" Bintang bertanya tepat di belakang Via.

Via begitu terkejut mendengar suara Bintang di belakangnya. Selama ini tiap malam Bintang pasti sudah tidur saat dirinya pulang. Via merasa heran karena Bintang belum tidur saat ini.

Dengan ragu Via membalikkan badannya. Ia menatap Bintang yang nampak terkejut menatap dirinya.

"Kau belum tidur?" tanya Via.

Bintang mengenali suara itu. Kini ia tahu siapa gadis di depannya itu. Bintang pun menatap Via dengan tatapan sinisnya.

"Jadi istri bayaran ku?! Ternyata Kau memanglah gadis yang tidak baik. Ah, Aku tahu, Kau pasti tengah bersama seorang pria di luar sana kan hingga Kau pulang selarut ini?! Dasar gadis murahan! Kau pikir dengan merubah penampilan mu itu Aku akan tertarik dengan mu?! Justru Aku merasa sangat membenci mu!" Bintang berkata dengan begitu pedasnya.

Mendengar cacian Bintang, Via merasakan sakit hati. Sungguh mulut pedas suaminya membuatnya merasa sakit sedalam-dalamnya.

"Ya, kalau Aku wanita murahan Kau mau apa?! Lalu apa sebutan untuk kekasihmu itu?!" Via berkata tak kalah kerasnya.

"Jangan pernah membandingkan dirimu yang murahan itu dengan kekasihku. Kau tidak pantas membandingkan dirimu dengannya!"

"Aku tak pantas?! Ck, kalau kekasih mu itu wanita baik-baik, dia tidak akan menyerahkan dirinya dengan tidur bersama suami orang lain. Lalu apa bedanya dia dengan ku yang murahan ini menurut mu?!" Via berkata dengan nada yang begitu sinis.

Sementara Bintang mengepalkan tangannya karena Via menjelekan Alesha.

Sebenarnya memang benar apa yang Via katakan tentang Alesha. Alesha tidak tulus mencintai Bintang. Alesha hanya mengincar harta Bintang saja.

Namun Bintang terlalu di butakan oleh perasaannya saja. Sehingga membuatnya menjadi pria yang begitu bodoh.

Karena terlalu marah dengan ucapan Via tentang kekasihnya. Bintang menarik pergelangan tangan Via memasuki rumah.

Ia terus saja menarik Via menuju ke kamarnya tanpa memperdulikan Via yang meronta meminta Bintang untuk melepaskannya.

"Bintang! Lepaskan! Kau menyakitiku!" pekik Via saat Bintang terus saja menariknya.

Bintang begitu marah saat ini. Ia menghempaskan tubuh Via ke atas ran..jang miliknya dan langsung menindihnya.

Dengan brutal ia menciumi bibir Via.

"Emmmt... Lepaskan! Dasar ba..ji..ngan! Lepaskan Aku!!" pekik Via terus meronta.

Namun Bintang sudah di butakan oleh kemarahannya sehingga ia tak mendengar apapun lagi. Bintang terlalu marah saat Via menjelekan kekasihnya.

"Kau akan merasakan akibatnya karena sudah menghina kekasih ku! Dasar wanita murahan!"

"Tidak! Lepaskan Aku ba..ji..ngan. Aku membancimu! Kau adalah pria bre..ngsek!" Via terus saja melontarkan kata-kata kasarnya kepada Bintang karena mendapatkan perlakuan hina dari suaminya.

Bintang terus saja mencium bibir Via membabi buta. Bahkan tangan kanannya kini me..re..mas buah kembar milik Via. Sementara tangan kirinya ia gunakan untuk mengunci kedua tangan Via di atasnya.

Via terus saja memberontak, meronta, bahwa buliran-buliran bening itu terus saja menetes seiring rasa sakit hati atas perlakuan suaminya saat ini.

Dengan gerakan cepat, Bintang merobek seluruh pakaian yang Via kenakan saat ini. Tenaganya begitu kuat sehingga Via tidak mampu untuk melawannya.

Ia ketakutan saat ini. Bintang sudah sangat menghinanya. Bahkan kini Bintang sudah menciumi seluruh tubuh Via.

Via menyesal. Menyesal karena sudah memancing kemarahan Bintang. Kini ia begitu membenci pria di depannya itu.

"Kau akan merasakan bagaimana murahannya dirimu!" Bintang membuka celananya dengan cepat. Lalu ia memposisikan tubuhnya untuk memasuki milik Via.

Bintang mendorong tubuhnya dengan cepat, hingga Via pun berteriak histeris saat merasakan di bawah sana terasa begitu robek dan begitu nyeri.

Bintang merasa begitu terkejut saat menyadari bahwa dirinya adalah pria pertama yang merenggut kesucian istrinya.

Ia merasakan miliknya terasa begitu sempit berada dalam milik istrinya. Bahkan miliknya belum masuk sepenuhnya ke dalam milik istrinya.

Namun rasa sempit dan nikmat itu menghujam milik Bintang. Hingga ia pun semakin mendorong tubuhnya hingga miliknya masuk sempurna ke dalam milik istrinya.

Via mencengkeram erat tubuh Bintang dan meninggalkan goresan kuku-kukunya di punggung Bintang.

Bintang memompa tubuhnya dengan begitu cepat tanpa memperdulikan Via yang berteriak kesakitan.

Semakin lama Bintang memompanya semakin cepat dan cepat. Hingga dirinya pun mulai merasakan hampir menuju ke puncaknya.

Sementara Via, ia terus saja menangis dan menghiba agar Bintang berhenti melakukannya. Namun Bintang terus saja menghujam miliknya dan sesaat kemudian Bintang menumpahkan lahar panasnya kedalam rahim Via.

Rasanya Bintang begitu lega. Rasa nikmat milik istrinya membuatnya lupa diri dan telah sangat menyakiti Via dan meninggalkan bekas luka dalam hati Via dengan begitu dalam.

Bintang membaringkan tubuhnya di samping Via yang meringkuk menangis dan merasakan perih yang teramat perih di bawah sana.

Ia ingin sekali pergi sejauh-jauhnya dari sana. Namun sebuah kontrak telah mengikatnya untuk bertahan.

***

Terpopuler

Comments

FUZEIN

FUZEIN

Jeng..jeng..finally..........

2023-10-06

0

susi 2020

susi 2020

🤫🤫🤫

2023-02-14

0

susi 2020

susi 2020

🥰🥰😍

2023-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!