Eps 8

Hari ini via bangun pagi-pagi sekali. Seperti biasa, Via ingin menghindari suaminya dengan berangkat ke restoran tempatnya bekerja lebih awal.

Usaha Via untuk menghindari Bintang pun sudah berjalan selama hampir enam bulan lebih.

Via merasa lebih baik saat tidak bertemu dengan Bintang. Setidaknya rasa cinta yang ia rasakan kepada Bintang perlahan mulai memudar, walaupun tidak sepenuhnya.

Via akan tetap berusaha untuk selalu menjaga hatinya agar tidak goyah saat menatap Bintang.

Namun Via merasa begitu naas hari ini. Karena saat dirinya hendak melangkah keluar dari rumah, ia melihat mobil Eve yang sudah terparkir di halaman rumahnya.

Sudah dapat dipastikan oleh Via bahwa Eve pasti tidak akan mengizinkannya bekerja.

"Via, Aku datang!" teriak Eve seraya berjalan pelan menuju Via yang menatap Eve dari depan pintu.

Eve tengah mengandung 6 bulan. Dan selama Eve hamil,ia seringkali datang ke tempat Bintang untuk mengajak Via pergi dengannya. Tentunya Eve akan merepotkan Via seperti saat-saat sebelumnya saat ia mengidam.

Dan anehnya Eve masih sering menginginkan sesuatu yang membuat orang lain geleng-geleng kepala.

Via sudah merasa was-was bila Eve akan meminta sesuatu padanya.

"Eve, Kau datang? Apa mau bertemu dengan kakakmu?"

"Aku tidak mencari kak Bi, Via. Aku datang karena ingin mengajak mu pergi ke suatu tempat yang pasti Kau akan suka," ucap Eve membuat Via mengerutkan keningnya.

"Tapi Aku harus bekerja Eve. Bagaimana kalau besok saja?" tawar Via.

"Tidak Vi, Aku mau sekarang! Kau harus ikut dengan ku. Kalau Kau takut dengan bos mu, Kau tenang saja. Aku sudah menyewa restoran tempat mu bekerja seharian penuh. Jadi Kau tidak perlu khawatir lagi." Eve tersenyum menatap Via.

Sementara Via hanya melongo tak percaya dengan apa yang Eve lakukan. Keinginan Eve memang tidak bisa di ganggu gugat. Jadi Via mau tak mau harus menuruti kemauan wanita yang sedang hamil itu.

Dengan cepat Eve menarik tangan Via dan membawanya kedalam mobil.

"Pak supir, antarkan ke tempat yang ku katakan tadi ya," ucap Eve kepada supirnya.

"Baiklah Nona."

Via pun kini hanya bisa pasrah dengan apa yang akan Eve lakukan padanya. Ia terus saja berdoa agar Eve tidak meminta yang aneh-aneh.

Tak berapa lama kemudian, mobil Eve sampai di depan sebuah butik yang begitu besar. Eve langsung menarik Via memasuki butik tersebut.

"Untuk apa kita lemari Eve?" tanya Via heran.

"Kau diam saja Vi, Aku sedang ingin membuat mu terlihat berbeda dari sebelumnya," ucap Eve yang kini sedang memilah-milah pakaian.

Sementara Via belum mengerti dengan apa yang Eve katakan. Ia hanya memperhatikan Eve yang sedang memilih pakaian.

"Akhirnya Aku menemukan baju ini. Sepertinya akan cocok di pakai Via," gumam Eve. Ia mengambil pakaian yang ia pilih dan membawanya menuju Via.

"Vi, coba pakai ini. Aku yakin pakaian ini akan cocok untuk mu." Eve menyodorkan pakaian yang ia pilih.

"Aku harus memakainya?" Via menatap Eve.

"Iya, ayo cepat pakai sana!" Eve mendorong tubuh Via menuju ruang ganti.

Sementara Via hanya bisa menurutinya saja.

Via mulai menggunakan pakaian pilihan Eve. Dan benar saja, pakaian yang Eve pilihkan untuk Via benar-benar pas.

Via keluar dari ruang ganti. Diluar sudah ada Eve yang menatap kagum dengan Via yang nampak begitu manis.

"Kau manis sekali Vi." Eve mendekati Via. Menatapnya dengan mengitarinya. Eve terlihat nampak sedang berpikir.

Lalu ia berhenti tepat di depan Via.

"Tapi akan lebih manis bila Kau tidak menggunakan ini," ucapnya lagi seraya melepas kacamata yang Via pakai.

"Jangan di lepas Eve!" Tolak Via.

Namun Eve tak mengindahkan ucapan Via dan menyembunyikan kacamata tersebut.

"Kau lebih cantik dengan melepaskan kacamata mu Vi. Kenapa tidak dari dulu Kau melepaskannya? Lihatlah dirimu, Kau sangat cantik Vi," puji Eve.

"Kau terlalu memujiku Eve. Aku bukan perempuan cantik seperti kalian. Dan Aku juga tidak seberuntung kalian yang bisa mendapatkan apapun yang kalian mau," ucap Via sendu.

Eve langsung memeluk Via. Ia tahu Via bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan. Dan Eve sebenarnya juga sudah mengetahui semuanya yang terjadi pada Via dan Bintang.

Makanya ia tidak ingin Via menjadi gadis yang lemah. Ia akan sedikit merubah penampilan Via.

"Kita semua sama di mata Tuhan Vi. Jadi Kau jangan pernah berkata seperti itu. Mulai sekarang Kau bisa mendapatkan yang Kau mau. Aku akan membantumu," ucap Eve ambigu, membuat Via mengerutkan keningnya.

"Apa maksudmu Eve?"

"Sudahlah, sekarang Aku akan membawamu ke tempat lainnya. Tapi sebelumnya kita akan membeli beberapa pakaian lain untuk mu," ucap Eve dan langsung menarik Via.

***

"Kau sungguh sangat cantik Vi. Kalau Aku seorang pria, pasti Aku akan jatuh cinta kepadamu. Tapi sayangnya Aku adalah wanita," ujar Eve tertawa.

Via tersenyum canggung menanggapi ucapan Eve. Sungguh Eve selalu saja kocak.

Saat ini Via dan Eve baru keluar dari sebuah salon kecantikan. Mereka nampak luar biasa saat ini.

"Kau itu selalu saja melebih-lebihkan ucapanmu Vi. Aku tidak secantik Kau dan yang lainnya." Via merasa rendah diri.

"Kau itu sangat cantik Vi. Dan Kau harus selalu seperti ini. Untuk selanjutnya Kau tidak usah menggunakan kacamata mu. Aku sudah membelikan mu lensa kontak untuk mu."

"Tapi Eve, Aku...." Via hendak protes, namun Eve tidak menerima penolakan dari Via.

"Aku mengharuskan mu untuk tidak menggunakan kacamata milik mu Vi. Kalau Kau menggunakan benda itu lagi, jangan menganggap ku temanmu!" ucap Eve.

Sementara Via hanya bisa menuruti keinginan Eve. Ia tidak ingin Eve marah kepadanya. Walaupun Via merasa aneh dengan penampilannya saat ini.

***

Malam ini Eve mengajak Via untuk makan malam di rumah Mamanya.

Semua orang terkejut melihat perubahan penampilan Via.

"Bagaimana dengan penampilan Via saat ini Mam, dia cantik kan?" tanya Eve kepada Mamanya.

"Ya sayang, Via sangat cantik. Seperti Mama mu dulu," timpal Bryan.

"Mama kan dari dulu memang cantik pa," ucap Eve.

"Iya, Mama mu memang cantik. Tapi apakah Kau tahu bagaimana penampilan Mama mu dulu Eve? Penampilannya sama persis seperti Via sebelum Kau merubahnya," tutur Bryan membuat Eve dan Via tidak percaya.

"Sungguh?"

Bryan menganggukkan kepalanya.

Hingga obrolan itupun berlangsung cukup lama. Via sangat senang dengan kehangatan keluarga tersebut. Rasanya ia ingin selalu berada dalam tengah-tengah keharmonisan sebuah keluarga itu.

Namun itu hanyalah sebuah asa yang mungkin sebentar lagi akan menghilang. Karena batas waktu dirinya bersama mereka tinggal satu tahun lagi.

Via harus pergi meninggalkan mereka setelah kontrak pernikahannya bersama Bintang selesai.

***

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

😲😲😀🙄

2023-02-14

0

susi 2020

susi 2020

😍😍🥰😘

2023-02-14

0

Jjng Aja

Jjng Aja

pertahankan bintang vi

2022-05-13

1

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!