Eps 19

Bintang mulai melepaskan pagutan bibirnya. Ciuman yang terjadi beberapa saat lalu membuat hatinya begitu bergetar. Rasanya begitu berbeda saat ia berciuman dengan Alesha.

Sebenarnya perasaan apa yang Bintang rasakan? Kenapa Via menjadi begitu berpengaruh? Padahal sebelumnya ia begitu membenci gadis di depannya.

Dering ponsel membuat Bintang dan Via mengalihkan pandangannya ke arah ponsel yang tergeletak di atas nakas.

Bintang kembali mengecup kening Via.

"Tidurlah, Aku tidak ingin Kau sakit lagi," ucap Bintang sebelum beranjak meninggalkan Via menuju nakas untuk mengambil ponselnya.

Via hanya menunduk, rasanya ia begitu malu saat ini. Bintang memperlakukan dirinya dengan sangat lembut. Berbeda dengan sebelumnya. Saking malunya, pipinya kembali memerah. Via segera membenamkan kepalanya ke dalam selimut. Menahan hawa panas yang merayapi wajahnya.

Semua yang Via lakukan tak luput dari pandangan Bintang. Andai saja ponselnya tidak berbunyi, Bintang pasti akan kembali melahap bibir manis itu. Tingkah Via membuat Bintang begitu gemas.

Bintang menatap layar ponselnya. Nama asistennya Bimo tertera di sana. Namun belum sempat Bintang mengangkat panggilan tersebut sudah terputus. Mungkin karena terlalu lama Bintang tak kunjung mengangkatnya.

Bintang pun menerima sebuah pesan yang asistennya kirimkan padanya bahwa pagi ini kliennya sudah menunggunya di kantor untuk meeting hari ini.

Bintang sungguh terlupa. Bibir manis Via telah membuatnya melupakan segala hal. Bintang kembali menatap Via yang menyembunyikan wajahnya di balik selimut. Senyum tipis kembali terukir.

Bintang berjalan menghampiri Via. Ia berdiri di samping tempat tidur dan membungkukkan badannya ke arah selimut tersebut seraya berkata, "istirahatlah Via, jangan melakukan apapun hari ini karena Aku tidak mengizinkannya. Aku harus ke kantor sekarang. Baik-baiklah sampai Aku pulang nanti," ucap Bintang. Tangannya mengulur dan mengusap kepala Via yang sedikit terlihat dari balik selimut.

Via terus berdebar di dalam selimut itu. Jantungnya terpompa begitu cepat ketika suara Bintang kembali terdengar begitu lembut. Apalagi saat Bintang mengusap kepalanya, jantungnya seakan mau terlepas dari tempatnya.

Ketika mendengar langkah kaki Bintang yang mulai keluar dari kamarnya, Via segera keluar dari selimutnya. Memastikan bahwa di kamarnya sudah tidak ada suaminya.

Via bernapas lega Bintang sudah pergi dari kamarnya.

"Untunglah dia sudah pergi. Kalau tidak, Aku benar-benar akan memiliki sakit jantung," ucap Via memegangi dadanya.

Via teringat dengan yang Ia dan suaminya lakukan beberapa saat lalu. Mereka telah berciuman, dan Bintang menciumnya dengan begitu lembut. Via memegangi bibirnya, senyumnya terus terukir. Rasanya ia begitu malu mengingat dirinya yang juga membalas ciuman itu.

Ah, rasanya sungguh luar biasa. Bintang benar-benar memperlakukannya dengan begitu lembut. Tapi tunggu dulu, apakah selanjutnya Bintang juga akan bersikap baik dan lembut padanya? Lalu apa arti ciuman di antara mereka beberapa saat lalu?

Via kembali diliputi oleh pertanyaan-pertanyaan dalam hatinya. Hatinya sudah jatuh sejatuh-jatuhnya kepada pria yang telah mengambil paksa mahkotanya.

"Kenapa dia jadi bersikap selembut itu padaku? Semalam dia sangat menakutkan. Dia juga mengatakan ingin berteman dengan ku. Lalu apakah nanti saat kontrak pernikahan kita selesai, dia akan membuang ku begitu saja?" Via terus saja bergumam.

Rasanya ia kembali tak bersemangat saat mengingat bahwa pernikahannya hanyalah sebuah pernikahan kontrak belaka. Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa setelah kontrak tersebut berakhir, Bintang akan membuangnya seperti sampah. Semua itu membuat Via begitu tidak bersemangat saat ini.

Via tak ingin menjadi goyah hanya karena sikap Bintang terhadapnya.

***

Di sepanjang meeting pagi ini, Bintang tak hentinya menyunggingkan senyumnya. Bayangan saat dirinya dan Via berciuman terus menari-nari di otaknya. Ia sungguh tidak fokus saat ini.

Bintang hanya mengatakan ya, ketika asistennya bertanya kepadanya tentang meeting saat ini.

Bimo mengerutkan keningnya saat mendapati ada yang salah dengan bosnya itu. Sebelumnya Bintang selalu bersikap dingin dan serius saat bekerja. Namun kini bosnya terlihat seperti anak muda yang baru jatuh cinta saja.

"Apakah Nona Alesha membatalkan keinginannya menjadi seorang model dan tetap berada di samping Tuan Bintang? Kenapa dia terlihat begitu senang pagi ini?" Bimo menerka-nerka dalam hatinya.

"Bagaimana Tuan, apakah Anda tertarik bekerjasama dengan perusahaan kami?" ucap Bimo kepada kliennya mereka saat ini.

"Ya, perusahaan kami sangat suka dengan progres dari perusahaan Anda. Kami akan bekerjasama dengan perusahaan Anda."

Bimo begitu senang, Ia kembali menoleh ke arah Tuannya yang masih terlihat aneh saja. Ia hanya menggelengkan kepalanya, akhirnya ialah yang harus menghandle pekerjaan hari ini.

Hingga pada saat klien mereka hendak meninggalkan perusahaan. Bintang masih tak menyadarinya. Kalau saja Bimo tidak menyenggolnya, Bintang pasti akan terlihat begitu memalukan di depan klien tersebut.

Setelah klien mereka pergi, Bimo pun memberanikan dirinya untuk bertanya.

"Apakah Nona Alesha membatalkan keinginannya untuk menjadi seorang model Tuan? Sepertinya Anda begitu bahagia pagi ini," tanya Bimo.

Bintang menjadi tersadar dan menatap Bimo.

"Kenapa Kau berpikir Alesha membatalkan keinginannya Bim? Karena dia tidak mungkin membatalkannya."

Ucapan Bintang membuat Bimo begitu terkejut. Kalau bukan karena kekasih Tuannya yang membuat bosnya seperti orang gila yang tersenyum sendiri, Lalu siapa yang membuat bosnya seperti ini?

"Maaf Tuan, Saya pikir Anda begitu bahagia pagi ini karena alasan itu. Tapi ternyata dugaan Saya salah," ucap Bimo. Ia hanya menggaruk kepalanya.

"Sudahlah Bim, hari ini Aku ingin Kau menghandle pekerjaan ku. Istriku sedang sakit saat ini," ucap Bintang kepada Bimo.

"Pagi ini pun Aku yang menghandle pekerjaan mu Tuan. Kau datang ke kantor hanya untuk tersenyum seperti orang gila saja." Bimo membatinnya dalam hati.

Tapi tunggu, Bimo kembali mencerna ucapan Bintang yang mengatakan bahwa istrinya sedang sakit. Istri? Sejak kapan bosnya itu menganggap Via sebagai istrinya? Sebelumnya di depan Bimo, Bintang tidak pernah menyebut Via dengan sebutan istri. Lalu, apakah bosnya itu mulai memiliki perasaan terhadap Via?

Bimo lah yang mengurus surat kontrak antara Bintang dan Via. Ia juga ikut membantu menyembunyikan kebenaran rahasia bosnya itu dari keluarga besarnya.

Apakah bosnya sudah mulai menyukai Via? Benarkah itu? Bimo terus bertanya-tanya dalam hatinya.

Kalau pun benar bosnya mulai memiliki perasaan terhadap Via. Bimo ikut senang karenanya. Sebab Bimo begitu tidak menyukai Alesha. Bimo mengetahui bahwa Alesha bukanlah wanita baik-baik. Namun Bimo enggan untuk mengatakannya kepada Bintang, karena Bintang tidak pernah mempercayai apapun itu keburukan Alesha.

Bimo tersenyum melihat Bintang yang bersikap bak orang yang sedang jatuh cinta saja.

"Baiklah Tuan, kalau begitu Semoga Nona Via cepat sembuh," ucap Bimo tersenyum.

Bintang menganggukkan kepalanya. Ia pun langsung bergegas untuk kembali pulang ke rumahnya. Rasanya ia begitu tak sabar untuk bertemu kembali dengan Via.

Bintang melangkahkan kakinya. Namun ia kembali menghentikan langkahnya ketika menyadari sesuatu. Ia membalikkan badannya dan kembali memanggil asistennya.

"Bimo"

Bimo pun mengerutkan keningnya saat melihat Tuannya yang kembali memanggilnya.

"Ya, Tuan."

"Pertahankan senyummu itu. Kau terlihat lebih tampan saat tersenyum. Dan jangan lupa untuk mencari seorang kekasih," ucap Bintang dan langsung kembali melanjutkan langkahnya.

Bimo terkejut mendengar saran dari Tuannya. Bimo memanglah seorang pria yang begitu kaku. Bintang tidak pernah melihat Bimo tersenyum, apalagi melihatnya bersama seorang wanita.

"Bagaimana Aku bisa mencari seorang kekasih kalau Anda saja selalu membuat ku sibuk Tuan," ucap Bimo setelah Bintang keluar dari ruangan meeting.

Namun dalam hatinya Bimo mendoakan semoga Tuannya bisa jatuh cinta kepada istri kontraknya dan bisa melupakan Alesha.

***

Terpopuler

Comments

lantol

lantol

via jangan mudah goyah ya

2025-01-03

0

Jefri Anto

Jefri Anto

lanjut thor

2022-05-22

0

Rosy

Rosy

semoga bintang segera tahu keadaan ibu via yg sebenarnya biar alesha tdk bisa mempengaruhi bintang lagi ...

2022-05-21

3

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!