Eps 14

Via dan Resya masih saja saling mengobrol. Namun Via enggan menceritakan tentang masalahnya. Mereka hanya berbincang ringan saja mengenai kesukaan masing-masing.

Resya menatap jam yang melingkar di tangannya. Wajahnya nampak tak bersemangat setelahnya. Ada sesuatu yang membuatnya harus pergi dari sana.

"Via, sepertinya Aku harus kembali," ucap Resya dengan wajah nampak kecewa.

"Kau sudah harus pulang? Oke, baiklah." Via pun menyetujuinya.

"Tapi Aku masih ingin berbicara dengan mu kawan. Aku juga tidak yakin bahwa kita akan bertemu kembali. Karena Aku harus pulang ke negara nenekku yang ada di Turki," ucap Resya sendu.

Via terkejut, baru saja ia mengenal seorang teman yang begitu baik menurutnya. Tapi sepertinya mereka harus berpisah.

"Kau harus yakin bahwa suatu hari nanti kita akan bertemu lagi kawan. Aku mendoakan mu semoga Kau mendapatkan seorang wanita yang baik nantinya. Jadi saat kita bertemu nanti Kau bisa mengenalkannya pada ku," ucap Via diiringi dengan senyuman.

"Ah, entahlah Via. Tapi Aku berharap wanita yang menjadi istri Ku nanti adalah wanita yang seperti dirimu," sahut Resya

"Astaga. Apa Kau mau menggoda istri orang lagi?" Via menatap Resya jengah. Karena sedari tadi Resya terus saja menggombali dirinya.

Sementara Resya terkekeh melihat Via yang nampak manis saat ini. Tidak di pungkiri, Resya begitu tertarik dengan Via. Tapi dirinya sadar bahwa Via susah memiliki seorang suami. Jadi iapun memutuskan untuk mundur.

"Baiklah Via, Aku harus pergi. Aku sangat senang dengan pertemuan singkat kita yang menjadikan kita teman. Ku harap suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi," ucap Resya.

"Sampai jumpa di lain waktu Rey." Mereka pun saling berjabat tangan. Hingga Resya pun akhirnya pergi dari sana.

Via menatap punggung Resya yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya. Bibirnya menyunggingkan senyum saat ini. Pertemuan singkatnya dengan Resya membuatnya sejenak melupakan tentang masalah hidupnya.

Via mulai melangkahkan kakinya kembali ke acara perjamuan. Ia ingin meminta izin kepada suaminya untuk pulang lebih dulu. Ia terlalu muak bila harus bertemu dengan ayahnya.

Kakinya terus melangkah menuju ke tempat acara.

Namun Via terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya.

"Ah, sakit!" Via merintih saat ada seseorang yang mencengkram pergelangan tangannya. Ia pun melihat siapa yang telah menariknya.

Matanya membeliak saat melihat Bintang yang nampak begitu marah. Apakah dirinya melakukan kesalahan?

"Dengan siapa Kau bertemu Via?!" tanya Bintang dengan kilatan kemarahan.

"Apa pedulimu?! Aku hanya bertemu dengan seorang teman." Via berkata dengan nada yang ketus. Pria yang ia sebut sebagai suami itu selalu berbuat seenaknya saja.

"Jelas saja Aku perduli. Aku tidak ingin Kau mempermalukan ku. Kau menjadi istri seorang Bintang Askara saat ini. Tunggulah saat kita bercerai nanti baru Kau bisa bersama dengan pria manapun!"

Via pun juga tersulut emosi."Bukankah Kau juga sering bertemu dengan kekasih mu? Lalu bagaimana bila media mendapati mu tentang itu?!" ucap Via membalikkan ucapan Bintang.

Bintang begitu marah karena Via terus saja membantah dirinya. "Kau jangan pernah menyamakan dirimu dengan ku. Aku yang sudah membayar mu untuk melakukan sandiwara pernikahan ini. Jadi Kau harus menuruti semua kata-kata ku Kau mengerti!" Dengan keras Bintang menghempaskan tangan Via.

Rasanya begitu sakit. Bukan karena tangan Via yang di hempaskan oleh Bintang. Tapi karena Bintang selalu saja merendahkan dirinya.

"Ya, Kau memang sudah membayar ku Tuan Bintang! Tapi Kau harus ingat bahwa Kau sendiri juga sudah melanggar kontrak. Kau sudah menyentuh ku Kau ingat?! Dan selamanya Aku akan mengingat tentang semua penghinaan mu kepadaku. Tadinya sebelumnya Aku pernah memiliki perasaan terhadap mu. Tapi kini semua rasa itu berubah menjadi rasa benci kepada mu. Aku sangat membenci mu Bintang!" Via tak dapat membendung air matanya.

Kini likuid bening itu menetes di pipinya. Dengan cepat ia pun berlari meninggalkan Bintang di sana.

Bintang mematung saat melihat Via pergi dari hadapannya. Ia melihat lelehan bening itu menetes dari pipi Via.

Tapi Bintang sekarang menjadi seorang pria yang begitu egois. "Bukankah yang ku katakan itu semua benar. Dia memang gadis yang buruk," gumam Bintang. Ia pun segera melangkah memasuki ke ruang acara.

***

Via begitu membenci dirinya yang tak dapat membendung air matanya di depan Bintang. Sekuat apapun dirinya, ketika seseorang berkata perkataan yang begitu menyakitkan untuknya, Via tetap saja menjadi seorang yang rapuh.

Via membutuhkan sandaran. Namun tak ada siapapun yang ia punya. Ibunya pun saat ini masih terbaring tak berdaya di rumah sakit. Via hanya menyimpan segala luka hatinya sendirian saat ini.

Hingga tanpa terasa matanya mulai terpejam. Via tertidur karena terlalu lelah menangis. Kini ia tidur di kamarnya, sebelumnya ia pulang lebih dahulu meninggalkan Bintang dengan memesan taksi. Via tidak ingin melihat wajah Bintang yang hanya akan menambah sakit hatinya.

Sementara Bintang. Setelah menutup acara, Bintang pun mencari di mana Via berada. Tapi dirinya tak mendapati Via di manapun.

Ada sedikit rasa bersalah yang muncul dalam hatinya. Namun ia segera menepisnya.

"Mungkin gadis itu sudah pulang," gumamnya.

Bintang pun mengemudikan mobilnya pulang ke rumahnya. Ia ingin memastikan apakah Via sudah berada di rumahnya atau belum.

Hingga tak berapa lama kemudian mobil Bintang sampai di rumahnya. Bintang berjalan memasuki rumahnya dengan tergesa. Entah mengapa bayangan saat Via menangis dan menatapnya penuh dengan kebencian membuatnya begitu mengganggu pikirannya.

Bintang ingin bertanya kepada pelayan. Tapi tidak mungkin pelayan masih terjaga selarut ini.

Bintang pun memutuskan untuk melihat Via di kamarnya.

Namun saat Bintang mencoba untuk membuka pintu kamar Via. Pintu tersebut terkunci. Hingga Bintang pun berpikir hal yang tidak-tidak tentang Via.

"Apakah dia baik-baik saja? Apa ucapan ku tadi sangat keterlaluan? Jangan-jangan dia mencoba untuk...." Bintang menggelengkan kepalanya memikirkan tentang hal buruk dalam otaknya.

Ia pun berniat untuk mengambil kunci cadangan kamar Via yang ada di kamarnya.

Setelah mengambil kunci cadangan di kamarnya, Bintang segera membuka pintu kamar Via. Matanya menelisik ke segala arah mencari sosok yang ia khawatirkan.

Bintang menghembuskan nafas lega saat melihat sosok yang ia cari berada di atas kasurnya, mungkin sudah tidur.

Tapi bukankah hal yang ia cemaskan tidak terjadi? Lalu kenapa saat ini Bintang malah melangkah mendekat ke arah Via? Mungkinkah hati pria itu mulai melunak, ataukah ada hal yang lainnya?

Bintang menatap Via dengan pandangan yang sulit untuk di artikan.

"Dasar gadis ceroboh. Tidur saja tidak menggunakan selimut. Kau juga tidak mengganti pakaian mu," ucap Bintang seraya menyelimuti tubuh Via.

Namun saat ini wajahnya begitu dekat dengan wajah Via. Bintang terdiam sejenak menatap wajah tidur Via. Matanya terus menatap bibir Via.

Hingga wajahnya pun semakin lama semakin dekat dengan wajah Via. Bibirnya hampir meraup bibir istrinya.

Namun tiba-tiba saja plak...

Telapak tangan Via memukul keras wajah Bintang, hingga Bintang pun memundurkan wajahnya dan mengumpat karena rasa sakit akibat tamparan di wajahnya.

"Pria breng..sek kemari Kau! Aku akan memberimu pelajaran karena sudah menghina ku. Kau pikir Aku tidak berani? Kemari Kau!" Tangan Via terus saja memukul-mukul ke depan, namun matanya masih terpejam. Sepertinya gadis itu tengah bermimpi dalam tidurnya.

"Si..al! Dasar gadis menyebalkan!" gerutu Bintang kesal. Ia pun segera keluar dari kamar Via dengan kesal.

Bintang sendiri tidak menyangka, bagaimana bisa ia hendak mencium bibir Via. Bintang merutuki dirinya sendiri. Ia meyakinkan dirinya bahwa hanya ada Alesha yang bertahta di hatinya.

***

Terpopuler

Comments

FUZEIN

FUZEIN

😂😂😂😂😂astaga...mengigau rupanya

2023-10-06

0

FUZEIN

FUZEIN

Aku pulak yg terkejut ni😂😂😂😂..bayangkan...tiba2 kena penampar tu

2023-10-06

0

Fahri Idris

Fahri Idris

semoga raysia sepupu dari ibunya.. yg TDK diketahui Krn tinggal diluar negri

2022-05-17

2

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!