Eps 10

Via masih menangis meringkuk di samping Bintang yang kini terlelap setelah mengambil hal paling berharga miliknya.

Rasanya dirinya sudah tak berharga lagi setelah apa yang Bintang lakukan padanya. Dia membenci pria di sampingnya, namun perasaan cinta untuk Bintang masih tetap ada

Sungguh Via sangat membenci dirinya sendiri saat ini. Ia tidak dapat mengontrol dirinya untuk tetap mencintai Bintang meskipun jutaan perih yang suaminya torehan dalam hatinya.

Tapi Via harus tetap terus berusaha untuk menghapus rasa di hatinya untuk Bintang. Via ingin sekali segera pergi jauh dari sana. Agar ia tidak lagi merasakan sakit yang teramat sakit seperti yang ia rasakan saat ini.

Via menatap Bintang yang kini terlelap di sampingnya. Ia tidak menyangka Bintang akan tega melakukan itu kepadanya.

Air matanya semakin deras saat mengingat Bintang yang juga melakukan hal yang sama kepada Alesha. Rasanya ia seperti menjadi seorang simpanan saja.

Via memutuskan untuk bangkit. Ia mulai menampakkan kakinya di lantai. Ringisan dan desisan jelas terdengar dari bibir gadis malang tersebut. Rasa sakit di bawah sana masih jelas terasa. Namun Via tidak ingin berada di kamar Bintang terlalu lama. Ia harus segera keluar dari sana.

Dengan langkahnya yang tertatih, Via berjalan dengan melilitkan selimut di tubuhnya. Ia tidak mengenakan pakaiannya karena Bintang sudah mengoyak pakaiannya hingga robek dan tak dapat di kenakan lagi.

Tubuh Via merosot di balik pintu saat ia sampai di dalam kamarnya. Via menangisi nasibnya yang begitu miris.

Namun ia akan tetap berusaha untuk kuat. Semuanya yang ia lakukan adalah untuk ibunya.

"Ibu, Aku akan menahan segala rasa perih ini hanya untuk mu ibu. Via ingin ibu sembuh seperti sedia kala lagi," lirihnya dalam tangisnya.

Via pun melepaskan selimut yang bertengger pada tubuhnya menuju ke kamar mandi.

Via mengguyur tubuhnya menggunakan shower. Merasakan setiap tetesan dan kucuran air yang mengalir dari ujung rambut hingga kakinya.

Via kembali menangis. Ia memikirkan bagaimana kehidupannya nanti setelah berpisah dari Bintang. Akankah ada pria yang akan menerimanya dengan keadaannya yang seperti itu setelah ia berpisah nanti?

Via sudah tidak memiliki apa-apa lagi dalam hidupnya. Bahkan sesuatu yang berharga dan selalu ia jaga telah di renggut oleh suaminya sendiri.

***

Bintang mulai terbangun dari tidurnya saat merasakan hangatnya sinar matahari yang terpancar dari bilik jendela kamarnya.

Bintang terbangun dengan begitu cepat saat ia tengah mengingat sesuatu.

Matanya mengitari seluruh sudut kamarnya seolah tengah mencari sesuatu.

Lalu pandangannya terhenti pada bercak merah di atas sprei miliknya. Bintang juga mendapati pakaian yang terkoyak tengah teronggok di lantai kamarnya.

Perlahan putaran ingatan kejadian semalam kembali memutar dalam otaknya.

Bintang mengepalkan tangannya mengingat keseluruhan kejadian semalam. Tangannya mengepal dan memukuli tempat tidur yang ia duduki saat ini.

"Si..al...! Si..al...!! Kenapa Aku bisa melakukan hal itu padanya?! Alesha tidak boleh tahu mengenai hal ini." Bintang terus saja bergumam. Namun ia kembali menyadari sesuatu.

"Tapi tunggu. Dia tidak pernah melakukan hubungan dengan pria lain. Aku adalah pria pertama yang melakukanya. Argh...!" Bintang merasa begitu menyesal karena telah melakukan hal itu terhadap Via. Namun dalam hatinya yang terdalam Ia senang karena dirinya lah pria pertama yang merenggutnya.

Namun ia kembali berpikir. "Bukankah aku adalah suami sahnya? Jadi wajar bila Aku melakukannya terhadap Istri sah ku," gumamnya kembali. Hatinya mulai menjadi egois.

Bintang pun segera melangkah menuju ke dalam bathroom. Ia ingin membersihkan dirinya setelah semalaman melakukan kegiatan yang begitu panas.

***

Bintang mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya setelah mandi dan sudah rapi.

Sejenak ia menoleh ke arah pintu kamar Via yang masih tertutup. Bintang berpikir Via sudah turun ke bawah untuk sarapan.

Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan.

Bintang mengerutkan keningnya saat tak mendapati Via di ruang makan. Ia pun bertanya kepada pelayan apakah Via sudah sarapan atau belum.

"Apakah Via sudah sarapan pagi ini bik?" tanya Bintang saat ia mulai duduk di kursinya.

"Belum Tuan. Nona Via belum turun sejak tadi. Bibik juga heran Tuan, sebelumnya Nona Via akan bangun lebih awal. Tapi hari ini beliau belum juga turun. Mungkinkah Nona Via sedang sakit Tuan?"

Ucapan pelayan membuat Bintang teringat tentang yang Ia lakukan pada Via semalam.

Ia menyadari bahwa dirinya telah menyakiti fisik istrinya karena sebuah kemarahan. Ia sudah memaksa Via untuk melayaninya tanpa menghiraukan penolakan dari Via.

"Kalau begitu tolong bawakan sarapan Via ke kamarnya bik," perintah Bintang.

"Baiklah Tuan."

Pelayan pun melakukan perintah Bintang membawakan sarapan pagi untuk Via.

***

Bintang pun menyantap sarapan paginya. Namun bayangan saat Via menangis semalam membuatnya tidak berselera untuk melanjutkan makannya.

"Tuan ... Tuan...!"

Pelayan mendatangi Bintang yang masih berada di meja makan dengan terpogoh-pogoh.

"Ada apa bik? Kenapa bibik berlarian seperti itu?" Bintang bertanya dengan mengerutkan keningnya heran.

"Itu Tuan... Nona Via...." Pelayan itu menghentikan ucapannya karena masih mengatur nafasnya akibat berlari dari kamar Via menuju ruang makan.

Sementara Bintang begitu penasaran dengan apa yang akan pelayannya katakan selanjutnya.

"Ada apa bik cepat katakanlah"

"Nona Via Tuan. Nona Via badannya panas sekali," ucap pelayan itu akhirnya.

Bintang terkejut. Iapun segera berdiri dan bergegas meninggalkan ruang makan menuju ke kamar Via.

Bintang membuka pintu kamar Via dan langsung berjalan mendekati Via yang kini berbaring meringkuk di atas kasurnya.

Melihat hal itu rasa kasihan muncul di hati Bintang. Tangannya segera mengulur menyentuh kening Via.

Dan ternyata benar saja. Suhu tubuh Via sangatlah panas. Rasa bersalah muncul di hati Bintang. Mungkinkah Via sakit karena perlakuannya semalam? Bintang terus saja memikirkan hal tersebut.

Bintang pun menekan tombol interkom di kamar Via. Ia menyuruh pelayan untuk mengambilkan air kompres untuk Via.

Tak berapa lama kemudian pelayan datang dengan membawa yang Bintang suruh tadi.

Bintang segera menyuruh pelayan itu membuatkan bubur untuk Via, karena Bintang memutuskan untuk merawat Via sebagai bentuk dari rasa bersalahnya.

"Nanti bawakan bubur dan obat kemari bik!"

"Baiklah Tuan." Pelayan segera keluar dari sana dan melakukan perintah Bintang.

"Aku membenci mu... Kau sama saja seperti dia yang sudah meninggalkan ku dan ibu. Aku membenci mu Bintang," ucap Via mengigau.

Sementara Bintang terdiam mendengar Via yang mengigau. Mungkin itu terjadi karena saking panasnya suhu tubuh Via.

"Kenapa melihat mu yang seperti ini membuat ku begitu kasihan kepada mu? Sebenarnya Kau itu gadis yang baik atau buruk Via?" Gumam Bintang seraya mengompres kening Via.

Tak berapa lama kemudian, pelayan kembali memberikan satu mangkuk bubur dan obat kepada Bintang.

"Terimakasih bik," ucap Bintang.

"Kalau begitu Saya permisi Tuan. Semoga Nona Via segera sembuh," ucap pelayan itu tulus. Ia pun segera pergi meninggalkan kamar Via.

Bintang pun berusaha untuk membangunkan Via agar dapat memakan buburnya dan meminum obatnya.

Namun Via sepertinya begitu lemas. Bahkan ia masih saja mengigau.

"Kenapa Kau selalu menyusahkan ku saja!" Bintang berkata dengan menggelengkan kepalanya. Bintang harus membuat Via memakan buburnya dan meminum obatnya. Ia terus saja berpikir bagaimana caranya.

Bintang mendapatkan sebuah ide. Tapi ia masih begitu ragu melakukannya. Namun itulah pilihan terakhirnya agar Via bisa meminum obatnya.

Bintang akhirnya akan melakukan apa yang ada di otaknya. Dengan hati-hati Bintang sedikit mendudukkan tubuh Via

dengan menyenderkan tubuh istrinya pada bantal yang sudah ia susun.

Bintang mulai menyuapkan bubur itu kedalam mulutnya, kemudian menempelkan bibirnya pada bibir Via. Memasukkan bubur itu kedalam mulut istrinya hingga Via menelannya. Begitulah seterusnya hingga bubur itu pun hampir tandas.

Bintang juga menggunakan metode tersebut untuk meminumkan obat kepada Via.

Dan alhasil semua metodenya berhasil. Bintang merasa lega karena Via sudah meminum obatnya.

"Semoga dengan semua ini bisa mengurangi rasa bersalah ku padamu," ucap Bintang seraya membalikkan kain kompres di kening istrinya.

***

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

🤣🤣🤣

2023-02-14

0

susi 2020

susi 2020

😂🤣😂

2023-02-14

0

Rosy

Rosy

semoga dg kejadian ini hati bintang sedikit melunak...☺️
selalu setia nunggu up nya Thor....💪💪

2022-05-12

2

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!