Eps 11

Bintang tak hentinya membalikkan kompres yang ada di kening Via. Matanya terus menatap wajah Via yang terlihat nampak begitu gelisah dalam tidurnya.

Beberapa saat kemudian, Via mulai tenang dalam tidurnya. Bulir-bulir keringat pun mulai terlihat.

Bintang merasa lega karena suhu tubuh Via sudah mulai menurun.

"Syukurlah panasnya sudah reda. Jangan pernah membuat ku khawatir lagi Via. Karena Kau bukan wanita yang pantas untuk ku khawatirkan," ucap Bintang masih dengan menatap Via.

Ponsel Bintang pun bergetar pertanda pesan masuk. Bintang mengalihkan pandangannya dari Via dan menatap ponselnya.

Sebuah senyum terukir di sudut bibirnya saat melihat satu pesan dari Alesha. Alesha mengajaknya untuk bertemu.

Bintang menatap Via sejenak. Karena dirasa Via sudah sembuh, Bintang pun bergegas meninggalkan istrinya untuk bertemu dengan kekasihnya yaitu Alesha.

Sampai di bawah, Bintang menyuruh pelayan untuk menjaga Via di kamarnya sebelum ia meninggalkan rumahnya.

Egois bukan? Di saat seorang istri sakit, bukannya menemaninya, tapi Bintang malah pergi menemui wanita lain.

***

"Sayang, Aku merindukanmu," ucap Bintang saat mulai duduk di kursi sebuah cafe.

Alesha menyuruh Bintang untuk pergi menemuinya di cafe tempat biasa mereka bertemu. Ada sesuatu yang ingin Alesha katakan.

"Aku juga merindukanmu sayang," ucap Alesha tersenyum manis.

Bintang meraih kedua punggung tangan Alesha dan mengusapnya dengan lembut.

"Kenapa Kau ingin bertemu sayang, apakah ada sesuatu yang penting?" tanya Bintang.

"Ya, ini sangat-sangat penting sayang. Agensi PQ telah menghubungi ku," ucap Alesha begitu girangnya.

Namun Bintang masih belum menangkap arti ucapan Alesha. Ia pun mengerutkan keningnya.

"Lalu?"

"Kau tahu sayang kalau sejak kecil Aku selalu bermimpi untuk menjadi seorang model internasional. Dan Agensi PQ adalah Agensi paling terkenal seluruh dunia. Mereka menghubungi ku dan menerima lamaran ku beberapa waktu lalu sayang. Bukankah itu adalah hal besar yang patut di banggakan?" Alesha terlihat nampak begitu girangnya.

Sementara Bintang mulai dapat menangkap dari ucapan Alesha. Raut wajah Bintang berubah dingin.

"Dan Kau menerimanya Al?"

"Tentu saja. Ini adalah mimpi ku sayang. Mereka mengajukan kontrak selama satu tahun kepada ku. Bukankah ini hal yang luar biasa sayang?"

"Jadi Kau mau meninggalkan ku sendirian Al? Kalau Aku mengatakan Aku tidak mengizinkan mu, apa Kau akan menuruti ku?" Bintang merasa tidak setuju.

"Sayang, tolong mengertilah. Satu tahun itu tidak lama. Dan ini adalah impian ku. Lagipula kontrak pernikahan mu dan Via juga masih satu tahun lagi kan. Jadi nanti setelah Aku kembali, kita bisa langsung menikah sayang," bujuk Alesha.

"Kau menganggap satu tahun itu tidak lama, tapi menurutku sangat lamaran sayang. Apa yang akan ku lakukan tanpa mu nanti?!"

"Begini saja. Bagaimana kalau setiap dua Minggu sekali Aku akan pulang untuk menemui mu," tawar Alesha.

Bintang nampak terdiam. Lalu ia menganggukkan kepalanya pelan. Sebenarnya ia tidak setuju. Namun ia tidak bisa melarang Alesha yang sudah sangat senang mendapatkan kesempatan itu.

"Terimakasih sayang. Aku sangat mencintaimu," ucap Alesha senang.

"Oh iya sayang, nanti malam Aku akan menemani ayah datang ke acara perjamuan di kantor mu. Kita akan bertemu di sana."

"Tapi Mama dan Papa juga akan hadir di sana sayang. Jadi kita harus menjaga sikap kita nanti," ucap Bintang.

"Tentu." Alesha pun memeluk lengan Bintang dengan manjanya.

***

Sementara di rumah Bintang. Saat ini Via mulai terbangun.

"Emh...." Via memegangi kepalanya yang masih sedikit terasa berat.

"Anda sudah bangun Nona? Syukurlah. Saya sangat khawatir dengan keadaan Nona, alagi Tuan Bintang. Beliau begitu mengkhawatirkan Anda tadi," ucap pelayan yang sudah menunggui Via.

Via mengerutkan keningnya mendengar ucapan pelayan. "Memangnya Aku kenapa bik? Kenapa bibik mengkhawatirkan ku?" ucap Via bingung. Ia tidak sadar bahwa dirinya demam. Karena semalam yang ia ingat, setelah membersihkan tubuhnya, Via tidur dengan menangisi nasibnya.

"Anda tadi demam Nona. Dan Tuan Bintang yang sudah merawat Anda hingga suhu tubuh Anda menurun," jelas pelayan.

"Benarkah pria breng..sek itu yang sudah merawat ku? Mana mungkin?" ucap Via dalam hati. Via tidak percaya dengan ucapan pelayan.

"Baiklah, kalau begitu bisakah bibik keluar. Aku ingin mandi, tubuh ku rasanya penuh dengan keringat bik," pinta Via.

"Baiklah Nona. Sebaiknya jangan lama-lama mandinya. Bibik takut sakit Nona akan kambuh lagi. Kalau begitu Saya permisi Nona. Bibik akan membuatkan makanan untuk Nona."

"Baiklah bik, terimakasih."

Via pun langsung menuju ke dalam bathroom untuk membersihkan tubuhnya yang menurutnya penuh dengan keringat.

Via masih memikirkan ucapan pelayan yang mengatakan bahwa Bintang yang sudah merawatnya saat dirinya demam.

Benarkah itu? Mungkin saja Bintang melakukannya karena merasa bersalah terhadapnya atas yang Bintang lakukan padanya. Begitulah pikir Via.

Via tidak ingin memikirkannya. Ia akan berusaha untuk melupakan kejadian naas yang menimpanya. Menyimpannya dalam-dalam dan juga akan melupakan cintanya untuk Bintang. Mampukah Ia melakukannya?

Setelah selesai mandi, Via pun segera mengenakan pakaiannya. Via mengambil ponselnya dan menghubungi Rony bahwa dirinya izin untuk tidak bekerja hari ini.

Via kembali meletakkan ponselnya setelah mengirimkan pesan kepada Rony. Lalu ia segera turun karena merasa sedikit lapar.

Via mulai menuruni anak tangga menuju dapur. Ia ingin membantu para pelayan untuk menyiapkan makan siang.

Namun Via menghentikan langkahnya saat melihat pria yang sudah merenggut mahkotanya tengah menatapnya dari arah lain.

Bintang sudah kembali. Ia membawa sesuatu di tangannya. Bintang terkejut melihat Via yang berdiri tak jauh darinya dan juga menatapnya.

Namun Via segera memutuskan pandangannya dan berjalan pergi dari sana. Semua itu membuat Bintang begitu yakin bahwa Via pasti sangat marah kepadanya karena perbuatannya.

Tapi menurut Bintang, yang ia lakukan bukanlah kesalahan. Karena Via adalah istri sahnya. Tapi ia harus merahasiakan semua itu dari kekasihnya.

Bintang pun berjalan menuju ke arah Via melangkah. Ia ingin menyampaikan bahwa ia akan mengajak Via untuk pergi dengannya ke acara perjamuan nanti malam.

Di lihatnya Via yang kini tengah membantu pelayan memasak di dapur. Bintang melihat Via begitu lihai memasak bahan masakan di depannya.

Ada rasa kagum dalam hati Bintang. Namun ia segera menepisnya, karena Via tidak pantas untuk ia kagumi.

Bintang pun mengalihkan pandangannya dan segera menuju meja makan menunggu Via menyelesaikan masaknya.

Sementara Via merasa begitu kesal saat melihat Bintang yang berada di meja makan. Via berpikir mungkinkah Bintang sengaja menunggu dirinya disana? Via segera menepisnya. Karena tidak mungkin Bintang menunggunya. Pasti pria itu berada di sana karena merasa lapar.

Bintang hanya menatap Via yang sibuk menyiapkan hidangan makanan di depannya. Via tak menatapnya sama sekali, seperti tak menganggap Bintang berada di sana.

Dan itu membuat Bintang merasa begitu kesal.

"Pakailah ini nanti malam." Bintang menyodorkan paper bag kepada Via yang kini duduk.

Via mengerutkan keningnya menatap paper bag tersebut. Namun suara Bintang kembali terdengar.

"Jangan salah paham. Nanti malam ada pesta perjamuan di perusahaan. Mama dan Papa juga akan hadir di sana. Aku tidak ingin mereka curiga kalau Aku tidak mengajakmu datang. Jadi Kau harus datang bersama ku nanti malam. Dan kenakan pakaian ini!" terang Bintang.

Via menghembuskan nafasnya mendengar penuturan Bintang. Semua karena mertuanya, mana mungkin Bintang akan mengajaknya tanpa suatu alasan.

Via kembali melanjutkan aktivitasnya untuk mengambil makanan untuknya. Saat ini ia sudah sangat lapar. Ia seakan mengabaikan perkataan Bintang. Dan itu membuat Bintang pun semakin kesal.

"Apa Kau tuli! Aku sedang berbicara dengan mu! Hargailah orang lain yang sedang berbicara dengan mu!" Bintang mulai meninggikan suaranya karena merasa Via mengabaikan dirinya sejak tadi.

Via memejamkan matanya sejenak. Lalu ia menatap nanar Bintang di depannya.

"Kau ingin Aku menghargai mu Tuan Bintang?! Kalau begitu hargailah orang lain terlebih dahulu sebelum Kau mengatakan itu kepada ku," ucap Via dengan sinisnya.

"Kau!" Bintang merasa sangat kesal. Namun ia juga menyadari akan kesalahannya yang sudah melanggar perjanjian kontrak pernikahan di antara mereka. Hingga membuatnya tidak meneruskan ucapannya.

Via hanya menatap Bintang acuh. Lalu ia pun segera mengambil makan siangnya dan tak menghiraukan Bintang yang nampak kesal.

Bintang hanya bisa mendengus kesal. Melihat hidangan makan siang yang terlihat begitu menggiurkan di depannya. Bintang pun merasa lapar, karena tadi ia tak sempat makan di cafe bersama Alesha.

"Ambilkan makanan untuk ku!" Perintah Bintang kepada Via.

"Maaf Tuan Bintang, tapi bukankah Kau memiliki tangan untuk mengambil makanan mu sendiri? Kau pernah menolak makanan yang ku siapkan untuk mu. Jadi, silahkan ambil makanan mu sendiri," ucap Via.

Bintang kembali teringat dirinya yang pernah menolak makanan yang Via hidangkan kepadanya. Ya, ucapan Via benar adanya.

Namun Bintang tetap saja merasa kesal karena Via membantahnya.

Andai saja bukan Via yang memasak hari ini. Bintang pasti langsung pergi dari hadapan Via. Tapi Bintang tahu masakan Via sangatlah enak. Jadi ia pun bertahan di sana walaupun dirinya kesal.

Bintang tidak ingin melewatkan masakan Via yang enak setelah lama ia tidak merasakannya.

***

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

😍😍😍🤫

2023-02-14

0

susi 2020

susi 2020

🥰🥰🥰

2023-02-14

0

melany intan

melany intan

lanjut tor semangat

2022-05-14

2

lihat semua
Episodes
1 Eps 1
2 Eps 2
3 Eps 3
4 Eps 4
5 Eps 5
6 Eps 6
7 Eps 7
8 Eps 8
9 Eps 9
10 Eps 10
11 Eps 11
12 Eps 12
13 Eps 13
14 Eps 14
15 Eps 15
16 Eps 16
17 Eps 17
18 Eps 18
19 Eps 19
20 Eps 20
21 Eps 21
22 Eps 22
23 Eps 23
24 Eps 24
25 Eps 25
26 Eps 26
27 Eps 27
28 Eps 28
29 Eps 29
30 Eps 30
31 Eps 31
32 Eps 32
33 Eps 33
34 Eps 34
35 Eps 35
36 Eps 36
37 Eps 37
38 Eps 38
39 Eps 39
40 Eps 40
41 Eps 41
42 Eps 42
43 Eps 43
44 Eps 44
45 Eps 45
46 Eps 46
47 Eps 47
48 Eps 48
49 Eps 49
50 Eps 50
51 Eps 51
52 Eps 52
53 Eps 53
54 Eps 54
55 Eps 55
56 Eps 56
57 Eps 57
58 Eps 58
59 Eps 59
60 Eps 60
61 Eps 61
62 Eps 62
63 Eps 63
64 Eps 64
65 Eps 65
66 Eps 66
67 Eps 67
68 Eps 68
69 Eps 69
70 Eps 70
71 Eps 71
72 Eps 72
73 Eps 73
74 Eps 74
75 Eps 75
76 Eps 76
77 Eps 77
78 Eps 78
79 Eps 79
80 Eps 80
81 Eps 81
82 Eps 82
83 Eps 83
84 Eps 84
85 Eps 85
86 Eps 86
87 Eps 87
88 Eps 88
89 Eps 89
90 Eps 90
91 Eps 91
92 Eps 92
93 Eps 93
94 Eps 94
95 Eps 95
96 Eps 96
97 Eps 97
98 Eps 98
99 Eps 99
100 Eps 100
101 Eps 101
102 Eps 102
103 Eps 103
104 Eps 104
105 Eps 105
106 Eps 106
107 Eps 107
108 Eps 108
109 Eps 109
110 Eps 110
111 Eps 111
112 Eps 112
113 Eps 113
114 Eps 114
115 Eps 115
116 Eps 116
117 Eps 117
118 Eps 118
119 Eps 119
120 End
121 Season 2
122 (Season 2) bab 2
123 Bonus part
124 (Season 2) bab 4
125 (season 2) bab 5
126 promosi karya baru
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Eps 1
2
Eps 2
3
Eps 3
4
Eps 4
5
Eps 5
6
Eps 6
7
Eps 7
8
Eps 8
9
Eps 9
10
Eps 10
11
Eps 11
12
Eps 12
13
Eps 13
14
Eps 14
15
Eps 15
16
Eps 16
17
Eps 17
18
Eps 18
19
Eps 19
20
Eps 20
21
Eps 21
22
Eps 22
23
Eps 23
24
Eps 24
25
Eps 25
26
Eps 26
27
Eps 27
28
Eps 28
29
Eps 29
30
Eps 30
31
Eps 31
32
Eps 32
33
Eps 33
34
Eps 34
35
Eps 35
36
Eps 36
37
Eps 37
38
Eps 38
39
Eps 39
40
Eps 40
41
Eps 41
42
Eps 42
43
Eps 43
44
Eps 44
45
Eps 45
46
Eps 46
47
Eps 47
48
Eps 48
49
Eps 49
50
Eps 50
51
Eps 51
52
Eps 52
53
Eps 53
54
Eps 54
55
Eps 55
56
Eps 56
57
Eps 57
58
Eps 58
59
Eps 59
60
Eps 60
61
Eps 61
62
Eps 62
63
Eps 63
64
Eps 64
65
Eps 65
66
Eps 66
67
Eps 67
68
Eps 68
69
Eps 69
70
Eps 70
71
Eps 71
72
Eps 72
73
Eps 73
74
Eps 74
75
Eps 75
76
Eps 76
77
Eps 77
78
Eps 78
79
Eps 79
80
Eps 80
81
Eps 81
82
Eps 82
83
Eps 83
84
Eps 84
85
Eps 85
86
Eps 86
87
Eps 87
88
Eps 88
89
Eps 89
90
Eps 90
91
Eps 91
92
Eps 92
93
Eps 93
94
Eps 94
95
Eps 95
96
Eps 96
97
Eps 97
98
Eps 98
99
Eps 99
100
Eps 100
101
Eps 101
102
Eps 102
103
Eps 103
104
Eps 104
105
Eps 105
106
Eps 106
107
Eps 107
108
Eps 108
109
Eps 109
110
Eps 110
111
Eps 111
112
Eps 112
113
Eps 113
114
Eps 114
115
Eps 115
116
Eps 116
117
Eps 117
118
Eps 118
119
Eps 119
120
End
121
Season 2
122
(Season 2) bab 2
123
Bonus part
124
(Season 2) bab 4
125
(season 2) bab 5
126
promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!