di malam hari yang seharusnya sunyi tpi tidak di kediaman keluarga Winata.
kesunyian itu di pecah kan tawa yg menggelegar di ruangan keluarga.
" hahahaha " tawa pecah dari ridho
" apa kah bng GK capek dari tdi ketawa aja" tnyk dhinda malas
" engk abng blm puas hahah..." masih dngn tawa nya
sudah setengah jam ridho tidak berhenti tertawa sampai iya bener2 sakit perut baru berhenti.
" apakah sudah memertawain aku " ucap lista malas
dia bosen sudah setengah jam ia berada di ruangan keluarga hanya untuk mendengarkan tawa dari abng nya saja.
" belum sih tpi karna perut abng sakit jadi besok aja lgi hahaha " jawab ridho masih di sela tawa nya
sedang kan yg lain hanya bisa mengeleng2 kan kepala melihat ridho tak berhenti2 memertawain Clista karna masuk pesantren
" lista beneran mau masuk pesantren sama dhinda " tnyk bunda lembut pada lista
" iya Bun, sekalian biar bisa jaga dhinda juga "
" tpi nanti kamu GK bisa bebas dong " goda ridho pada lista
sedang kan orng yg di goda sangt malas menanggapi nya.
" jdi apakah bunda dan ayah izin kan kita berdua pergi " tnyk lista Tampa memperdulikan ridho.hal itu membuat ridho kesel.
sedangkan satria dan Radit hanya bisa menahan tawa melihat ridho dikacangin.
" ayah dan bunda izin kan lista dan dhinda pergi, tpi dhinda dan lista harus selalu jaga kesehatan di sana,jangan lupa makan termasuk kamu lista " jawab ayah dilan memperingati kedua putri nya
" jangan lupa sekali2 hubungi kami di sini dan jangan lupa kan bunda " ucap bunda sedih
" iya,yah dhinda akan selalu mengingat kan Kaka agar selalu makan " ucap dhinda
" Bunda tenang saja kita berdua GK bakal lupain bunda,ayah dan abng2 lista yg ganteng ini " timpal lista sambil menatap kearah keluarga nya itu
" kalau bunda kangen,bunda bisa datang dengan ayah atau abng ke pesantren " tambah dhinda tak tega melihat bunda nya sedih
" iya Bun " ujar satria dan di anggukan mereka semua
" iya " jawab bunda pasrah
" yaudah ayok kita semua tidur udah malam juga, kalian juga baru pulang dari Bandung tpi sama sekali blm ada istirahat " ucap ayah perhatian
" itu semua gara2 bng ridho " jawab dhinda kesel
" kok abng " jawab tak terima
" iya lah abng siapa lgi, kan abng yg engk memperbolehkan kan kmi masuk kekamar " jawab dhinda tak mau kalah
" tap...".blm sempat ridho menyelesaikan ucapan nya sudah di potong oleh ayah
" sudah GK usah berantem , udah malam cepat kembali kekamar masing2 " ucap ayah tegas
" iya ayah " kompak mereka
mereka pun kembali ke kamar masing2 untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
keesokan hari nya dimana cuaca cerah.
termasuk secerah dan se harmonis keluarga Winata.
tapi tidak dengan keluarga Hermawan bagi nya dunia cerah tak secerah hati raisah.
dia masih sibuk mencari keberadaan anak tiri nya itu( Clista dan dhinda ).
sudah beberapa minggu ini dia menyuruh orng bayaran untuk mencari mereka berdua tpi sama sekali tidak menjumpai mereka setelah kejadian malam itu.
" sebenarnya di mana mereka berdua " gumam raisah kesel tak menemukan mereka berdua
" apakah Mama masih mencari dua orng sialan itu " tnyk via yg masih mendandani muka nya dengan bedak yg tebal
" iya "
" seperti nya mereka mempunyai persembunyian yg sangat bagus sehingga orng
suruhan mama tidak bisa menemukan nya "
ucap via sambil mengoles Liftik ke bibir nya dengan tebal sehingga membuat penampilannya seperti tante2 yg sudah mempunyai anak dua
" mungkin " jawab raisah pelan
sambil berfikir dimn mereka bersembunyi
" sudah lah ma, dari pada memikirkan mereka mending kita belanja menghabiskan uang tua Bangka itu " ujar via pada raisah
" hemm, benar "
" ayok kita pergi " tambh raisah lgi
" ayok " jawab via sambil melenggak lenggok dengan pakaian yg mini, membuat lekukan nya terlihat sama seperti raisah
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments