BAB 18

seminggu lebih pun berlalu bersama keluarga Winata dan dimana hari ini adalah hari yg tidak pernah Clista inginkan yaitu harus pergi ke bandung untuk menambah ilmu agama di pesantren Al-Ikhlas atas permintaan dhinda.

"masyaallah cantik nya anak bunda " kagum bunda saat melihat Clista dan dhinda memakai hijab dan memakai baju gamis

" makasih bunda " ucap mereka

" anak ayah juga Bun" ujar ayah yg tak mau ketinggalan

" eh adx abng juga " sahut mereka bertiga kompak

" iya..iya anak ayah dan adx abng2 ganteng ini " ujar bunda

" sayang bunda udah siap kan baju gamis dan jilbab, bnyk di koper kalian masing2 "

" kenapa banyak sekali bunda " tnyk dhinda saat melihat baju di koper nya

" Gkpp, biar anak bunda lebih cantik"

" makasih ya Bun "

" sama2 sayang "

" sayang jaga baik2 diri kalian berdua disana" ucap bunda sedih karna pisah dngn kedua putri angkat nya yg sudah di anggap seperti putri kandung nya sendiri.

" jaga kesehatan disana " timpal ayah

" iya Bun, yah tenang aja lista akan jaga dhinda " ujar Clista

" bukan harus dhinda saja yg harus jaga kesehatan tpi kamu lista " ujar satria

" iya "

" yaudah ayok pergi nanti keburu siang " ucap ridho

Clista dan dhinda memang pergi dengan ridho, entah setan apa yg merasukinya iya sangat ingin mengantar kedua adx nya itu.

sedangkan Clista pasrah dngn abng nya itu,iya tau klau abng nya ini blm puas selalu meledek nya setiap hari.

" yaudah kami pergi dulu yah,Bun dan abng2 dhinda yg ganteng " ucap dhinda centil saat menyebut ' ganteng '

hal itu mengundang gelak tawa dari mereka

setelah itu lista dan dhinda memeluk mereka satu persatu.

" ridho ,lista dan dhinda pamit bun, yah dan bng ,assalamualaikum "

" waalaikumsalam " jawab mereka

" hati hati sayang " ujar bunda

mereka bertiga hanya mengangguk tanda mengerti

******

" hemm, abng habis nganterin kita abng mau kemana " tnyk dhinda yang saat ini sudah berada di mobil

" mungkin abng cuma keliling Bandung sebentar baru pulang "jawab ridho yg masih fokus nyatir

" Oo, gitu "

setelah itu tidak ada pembicaraan di dalam mobil hanya suara kendaraan lain

*****

setelah beberapa jam menuju ke pesantren akhir nya mereka sampai.

" apakah ini dex pesantrennya " tnyk ridho sambil melihat suasana pesantren

" iya bng ini" jawab dhinda semangat

" hemm, lumayan " saat melihat pemandangan yg indah

" yaudah ayok kita masuk " jawab ridho

sebelum nya mereka sudah melewati gerbang dan sekarang mereka sudah di wilayah pesantren.

" ayok" ujar dhinda sambil menggandeng mereka berdua

" apakah dhinda tau juga di mana letak ruang pendaftaran nya " tnyk ridho

" hehehe engk " ucap nya dengn cengengesan

" hadeh, yaudah kita tanyak aj" ujar ridho

mereka hanya mengangguk kecil

" assalamualaikum , maaf mengganggu apakah tau letak ruangan pendaftaran " tnyak ridho kepada santriwati yg baru lewat

" waalaikumsalam, apakah mau mendaftar " tnyk santriwati yg bernama Anggi

" iya "

" yaudah ayok ikuti saya, saya juga ada urusan di sana " ucap Anggi yg lgi bawa berkas2 ( entah apa isi nya author pun GK tau )

mereka pun mengangguk dan mengikuti Anggi ke ruangan pendaftaran

tok..tok..tok..

" assalamualaikum " ucap Anggi setelah sampai di ruangan pendaftaran

" waalaikumsalam " ucap dari dalam

' CLEK ' pintu terbuka

" ada apa anggi" tnyk ustad Fiki melihat ke arah anggi

" ini ustad, mereka mau mendaftar jadi santriwati baru " ucap Anggi

Fiki pun melihat mereka bertiga, dan mengenal mereka walau pun menggunakan hijab kecuali ridho, langsung mempersilahkan mereka masuk termasuk Anggi.

" silahkan masuk " ucap Fiki

" terimakasih"

mereka pun masuk dan terlihat di sana ada ustad Rifqi lgi melihat berkas2 santri-santri baru.

" siapa Fiki " tnyak Rifqi Tampa menoleh ke arah mereka

" ini mereka berdua ingin mendaftar " ujar Fiki sengaja tidak menyebut nama mereka berdua

agar sepupu nya sekaligus bos nya itu terkejut melihat siapa yg datang.

Fiki tau klau Rifqi suka sama Clista karna melihat dari tatapan nya saat di kafe.

" silahkan duduk dan isi fomulirnya " ucap nya masih dengn kertas di depan

" hemmm" dehem ridho keras merasa di abai kan

sontak Rifqi langsung melihat ke arah mereka.dan di saat itu juga Rifqi langsung terpaku melihat siapa yg di depan nya.

" Hem, silah kan duduk " ucap Rifqi menetral kan keterkejutan nya dan ke kagumannya

saat melihat pujaan hati memakai hijab yg

dan Tampa mek-up sedikit pun terlihat sangat cantik.

BERSAMBUNG...

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!