Pertemuan Dengan Keluarga Winata

" hiks...hiks..hiks" Tangis Dinda pecah setelah kepergian mereka.

" Udah ya gak usah nangis lagi, ayo kita pergi. " Ucap Calista lembut.

Dinda pun mengangguk dan langsung menghapus air mata nya

Sebenarnya dari beberapa tahun lalu Calista sudah pernah mengajak Dinda keluar dari rumah neraka ini karena ia sudah mempunyai usaha sendiri, tapi Dinda menolak beralasan papanya akan berubah baik. Calista hanya pasrah melihat keteguhan Dinda.

Sampai Calista berumur 17 dan Dinda 15 tahun dan sekarang papanya sendiri yang mengusir mereka. Dalam hati Dinda iya sangat kecewa. Berarti selama bertahun-tahun harapan musnah begitu saja.

****

mereka berdua sekarang berada dalam taksi. Namun dalam perjalanan mereka tak sengaja melihat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak pohon hingga tumbang.

Calista, Dinda dan supir yg melihat itu langsung turun, awalnya supir melarang karena mobilnya akan meledak. Tapi bukan Calista dong nama nya ,ia sangat keras kepala.

" Tolong! " Suara wanita dalam mobil tersebut pelan.

Supir pun dengan cepat membuka pintu dengan sekuat tenaga nya.

" Brak!.. " Pintu pun terbuka secara paksa.

Terlihat dua orang lawan jenis yang di yakini suami istri. Mereka terlihat lemas dengan darah di sekelilingnya.

" Sabar ya buk. pak! bawa suami nya ke mobil dan saya dan Dinda membawa istrinya.n" Ucap Calista tegas.

" Baik. " supir itu sama sekali tidak membantah dia dengan sigap langsung membawa pria itu ke dalam mobilnya.

Tak berselang lama setelah menjalan kan mobil mereka. Tiba-tiba suara ledakan terdengar nyaring.

'Duar!!!! ' mobil suami istri itu pun meledak.

*****

" Dokter tolong dok. "

" dokter! dokter! "

Teriak Dinda dan supir setelah sampai di rumah sakit ' cahaya'. sedangkan Calista jangan di tanyak gam bakal Mau mengeluarkan kan suaranya emasnya.

dokter dan suster pun buru-buru menghampiri mereka. Salah satu dokter itu terkejut melihat ayah dan bundanya.

" AYAH!,BUNDA! " Teriak dokter Radit Yang sama sekali tidak menyangka kalau itu orang tuanya.

Bunda yang masih sadar pun memanggil anak nya.

" Sayang. " ucap lemah

" ayah , bunda sabar ya Radit bakal nolongin kalian. " ucap radit dengan buru-buru. Wajahnya khawatir terlihat jelas.

" Cepat bawa keruangan UGD. " perintahnya tegas.

" ba..baik dokter" gagap suster.

mereka tau yang kecelakaan ini adalah pemilik rumah sakit. Bagaimana mereka bisa tidak gugup? mereka pun membawa keruang UGD.

Saat calista dan Dinda ingin pergi namun di hentikan oleh Radit

" ada apa." Calista menaikan salah satu alisnya.

" Kalian berdua jangan pulang dulu, ada yg ingin saya bicarakan " Setelah mengucap kan itu Radit pun pergi dengan terburu buru.

Calista dan Dinda terpaksa menunggu, sedang kan supir taksi sudah pergi dari tadi.

****

Sudah setengah jam mereka menunggu namun belum juga dokter Radit keluar.

Tak!

Tak!

Tak!

Suara kaki menggema di sepanjang lorong rumah sakit. Calista dan Dinda yang melihat dua pemuda tampan menuju ke arah mereka.

Setelah sampai terdengar suara dingin tertuju ke mereka berdua

" apa kah kalian yang membuat ayah dan bunda ku masuk rumah sakit? " tanyanya namun terdengar seperti tuduhan.

Dinda yang mendengar itu ketakutan, tidak dengan Calista baginya itu biasa saja, sedang dia bisa lebih dingin dari itu.

" bang satria kita kan belum tau mereka pelakunya atau tidak. " Ucap ridho agar abangnya tidak asal berbicara.

yah, mereka adalah satria Winata dan ridho winata. Mereka adalah anak 'dilan Winata' dan 'Kirana Winata'. Saat mereka mendapat kabar dari radit tentang kecelakaan bunda dan ayah Mereka langsung menuju rumah sakit.

" Apa kalian pelakunya atau tidak." dingin satria yang tidak mengindahkan ucapan ridho.

" Bu..bukan bang kami yang menolong Tante dan paman tadi." ucap Dinda ketakutan.

" Apa bener? " Seru satria menyelidiki. Masih belum percaya apa yang di katakan Dinda.

" Bodoh." Satu kata keluar dari mulut Calista. Jelas, singkat, padat dan pedas.

" apa kata mu! " marah satria yang tidak terima.

" Tak ku sangka seorang CEO di perusahaan 'Winata' sangat bodoh. " ucap Calista tanpa ekspresi sama sekali.

Sebelumnya Calista sudah mencari tau siapa yang mereka tolong. Ternyata orang yang sangat berpengaruh di negara ini. Sebelum Radit dan ridho menjawab,

Calista duluan memotongnya.

" Mana mungkin kami mencelakakan ayah dan bunda kalian, kalau pun pelaku nya sudah di pasti kami tidak ada di sini, tapi kami di Balik jeruji besi. "

mereka berdua terdiam , benar juga yang di ucap kan gadis itu dan termasuk kata bodoh pikir mereka berdua.

" Baru kali ini gue jadi bodoh di hadapan bocah." batin satria

" Maaf kan kami karena kami telah menuduh kalian berdua." ucap pelan satria. Walaupun dia sempat bersikap dingin namun Kalau dia bersalah maka dia tidak akan segan untuk meminta maaf.

Tidak ada sautan dari lista. "..."

" Oh tidak apa apa." jawab Dinda tersenyum, kalau menunggu kakaknya yang menjawab mungkin akan membutuhkan waktu yang lama.

suara pintu terbuka membuat pandangan mereka tertuju pada pintu.

" Gimana keadaan bunda dan

ayah? " Tanya satria dan ridho bersamaan.

.

.

terima kasih telah mau membaca cerita khayalan saya ini

jngan lupa like, komen, favorit, kasih 🌹 dan bintang 5.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!