mereka semua berjalan sampai di lantai dua. Kedatangan mereka rombongan membuat mereka menjadi pusat perhatian. Karena pakaian yang sangat tertutup membuat para pengunjung menjadi penasaran. Selain itu adanya pemuda tampan juga salah satu alasan para wanita tidak bisa berkedip melihatnya.
Di saat sampai lagi lagi terdengar suara tidak terima dari via. Wanita yang sudah kepala empat lebih itu seperti anak kecil yang meminta mainan pada ayahnya. Apa bila tidak di turuti dia akan menangis.
" Jadi kamu mau nya apa sayang? " Abi ahmad dengan sabar melihat tingkah istrinya.
" Aku mau nya yg paling atas Abi " rengek Vita memeluk Ahmad, di saat hamil dia seperti tidak ingat dia siapa.
" Tapi Tante kalau gak salah itu ruangan khusus yang punya kafe. kita tidak bisa sembarang masuk begitu saja. " Rifqi sedikit mengetahui tentang kafe yang viral ini. Awalnya dia tidak berniat untuk datang namun melihat desakan tantenya ini mau tidak mau Rifqi ikut juga.
" iya umi, enggak ada yang bisa masuk selain pemilik nya. " timpal Fiki agar bisa membuat uminya mengerti.
" Tapi umi nya mau lantai 3 " rengek umi Vita, wanita satu ini saat mengidam memang ada saja tingkahnya yang membuat mereka pusing.
'hah' semua nya menghela nafas kasar. Mereka bingung harus apa? Berbicara dengan orang hamil memang sudah. Bila tidak di turuti dia akan menangis atau tidak mau berbicara sama sekali.
" bagaimana kalau kita keruangan manager dulu mana
tau bisa membooking lantai atas. " ide Fiki yang tiba-tiba terlintas di pikiran.
" iya benar kata Fiki. " ujar Abi Surya, ayah Rifqi. Yang dari tadi diam kini membuka suara.
Mereka pun langsung bertanya kepada pelayan yang baru saja melintas di depan mereka.
" mbak. " panggil umi Aisah
" iya , ada yg bisa saya bantu " ucap pelayan itu dengan sopan.
" saya mau nanya dimana rungan Manager ini? "
" oh..di sebelah sana buk." Pelayan menunjuk suatu ruangan yang agak berbeda dari yang lain.
" terima kasih ya"
" sama-sama, kalau gitu saya permisi. " Mereka hanya mengangguk kecil tanda menjawab.
" Ayok kita keruangan Managernya. " Ucap umi Vita semangat, sambil berlari kecil.
" jangan lari- lari umi. " ucap Abi dan Fiki bersamaan.
*****
Mereka pun sampai di ruangan Manager dan langsung mengetok nya.
Tok...Tok...Tok..
" Assalamualaikum, permisi " ucap mereka.
" Waalaikumsalam " ucap seseorang dari dalam.
" ada apa ya? " ucap Rio Manager kafe, setelah membuka pintu melihat ada banyak orang di depannya ruangannya.
" saya ingin bertemu dengan Manager disini. " ucap Abi Surya sopan.
" Dengan saya sendiri, sebaik nya masuk kita bicarakan di dalam, tidak sopan berbicara di depan pintu." Mereka pun hanya mengangguk dan mengikuti Rio masuk.
" Apa kah ada masalah dengan layanan kami tuan dan nyonya." Rio bertanya seperti karena pernah ada pengunjung yang datang dan ingin komplain tentang rasa makanan atau pelayan yang kurang memuaskan.
" Tidak ada masalah, tapi masalahnya istri saya. "
" kenapa dengan istri anda?.. dan apa hubungan nya dengan kafe ini ?..." Bingung Rio yang tidak paham dengan permasalahan yang di bicarakan pelanggannya.
" hem ,istri saya lagi ngidam dan ingin memakan makanan di sini, tapi dia ingin ruangan nya yang di lantai paling atas " ujar Abi ahmad
Rio yang mendengar itu terkejut. Baru kali ini ada pelanggan yang ingin lantai paling atas karna disana hanya khusus pemilik nya saja. Dia aja hanya sekali keruangan itu.
" Maaf sebelum nya, sebaik nya kita perkenalkan diri dulu. " ucap Rio menetralkan keterkejutan nya.
" Nama saya Ahmad , ini istri saya Vita, dan ini Abang dan kakak ipar saya, bang Surya dan kak aisah, yang itu anak saya Fiki dan satu lagi keponakan saya Rifqi. kami dari keluarga Jonathan " ucap Abi ahmad panjang x lebar
Rio yang mendengar itu lagi-lagi terkejut. siapa sih yang tidak terkenal keluarga Jonathan. Pemilik pesantren terbesar di Bandung. Anak nya merupakan CEO dan sekaligus ustadz tertampan di sana.
" Maaf kan atas ketidaksopanan saya kepada kiyai, nyai, ustadz dan ustazah. " ucap Rio, dia menggerutu dlm hati bisa-bisanya tidak mengenal mereka.
" Tidak masalah, jadi bagaimana boleh kah adik ipar saya ke ruangan paling atas, kami akan bayar berapa pun asal kan keinginan adik ipar saya terkabul kan. " ujar kiyai surya penuh harapan. Bagaimana dia tau kalau Vita tidak di turuti dia akan mengamuk, jujur Vita saat sedang hamil tidak terlihat seperti ustazah biasanya.
Rio ragu mengatakan namun apa boleh buat. " Mohon maaf sebesar-besarnya, karna saya benar-benar tidak bisa mengabulkan permintaan kiyai. Karna saya saja tidak bisa masuk ke sana tanpa izin dari pemilik ini. " Rio merasa bersalah namun apa yang di katakan benar apa adanya.
*****
Di depan kafe " Lis'da " terlihat jelas mobil mewah memasukkan kafe. pintu mobil terbuka dan keluar lah dua gadis cantik dan pemuda tampan. Mereka adalah Calista , Dinda dan Radit.
Setiba mereka masuk. Mereka langsung menjadi sorotan pelanggan kafe. Terdengar bisik-bisik dari mereka. Ada yang positif dan juga negatif sesuai bagaimana sifat mereka.
" Siapa mereka ? "
" Seperti nya bukan orang di sini ? "
" Cantik-cantik dan ganteng. "
" ih masih cantikan juga gue. "
" Paling hanya wanita penggoda. "
" Dih gak kenal tiba-tiba bilang penggoda, situ sehat? "
" dasar jalang "
" Mulutnya perlu di sekolah kan ya? Gak mampu? Gue sekolahin deh. "
Plak!
" aw! Sialan Lo. "
Kafe Lis'da sangat ribut dengan kedatangan ketiga orang kaya itu. Berbagai jenis kata mereka keluarkan.
Radit mendengar itu semua termasuk orang yang menghina adik adiknya, ingin sekali menonjok mulut orang tersebut. Tapi dengan cepat calista hentikan dan terus berjalan keruangan Manager dan terpaksa Radit menuruti itu dengan menahan amarah di sepanjang jalan.
Setelah sampai di ruangan Manager Calista ingin membuka pintu, tapi di urung karna ada seseorang yang menelponnya.
" siapa kak? " tnya Dinda penasaran, dia adalah sosok gadis kecil yang kepo apalagi menyangkut kakaknya ini, mana tau kakaknya diam diam memiliki cowok di luar sana. Penasaran cowok seperti apa yang mau sama kakaknya yang cuek ini.
" Bukan siapa-siapa dex" Tidak ingin mereka tau kalau yang meneleponnya merupakan sekertaris perusahaan nya sendiri yaitu arya.
Karna sampai sekarang tidak ada yang tau kalau dia mempunyai perusahaan C.D company hanya Arya saja yang tau.
" Abang dan Dinda duluan aja, nanti lista nyusul"
Dinda cemberut karena kakaknya ini sangat tertutup bahkan pertanyaan dia saja hanya di jawab bukan siapa siapa, jadi kalau bukan orang siapa? Hantu?.
Mereka Berdua masuk terlebih dahulu meninggal Calista di luar sana.
.
.
Terima kasih sudah mau membaca cerita dari author...
Jangan lupa like,komen , favorit, kasih 🌹 dan bintang 5
Sampai jumpa di bab berikut nya?
Yang pasti nya lebih seru..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Arya Kembar
NEXT KILAAAT THOOOOOOOOORRRRR
nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext nextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnextnexnextnextnexttnextnextnextnextnextnextnextnextnext
2022-05-06
2