" Bunda dan ayah tidak apa-apa, untung ada mereka berdua yang nolongin kalau tidak mungkin bunda dan ayah.... " ujar Radit tidak menyelesaikan ucapan nya. Bahkan mengucapkannya saja dia takut apalagi hal itu benar-benar terjadi.
" Boleh kami melihat bunda dan ayah bang. " Ucap ridho sangat ingin menjumpai orang tuanya.
" boleh. Tapi setelah di pindah kan di ruang inap. " Mereka berdua hanya mengangguk mendengar perkataan Radit.
" Apa saya dan adek saya boleh pergi? " Calista sudah merasa bosan di sini. Lagi pula ada hal yang akan di lakukannya selain duduk dan menunggu.
" Jangan pulang dulu, tadi bunda berpesan sangat ingin menjumpai kalian berdua. " cegah radit. bagaimana pun permintaan bundanya harus terpenuhi untuk melihat kedua penolong mereka.
" hmm. " Calista hanya berdehem tanda setuju.
' ruang inap VIP'
Terlihat jelas di sana ada 7 orang dan termasuk dua orang masih terbaring tetapi sudah sadar kan diri.
" Terima kasih telah menyelamat kan saya dan suami saya. " ucap bunda Kirana tulus
" Tidak masalah Tante lagian sesama manusia harus saling menolong. " Ucap Dinda tersenyum manis.
Calista tersenyum tipis melihat adeknya baik dan tulus. Ada rasa bangga di hati Calista karna telah berhasil mendidiknya dari kecil.
" Kalian sangat baik sekali sayang. " Haru bunda tersenyum lembut.
" Siapa nama kalian berdua? Di mana rumah kalian? dan mengapa kalian membawa koper? " Tambah nya lagi dengan pertanyaan bertubi tubi.
" Bunda kalau kalau nanya itu satu-satu biar mereka tidak bingung." ucap ayah pelan.
" iya...iya ayah"
Sebelum Dinda menjawab. Dinda melirik Kaka nya untuk meminta persetujuan. Calista yang dilirik hanya mengangguk kecil.
" gini Tante , nama saya Dinda Syafitri Hermawan, dan Kaka saya Calista putri Hermawan. Tapi karna kami telah di usir dan papa telah memutuskan hubungan dengan menghilang kan nama keluarga Hermawan. " Dinda bercerita dengan nada sedih. dia masih mengingat jelas priaku papanya tadi.
mereka yg mendengar itu pun sedih. Apa ada seorang ayah melakukan itu pada putrinya?. " Jadi kalian mau kemana sekarang. "
" Kami mau berencana menginap di hotel untuk sementara waktu. " ucap Dinda apa adanya.
Sebenarnya mereka bisa saja pergi ke kafe karna setiap kafe memiliki ruangan khusus untuk mereka berdua saja , yaitu di lantai 3. tpi Dinda menolak, jadi mau tidak mau Calista membawa Dinda ke hotel.
Oh ya satu lagi Dinda tidak tau kalau Kakaknya merupakan CEO dari perusahan 'C.D COMPANY', yang Dinda tau hanya kafe di beberapa cabang.
Bunda melirik sang suami. ayah yang tau maksud istri nya hanya mengangguk.
" apakah kalian berdua mau menjadi anak Tante? " ucap bunda yang tiba-tiba.
semua kaget kecuali ayah. Termasuk dengan Calista tapi dengan cepat merubah kembali datar.
" Apakah kalian setuju memiliki adek perempuan?." bunda melirik anak laki-lakinya.
" Ridho sih setuju aja Bun, lagian bunda gak bisa hamil lagi. " ujar ridho mengangguk setuju.
" iya Radit juga setuju "
bunda pun melirik satria. " iya, satria juga setuju, selagi bunda bahagia. " ucap satria tersenyum.
" terima kasih sayang " ucap bunda bahagia.
Lalu semua mata tertuju kepada calista dan Dinda seolah meminta jawaban.
" hem, Dinda sih terserah Kakak aja." Walau dalam hati ia ingin sekali mempunyai keluarga seperti mereka.
semua mata kini tertuju pada Calista.
" iya. " satu kata keluar dari mulut lista. Namun sudah sangat membantu mereka bahagia.
Calista tau kalau adeknya sangat ingin memiliki keluarga seperti mereka.
" Aaaaa , akhir nya bunda mendapat anak perempuan. " teriak bunda ingin turun dan memeluk mereka, tapi di hentikan.
" Tante di situ saja biar Dinda dan Kakak yang kesana. " larang Dinda dengan cepat.
Calista dan Dinda memeluk bunda dan ayah bergantian. " Mulai sekarang kalian memiliki nama belakang Winata bukan Hermawan lagi " ucap bunda tegas.
" Dan kalian harus memanggil bunda dan ayah " tambah lagi dengan senyuman mengembang.
" iya Bun " Ucap mereka bersamaan
" apakah adik-adik Abang ini tidak ingin memeluk Abang kalian. " Ucap satria lembut tidak seperti pertama berjumpa tadi.
" ah.. malas tdi abang satria jahat telah nuduh Dinda yang mencelakai bunda. " Dinda masih kesel tentang tadi.
Bunda dan ayah yg mendengar itu langsung melontarkan tatapan tajam. Satria yang melihat itu hanya cengengesan
" Maaf kan abang ya dek. "
" hem " cuek Dinda.
" aku mau peluk bang Radit sama bang ridho aja. " ucap Dinda langsung memeluk mereka berdua
" iis Dinda Abang kan mau peluk juga. " satria menunjukkan wajah pura-pura sedih.
" yaudah. " Dinda yang tidak mengerti dengan akal satria langsung saja memeluk satria.
Setelah berpelukan dengan Dinda.
mereka semua tertuju kepada Calista yang dari tadi hanya memperhatikan mereka.
" Calista apakah kamu tidak ingin memeluk Abang kamu yang ganteng ini? "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Biasanya kalo ku baca di novel2 lain,Alur yg kek gini,pasti hujung2 nya di maafin tuh si bapaknya,dgn alesan di buang oleh istri muda dan anak tirinya,juga ada juga yg di selingkuhin oleh istri muda nya,baru ingat anak kandung dan mintak maaf,dan hidup bahagia, wkwkwkwk kesel gak sih,,readers aja lg pada sakit hati,eh mereka nya udah bahagia aja...😏😏
2023-12-23
0