" Woi!!.. Jangan Kabur ", Teriak seragam hitam itu
" Sial lagi-lagi gadis itu lolos!.",ucap salah satu mereka
" Kalau seperti ini tidak ada gunanya lagi kita ke tempat wanita itu. "
" Benar, setidaknya kita mendapat kan uang, walau pun hanya sebagian. "
" Ayo kita pergi dari sini. " Meraka mengangguk tanda setuju.
Sebenarnya mereka tau ada yg mendengar pembicaraan mereka, tapi mereka tidak peduli akan hal itu dan pergi begitu saja dari tempat itu.
" Sudah sebaik nya kita pulang dari sini. " Ucap pak toni setelah segerombolan berseragam itu tak terlihat.
Mereka berdua hanya mengangguk dan masuk,pak toni menjalan kan mobil tuannya menuju Bandung.
Rifqi hanya diam dengan mengarah kan pandangan nya keluar. Kini pikiran nya tertuju pada gadis cuek yang baru iya temui tadi.
karena sibuk dengan pikirannya sendiri ia tidak mendengar ada Fiki yang memanggil namanya dari tdi.
" Rif! "
" Rifqi! "
karena merasa di abaikan Fiki pun berteriak deket telinga Rifqi.
" Muhammad Rifqi Jonathan!!.." Teriakan Fiki dengan menyebut nama lengkap rifqi di dekat telinganya.
Sontak Rifqi sadar sekaligus kaget mendengar itu, tak beda juga dengan pak toni, dengan kesel Rifqi berkata;
" ada apa sih teriak teriak. "
" kamu itu lagi mikirin apa sih aku panggilin dari tadi gak denger? " Tanya fiki balik kesel.
" kamu tau gk nama cewek tadi siapa? " Bukan menjawab malah bertanya.
Fiki mengerutkan kening nya,mendengar pertanyaan Rifqi.
" Oh, cewek cuek, datar plus dingin itu? "
"hem.." sambil mengangguk kecil, yah Rifqi membenarkan ucapan fiki.
" Memang kenapa? " Tanyanya penasaran.
" Jawab aja kenapa sih susah banget,tinggal bilang tau atau enggak. " Kesel Rifqi karena Fiki banyak tanya.
" Enggak." Ucap Fiki cuek
" hah…." Rifqi menghela nafas berat, tapi tiba-tiba iy dapat angin segar.
" Oh, kalau gak salah den laki laki itu memanggil dengan nama Calista den. " sahut pak toni karena mendengar percakapan mereka berdua.
" ha.. iya aku baru ingat juga, bener nama nya Calista. " Ucap Fiki yang ikut bicara.
" Telat." ujar Rifqi sebel dengan sepupunya nya itu,udah di jawab baru ingat.
" hem,nama yang indah seperti orangnya. " Batin Rifqi sambil tersenyum senyum sendiri, tapi tiba-tiba senyuman itu luntur saat tangan besar seseorang mendarat di keningnya, dengan gerakan cepat Rifqi menepis nya.
"kenapa sih? " Kesal rifqi menatap fiki dengn tatapan aneh menatapnya.
" aku yg harus nya nanya kamu itu kenapa kok senyum senyum sendiri."
" siapa yg senyum senyum sendiri." Elaknya.
" ya kamu lah." Jawab fiki pada rifqi.
Tapi rifqi menghiraukannya membuat Fiki kesel.
sedangkan pak toni melihat keributan hanya bisa geleng-geleng kepala. Pak Toni tau mereka akan ribut kalau tidak ada orang atau hanya keluarga nya saja. Sedangkan kalau lagi keluar mereka akan memakai muka datar,itu lah mereka berdua.
*******
# rumah sakit cahaya#
tin...
tin...
tin...
Suara alat medis terdengar di salah satu ruang rumah sakit. Terlihat seorang gadis berusia 15 tahun yang tidur di atas tempat tidur dengan kondisi lemah dengan alat-alat medis yang menempel di sekitar tubuh nya.
Di luar rumah sakit, seorang gadis dan pria berlari masuk ke dalam rumah sakit dengan buru- buru. Setelah sampai di salah satu ruangan yg tertulis "UGD" mereka melihat dokter yg sangat mereka kenal keluar dari ruangan itu.
" Radit! " Teriak seorang laki-laki di samping gadis itu.
Dokter itu menoleh ke arah orang yang memanggil nama nya, orang yang sangat iya kenal juga.
" Bang satria, Calista. " Ucap orang yang di panggil Radit.
" Gimana dengan keadaan Dinda. " Tanya Calista to the poin kepada Radit yang merupakan abang angkatnya juga yang merupakan adek satria.
" Dinda membutuh kan donor darah,namun di rumah sakit ini golongan darah nya sudah habis" Jelasnya sedih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments