Apa Kakak Udah Punya Pacar?

Flashback on

" Calista kamu kelas berapa? " tanya ayah dilan, saat pertama kali mengangkat calista dan Dinda menjadi anak mereka.

" Calista kelas 1 SMA yah dan Dinda 2 SMP " jelas Calista. Dia tau ayah angkat pasti akan bertanya banyak hal padanya nanti.

" terus apakah Calista masih ingin melanjut kan sekolah di tempat lama atau mau pindah? " tanya bunda Kirana lembut.

" calista dan Dinda pindah aja Bun karena terlalu bahaya kalau masih di sana. " ucap calista sambil mengelus pucuk kepala Dinda yang saat ini tidur di paha nya.

" kalau begitu calista pindah aja ke pesantren karna pesantren itu kawan Abang yang punya. " ridho langsung merekomendasikan pesantren temannya.

" Calista nggak mau masuk pesantren. " jawab lista tegas. Dia sangat menolak keras kalau masuk di sana.

" kenapa?"

" Karena di sana tidak bisa bebas dan calista tidak suka di atur-atur oleh mereka. " ketus lista.

" kamu beneran nggak mau masuk ke pesantren Al- hidayah di sana fasilitas nya bagus Lo dek dan ustad dan ustazah di sana baik Lo dek. " ucap ridho meyakinkan.

" Calista bilang tidak mau ya tidak mau. " ucap calista menatap datar ridho.

" yaudah kalau calista gak mau ya gak apa apa. " ujar Radit yang pasrah.

" liat aja nanti, klau lista masuk pesantren nanti orang yang pertama yang bakal menertawakan mu adalah ridho Winata. " ridho cukup kesel karena calista menolak tawarannya yang menurutnya sangat bagus.

" liat aja nanti klau Calista nggak bakal pernah masuk pesantren " kekeh lista

" terserah " ucap ridho langsung pergi karena kesal.

sedang kan ayah dan bunda hanya bisa geleng-geleng kepala melihat pertengkaran putra mereka dan putri angkat mereka.

Flashback Of

" Apa Kakak benar-benar tidak bisa mengabulkan permintaan Dinda ?" ucap Dinda dengn mata berkaca kaca, sedih sekali saat dia tidak bisa bersama temannya di pesantren. Padahal Dinda sudah sangat ingin bareng dengan kedua sahabatnya itu, tidur bereng makan bareng, ngaji bareng, membayang itu pasti seru namun semua itu seperti akan sulit untuk dia dapatkan.

" bukan begitu Dinda "

" terus Kakak gak mau kabul kan permintaan Dinda, kan Dinda kangen banget sama putri dan Isma. " ucap Dinda yang sudah hampir jatuh air mata nya.

Calista menangkup kedua pipi Dinda sebari menghapus air mata nya

" iya..iya Kaka bakal izin kan kamu. " pasrah calista tidak tega melihatnya.

" beneran kak. " ucap Dinda langsung berhenti menangis.

" iya, jangan nangis lagi Oke. "

" iya Dinda gak bakal nangis lagi, tapi kalau Kaka ikut juga ya. " ucap nya dengan penuh harapan.

" iya Kaka bakal ikut. " kali ini Calista benar-benar pasrah, biar lah dia di ketawain sama Abang nya itu dari pada harus melihat adiknya sedih karna tidak bisa berjumpa dengan kedua sahabat nya itu.

" yeeeee , jadi Dinda bisa jumpa Kaka klau Kaka ikut. " Seneng Dinda langsung memeluk Calista erat.

Sedangkan lista hanya bisa memasang senyuman paksa.

" Terima kasih ya Allah, kalau benar ia adalah jodoh ku maka satu kan lah kami ya Allah. " batin Rifqi seneng melihat dambaan hari nya bakal jdi santriwati di pesantren Abi nya.

" Tapi sebelum itu nanti kita minta izin dulu sama ayah dan bunda " Calista tidak akan melupakan kedua orang tuanya itu.

" Pasti ayah dan bunda bakal setuju lah dek " ujar Radit sambil melihat kearah Calista sambil mengedip kan mata nya.

Calista yang melihat itu tau klau Radit lagi menggoda nya dan dia tau juga kalau Radit sedang menahan ketawa agar tidak lepas.

" Kapan pendaftaran nya di mulai " ucap calista kembali datar dan tidak memperdulikan godaan Abang nya.

" Pendaftaran sudah di mulai beberapa hari yg lalu dan 2 Minggu lagi pendaftaran akan di tutup"jelas pak kiyai surya.

Calista berfikir sejenak. " Kalau seperti itu kita pulang hari ini ke Jakarta karna biar ada waktu sama ayah dan bunda dan abang-abang untuk bersama sebelum kita ke pesantren. " jelas lista

" Kenapa hari ini. " Rio yang dari tadi menyimak pembicaraan mereka kini menyahut.

" iya kenapa hari ini dek kan masih banyak waktu. " timpal Radit

" Urusan. " ujar nya cuek.

Sebenarnya Calista ada meeting malam ini. Karena tadi Arya meneleponnya untuk pulang karena penting untuk perusahaan nya.

tapi karna dia ada di Bandung jadi dia menyuruh Arya mewakili nya. Namun Arya mengatakan tidak dapat di wakilkan oleh siapapun. Awalnya Calista sudah berfikir akan pulang hari ini dengan alasan yang belum dia dapatkan tapi sat kejadian ini Calista tidak akan menyia-nyiakannya.

" Urusan apa? " Rio menyelidiki. Calista ini sangat misterius Sekali berbeda dengan Dinda yang muda di tebak.

" Apa Kakak udah punya pacar " penasaran Dinda. Walaupun dia adik tersayang kakaknya tapi segala urusan kakaknya dia sama sekali tidak pernah mengetahui nya.

Sedang kan orang yang di tanya hanya menaiki kedua bahunya.

" apa pacar? hamba mohon ya Allah jangan engkau patah kan hati hamba mu ini sebelum berusaha" batin Rifqi gelisah

" Baik lah karna ini sudah semakin sore kami pamit dulu, dan terima kasih atas semua nya " ujar kiyai surya merasa tidak ada lagi yang di bicarakan.

" Saya terima kasih sekali atas semua nya, saya seneng banget hari ini, saya pikir tidak akan bisa mengabulkan keinginan calon bayi saya. " ucap Vita sangat bahagia sambil mengelus perut nya yg mulai buncit itu.

" Sama-sama ustazah " ucap mereka

" yaudah ayok kita pulang " ajak ustad Ahmad mereka pun mengangguk menyetujui nya.

" Assalamualaikum " pamit keluarga Jonathan

" Waalaikumsalam " balas mereka

.

.

Jang lupa like,komen,favorit, kasih 🌹 dan kasih bintang 5 ya...

sampai jumpa..👋👋

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!