Pertemuan Pertama

tak...tak...tak...tak

suara kaki menggema di sepanjang jalanan sepi, yang hanya di penerang oleh lampu jalan.dimana seorang gadis dan beberapa orang berseragam hitam di belakangnya.

"BERHENTI !!!", Teriak salah satu berseragam hitam di belakang.

"JANGAN LARI !!!", Teriak lgi dari mereka.

" cek....menyebalkan!!! , klau bukan gue ada urusan penting , udah habis kalian gue buat." Batin gadis tersebut sambil berlari dari mereka.

*****

Bandara

seorang pemuda tampan baru turun dari pesawat, bersama sekertaris sekaligus sepupu nya. Tidak jauh dari mereka turun dari pesawat

ada seorang pria paruh baya yang di perkirakan supir dari pemuda itu sudah menunggu.

" assalamu'alaikum pak toni." Sapa kedua laki-laki tersebut kepada pria paruh baya itu yg bernama 'toni'.

" Waalaikumsalam den rifqi dan den fiki." Balas pak toni.

yups, yang menyapa pak toni itu adalah Muhammad Rifqi Jonathan dan Fiki Fernando.

"silahkan masuk den keluarga aden pasti sudah menunggu." Ucap pak toni dengan ramah.

" Terima kasih pak." Balas rifqi dan fiki bersamaan sambil tersenyum kepada pak toni.

******

di sisi lain

seorang gadis berlari sambil menelepon seseorang.

" abang dimana?", tanya gadis itu

"bentar lgi abang sampai dek, ke lokasi adek."Balas di seberang telpon.

" cepet bang sat gue udah capek dari tadi lari", Ucap gadis itu sambil berlari itu,sesekali melihat kebelakang untuk memastikan kalau para pria-pria itu masih jauh.

"oky bentar lagi gue sampek, oh ya nama gue Satria bukan BANG...SAT" ucap satria dengan menekan kata nya

"gk usah debat deh." ucap gadis itu dengan datar, langsung mematikan hp nya.

"BERHENTI JANGAN LARI", Teriak orang berseragam hitam di belakang.

" semoga lo cepet nyampek bang, gue bisa aja ngelawan meraka tpi itu bukan tujuan. Tujuan gue hanya satu yaitu cepet sampai kerumah sakit" Batin gadis itu

"sabar ya adek kakak tersayang, kakak pasti cepet sampai", batin nya lagi

Gadis itu berlari dengan nafas tidak beraturan, dan sekali kali melihat ke belakang, dengan bersamaan itu jg ada mobil di depan nya.....dan

BRAK!.....

gadis itu terpelanting ke samping akibat hantaman mobil itu.

Citttt!...

Suara ban yang berbenturan dengan aspal membuat suara decitan yang nyaring. Mobil berhenti mendadak.

"uh sial!...." Umpat gadis itu.

" Ada apa pak." tanya rifqi sambil memegangi dahi nya yang terbentur.

"maaf den seperti nya saya menabrak seseorang den", ucap pak toni dengan wajah ketakutan

"APA!!" Teriak ke-2 laki tampan itu.

mereka pun turun dengn terburu buru, untuk mastikan orang yang bapak toni tabrak tidak meninggal dunia.

setelah turun, pertama yg mereka lihat adalah seorang gadis cantik yg lagi memegangi bahu yg berdarah. Keadaan nya sekarang bener- bener kacau rambut berantakan, keringat dimana² tapi tidak mengurangi kecantikan nya.

"mbak tidak apa-apa ?" Pak Toni bertanya walaupun sudah tau jawabannya.

bukan nya menjawab, gadis itu malah berdiri dan melihat kebelakang. Tak terlalu jauh dari situ terlihat beberapa orang berseragam hitam.

bersamaan dengan itu ada mobil berhenti di depan hadis itu.

seorang laki-laki itu turun dengan terburu-buru.

" ada apa dengn mu dek", tanya laki-laki itu kaget melihat penampilan nya seperti gembel tapi tetap cantik sih.

"tidak papa hanya masalah kecil." Jawab nya dengan berwajah datar seolah tidak terjadi apapun tadi.

" gak papa gimana lihat lah penampilan mu, dan kenapa lengan dan bahu lista" tanya satria

" gue gak papa bang sat " kata Calista lagi sambil melihat kebelakang.

"ayo pergi sebelum mereka mendekat, kita gk punya waktu" Ucap nya lagi dengan nada dingin , sambil melihat jam yg ada di tangan nya, sudah menunjuk kan jam 21.10 wib.

"ba..baik" jawab satria sedikit terbata bata saat mendengar nada dingin dari adek angkat nya itu.

sebelum mereka bener bener masuk suara seseorang memanggil mereka.

"Tunggu" Seru rifqi yg dari tdi diam melihat percakapan dua orang asing di depan nya.

Calista maupun satria membalik kan tubuh mereka untuk melihat siapa yg berani Memberhentikan jalan mereka.

"ada apa?." tanya satria saat melihat Calista tidak menyahuti mereka, dia tau kalau adeknya itu males bicara dengan orang asing.

" Sebelum nya saya mewakili supir saya untuk minta maaf kepada adek nya karna telah menabrak adek nya", tulus rifqi sambil menatap mereka berdua.

" iya mbak saya tidak sengaja menabrak mbak, tolong di maaf kan." ucap pak toni merasa bersalah.

"hem." jawab Calista singkat langsung masuk ke dlm mobil.

"maaf juga karna ketidak sopan adek saya, dia memang gitu orang nya." ucap satria canggung melihat kelakuan adek angkat nya yg super cuek itu.

"oh..tidak masalah mas klau gitu" jawab rifqi.

tin... tin..

Klakson mobil satria bunyi berarti Calista nya menyuruh satria cepat masuk mobil.

"sabar Calista."

"kalau gitu saya pamit dulu ya " kata satria lagi.

"silahkan." kata mereka

sebelum mobil jalan Calista menoleh keluar dengn keadaan kaca mobil yang terbuka tidak sengaja mata nya tertuju dengan rifqi yang mengarahkan pandangannya pada dirinya juga membuat pandangan mereka bertemu.

Deg!

"ada apa dengn jantung ku "

Jantung rifqi berdetak sangat kencang saat mata mereka bertemu,setelah mobil satria tidak terlihat lagi baru lah rifqi mengalihkan pandangnya,sebelum mereka benar-benar pergi.

"WOY JANGAN KABUR" Teriak seragam hitam itu.

........

sampai di sini dulu ya guys?😊

jangan lupa

like

komen

favorit

vote

kasih hadiah 🌹

maaf ada perbaikan sedikit ya.. semua, tpi alurnya cerita enggak berubah kok...

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!