Pagi pun tiba, Arini mulai melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Semalam dia dan juga para sahabatnya yang lain menginap di kontrakan Fitri, dan kebiasaan yang mereka lakukan yaitu menonton drakor sampe jam tiga dini hari.
Arini merasa kantuk yang teramat sangat, jadi dia banyak menguap karena begadang.
" Makanya jangan begadang, sampe jam berapa kamu semalam..?"
Arini sontak terkejut mendengar suara yang tak asing baginya.
Dan dengan cepat dia mendongakkan wajahnya pada orang yang sudah berdiri di. hadapannya.
" Tu_tuan Refal, kok bisa kesini? "
Pertanyaan Arini membuat Refal tersenyum karena pertanyaan bod*h itu.
" Karena saya punya kaki. buat jalan kesini, tolong buatin saya dark Chocolate Rin.. dan kamu anter ke ruang kerja saya ." ucap Refal melangkahkan kakinya meninggalkan pantry.
Saat Refal ingin keluar dari pantry berpapasan dengan Lulu yang baru menyelesaikan pekerjaan nya .Lulu yang melihat keberadaan sang bos di area pantry membuat dia terlejut dan bertanya-tanya ada perlu apa dia ke pantry pagi-pagi.
Dengan sopan Lulu membungkukkan badannya tanda menghormat pada si boss nya.
Setelah melihat Refal menjauh, Lulu langsung masuk dalam pantry.
Lulu melihat Arini sibuk mengaduk-aduk minuman dan Lulupun mendekatinya.
" Rin, tadi tuan Refal ngapain ke pantry ada salah apa kita? " tanya Lulu merasa khawatir larena tak biasanya tuan muda Refal mengunjakkan kakinya ke pantry.
" Boss Refal minta dark Chocolate."jawab Arini dengan lemah.
" Hahhh.. dark Chocolate, kamu bisa buat? " tanya Lulu.
" Hemmm... kenapa dia jadi suka dark Chocolate coba, padahal nggak sengaja juga nyuruh dia milih minuman itu." gumam Arini sambil mengaduk aduk cangkir didepannya.
" Apa Rin, kamu ngomong apa sih?" tanya Lulu
"Iyaa... Lulu aku bisa buat, gara-gara kesukaan di restaurant ku dulu, dia suka minum dark Chocolate makanya dia pengen mulai hari ini dia kalau di kantor minum dark Chocolate dan di rumah baru Kopi. " ungkap Arini meletakkan cangkir itu ke atas nampan.
Kring.. Kring...
E-phone di dinding pantri berbunyi sontak membuat dua gadis itu kaget. Akhirnya Lulu. mengangkatnya.
" Pagi Tuan,ada yang bisa saya bantu? "
Tanya Lulu dengan sopan pada sang boss.
" Lulu, tolong bilang Arini suruh cepat antar minuman yang saya mau."
Ucap Refal, tanpa mendengar jawaban Lulu dia langsung menutupnya.
" Hahh.. langsung ditutup, Rin.. buruan ke ruangan Tuan Refal udah di tungguin tuh. " ucap Lulu
" Haissttt... biasanya juga kamu Lu,kenapa harus aku coba..menyebalkan!! umpat Arini.
" Semangat Arini..!! " ucap Lulu memberikan semangat pada sahabatnya itu.
Arini melangkah dengan lesu ,begitu dekat dengan ruangan Refal dengan reflek dia langsung berusaha untuk lebih semangat.
" Pagi mba Kalina..!! " sapa Arini pada Kalina sekretaris Refal yang sedang sibuk men_tuchup make up nya.
"Pagi Rin, kamu yang anter minuman tuan? " tanya Kalina saat melihat Arini membawa nampan berisi cangkir.
" Iya mba, saya masuk dulu mba.. udah di tunggu soalnya.
Dengan hati-hati Arini mengetuk pintu ruangan Refal dan setelah ada intruksi masuk dia langsung membuka pintu itu dan melangkah masuk.
" Assalamu'alaikum."
Hal yang tak pernah orang mana pun masuk ke dalam ruangan itu mengucapkan salam seperti Arini.
Mendengar suara salam buat Refal melirik ke arah dimana pintu masuk ruangannya sudah ada gadis cantik berhijab menghampiri mejanya.
" Assalamu'alaikum.." salam Arini lagi terdengar.
" Wa_ Wa'alaikum salam.. " jawab Refal dengan awal yang sedikit terbata.
" Alhamdulillah, ini tuan pesanan tuan.. ada yang bisa di bantu lagi? " tanya Arini dengan senyuman tak hilang dari bibirnya.
" Manis..!! " gumam Refal lirih.
" Hahh... apa tuan, saya nggak denger." tanya Arini saat seperti Refal mengucapkan sesuatu.
" Ahhh.. ng_nggak ,nggak ada apa-apa kamu bisa kembali bekerja, terima kasih dark Chocolate nya." ucap Refal dan langsung fokus dengan pekerjaannya kembali.
Setelah mendengar penuturan Refal akhirnya Arini meninggalkan ruangan sang boss dengan hati lega.
Arini melakukan pekerjaannya dengan baik walaupun kantuk melanda karena acara begadangnya.
.
.
Tepat habis makan siang, Arini langsung meluncur ke apartemen Refal melanjutkan pekerjaannya hari ini, dan lima belas menit perjalanan dia sampai di kawasan apartemen. Refap, seperti dia mengambil kartu akses pada pak Eman dan membawakan makan siang untuk pria paru baya itu.
" Rin, masakan kamu.. selalu enak lho." puji Pak Eman saat menerima kotak bekal dari tangan Arini.
" Bapak bisa saja, Alhamdulillah kalau bapak suka sama masakan Arini." ucap Arini.
" Istri bapak mau ketemu kamu, katanya.. ingin kenal sama kamu, kalau ada waktu main ke gubug bapak nggak jauh dari sini. " ucap pak Eman
" Insyaallah nanti pak, Arini kerja dulu yaa.. " pamit Arini dan pak Eman pun mengangguk setuju.
Arini meangkah ke mana dia tuju, dan masuk ke apartemen Refal, langsung saja dia melakukan tugasnya dan melihat catatan kecil yang biasa di tempel Refal.
Sekitar jam empat sore pekerjaannya sudah selesai dan apa yang di perintahkan Refal pun sudah dia jalankan.
Hari-hari Arini lalui dengan senyuman bahagia, Refal yang notabenenya sang boss pun tak pernah membuat Arini kesulitan dengan permintaannya yang aneh-aneh. Namun, memang sekarang bedanya Refal jika setelah makan malam yang di masak Arini setelah selesai pasti dia akan membersihkannya, dan jika lauk yang di buat Arini lebih atau tak mungkin di simpan di lemari pendingin akan dia bagikan ke pak Eman atau Security lain.
Hari ini, hari sabtu dan memang kantor libur kerja, dan entah kenapa Arini di suruh untuk ke apartemen Refal pagi. Menurut Refal ada yang penting.
ting tong..
Cklek
" Assalamu'alaikum " salam dari Arini pun terdengar
" Wa'alaikum salam, masuk Rin.. " ucap Refal yang sepertinya baru bangun tidur
" Tuan baru bangun tidur? " tanya Arini
" Hemmm... soalnya pagi tadi nggak ada kegiatan juga, oh iya.. kamu bebenah dapur aja sama ruangan lain, kalau kamar ku sama ruang kerja nggak usah." terang Refal dengan muka bantalnya.
" Tuan perlu saya buatkan sesuatu,buat sarapan? " tanya Arini memastikan jika sang tuan belum sarapan.
" Kamu buatin kopi aja seperti biasa, saya sarapan roti saja.. habis kamu selesai dengan kerjaan kamu, saya akan ajak kamu ke rumah utama." jelas Refal
" Rumah utama, maksudnya tuan?"tanya Arini bingung.
" Huftt.. iya.. saya lupa, kalau hari ini kamu saya kasih tugas tambahan buat bantuin pekerjaan yang ada di rumah utama, yaitu masak..kemaren nggak sengaja mama saya kesini dan rasain masakan kamu, beliau bilang orang dapur kurang jadi dia minta bantuan kamu buat bantu, dan tenang saja semua nggak gratis..saya akan transfer tiga kali lipat dari hari biasa." jelas Refal dengan santai.
" Hahh.. tiga kali lipat tuan, wahhhh...alhamdulillah bisa bisa duit saya cepet ngumpul nih.." ucap Arini semangat.
" Dasar matre..!! " umpat Refal dengan senyuman tipisnya melihat kepolosan maid nya itu.
" Ihhh.. kalau nggak matre, sekarang nggak makan tuan.. hehehe.. " jawab Arini dengan tawa garing nya itu.
" Sudahlah selesaiin kerjaan kamu, saya siap-siap setelah itu kita berangkat." terang Refal
Refal mepangkah masuk kedalam kamarnya, mengingat ke polosan Arini membuat hiburan tersendiri untuk nya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Yati Yati
perempuan memang semua matre klo gak matre mna bsa mkn, beli skin care kuliah lah hrs itu
2024-02-28
0
Erni Andi Arifuddin
next...
2022-07-21
0
Nur hikmah
yeeeeeee krumah utama....ktmu oma deh
2022-06-25
0