Sementara Arini dengan langkah yang pelan menapaki jalan menuju kontrakannya yang tak jauh dari taman yang dia kunjungi tadi.
" Rin... kamu baik-baik saja? " tanya Ayu yang melihat kedua mata sahabatnya sembab.
" Yuu... hiks.. hiks... dia jahat sama aku Yu, kenapa dia bisa begitu kejam sama aku, salah aku apa? cuma karena aku nggak punya waktu buatnya, dia begitu tega main belakang Yuu... hiks.. hiks.. "
Arini memeluk Ayu sang sahabat ,dan mencurahkan perasaannya yang begitu hancur karena ulah Firman.
" Sudahlah, mulai sekarang kamu harus mikirin diri kamu sendiri..berusaha move on dengan cepat.. lupakan si pengkhianat itu, terus kalau bisa kamu nggak usah lagi kerja di restaurant trus kamu juga pindah dari sini, cari tempat yang jauh-jauh dari jangkauan pria sint*ng itu."
Ayu sangat geram dengan perlakuan Firman pada Arini, setidaknya jika Arini tak bisa menemuinya seharusnya dia yang tetap menemui Arini, walaupun Arini. melarangnya. Tapi, pada kenyataannya bukannya membangun kondisi hubungan mereka sempat retak, malah memulai lagi dengan masih berhubungan dengan wanita yang Ayu anggap sumber masalah Arini dan Firman.
" Tapi....
" Nggak ada tapi-tapian,aku sudah ketemu Fitri trus aku jelasin kamu akan segera resign dan Fitri nggak boleh bocorin kamu dimana, teus soal kontrakan.. Jaenap sudah sediakan kontrakan punya babenya." terang Ayua pada sahabantnya.
" Hahh... kamu mau nyuruh aku pindah, suruh resign tanpa ada omongan apapun sama aku, PD banget kamu kalau aku akan setuju sama usul kamu? "sergah Arini dengan kelakuan sahabatnya yang sangat protektif padanya.
" Yahh... terserah kamu sih,aku cuma pengen kamu nggak kecewa lagi karena cinta. Sakit tau, kalau cinta bertepuk sebelah tangan. "
Ledek Ayu dengan senyuman penuh arti.
" Aisssshhh... oke, besok aku siap-siap angkat kaki dari kontrakan ini,sama resign dari restaurant. " jawab Arini dengan wajah yang pasrah.
" Tenanggg... kalau soal barang-barang kamu sudah beres,tinggal angkut aja besok." ungkap Ayu dengan semangat
" Sudah di bereskan? " ucap Arini membeo.
" Hemm... tenang,aku dibantu sama orang dati. jasa packing angkut barang kok." ujar Ayu santai membuat Arini bengong dengan sikap ajaib sahabat nya itu.
Akhirnya Arini pun pasrah dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu.
.
.
Keesokan harinya benarsaja pagi-pagi jam enam Arini sudah sibuk mengemas sisa barang-barang yang belum di packing. Jam sepuluh pagi pun Arini di bantu Ayu dan petugas jasa pindahan yang di sewa Ayu sudah menyelesaikan packing semua yang akan Arini bawa, dengan cepat Arini di temani Ayu berpamitan dengan penghuni lain dan juga yang punya kontrakan.
Jam makan siang pun tiba,Ayu dan Arini serta diikuti oleh orang jasa pindahan itu tiba di sebuah rumah dengan deretan rumah petakan alias kontrakan yang berjejer .
" Assalamu'alaikum.. " Ucap Arini dan Ayu di depan rumah yang asri dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi
" Wa'alaikumsalam." seorang laki-laki paru baya keluar dari dalam rumah.
" Permisi pak benar ini rumahnya Babe Rohim?" tanya Arini dengan sopan..
" Iya.. ini pasti neng Arini sama neng Ayu, temennya Jaenap? "tanya orang itu
" Iya, betul beh.. ini babe Rohim babe nya Jaenap?" tanya Arini dengan senyuman ramahnya
" Bener neng, mau langsung liat kontrakannya? tanya orang yang di panggil Babe Rohim itu.
" Boleh Beh.. nyak mana beh? "tanya Arini dengan menanyakan ibu dari sahabatnya.
" Bentar, babe panggilin..sekalian ambil konci kontrakannya di dalam ." ucap Babe Rohim dan masuk ke rumah.
Tak butuh waktu lama, babe Rohim pun keluar bersama seorang perpuan dengan dandanan sederhana.
" Nyak.. ini temennya Jaenap Arini sama si Ayu yang mau ngontrak di mari" ucap babe Rohim dengan logat betawi kentalnya.
" Saya Arini nyak,dan ini Ayu.. " ucap Arini memperkenalkan diri pada perempuan itu.
" Semoga betah ya.. neng, saya Nyak Indun emaknya Jaenap..mau ke kontrakan kan, nyok kita anter." ucap Nyak Indun dengan ramah pada kedua gadis sahabat sang putri.
Setelah memindahkan barang-barang yang di bawa mobil pickup, akhirnya dengan bantuan Ayu,Arini membereskan semua barang-barangnya.
Sementara itu di restaurant tempat dimana Arini bekerja, dua gadis yang memang dekat dengan Arini sedang menagap benci pada seseorang yang ada di depan mereka.
" Mau apa lagi lo kesini?" tanya Fitri dengan wajah tak bersahabat.
" Gw mau ketemu Arini,dia sudah selesai kerja kan? ." tanya Laki-laki itu.
" Selesai.. bahkan dia nggak akan pernah kesini lagi mungkin, selain lo itu kayak benalu.. tapi,memang tak tahu diri.. lo tahu, uang yang masuk ke rekening kamu itu dari mana? lo pernah mikir nggak sih, kenapa Arini selalu punya duit saat lo butuh?" ucap Jaenap dengan nada sinis.
" Sini gw kasih tahu, duit yang lo dapet dari Arini itu.. duit yang Arini dapet dari ngepel, nyapu, bahkan ngorek-ngorek sampah dari jam 5 pagi sampe jam satu malam, demi lo.. dan perlu lo tau,Arini sayang sama lo tanpa pamrih.. dia rela pagi jadi OG, trus siang sampe malem kerja disini.. apa lo tau hal itu? Ohhh... tentu nggak akan, gimana lo mau tahu karena di pikiran lo Arini nggak perhatian lagi ke lo dan teganya lo udah khianatin Arini, dia punya hati.. bukan batu.. mendingan lo pergi karena sampe kapan pun Arini nggak akan kemari, dia sudah resign per hari ini.. " ucap Jaenap kembali dengan panjang lebar.
Firman yang mendengar penuturan Jaenap tentu saja terkejut, karena dia memang tak tahu, apa yang di lakukan sang kekasih.. karena bod*h nya dia tak pernah mencari tahu. Apalagi sekarang dimana keberadaan gadis itu pun Firman tak tahu, karena sebelum ke restaurant dia sudah menyambangi kontrakan Arini namun sayang, Arini sudah tak ada di sana dan pemilik kontrakan dan para tetangga tak tahu Arini pindah kemana. Namun,dia tahu jika Arin Uhhh pergi bersama Ayu sang sahabat.
Kini Firman bingung dengan cara apa dia memberikan pengertian pada sang mama yang menanyakan Arini terus, karena mungkin saking sayangnya pada Arini.. perasaan sang ibu pun merasa tak enak hati..,karena di pastikan Arini calon mantu idamannya dalam masalah.
" Aku harus kemana nyari kamu Rin, nomer pun nggak aktif.. maafkan aku, memang ini semua salahku terjebak masalalu yang belum usai, padahal kamu begitu baik padaku,kamu sempurna,tapi..aku yang tak pandai bersyukur masih saja melihat ke belakang.." batin Firman duduk di atas motornya dan tersenyum kecut kala ingat motor pun hasil kerja Arini, walaupun kadang dia juga ikut membayar namun dipastikan 80% motor itu menggunakan uang Arini.
Bersambung
Lanjut nanti lagi yaa...
yang pasti Like Vote share juga Comment
Love juga buat tahu notif dari cerita ini..
Salam Jum'at barokah ❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Yati Yati
arini jga oon bin bego blm jdi suami maunya tekor semoga ja firman dpt karnanya yg lbh menyakitan
2024-02-28
1
YuWie
Arini juga onon..tau belum tentu jodohhh ehhh main banting tulang buat bayarin yg ngakunya pacar...hedwwee
2023-03-17
0
Kod Driyah
benalu ga pnya malu
2022-07-08
0