Hari - hari Arini lalui dengan semangat karena niatnya tetap untuk kuliah. Dua tahun Arini lalui dengan tanpa lelah.
Bekerja dengan giat.
Arini melakukan pekerjaan nya dengan senang hati.
Berjalannya waktu Arini bekerja di restaurant tersebut dia mengenal sosok laki-laki yang sekarang menjadi kekasihnya.
Namanya Firmansyah atau biasa di panggil Firman.
Firman sosok pekerja keras, sebenarnya keluarga Firman dari kalangan tergolong mampu.Dia bekerja di restaurant yang sama dengan Arini sebagai Supervesor.Dia yang mengkoordinir para pegawai di restaurant itu.
" Fitri... aku pulang duluan yaa? " ucap Arini sambil mengambil tas punggungnya.
" Hatu-hati .. pulang sama Firman?" tanya Fitri yang kebetulan sift siang.
" Iya, sama siapa lagi.. mana pernah aku di bolehin sendiri, udah yaa.. aku mau ke rumahnya katanya ada acara arisan. " ucap Arini dan meninggalkan Fitri.
" Cieee... yang sudah bisa luluhin hati ibu mertua, kamu tau kan Rin ceritanya ? ibunya Firman yang tak pernah setuju sama mantannya dulu, ibunya selektif banget milih mantu. " ungkap Fitri
Arini memang pernah dengar dari kakak Firman langsung yang bilang jika Firman dekat dengan cewek pasti dikenalin sama ibunya.
.
.
Arini keluar dari restaurant menuju parkiran.
Sampai parkiran restaurant, Arini melihat Firman yang sudah di atas motornya yang sedang menunggunya.
" Maaf ya, lama.. " ucap Arini tak enak hati karena lama menungguinya.
" Nggak masalah, ayo.. mama sudah telpon aku soalnya, nanyain kita dimana. " ucap Firman memasangkan helm di kepala Arini.
Sikap Firman pada Arini memang selalu perhatian dan cenderung romantis.
Arini dengan senyuman manisnya melihat tingkah sang kekasih yang selalu lembut padanya.
" Ya Allah semoga Engkau jodohkan kami, dia sangat baik pada ku,aku sangat menyayanginya. " batin Arini memandang wajah kekasihnya
" Ayo naik, malah bengong.. terpesona yah.. sama ketampanan ku? " goda Firman seraya menoel gemas hidung Arini.
" Ge'er..!!" timpal Arini yang sudah terasa malu karena kepergok terpesona pada sosok Firman.
Arini dengan menundukkan malu , dia segera menaiki motor besar milik kekasihnya.
" Abang..!! " pekik Arini dan menepuk kencang bahu Fitman karena kaget saat tiba-tiba Firman mengegas motornya dengan tiba-tiba membuat Arini reflek memeluk pinggang Firman, karena takut terjatuh.
" Lagian, sudah dibilang.. aku bukan tukang ojek,jadi..pegangan. " ucap Firman dengan nada kesala
Mereka pun akhirnya menuju ke rumah orang tua Firman.
Arini memang sudah di kenalkan dengan keluarga Firman, karena memang kakak Firman yang kebetulan ke Mall memergoki Firman yang sedang jalan dengan Arini dan saat itulah dia di kenalkan sebagai pacar Firman, kakak nya pun sangat menyukai sifat Arini yang baik dan juga ramah.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam setengah, mereka sampai di kediaman keluarga Firman.
Hunian di lingkungan kompleks perumahan mewah di daerah timur Jakarta.Perumahan yang Arini sadari adalah Firman adalah orang yang berada.
Arini dan Firman melangkah beriringan masuk ke kedalam rumah.
" Assalamu'alaikum. " salam di ucapkan dari bibir Arini yang memang masuk duluan.
" Wa'alaikum salam.. " jawab semua orang yang sedang berkumpul di rumah itu menoleh pada Arini dan Firman yang baru datang.
" Akhirnya kamu dateng juga Rin, kita udah kualahan bikin kue nya.. " Canda kakak Firman yang pertama bernama Nisya.
Arini langsung mencium tangan kedua orang tua Firman dan juga kakaknya juga ada saudaranya yang datang juga kerumah.
" Yahhh.. masa, pacar aku kesini jauh-jauh suruh bikin kue sih kak? " protes Firman menimpali omongan sang kakak.
" Lahh.. abisnya Arinj kan jago bikin kue Fir.. " jawab Nisya
" Bang.. biarin Rini juga mau kok bantuin. " ucap Arini pada sang kekasih.
" Tuh.. denger apa kata Arini, mama langsung suka sama Arini waktu kamu bawa kemari, nggak kayak.. mantan pacar kamu yang sekolah perawat itu.. siapa namanya, Intan. Mama nggak suka dia orang nya angkuh. " ucap mama Firman memeluk Arini dengan sayang.
Firman mendengarkan omongan mamanya sontak berubah air mukannya seperti tak suka buat bahas hal itu.
" Mama nggak boleh ngomong gitu, kalau Firman bukan jodoh Arini malah mereka yang jodoh gimana? " ucap Arini sontak membuat Firman memandangnya dengan tajam.
" Kok kamu ngomong gitu yang...?"protes Firman tak menduga Arini akan ngomong seperti itu.
" Kan aku bilang seandainya, kita nggak pernah tahu jodoh Kita siapa bang" sanggah Arini memegang lengan sang pujaan hatinya.
" Jangan pernah katakan semua itu, kami sudah cukup untuk menjadi teman, dan hanya kamu yang paling mengerti aku." ucap Firman dengan pandangan yang memohon.
" Baiklah, aku akan ingat semua itu." ucap. Arini dan beranjak meninggalkan Firman untuk ke dapur membantu memasak makanan yang akan mereka buat.
.
.
.
.
Arini selalu bersikap sabar apapun yang bisa membuat hati Firman senang, sebenarnya Firman adalah pribadi yang tempramen namun, semenjak berhubungan dengan Arini dia berubah dengan sendirinya.
Bersambung.
Haiii...yuk like, Vote episode ini dan sebelumnya juga harus di like juga yaaa...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Zulhidayanti Nur
ceritanya mulai enak nich
2022-06-14
3
deasyna
masih ngikutin😘
2022-06-11
1
Titin Tin
peghianatan yg menyakitkan
2022-05-24
1