Arini sibuk bebenah ruang kerja Refal. Namun, dia di kagetkan dengan suara langkah yang masuk dalam apartement itu.
Mendadak tubuhnya membeku dan dengan cepat menyadarkan otaknya berfikir,takut-takut ada pencuri masuk dalam apartemen itu. Arini mengedarkan pandangannya dan melihat raket yang tergantung di dinding ruangan itu, dan dengan cepat melangkah keluar dari ruang kerja Refal.
" Apa aku salah denger, tadi aku denger kalau ada yang masuk.. coba aku cari. " gumam Arini melangkahkan kakinya perlahan dan mengedarkan pandangannya serta menajamkan pendengarannya.
Terdengar kegaduhan di bagian dapur, seperti suara pintu kulkas yang di banting. Mendadak jantung Arini berdebar kencang, dia menghembuskan nafasnya dengan kasar dan melangkah ke arah dapur,terlihat seseorang yang berdiri membelakanginya, di area wastafel .
Arini mengendap endap dan menyiapkan serangan mendadak yang akan membuat orang itu kaget bahkan mungkin jantungan.
Arini sudah berada di belakang orang itu dan siap mengayunkan raket itu ke tubuh pria tersebut,dan...
"Aaaaaa......
Buk 💥💥
Buk 💥💥💥💥💢💢💫
" Woiii... woiii... stop.. stop... STOP ..ARINI...!!!!!
Teriak orang itu.
Mendengar namanya di panggil,mendadak Arini menghentikan aksinya, walaupun orang itu sudah mengaduh kesakitan di tubuhnya karena serangannya.
" Hahhh... kamu siapa??!!!
Ucap Arini dengan sedikit mundur menyisakan jarak aman baginya.
Lelaki itu mendongakkan wajahnya melihat sosok Arini.
Mata mereka saling bertemu dan sedetik kemudian..
" KAMU...!!! "
keduanya terkejut,karena memang mereka bukan tak pernah bertemu sebelumnya.
" Tuan Dark Chocolate..??!! ucap Arini sontak membuat Refal tersenyum tipis.
Arini yang merasa ada perkataannya yang salah menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
" Maaf, anda kenapa disini? " tanya Arini dengan menyelidik.
" Menurut kamu, siapa yang berani masuk sembarangan ke apartemen orang, kalau bukan pemiliknya? " jawab Refal dengan santai seraya melirik wajah Arini yang masih terlihat tegang.
" Hahh... jadi, anda tuan Refal... ma_maaf tuan saya tidak sengaja, kirain maling masuk makanya saya buat perlawanan trus terpaksa harus pukul tuan samaa.....
"Yahhhh.. kok rusak sih, tuan maaf.. saya akan ganti lagian tuan juga salah kenapa, tuan jam segini sudah pulang coba..? biasa nya kan sore..? "
Ucap Arini dengan tanpa jeda,padahal dia takut kena marah karena sudah memukul tuan nya dan raket yang dia pegang pun rusak.
" Hehhh... mana ada orang yang punya rumah pulang diarang, ini kan apartemen saya Ariniiiii....!! " ucap Refal dengan pandangan yang tak bisa di artikan.
" Yah.. kan bisa tuan pencet bell dulu, trus saya bisa keluar.. " sanggah Arini.
" Emang saya tamu, denger yaa.. saya harus kembali ke apartemen karena saya mau ganti baju, karena saya ada meeting di luar sekalian saya ambil baju buat golf nanti sore, kenapa kamu yang atur sih.. sudahlah jangan khawatir saya nggak akan apa-apain kamu juga, mood saya sudah hancur di kantor sekarang tambah hancur karena kamu.. " terang Refal dengan menatap tajam Arini.
Refal melangkah melewati Arini yang masi diam menundukkan kepalanya, dan Refal tersenyum tipis melihat tingkah Arini...
" Kamu mau jadi patung dapur??" ucap Refal seraya berbisik dekat Arini. Membuat Arini membeku sesaat.
" Hahh..??" ucap Arini cengo
" Buatin saya kopi Rin, pusing saya..!!! " teriak Refal yang sudah duduk di sofa ruang TV.
" Huft.. untung saja nggak di gantung kayak raket ini, tapi...
" Rin.. Kopi...!! " teriak Refal lagi
" I-iya tuan sebentar.." jawab Arini dengan suara tak kalah keras.
Setelah beberapa saat, Arini membawa sebuah cangkir kopi untuk Refal.
" Silahkan tuan, kopinya.. ada yang bisa saya bantu lagi? " tanya Arini dengan menaruh kopi yang dia buat diatas meja.
" Terima kasih..nanti saja, kamu teruskan saja pekerjaan kamu.." ucap Refal tanpa menatap Arini.
Refal sibuk dengan tab nya, dan dia mencoba kopi yang di buat Arini, saat menyeruput kopi nya sedikit terdiam merasakan rasa kopi yang familiar di mulutnya. Dan dia meminumnya lagi.
" Kok ..kopi ini kayak kopi yang biasa aku minum di kantor? " gumam Refal
Refal melirik arah dimana Arini baru keluar dari ruang kerjanya guna membersihkannya.
" Rin... " panggil Refal pada Arini.
Arini yang mendengar suara tuannya memanggil namanya sontak langsung menatap tuannya.
" Iya.. tuan." jawab Arini dan langsung menundukkan pandangannya.
" Emmm.. kamu sudah selesai, bisa lembur nggak hari ini? " tanya Refal sedikit ragu.
" Hahh.. lembur?? tanya Arini balik.
" Maksud saya, kamu bisa nggak kalau hari ini kamu masakin saya makan malam, saya pengen masakan rumah,bosen order online mulu,tapi..kan nggak ada bahan makanan makanya saya ajak kamu beli barang dulu dan pastinya buat kamu lembur, nanti gaji kamu saya tambah deh.. kan kamu lembur." terang Refal panjang lebar.
" Emmm.. gimana yah tuan, saya mau ketemuab sama sahabat saya nanti malam.. kalau nggak dateng nggak enak." ucap Arini dengan sedikit tak enak hati.
" Jam berapa kamu janjiannya?" tanya Refal
" Jam delapan sih tuan." ucap Arini.
" Oke, itu gampang.. sekarang kamu lembur dulu.. nanti juga kamu dateng ke tempat temen kamu, tenang saja.. saja jamin."ucap Refal dengan berusaha meyakinkan Arini.
" Baiklah, sekarang saja kita pergi buat ke swalayan." ucap Arini dengan melangkahkan kakinya mengambil slim bag nya.
Sementara Refal menunggu di depan pintu apartement nya. Tak lama Arini keluar dengan senyuman tipis, keluar dari apartemen.
" Kita belanja di swalayan bawah saja ya..?" ucao Refal dengan menoleh kebelakang.
Karena memang Arini berjalan di belakang Refal.
" Bisa nggak kalau jalan di samping saya,capek saya nengok ke belakang terus kalau ngomong sama kamu." ucap Refal lagi seraya menarik lengan Arini sampai dia di samping Refal.
" Eehhh.. tuan, maaf.. iya saya akan di samping tuan terus sampe tuan buang saya." ucap Arini tanpa sadar.
" Hahh.. emang kamu mau sampe tua jadi maid saya Rin, sampe kamu ngomong gitu.. apa kata suami mu nanti.." ucap Refal masuk dalam lif diikuti oleh Arini.
" Suami.. belum kepikiran punya suami tuan, saya masih mau kuliah.. buat toko roti sama butik pakaian muslimah." terang Arini dengan senyuman mengembang saat membicarakan keinginannya.
" Kamu mau kuliah? kenapa kamu malah kerja jadi OG sama Maid gini? " tanya Refal yang makin penasaran dengan sosok Arini.
" Yahh.. saya mau kuliah tuan,tap..tabungan saya buat kuliah belum cukup." ungkap Arini dengan memasang wajah sedihnya.
" Emmm... kenapa kamu nggak coba jalur beasiswa Rin, kan pasti ada.." usul Refal dengan melirik ke arah Arini.
Arini mengerutkan dahinya mendengar penuturan Refal,beasiswa..iyah.. kenapa tak dia memikirkannya tinggal belajar giat, dan mencari kampus yang sesuai dengan bidang akademik yang dia mau.
" Tapi...
" Coba saja di kampus milik Kesuma Group disana ada beasiswa khusus untuk karyawan Kesuma, kamu coba saja.Semoga beruntung.. kalau kamu mau berusaha pasti ada jalan , trus tanya saja infonya sama Kalina kalau kamu mau.." ucap Refal panjang lebar.
Ucapan Refal membuat Arini terbengong dengan senyuman Refal, samar tapi.. membuat jantung Arini jedag jedug..
Bersambung
Lanjutin nanti malam yaa.?
Like
Vote
Love buat othor biar tambah semangat.
Kopi juga nggak nolak biar melek ini mata othor.
maaf jika masih banyak typo yaa..?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Ida Ida
maunya kalau di jadikan drama refal Hadi sama cut Syifa ya pasti seeru sama sama ganteng dan cantik
2022-06-25
0
Nur hikmah
aduh refal g tanya mslh kopi...q y yg greget sndri
2022-06-25
0
deasyna
perdana ketemu setelah jadi maid dan OG mudah2an awal yang baik😘
2022-06-11
1