Hari ini restaurant tempat Arini bekerja terlihat ramai, apalagi saat makan siang dan makan malam tiba pasti banyak yang singgah disana, karena memang tempatnya strategis dan juga tempat nongkrong yang bagus, dan ada Live music juga.
Arini sedang sibuk melayani tamu nya sebagai pelayan yang terlihat sangat cekatan.
" Fit, aku ke toilet sebentar.. udah nggak tahan." ucap Arini dan langsung berlari kecil ke arah toilet
Namun saat di belokan dekat toilet tiba-tiba terjadi sesuatu pada Arini.
Bruk..
" Awwwsstt... maaf.. " ucap Arini dengan wajah yang masih menunduk karena memang dia terjatuh dalam keadaan terduduk.
" Kamu nggak papa? " terdengar suara bariton yang membuat Arini langsung mendongakkan wajahnya.
Dan terlihat pria dengan kemeja biru dan lengan di gulung sampai siku, mengulurkan tangannya pada Arini.
" Ng_nggak .. mas, saya nggak papa.. maaf tadi saya buru-buru mau ke toilet." ucap Arini yang kini sudah berdiri kembali tanpa menerima sambutan tangan yang berusaha menolong nya.
" Hemm.. kaki kamu nggak papa? " tanya pria itu melihat kaki Arini yang sedang Arini gerak-gerak kan.
" Hahh... emm.. nggak masalah kok mas , silahkan..maaf saya tadi buru-buru juga ceroboh." ucap Arini memberikan akses untuk pria itu jalan.tanpa menunggu jawaban pria itu Arini dengan cepat masuk ke dalam toilet.
" Hehhh.. cewek aneh.. " gumam pria itu. melihat Arini yang buru-buru lari.
Pria itu melangkah untuk meninggalkan area toilet, namun baru selangkah pria itu berhenti kembali karena seseorang memanggilnya.
" Fal.. gw cariin kemana aja lo? lama amat lo di toilet, tidur.?" ucap seorang pria yang menegur pria yang tadi bertabrakan dengan Arini tadi.
" Tidur kata toilet kamar hotel, Iya.. tadi gw kebelet, trus mau balik nggak sengaja tadi nyenggol orang jadi, sedikit lama. " terang pria itu pada temannya.
Dan dua pria itu melangkahkan kakinya menuju sebuah meja yang sudah ada .
Sementara Arini kembali bekerja setelah menuntaskan hajatnya.dan stanby di dekat meja cashier.
" Rin, nomer 7 belum pesen tuh.. coba lo kesana" ucap Fitri menunjuk kearah tempat yang dia maksud.
" Ok.." ucap Arini singkat
Arini langsung menuju meja yang ditunjuk sahabatnya.
" Selamat malam kak, sudah bisa order? " tanya Arini dengan senyuman dan sopan santun yang tak pernah pudar.
" Ehh.. ini mbak, pesanan kami.. " ucap salah satu pria yang duduk di meja itu menyerahkan sebuah kertas pada Arini.
Namun tanpa Arini sadari ada mata yang memperhatikannya saat sibuk memindahkan pesanan di kertas di pindahkan ke tablet yang dia bawa.
" Cewek ini lagi.. " batin pria itu
" Maaf kak, untuk American Machiato nya kosong, mau di ganti yang lain..?" tanya Arini dengan sopan
" Ada rekomendasi? " tanya seseorang yang kebetulan Arini tak pandang sedari tadi.
"Dark Choco? " ucap Arini spontan
" Oke, Dark Choco." ucap pria itu dengan wajah datarnya setuju begitu saja dengan rekomendasi Arini.
Para sahabat yang melihat pria bernama Refal itu langsung memandang Refal dengan perasaan heran..Setahu mereka Refal tidak pernah bisa langsung menerima usul seseorang tanpa berpikir, masalah apapun itu.
Namun,lain dengan sikapnya pada Arini.
Setelah semuanya dicatat pesanan mereka, Arini langsung meninggalkan meja itu.
Tak berapa lama pesanan mereka jadi, dan mereka menikmati nya dengan canda tawa.
" Kenapa Rin? " tanya Fitri yang melihat sahabatnya memperhatikan meja nomer 7
" Nggak papa, cuma penasaran.. tadi pesenan no 7 aku ganti satu dan rekomendasi Dark Choco, cuma takut aja dia nggak suka.takuyg komplaint aja." jawab Arini dengan mengutak atik ponselnya.
" Sudahlah, mungkin dia suka pilihan kamu. " ucap Fitri menenangkan hati Arini
" Yang.. kok belum siap-siap, udah waktunya pulang kamu.. aku tunggu di meja itu yaa..? " Kehadiran Firman membuat Arini sadar jika dia sudah waktunya pulang.
Mendengar penuturan Firman, Arini melihat jam tangannya menunjukkan bahwa waktunya dia pulang.
" Iya maaf, aku absen dulu sama ganti baju yaa... Fit aku balik dulu yaa? " pamit Arini pada Fitri dan di jawab anggukan oleh sahabatnya dan langsung nyonong ke ruang ganti.
Tak berapa lama Arini sudah bersiap pulang dan menghampiri Firman yang duduk di samping meja no 7.
" Bang, yuk.. " ucap Arini pada Firman mengajak nya pulang saat di depan Firman.
" Ehh.. udah, sebentar yang.." kata Firman yang sedang sibuk melihat ponselnya.
" Sibuk banget,ngerjain apaan sih? " tanya Arini penasaran.
" Nggak ada, lagi chatt sama teman SMA katanya mau ada reoni." jawab Firman dan segera memasukkan ponselnya pada kantong Jaket boombernya.
Firman dan Arini keluar restaurant dengan jalan beriringan menuju parkiran restaurant.
Namun ada seseorang yang melirik interksi Arini dan Firman ,entah apa yang dipikirkan olehnya namun, dia tersenyum kecut melihat kedua orang yang sedang bersiap pulang penuh canda dan tawa terlihat bahagia dengan hubungan yang terlihat saling menyayangi.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Herlina Sukawati
sdh ada kelakuan mencurigakan
2022-06-02
4
Titin Tin
mulai berbohog
2022-05-24
2
fiendry🇵🇸
semangat
2022-05-22
1