Arini sampai di Restaurant tepat empat puluh lima menit dari Kesuma Group.
" Rin..kamu baru sampai? " tanya Fitri yang melihat Arini saat di depan loker nya.
" Iya,aku belum telat kan?
" Belum sih, cuma kelihatan nya kamu capek banget Rin, kamu sudah mulai masuk di kerjaan baru kamu yah? "
" Iya Fit, alhamdulillah senengnya aku dapet kerja di sana. Alhamdulillah juga punya patner kerja yang baik juga sabar ngajarin aku "
Ungkap Arini dengan senyuman manisnya.
" Tapi, kesehatan kamu juga harus di jaga Rin."
Tiba-tiba Jaenap masuk ke dalam ruang ganti. mereka.
" Iya, kalian tenang aja.Aku baik-baik saja.. "
Arini tak ingin kedua sahabatnya itu khawatir akan keadaannya.
" Rin, Firman tahu kalau kamu kerja sampingan? " pertanyaan Fitri membuat Arini teringat jika hari ini dia hari ini belum sempat menghubungi kekasihnya itu.
" Astaghfirullahal'azhim.. aku lupa telp dia, makasih Fit udah ngingetin aku."
Dengan senyuman lebarnya Arini langsung mengambil Ponselnya untuk menghubungi Firman.
Namun, ponsel Firman tak aktif .Arini tetap lah Arini yang selalu berfikir positif, dalam segi berpikir pun dia selalu ingin berpikir bahwa semua baik-baik saja.
" Kenapa Rin, Firman nggak bisa di hubungi? "
Tanya Jaenap dengan pandangan yang datar.
" Iya.. mungkin dia sibuk atau...
" Atau abis batre ,itu kan yang ada di otak kamu? " serobot Fitri.
" Kamu terlalu baik Rin, aku sarankan untuk kamu pikirkan diri kamu sebelum memikirkan orang lain, dan siapkan diri kamu karena kedepannya bisa jadi kamu akan di uji dengan kesetiaan."
Ucapan Fitri memberikan Arini memastikan bahwa semua baik baik saja, Firman selama ini pun tak pernah membuat Arini kecewa.
.
.
Waktu berlalu begitu cepat dan sudah empat bulan Arini menjalani kehidupan yang bisa di bilang penuh perjuangan, dua pekerjaan yang dia jalani tentu saja membuat dia dan Firman sangat jarang bertemu, bahkan selama empat bulan ini sebulan sekali Firman menemui Arini di restaurant, itupun hanya sebentar.
" Rin, besok kamu cuti? " tanya Fitri saat mereka berkemas untuk clousing malam.
" Iya, besok keponakan Firman Ulang tahun jadi aku mau kesana." jawab Arini
" Firman jemput? "tanya Jaenap
" Nggak, katanya dia ada tanding basket di kampus,lagian aku juga bisa kesana naik bus kok. "
" Tapi, setidaknya dia jemput Rin..kan nggak tiap hari ketemu kamu. " ucap Fitri
" Udahlah, jangan buat aku negatif thinking dong.. " ucap Arini merasa kedua sahabatnya selalu menganggap Firman makin menjauh dari Arini.
" Semoga hubungan kalian baik-baik saja sih. " ujar Jaenap.
" Amiin.. " Arini meng aminkan harapan sahabatnya itu.
Benar saja keesokan harinya tepatnya hari sabtu pagi Arini sudah siap untuk mengunjungi rumah orang tua Firman yang ada di daerah Sentul.
Arini dengan ojek onlinenya sudah berangkat dari kontrakan Arini sekitar jam sepuluh pagi karena acaranya akan di laksanakan jam tiga sore.
Sekitar Sejam setengah Arini sampai di rumah Orang tua Firman.
Kehadiran Arini di sambut dengan senyuman bahagia oleh semua yang ada di sana.
" Assalamu'alaikum. " ucap Arini saat akan masuk ke dalam rumah besar itu.
" Wa'alaikum salam.. Alhamdulillah, akhirnya mantu mama dateng juga. " ucap Mama Firman dengan antusias.
" Apa kabar ma? "
Arini menyalami mama Firman dan memeluk wanita paruh baya itu. Mama Firman pun tak sungkan lagi menunjukkan rasa sayangnya pada Arini. Begitu pun dengan kedua kakak perempuan Firman dan Abang Firman. Mereka sudah menganggap Arini layaknya adik sendiri.
" Kamu sendiri kesininya ?"
Tasya kakak perempuan Firman yang kedua tiba-tiba menanyakan itu,jadi..dipastikan. keluarga Firman tidak tahu jika Firman ada keperluan lain.
" Bang Firmannya kan ada tanding basket di kampus kak. " jawab Arini santai
" Basket? ohh.. iya yah?? "
Perkataan Arini membuat keluarga Firman kaget.
Arini pun tak ambil pusing dengan apa yang Firman lakukan, karena Arini sepenuhnya percaya pada Firman.
Jam dua siang Firman sampai rumah orang tuanya dengan motor sportnya.
" Haiii... sayang,dari jam berapa kamu disini? " tanya Firman saat melihat Arini yang sedang duduk menemani keponakannya bermain.
" Kan kamu yang bilang aku suruh kesini jam sepuluhan, gimana sih kamu?
" Ohh.. iya, sorry aku lupa.." ucap Firman sedikit tergagap.
"Kenapa sama Firman,kayak aneh gitu.. " batin Arini
" Aku ke dalam dulu yah, bersih-bersih dulu.." ucap Firman langsung menuju kamarnya.
Arini sedikit merasa ada perubahan pada sikap Firman, tapi.. dia mencoba berpikir positif.
.
.
.
.
" Fir.. tunggu..!! kamu dari mana? tanya Tasya yang tiba-tiba menarik Firman ke halaman samping.
" Ada apa sih kak, aku mau ke Arini."
" Kakak mau ngomong sama kamu, kamu dari mana? jangan bohong sama kakak, kamu jangan lupa Arini begitu baik sama kamu.. dan banyak berkorban buat kamu Fir.. jangan sampe kamu kecewa in Arini juga kita, kakak nggak rela jika kamu sampe nyakitin hati Arini. "
" Apaan sih kak, oke.. Firman memang tadi pagi pergi sama temen kampus, dan niat Firman nanti malam akan ke tempat Arini karena setahu aku Arini hari ini kerja."
" Hahhh... trus kenapa sampe Arini cuti kamu nggak tau?
" Yah.. Arini nggak kasih tau aku kak.. " jawab Firman
" Kamu aneh atau Arini yang bohong,tapi..setahu kakak Arini nggak pernah bohong sama kita,Arini bilang kamu nyuruh Arini berangkat kesini jam sepuluh pagi ,sendiri karena kamu ada keperluan.. sekarang kakak tanya kamu, kasih tahu Arini ada acara Ryan kan? trus kamu bilang apa ke Arini?
" Aku bilang soal acara Ryan,dan aku bilang kalau dia kesininya lagi off aja. " ungkap Firman
" Tapi, kenapa Arini bilang kamu nyuruh dia berangkat jam sepuluh? kalian sebenarnya kenapa sih? tanya Tasya yang terlihat geram.
" Taulah.. aku ke Arini dulu." ucap Firma lantas meninggalkan sang kakak yang sudah melihat gelagat aneh dari sang adik.
Arini duduk diam di dekat taman belakan G'V rumah, dan termenung memikirkan tentang sesuatu yang selama ini jauh -jauh dia tak pernah pikirkan.
" Sayang.. kamu disini, kirain kemana? Kamu sudah makan? " Tanya Firman yang duduk di samping Arini.
Firman menatap Arini dengan sedikit bingung karena Arini seperti sedang melamun
"Rin.. kamu..
" Siapa perempuan itu? kamu sudah lama sama dia?
Pertanyaan Arini membuat Firman terkejut .
"Kenapa, apa salah aku bang.. apa karena aku nggak punya waktu buat kamu, apa karena aku cuma kuli.. seandainya dia lebih baik,lebih baik aku mundur.. " ucap Arini dengan cepat Firman menggeleng gelengkan kepalanya tanda tak benar adanya.
" Dia cuma aku anggap teman Rin, dia juga sudah memiliki kekasih, aku sama dia cuma saling bertukar pikiran dan juga kita juga sama-sama tahu kalau aku sayang sama kamu...dan jika aku suruh memilih aku tetap akan bersama kamu, karena kamu begitu baik dan selalu mengert aku Rin.
" Baik.. aku pegang omongan kamu,jangan biarin dia seenaknya balas chatt juga kan.. dan aku ingetin ke kamu, tidak ada persahabatan diantara laki-laki dan perempuan.. ingat itu..!!
Ucap Arini yang terlihat sangat berbeda dari biasanya ada rasa marah disana namun,sebisa mungkin Arini tahan dan berusaha bersikap tenang.
Firman yang mendapatkan ultimatum dari sang kakak dan keluarganya dan melihat Arini yang masih berusaha bersikap baik dan dewasa, dan memilih memperbaiki hubungan mereka tanpa harus mengakhiri nya.
Firman merasa beruntung mendapat wanita yang sangat sabar seperti Arini.
Bersambung
Like
Vote
comment
Jangan sampe lupa yaaa...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Diana Subar
perempuan yg suka ngasih sama lelaki namanya torok kalo org jawa bilang...
2024-03-23
0
Via
Arini goblok terlalu tolol Mash pacaran aja mau maunya di porotin hadeh
2022-12-29
0
Sum Arni
baru nyadar ya arini ,sudah sering di kasih tau ma sahabat masih ja ngeyel ....semangat thor
2022-08-27
0