Setelah mereka sampai lantai 25 mereka melakukan pekerjaan nya masing-masing.
" Rin..kamu bersihin area depan ruang presdir yaa.. biar aku yang masuk kedalam. " ucap Lulu
" Ok.. " ucap Arini singkat
Saatnya mereka membagi tugas apa yang mereka harus lakukan. Setelah dirasa bersih dan rapi, Arini dan juga Lulu beranjak ke pantry lantai tersebut.
Lantai 25 terdiri dari ruang Presdir, ruang meeting 1, Assisten Presdir ,bagian design.
" Rin.. tolong bantu aku buatin kopi buat Presdir yaa..? tuh, kopinya yang bungkus hijau.. trus jangan terlalu manis dan tolong buat yang kental biasanya boss nggak suka kopinya terlalu manis."ucap Lulu memberi arahan pada Arini
" Oke.. aku buat, kamu yang bawa ke ruang Presdir kan? " kata Arini mengikuti arahan Lulu.
" Iya, aku yang bawa." ucap Lulu.
Setelah beberapa saat Arinu sudah selesai membuat kopi, dan Lulu yang mengantarkan kopi keruang presdir.
Tok tok tok
" Masuk.. " ucap seseorang yang ada di dalam.
" Pagi Pak, maaf saya antar kopi bapak.. " ucap Lulu dan melangkah mendekati meja sang bos dan menaruh kopi itu di atas meja.
Setelahnya Lulu undur diri dari ruangan itu.
Sang bos yang terbiasa mengesap kopinya sebelum melakukan pekerjaannya dia mulai menyesap kopi hitam yang membuat mood nya baik.
"Kok kayaknya racikan nya beda.. apa perasaan ku saja sih...tapi, lebih baik dari biasanya." gumam pria itu.
Tok Tok tok..
" Masuk.. "
" Pagi Pak, saya akan mengingatkan kegiatan bapak hari ini." ucap seorang peremapuan dengan senyuman manisnya
" Hemmm.. " jawab pria yang duduk manis ditempat kebesarannya.
Sang sekretaris pun membacakan agenda hari ini yang akan di lakukan sang bos.
" Kalina.. tolong tanya Lulu, mulai besok takaran kopi saya harus sama persis dengan hari ini, saya rasa racikan Lulu lebih baik buat hari ini. " ucap pria itu.
" Baik pak.. saya permisi. " ucap Kalina melangkah ke luar ruangan sang boss.
Kaliana dengaj santai ke pantry menemui Lulu, menyampaikan ucapan sang bos, padahal kan bisa saja Kalina sampaikan lewat interkom.
" Lulu... " panggil Kalina saat masuk pantry
namun, orang yang di panggil tak menjawab.
Lulu melihat wanita berhijab yang sedang sibuk di wastafel.
" Kamu siapa? " tanya Kalina
Arini dengan spontan membalikkan badannya menghadap Kalina.
" Maaf bu, saya OG baru di lantai ini.. saya Arini " jawab Arini dengan setengah membungkuk.
" Mbak Kalina ada perlu apa, kok sampe ke pantry. "
Ucap Lulu saat dia masuk ke pantry dan mendapati Kalina disana.
" Eh.. Lu, kamu dari mana? bu Galuh lupa bicara sama saya, kalau ada OG baru? kamu juga nggak ngomong saya? "
Kalina mendudukan bokongnya di kursi.
" Maaf mbak, Lulu lupa.. mungkin bu Galuh lupa juga yah.. trus mbak Kalin ada apa kemari? " tanya Lulu.
" Eh.. iya, boss bilang.. takaran kopinya jangan diganti yaa? takarannya sama kayak hari ini, katanya mantep racikan kamu Lu. " terang Kalina.
" Hahh.. tapi, itu tadi.. Arini yang racik mbak.." jelas Lulu.
" Owh.. ya, kalau gitu mulai besok kamu aja yah Rin bantuin Lulu buatin kopi pak Bos." ucap Kalina.
" Saya nggak masalah mbak, tapi.. emang nggak papa Lu.. takutnya kamu kesinggung sama saya. " ucap Arini
Karena memang Arini takut jika dia harus berurusan atau mempunyai musuh.
" Yah.. nggak masalah Rin,tenang saja. Aku nggak papa kok.. kita sama-sama kerja juga kan? " ucap Lulu
Lulu mengerti bahwa apa yang di pikirkan Arini.
" Ya udah.. cuma itu sih ,aku mau nyampein omongaj si boss kalau lewat interkom takut nggak jelas juga,makasih yaa.. semoga betah ya.. Rin, soalnya di lantai ini sudah banyak yang nggak tahan sama aturan si boss."
Jelas Kalina
Kalina meninggalkan pantry buat lanjutkan kerja nya.
Hari ini Arini merasa beruntung karena mempunyai patner kerja yang baik. dan atasan yang baik juga. walaupun belum pernah melihat big boss nya.
" Lu, aku duluan yaa.. soalnya ada kerjaan lain lagi yang harus aku kerjain." ucap Arini saat mengemasi barang-barang nya.
" Kamu kerja lagi Rin, nggak capek? " tanya Lulu
" Capek lah Lu.. tapi, gimana lagi demi masa depan." ujar Arini masih dengan senyuman menghiasi wajahnya.
" Ya udah ..semoga kamu selalu sehat deh.. Rin." ucap Lulu
" Makasih banyak buat doanya... aku duluan yaa.. Assalamualaikum. " pamit Arini
" Wa'alaikum salam. " jawab Lulu
Arini dengan cepat melangkahkan kakinya meninggalkan gedung Kesuma Group,untuk menuju tempat kerjanya yang lain.
Saat Arini keluar gedung ada seseorang yang terkejut dengan keberadaan Arini di gedung itu.
" Cewek itu ngapain disini? " batin orang tersebut mengarahkan pandangannya pada sosok Arini yang naik Ojek Online meninggalkan. Kesuma Group.
" Fal.. Fal... woii.. Refal..!! "
Tommy meneriaki sahabatnya yang diam di depan lobby kantor
" Ehhh.. apa? nggak usah teriak-teriak kali.. gw nggal budeg.. "
Semprot Refal yang kesal dengan Tommy yang meneriakinya.
" Lagian dari tadi kita panggil lo ngalamun, lo liat apa? bidadari atau setan? bengong aja sampe di panggil nggak nyaut-nyaut." cerocos Rizal
" Masa sih? sudahlah.. yuk masuk!! " ucap Refal mengajak para sahabatnya masuk dalam kedung.
.
.
" Lo kenapa Fal, tadi makan siang nggak semangat.. trus baru sampe kantor tiba-tiba kayak liat setan." ucap Bagus pada sahabatnya.
" Nggak papa, perasaan lo aja. " jawab Refal dengan santai.
" Nggak papa gimana, lo aneh tau nggak? " ucap Tommy.
" Udahlah, kita siap-siap buat bahas proyek pembangunan Hotel kita yang harus bisa kelar tepat waktu." kilah Refal mengubah topik pembicaraan.
Refal duduk di kursi kebesarannya, dan sedetik kemudian larut dalam lamunannya kembali.
" Kenapa ,perempuan itu disini? " batin Refal
" Apa dia di pecat dari restoran itu, tapi.. kenapa gw kepikiran sama dia sih... " batin Refal dengan pikiran yang terus memikirkan wanita yang selalu mengganggu mood nya.
" Tuh liat, dia ngalamun lagi kan? apa dia ada masalah sama Dinda? " ucap Tommy pada dua sahabatnya yang duduk di sofa ruangan Refal.
" Emang aneh nih anak, tapi.. kalaupun ada masalah sama Dinda pasti dia akan cerita sama kita, tapi.. liat aja dia nggak ngomong apapun sama kita.. " ucap Bagus.
" Kalau gw rasa, ada yang beda sama Refal selama enam bulan ini.. kalian inget kan,gimana tiap hari dia keproyek trus makan pun di restaurant itu lagi-itu lagi.. apa dia punya gebetan disana? " ujar Rizal dengan senyuman smirknya
" Haisstttt... kalau iya, nggak masalah buat gw yang penting bisa dia bahagia trus bisa jadi calon menantu idaman keluarga Kesuma, nggak kayak sekarang ini, punya cewek tapi.. rasa jomblo.. " sergah Tommy.
" Kalian ngomongin gw?" ucap Refal tiba-tiba
Ketiga sahabatnya itu merasa terkejut karena Refal. yang sudah duduk di antara mereka.
Bersambung.
Berikan Love dong biar tambah semangat author ?!
Cerita ini memang sebelum Arini dan Refal saling kenal satu sama Lain tapi, mereka selalu di pertemukan oleh takdir..
Gimana kisah selanjunya ikuti terus yaaa...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
lik Ma'rufah
❤️❤️❤️❤️
2023-07-11
0
Warda Al-fatih
❤️❤️❤️❤️
2022-07-28
0
Rokinah Mamasurya
gue kasih banyak kak love nya❤️❤️❤️❤️❤️❤️😘😘
2022-07-18
0