# Bertemu Mama Firman

Arini mendorong troley dan mengikuti Refan dari belakang.

" Rin, saya bingung mau beli bahan buat masak,saya sudah selesai beli keperluan saya.Troley nya bisa saja yang dorong kamu yang belanja deh..buat kebutuhan dapur. " ucap Refan mengambil alih troley yang di pegang Arini.

" Tuan serius, tuan memang mau di masakin apa? " tanya Arini sambil berganti posisi.

" Apa yah, terserah kamu aja deh.. ".jawab Refal dengan santai.

" Huftt.. tuan nggak punya alergi kan?" tanya Arini sambil tangannya meraih bahan-bahan masakan.

" Nggak ada, tenang aja." ucap Refal yang memperhatikan Arini yang terlihat cekatan mengambil barang makanan.

" Kita belanja buat seminggu tuan? " tanya Arini sedang memilah milah udang.

" Sebulan juga nggak papa.." jawab Refan dengan melipat tangannya di depan dadanya.

" Seminggu saja yah tuan, nanti kalau udah mau abis biar Arini laporan sama tuan,kalau sekarang mah.. kita butuh waktu lebih." usul Arini pada Refal.

" Yaahhhh.. oke, terserah kamu.Nanti kalau seandainya lihat stock menipis, kamu bisa beli dulu dan kasih tagihannya pada saya." terang Refal.

" Oke.. kita ke bagian buah yah..? " ucap Arini melangkah ke stant buah. " Tuan, biasanya makan buah apa, biar saya beli yang tuan suka." ujar Arini.

" Apa aja rerserah kamu." jawab Refal dengan matanya fokus pada ponselnya.

" Hahhh.. terserah-terserah,awas saja kalau nanti aku disalahin. Ditanyain malah asyik main hp mulu." gerutu Arini sambil memilah jeruk.

" Saya masih denger Rin.. " ucap Refal dengan senyum tipis. " Rin, kamu kalau di kantor tugasnya di lantai berapa? " tanya Refal

Pertanyaan Refal membuat Arini menghentikan pergerakannya. "Saya tugas di lantai 25,kenapa tuan? " tanya Arini

" Nggak papa, cuma saya nggak pernah lihat kamu soalnya." kata Refal.

" Yahh... tuan emang nggak inget sama peraturannya sendiri, karyawan yang tak berkepentingan tidak boleh berkeliaran di lantai 25 selama tuan muda Refal berada di kantor, itu kan peraturannya kurang lebih. kalaupun saya ke bilik karyawan juga kalau tuan sedang meeting di luar, sedang fokus di ruangan tuan, makanya saya sama tuan nggak pernah ketemu di kantor." jelas Arini panjang lebar.

" Kalau yang buat kopi saya Lulu kan? " tanya Refal lagi.

Arini tersenyum " Kata mba Kalina tuan suka sama kopi racikan saya, tapi.. karena memang biasanya tugas pengantar kopi keruangan tuan ity Lulu jadi dia yang anter kopi racikan saya, emang kenapa tuan.. kok dari tadi tuan nanya-nanya nya itu loh.. aneh..!! " ucap Arini sontak membuat Refan tersadar.

" Nggak papa, emmm... kamu punya resep dark coklat? " tanya Refal

" Tuan suka dark Chocolate?" tanya Arini balik.

" Kan dari kamu, yang ngusulin minum dark Chocolate. " jawab Refal.

" Kan tuan tanya saya, apa minuman yang mau saya direkomendasikan.. ya, sudah saya jawab dark Chocolate.." jawab Arini tak mau kalah.

" Iya sih, tapi.. kamu beli bahannya buat dark coklat nya dan mulai besok, di kantor juga kamu buatin saya dark coklat saja.. sekalian kamu yang anter." terang Refal.

" Kok mendadak begitu tuan? "

" Karena,kalau saya ingin minum Dark Chocolate masa harus ke restaurant dulu kamu kerja."

Arini mengernyitkan dahinya mendengar penuturan Refal.

" Saya, kesana itu karena proyek kerja saya ada di sekitaran restaurant kamu kerja makanya kalau saya makan siang enakan disana, makan malam pun begitu.. karena kamu tahu sendiri kan, di apartemen saya sendiri." jelas Refal.

" Mati gw !! kenapa gw jadi gini sih sama Arini, Refal please..kamu sudah punya Dinda dan sebentar lagi dia kembali buat kamu. " batin Refal meruntuki kebodohan hatinya.

"Bukannya Tuan Refal pindah ke apartemen nggak beda jauh sama aku pindah kontrakan, aneh.. kenapa dia bohong coba,apa pak Eman lupa.. ahhh.. sudahlah,lagian itu bukan urusan ku." batin Arini mengingat perkataan pak Eman yang bilang waktu pertama Arini kerja, Refal pun tak beda jauh baru pindah ke apartemen walaupun kadang dia juga nginep di apartemen itu jika dia habis lembur di kantor.

Mereka berdua larut dalam pikiran mereka masing-masing,dan tak lama mereka di kagetkan dengan seseorang yang memanggil Arini.

" Rin...Arini..!! " panggil seseorang.

Arini yang mendengar tersadar dalam lamunannya dan melihat siapa yang memanggilnya.

Matanya membulat sempurna, tangannya langsung terasa dingin.

" Ma.. ma..!!" ucap Arini dengan suara terbata dan lirih.

Namun, walaupun suara Arini terdengar lirih..masih bisa di dengar oleh Refal dan dia pun menoleh sepandangan dengan arah Arini.

"Rin... kamu kemana saja, mama kangen sama kamu nak.. Firman..

" Maaf tante.. Rin, kamu ajak tantenya ke caffe itu..biar aku ke kasir buat bayar belanjaan kita." ucap Refal menyela omongan mama Firman.

"E... ah i_iya.." jawab Arini tergagap

Arini terkejut dengan perkataan Refal yang menggunakan istilah "Aku" dan "kita" seolah mereka sangat akrab.

Arini melihat Refal yang sudah melangkah menuju meja kasir, dan lantas Arini menoleh pada mama Firman. " Ayo mah.. kita ke caffe sana. " tunjuk Arini dan menggandeng tangan mama Firman ke Caffe depan swalayan.

.

.

" Mau minum apa ma? tanya Arini berusaha tenang.

" Capucinno aja Rin." jawab mama Firman

" Mba... pesan Capucinno satu,Chocolate panas satu. " ucap Arini memesan dua minuman untuk mereka.

" Ada lagi kak" tanya pelayan Caffe

" Itu aja mba, terima kasih. " ucap Arini dengan senyuman menghiasi bibirnya.

Sepeninggal pelayan Caffe itu Arini memandang mama Farman dan menyentuh tangan wanita paru baya itu.

" Mama apa kabar? maaf ya mah, belum bisa main ketempat mama.. karena..

" Kamu putus sama Firman, kenapa Rin? apa Firman nyakitin kamu, bilang sama mama.. biar mama hajar dia." potong Mama Firman dengan mata yang sudah menatap intens Arini.

" Maafin Arini mah, perasaan kita tidak bisa di paksakan mah.. begitupun perasaan Arini dan Firman, keputusan ini kami buat juga demi kita semua, seandainya aku sama Firman tetap dalam hubungan itu dengan hanya Firman takut dengan kebahagiaan mama, Arini nggak bisa mah.. maaf, Arini nggak bisa paksakan perasaan Firman untuk Arini, walaupun Arini kecewa dengan Firman jadikan Arini persinggahan tapi, yakinlah.. Arini sayang sama mama dan keluarga dengan tulus, mama masih bisa anggap Arini anak mama, karena Arini sepenuhnya juga akan menganggap mama bagian hidup Arini. " ungkap Arini dengan senyuman yang terasa pilu.

" Mama ngga suka Firman sama Intan Rin.. " tolak Mama Firman.

" Mama coba lebih dekat dengan Intan,nggak mungkin juga Firman akan memberikan cinta tulusnya pada orang yang salah ma, cobalah mah.. terima Intan dan sayangi dia, pasti dia juga akan menyayangi mama dan keluarga." ucap Arini mengulas senyuman manisnya.

" Arini...!! " panggil seseorang..

Arini yang mendengar namanya di panggil, menoleh pada sumber suara.Dan dengan senyuman manisnya Arini melihat orang tersebut melangkah mendekatinya.

Bersambung.

Sambung nanti yaaaa...

Jangan lupa Like, vote juga nih...

Biar othor tambah semangat...

Terpopuler

Comments

Aruna arfiana

Aruna arfiana

suka ceritanya

2022-06-20

1

tips sederhana dataku

tips sederhana dataku

Suka dgn ceritanya

2022-05-30

1

Maulana ya_Rohman

Maulana ya_Rohman

siapa ya🤔🤔🤔🤔🤔

2022-05-27

1

lihat semua
Episodes
1 # 7 HARI MENCINTAIMU..
2 # 1 7HM
3 #2 7HM
4 #3 7HM
5 #4B 7HM
6 # 6 7HM
7 #7 7HM
8 # 8 7Hari Mencintaimu
9 # 7 HM ( OG Baru)
10 # 7 HM ( Memperbaiki Hubungan )
11 # Berusaha Mencoba
12 # Antara Kita Selesai
13 # Ketemu Oma
14 #Arini Pergi
15 # Maid
16 # Cerianya Arini
17 # Pertemuan Arini dan Refal
18 # Bertemu Mama Firman
19 # Bertemu Sahabat
20 # Rencana ke Rumah Utama
21 # Mansion Kesuma
22 # Menantu Idaman
23 # Perubahan Refal
24 # Mengundurkan Diri
25 # Perjodohan
26 # Tak Menyangka
27 # Rencana
28 # SAH
29 #Mengikuti permainan
30 #Terpaksa tidur Seranjang
31 # Rencana ke Paris.
32 # Membuat Arini sibuk
33 #Menemuinya
34 # Alasan ke Paris
35 # Pulang
36 # Rencana buka Toko
37 # Jemput Arini
38 # Berikan aku 7 Hari untuk Mencintaimu
39 # istri Sholehah VS Imam Syurga
40 # Hak Dan Kewajiban
41 # Mencoba Menjalani yang Semestinya
42 # Serangan Fajar
43 # Rencana Arini
44 #After Unboxing
45 # Makan Malam
46 # Minta Maaf
47 # Firman Datang
48 # Menjalani yang Semestinya
49 # Mengumpulkan Bukti.
50 # Dia Kembali
51 # Sonya
52 Dinda Datang
53 # Sisi lain Arini
54 # Mulai Beraksi
55 # Refal Hilang
56 # tak Butuh 7Hari Mencintaimu
57 # Berpisah Sementara
58 # Awal Cerita SI Bucin
59 # Menjenguk Mama Lita
60 # Refal Hilang Kendali
61 # Bukti
62 #Pembuktian
63 #Terhukum Rindu
64 # Melihat Bukti
65 # Melepas Rindu
66 # Siapa Refal
67 # Memberi Pelajaran
68 # Kedantangan 5 Pria tengik & 3 Cewek Rempong.
69 # Rencana di Mulai.
70 # Tamparan Bayar kontan
71 # Berhasil.
72 # Si Cassanova
73 # Menuruti kemauan Arini.
74 #Arini Hamil??
75 # Arini yang Agresif
76 # Positif Hamil.
77 # Kesibukan Refal & Kehamilan Arini
78 # Arini Sakit??
79 # Mila
80 # Ingkar Janji
81 # Obat Apa?
82 # Kecelakaan
83 # Devanie Ayudisha Kesuma
84 # Menemukan Pendonor untuk Arini
85 # Terima kasih Firman
86 # Firman yang selalu Sayang Arini
87 # Operasi
88 # Ungkapan Tommy
89 # Operasi Arini berhasil
90 # Arini Sadar
91 # Menemui si Penabrak
92 #Pembalasan Untuk Mila
93 # Di pindahkan
94 # Sikap Arini Berubah
95 # Konsumsi Obat
96 # Bicara Pada Arini
97 #Rekaman Pemakaman Disha.
98 # Kembali Ke Apartemenn
99 # Refal yang Beda
100 # Mengikhlaskan
101 # Menambah Kadar Cinta
102 # Akhirnya Bahagia Bersama
Episodes

Updated 102 Episodes

1
# 7 HARI MENCINTAIMU..
2
# 1 7HM
3
#2 7HM
4
#3 7HM
5
#4B 7HM
6
# 6 7HM
7
#7 7HM
8
# 8 7Hari Mencintaimu
9
# 7 HM ( OG Baru)
10
# 7 HM ( Memperbaiki Hubungan )
11
# Berusaha Mencoba
12
# Antara Kita Selesai
13
# Ketemu Oma
14
#Arini Pergi
15
# Maid
16
# Cerianya Arini
17
# Pertemuan Arini dan Refal
18
# Bertemu Mama Firman
19
# Bertemu Sahabat
20
# Rencana ke Rumah Utama
21
# Mansion Kesuma
22
# Menantu Idaman
23
# Perubahan Refal
24
# Mengundurkan Diri
25
# Perjodohan
26
# Tak Menyangka
27
# Rencana
28
# SAH
29
#Mengikuti permainan
30
#Terpaksa tidur Seranjang
31
# Rencana ke Paris.
32
# Membuat Arini sibuk
33
#Menemuinya
34
# Alasan ke Paris
35
# Pulang
36
# Rencana buka Toko
37
# Jemput Arini
38
# Berikan aku 7 Hari untuk Mencintaimu
39
# istri Sholehah VS Imam Syurga
40
# Hak Dan Kewajiban
41
# Mencoba Menjalani yang Semestinya
42
# Serangan Fajar
43
# Rencana Arini
44
#After Unboxing
45
# Makan Malam
46
# Minta Maaf
47
# Firman Datang
48
# Menjalani yang Semestinya
49
# Mengumpulkan Bukti.
50
# Dia Kembali
51
# Sonya
52
Dinda Datang
53
# Sisi lain Arini
54
# Mulai Beraksi
55
# Refal Hilang
56
# tak Butuh 7Hari Mencintaimu
57
# Berpisah Sementara
58
# Awal Cerita SI Bucin
59
# Menjenguk Mama Lita
60
# Refal Hilang Kendali
61
# Bukti
62
#Pembuktian
63
#Terhukum Rindu
64
# Melihat Bukti
65
# Melepas Rindu
66
# Siapa Refal
67
# Memberi Pelajaran
68
# Kedantangan 5 Pria tengik & 3 Cewek Rempong.
69
# Rencana di Mulai.
70
# Tamparan Bayar kontan
71
# Berhasil.
72
# Si Cassanova
73
# Menuruti kemauan Arini.
74
#Arini Hamil??
75
# Arini yang Agresif
76
# Positif Hamil.
77
# Kesibukan Refal & Kehamilan Arini
78
# Arini Sakit??
79
# Mila
80
# Ingkar Janji
81
# Obat Apa?
82
# Kecelakaan
83
# Devanie Ayudisha Kesuma
84
# Menemukan Pendonor untuk Arini
85
# Terima kasih Firman
86
# Firman yang selalu Sayang Arini
87
# Operasi
88
# Ungkapan Tommy
89
# Operasi Arini berhasil
90
# Arini Sadar
91
# Menemui si Penabrak
92
#Pembalasan Untuk Mila
93
# Di pindahkan
94
# Sikap Arini Berubah
95
# Konsumsi Obat
96
# Bicara Pada Arini
97
#Rekaman Pemakaman Disha.
98
# Kembali Ke Apartemenn
99
# Refal yang Beda
100
# Mengikhlaskan
101
# Menambah Kadar Cinta
102
# Akhirnya Bahagia Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!