" Mak, abah ..Arini pamit,jaga kesehatan abah juga mak yaa?
Ucap seorang perempuan cantik dan sederhana yang sedang berpamitan pada kedua orangtua nya untuk pergi merantau.
Gadis itu mencium tangan kedua orang tuanya yang dia sangat sayangi.Dengan tatapan sendu karena meninggal kan keluarganya untuk pergi jauh.Karena sebelumnya mereka tak pernah berpisah jauh.
" Kamu jangan khawatir Rin, ada kakak juga kan? "
Sang kakak pun menenangkan sang adik yang serasa berat untuk pergi.
" Iya Rin.. kamu kan sudah memutuskan untuk merantau, abah sama emak ngerti banget kok ..kalau kamu memang benar-benar nanti mau kuliah kasih tahu kami, Insayaallah kita disini juga bisa bantu kamu. "
Ucapan sang ibu membuat gadis bernama Arini terharu mendengarnya.
Arini Sofia memutuskan merantau ke Jakarta untuk bekerja dan mengumpulkan biaya untuk kuliahnya. Kuliah jurusan design yang dia inginkan.
" Rin yuk..!! "
seru sahabat Arini bernama Ayu
dengan berjalan menghampiri sang sahabat dan berpamitan pada kedua orang tua Arini .
" Iya.. Yu..?! " ucap Arini singkat.
" Jaga diri kamu baik-baik , kalau ada apa-apa hubungi mas atau mbak mu. "
pesan Sofyan kakak ipar Arini
" Iya mas, aku titip abah sama mak ya mbak,mas.." ucap Arini dengan mata yang berkaca-kaca
" Sudah sana, sebelum abah.. berubah pikiran. " seru sang abah pada putri bungsunya yang terlihat masih berat meninggalkan orang tuanya.
Arini akhirnya cepat-cepat masuk dalam mobil trevel yang akan mengantar kan dia ke Jakarta bersama sahabatnya Ayu Habsari.
.
Di dalam mobil Arini masih diam dan tanpa banyak bicara, memikirkan kedepannya nanti.
" Tenanglah, dengan niat baik kita.. Insyaallah usaha kita akan di permudah Allah." ucap Ayu yang tahu akan kesedihan sahabatnya.
Arini memang tak pernah hidup jauh dari keluarga nya, dia mengambil keputusan besar untuk mewujudkan cita-citanya, kuliah di Jakarta dengan hasil kerja kerasnya sendiri.
Seorang Arini sangat paham akan kondisi keuangan keluarganya, sang abah hanya petani biasa dan ibunya berjualan sembako di pasar bersama kakak dan juga kakak iparnya.
Maka dari itu, dia memutuskan untuk merantau ke jakarta untuk mencari biaya kuliah.
.
.
Setelah perjalanan panjang sekitar 12jam perjalanan dari daerah asalnya Jawa Tengah ke Jakarta,saat ini Arini bersama Ayu sampai di sebuah kontrak kecil yang sudah beberapa bulan lalu di sewa Ayu.
Ayu memang sudah merantau ke jakarta lebih dulu setelah lulus SMA, semetara Arini membantu kakaknya di tokonya.
Ayu mengambil kunci kamar kontrakannya dalam tasnya dan segera membuka pintu kamar itu.
" Ayo masuk Rin.. beginilah kontrakan aku, alhamdulillah lah bisa buat neduh." ucap Ayu mengajak Arini masuk ke dalam kontrakannya.
Kontrakan petakan sempit hanya ada kasur lipat, tv cembung ukuran 14inc dan kipas angin diatas plapon, dan dua lemari kecil. sementara di belakang ada dapur kecil dan kamar mandi.
" Kalau kontrakan segini kamu bayar berapa yu..? tanya Arini dengan mengarahkan pandangannya ke penjuru kamar itu.
" 700rb sudah termasuk listrik, biaya air juga termasuk ." jawab Ayu dan menyerahkan gelas berisi air putih pada Arini.
" Kamu nggak perlu khawatir, biaya soal kontrakan yang kamu lakukan sekarang cari kerja, kayaknya restaurant deket tempat aku kerja ada lowongan kemarin, kalau kamu mau besok aku tanya lagi yaa..? sekarang kita istirahat" sambung Ayu mengajak sahabatnya bersih-bersih tubuh mereka lalu istirahat.
" Iya" jawab Arini singkat menenteng tas pakaiannya yang ada di samping pintu.
" Baju kamu taruh di lemari ini Rin, punya aku yang satunya. " ungkap Ayu menunjukkan sebuah lemari kecil
" Iya yu.. makasih yah, kamu sudah mau aku susahin." Ucap Arini yang merasa tak enak hati dengan sahabatnya itu.
" Apaan sih, nggak usah lebay.. kita sudah dari orok sama-sama, kalau selama aku bisa nolong pasti aku tolong, dan pastinya kamu juga akan begitu sama aku kan? " ucap Ayu dengan merangkul Arini dan Arini mengangguk membenarkan perkataan sahabatnya .
.
.
.
Keesokan harinya Arini bersiap untuk mendatangi tempat dimana atas info dari Ayu ada lowongan pekerjaan.
Ayu dan Arini menaiki angkot ke tempat kerja Ayu, kebetulan Ayu bekerja di counter Hp dan letaknya tak jauh dari restaurant yang Arini tuju.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit mereka sampai di sebuah deretan ruko-ruko di Jakarta pusat, Ayu mengantar Arini ke tempat tujuannya dulu dan langsung bergegas menuju tempat kerjanya .
.
.
.
Setelah menunggu lumayan lama akhirnya Arini di panggil untuk interview .
Dengan mengucapkan basmalah Arini masuk keruang interview.
Terlihat seorang laki-laki dengan seragam biru terlihat lebih rapih penampilannya dari karyawan lain, yang memang membedakan antara mereka yaitu warna seragam, dan lihat sebuah name tag bertuliskan nama dan jabatannya Manager store.
" Arini Sofia itu nama kamu? tanya pria itu menatap Arini intens " Apa motivasi kamu berkerja disini? "tanya orang itu selanjutnya. yang mulai sesi interview yang sekarang terlihat Arini agak tegang, karena memang ini pengalaman pertamanya untuk memulai hari dengan memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
"Nama saya betul Arini Sofia pak, dan Motivasi saya ingin bekerja disini yaitu ingin mendapatkan uang yang bisa saya tabung untuk kuliah dan juga untuk kedua orangtua saya pak. " jawab Arini dengan senyuman manisnya dan juga tanpa rasa ragu sedikitpun.
Dan beberapa pertanyaan dan test yang Arini lalui dengan tenang, dan kini tiba saatnya Arini mendapatkan pengumuman berhasil atau tidaknya dia di terima nya bekerja.
Hati Arini harap-harap cemas, bagaimana pun dia tahu bahwa tak mudah untuk mencari kerja, dan tekad Arini dengan bekerja apa saja yang penting halal dan juga bisa buat dirinya makan juga biaya hidup di Jakarta serta sedikit-sedikit bisa nabung buat biaya kuliahnya.
Saat Arini duduk sendiri sambil komat kamit baca doa, ada seorang gadia menghampiri Arini dan menyapa Arini dengan ramah.
"Hai... namaku Fitri, kamu siapa? " tanya seorang gadis pada Arini dan mengulurkan tangan dengan senyuman ramah di depan Arini.
" Aku Arini, kamu ngelamar kerja disini juga? " tanya Arini bersikap sopan juga dan menyambut uluran tangan gasis itu.
" Iya, semoga kita di terima yah.. " ucap Fitri penuh dengan pengharapan dan duduk di samping Arini.
" Aminn, eh.. itu ada kertas yang di tempel pasti itu hasil nya. " seru Arini melihat seseorang yang tadi meng interview dirinya.
" Yuk kita kesana.. semoga kita di terima." ucap Fitri dan melangkah beriringan ke depan sebuah mading.
Arini dan Fitri membaca satu-satu nama yang tertera di kertas yang di tempel.
" Arini lihat, kita di terima !! seru Fitri antusias "Yeayyyy... Kita satu store juga Rin.. " seru Fitri lagi teriak kegirangan.
" Alhamdulillah ya Allah, Engkau mudahkan urusan ku saat ini, semoga aku bisa dengan baik bekarja.. Aminn. " gumam Arini
Ada kelegaan di hati Arini saat tahu bahwa dia di terima bekerja, dan tak ingin dia sia-siakan kesempatan itu.
Arini bersyukur mempunyai sahabat seperti Ayu dan sekarang punya teman baru juga dan satu pekerjaan.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Daniel Aufa Daniel Aufa
up
2022-06-22
0
Hafiz Faiz
next
2022-06-13
1
Ani Widodo
prolognya udah cerita banyak...jadi mbaca novelyna udah g sambil penasaran...karena udah ada ceritanya...
tetep mau nyoba baca next episode lagi...barangkali ada perubahan.
2022-06-01
0