Saat Nayla dan Clarissa membuka mata mereka terkejut bahwa tidak ada Pemuda itu duduk,dan menoleh kebelakang membuat kedua wajah gadis ini cemberut melihat Bragga tepat di depan Elsa.
Gadis yang beruntung begitulah pemikiran para wanita yang lain nya.
Yang membuat suasana di ruangan itu hiruk pikuk.
Elsa yang tidak tau apa apa hanya kaget dan memandangi pemuda itu sambil mendongakkan wajah nya.
Namun saat itu tidak jauh dari tempat pemuda ini berdiri,Bragga melihat ada setangkai mawar yang terletak di depan Bryan karna pelayan tadi mendapat perintah dari atasannya untuk meletakkan bunga itu di atas meja mereka.
Sedikit berpaling Bragga meraihnya namun tidak disangka!!
Braaaaaak....
Botol yang menjadi wadah mawar tersebut jatuh dan pecah berkeping keping
Semua orang terkejut dan ternganga,napas mereka berhenti beberapa menit.
Bagaimanapun benda di sana tidak ada yang murah,botol itu terbuat dari Titanium Batu Bulan jadi harganya tidak main main.
Bragga yang tengah bahagia sudah merasa selangkah lagi memiliki tubuh gadis itu juga mendapati keringat dingin diwajahnya.
"Apa yang kau lakukan Bryan?" Nelda yang saat itu lepas dari perasaan terkejut dan mengambil kesempatan untuk membantu Bragga dan berharap dibalas dengan cintanya kemudian hari.
"Benar ,pecundang ini selalu membuat suasana semakin buruk!!" Ristia menambahkan intimidasi lagi.
Algon yang selalu menjadi pengikut Rayden juga memberikan komentarnya "apa yang akan kau lakukan sekarang Bryan? botol itu sangat mahal!! Siapa yang akan menggantinya?"
"Botol itu ada di mejanya,jadi seseorang yang berhak membayarnya adalah Pecundang ini sendiri!!" Rayden juga ikut menambahkan pembicaraan yang menyudutkan.
Bryan tidak peduli dengan semua kata kata mereka,dia hanya duduk santai dengan ketenangan tanpa terpengaruh sama sekali.
Saat itu Elsa terlihat panik bagaimanapun semua itu juga merupakan kesalahannya,karena Bragga ingin memberikan setangkai bunga itu untuk dirinya.
Saat itu Bragga sangat ketakutan,dia tahu bahwa pemilik tempat ini tidak pernah melepaskan siapapun yang membuat masalah di gedungnya.
"Apa yang pecundang ini miliki,dia hanya pemuda miskin yang tidak tahu diri bagaimana mungkin bisa membayar harga botol itu?" Clarissa yang masih menyimpan perasaan marah sebelum pergi tadi juga menyampaikan unek-unek nya.
"Semuanya harap tenang dulu,saya mencoba untuk menelpon seseorang untuk masalah ini!!" Jawab Bragga perlahan menurunkan kepanikannya.
"Saya juga akan menelpon siapapun yang bisa saya hubungi saudaraku!" Jawab Rayden tengah mengambil handphone genggam milik nya.
Begitu juga dengan yang lain nya,mereka berlomba lomba menelpon jejaring yang menurut mereka cocok untuk dihubungi.
Dalam kesunyian itu seluruh ruangan terdengar suara dentingan panggilan telepon dari tiap masing masing orang,tanpa terkecuali Bryan sendiri.
"Lihatlah si bodoh ini,tiada berguna nya dasar pecundang" Widya yang melihat Bryan hanya duduk santai tidak dapat menahan emosi nya.
Saat itu juga seseorang mengangkat telpon dari Bragga yang tidak lain adalah Ayah nya sendiri.
Namun setelah menutup telpon wajahnya nampak lebih suram dari sebelum nya.
"Bagaimana Tuan Animous?" Walter yang juga sedikit takut mulai bertanya.
"Semua nya harap tenang dulu! Saya masih mencoba menghubungi seluruh jaringan yang ku kenal" Jawab Bragga mencoba membuat suasana tetapp kondusif disisi lain keringatnya semakin bertambah di seluruh tubuhnya.
Saat semuanya sedikit lebih tenang tiba tiba pintu berbunyi dan terbuka, seorang pelayan datang dengan membawa Anggur Merah Delica yang tadi mereka pesan.
Seketika pelayan itu tersentak dan bertanya ketika melihat botol itu pecah "siapa yang bertanggung jawab atas semua ini?"
Semua orang menunjuk Bryan namun pelayan tersebut hanya memberi peringatan untuk menyiapkan segala kerugian itu dalam waktu 15 menit dari sekarang.
Siapapun yang bertanggung jawab, pelayan itu tidak lagi perduli yang terpenting selalu ada jaminan sebelum keluar dari ruangan itu.
"Maaf Tuan,boleh saya bertanya? Ada berapa harga untuk botol itu Tuan?" Jawab Natasha Mahoni gadis berambut panjang yang bergelombang belakangan ini menjadi sorotan karna seperti seorang model dalam setiap unggahan media sosialnya.
"3 juta dolar!!" Jawab pelayan itu singkat.
Mendengar itu mulut semua yang berada di ruangan itu kembali ternganga bahkan bagian dagu seperti telah jatuh dan menyentuh lantai.
Meskipun nilai yang diterapkan begitu tinggi ,tak seorangpun dari mereka yang berani membantah karena resiko yang akan mereka dapatkan adalah sampai pada keluarga masing masing.
Setelah menyampaikan pesan nya ,pelayan itu segera pergi dan menutup pintu kembali.
Dari keheningan setelah pelayan tadi keluar terdengar satu suara lembut dari Elsa " Apa yang harus kita lakukan? aku hanya punya 150 dolar saat ini"
Ketakutan dan kepanikan tengah berada di wajahnya saat itu,bagaimanapun juga sebuah kesalahan tentang botol itu juga bagian dari dirinya.
"Aku punya 800 dolar" Rayden juga menambahkan dan itu merupakan uang bulanan nya saat ini.
Semua orang merogoh kocek nya masing masing.
Namun hanya terkumpul 1,5 juta dolar saja,sedangkan harga botol tersebut sudah mencapai 3 juta dolar belum lagi pesanan makan dan anggur mereka!! Ditambah lagi 1 porsi minuman Anggur Merah Delica...
Suara terakhir yang bergabung dalam peruntungan itu adalah Bragga yang kemudian berkata "aku punya 1 juta dolar"
Saat ini uang yang terkumpul sudah 2,5 juta dolar,namun semua itu tidaklah cukup.
Rayden yang saat itu masih sibuk dengan handphone genggamnya terlihat menelepon seseorang.
Semua orang yang melihat itu sangat mengharapkan nya saat ini.
Namun kegagalan kembali memutus semangat mereka setelah Rayden berkata "ayahku tidak bisa berbuat apa apa!"
Saat itu juga Walter sudah sedikit kesal dengan tingkah Bryan yang masih mencicipi kentang goreng di atas mejanya tersebut.
"Hey bajingan,apakah kau tidak sadar semua orang sedang mencoba memecahkan masalah ini! Kau malah enak makan.." Walter berteriak menatap Bryan.
Clarissa yang juga masih mengharapkan kasih sayang pemuda itu kemudian menambahkan perkataan pedas pada Bryan "pecundang,kau hanya membawa kesialan untuk kami!! Sebaiknya tadi kau hanya diluar saja"
Semua orang berlomba lomba memaki Bryan,namun ketenangan nya tidak pernah terganggu sama sekali.
Namun saat itu dia sedikit lebih peduli dengan keadaan ketika tanpa sengaja melirik wajah Elsa yang begitu ketakutan saat ini.
Disaat Bryan ingin berdiri tiba tiba pintu kembali terbuka,dan semua orang kembali terdiam.
Seorang Pria berkisar umur 26 tahun dengan stelan jas hitam pekat ditambah kacamata yang juga mengkilap menempel di garis matanya,tampilan sangar yang dimilikinya cukup mengintimidasi suasana di ruangan itu.
"Oh Tuan Leton,apa kabar?" Dengan cepat Bragga menyambutnya sebelum kemarahan pria itu keluar.
"Ternyata kau Bragga! Apa yang terjadi disini?" Jawab Pria itu.
Jhon Leton adalah pengurus Gedung Commodore Street Rockstone saat ini,kinerja dan ketegasan nya telah membuat suasana Gedung ini menjadi pusat hiburan nomor 1 di Juana City seiring berjalannya waktu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Sdm Anto
asik x
2022-05-20
0
Sdm Anto
asik
2022-05-20
0