Malam pertama kita

“Kita tidur disana” jawab Andre dengan penuh ketegasan dan tatapan lekat pada Sarah yang berdiri di depannya

“Kita?” Sarah memundurkan bandan

“Hhmm..” Angguk Andre

“kenapa? Kamu takut?” ucap Andre dengan tatapan serius

“Dre.. tadi siang Susan telpon kamu lho” ucap Sarah

“Terus? Apa hubungannya dengan kita yang mau tidur?” Andre menjawab santai dengan tatapan seakan menginginkan Sarah

“Ya.. kita gak mungkin tidur bersama. Itu intinya!” jawabnya serius dan meninggi

Jantung Sarah bagai melompat keluar saat ini. bukankah perjanjian mereka hanya suami istri di atas kertas?

“Kita Cuma tidur sar, gak ngapa ngapain” jawabnya meyakinkan dengan ekspresi menggoda

“Aku tau!” jawabnya menolehkan wajanya ke arah lain, ekspresinya kesal seakan menjawab godaan Andre

“Done!” jawab Andre singkat kembali menatap tabletnya.

“Aku gak pernah tidur dengan orang asing dan aku terbiasa tidur sendiri!” Sarah seolah membuang rasa malunya.

“Kita suami istri, bukan orang asing sayang” goda Andre lagi

“Cuma kontrak!!” Sarah menjulurkan lidahnya mengejek Andre yang menggodanya

Andre tersenyum melihat Sarah yang sulit digoda.

“Kita tidur disana aja, itung itung malam ini latihan” ucapnya

“Heh..? jangan gila kamu dre!” matanya membulat menatap Andre

“Besok malam kita akan menginap di rumah, dan mau gak mau kita akan tidur seranjang” jawabnya serius

“masa gak ada sofa di kamar kamu?” tanyanya lagi

“gak ada.. mamah udah pindahin” jelasnya lagi

“Huh...” keluhan sarah semakin menjadi

“Resiko!” jawab Andre tersenyum berdiri dan akan pergi

“aku mandi dulu, kamu tunggu ya?” Andre menggoda Sarah

Sarah pun tertawa melihat candaan Andre dan terus menggodanya.

Malam itu mereka pun tidur di ranjang yang sama, akan tetapi rasanya sangat tidak nyaman karena ada sebuah guling sebagai pembatas untuk mereka berdua. Tempat itu pun terasa sempit.

Ya Allah, gak enak banget, sempit gini! keluh Sarah dalam hati membuat posisi senyaman mungkin

"dah tidur sar?" tanya Andre

Sarah pun menutup matanya.

moga kamu tipe orang yang memegang janji! benak Sarah merasa sedikit takut Andre melakukan sesuatu diluar perjanjian mereka

"ah.. ternyata udah tidur!" gumaman kecil Andre terdengar menggerakkan tubuhnya,

Meski sulit untuk terlelap di tengah situasi yang mereka alami, namun karena rasa lelah, membuat mereka akhirnya mampu terlelap.

Walaupu akhirnya guling itu telah menghilang di antara mereka dan Andre yang menjadi guling Sarah.  Namun Andre baru menyadarinya  saat ia membuka mata di pagi hari, Sedang Sarah masih terlelap dengan nyenyaknya tanpa menyadari apa yang ia lakukan.

*

*

*

Siang itu mereka kembali ke rumah orang tua Andre. Mereka mungkin akan tinggal disana beberapa hari karena Andre memiliki beberapa urusan dokumen sebelum mereka kembali ke kota mereka.

“Dah siap?” tanya Andre sebelum keluar dari mobil mereka

“Bentar!” Sarah menghela nafas beberapa kali meredakan rasa gugupnya

“tu benerkan kamu aneh? Kemarin pas pernikahan gak segugup ini kamu!” goda Andre lagi

“ini mertua beneran, kalo kemaren cuma imitasi” ucapnya lagi dengan gaya logat batak.

Andre tertawa mendengar perkataan Sarah

“Aku panggil kamu apa nanti?” ucap Sarah masih mengatur nafasnya

“Panggil biasa aja, Andre!” Andre menjawab sambil membuka pintu

“Tunggu bentar!” ia menahan Andre yang mau keluar dari mobil

Andre menutup kembali pintu mobilnya

“Masa aku panggil kamu ‘Andre’? gitu?”

“A! bener juga!” Andre berpikir sejenak

“panggil beib aja?” lanjutnya lagi dengan becanda

Sarah meliriknya dengan wajah sedikit mengejek dan dibalas kekehan Andre

“Sayang? Cinta? Suamiku?” goda Andre padanya

“Mulai deh..!” Kini Sarah terlihat tidak gugup lagi

“Panggil beib aja kalo kita lagi berbaur, kan pengantin baru?” godanya

Sarah menunjukkan ekspresi pasrah sambil tersenyum seolah terlihat raut kebahagiaan di wajahnya

“Oke?” Andre mencoba meyakinkan Sarah sebelum ia membuka pintu mobil

Andre pun keluar dan membuka pintu untuk Sarah

“Tunggu tunggu!” Sarah mengambil nafas beberapa kali

Andre melihat itu merasa lucu dan ingin tertawa, tapi ia tahan.

“Kamu aneh, waktu kemarin pas pernikahan gak gugup, sekarang malah gugup!”

“Aku takut kita ketahuan, kaya kamu kemarin, keringetan jadinya!” ejeknya pada Andre

Andre tertawa, seraya mengulurkan tangannya untuk Sarah.

Sarah keluar dan berdiri di depan Andre

“Gimana penampilan ku?” tanyanya masih gugup

Andre tersenyum ditahan

“serius!!” ucap Sarah

“Bagus, bagus!” Andre terus menahan tawanya

“Berenti ketawa! aku beneran gugup ini!” keluh Sarah

“Santai aja!” ia berusaha membuat Sarah relax

“Lagian kamu! kenapa kita gak tinggal di hotel aja?” keluh Sarah lagi

“Udah keharusan di keluargaku setelah menikah harus tinggal di tempat orang tua selama tiga hari” jelas Andre

“Hah? Tiga hari lagi...! aduuhh! Matilah aku” ia menghembuskan nafasnya lagi dan kembali dengan nada Khas Sumatera Utara

Andre kembali tertawa

“Come on!” Andre menggenggam tangan Sarah untuk pergi memasuki rumah

Kedua orang tuanya yang melihat itu dari jendela lantai atas tersenyum. Mereka seperti pasangan yang bener benar bahagia.

“Ntar aku harus ngapain aja?” bisiknya sambil berjalan memasuki rumah

“Gak ngapa ngapain!” bisik Andre menjawab

Mereka memasuki rumah besar itu disambut oleh kedua orang tuanya yang baru turun dari lantai dua, terlihat senyum bahagia mereka yang menerima kedatangan sang menantu.

Sarah diterima dengan hangat di rumah itu sebagai menantu utama. Orang tua Andre yang tidak mempermasalahkan siapa Sarah, mampu menerima Sarah dengan sangat terbuka.  Mereka hanya senang akhirnya Andre mengakhiri masa lajangnya yang sangat mereka khawatirkan.

“selamat datang di rumah kami menantu mamah yang cantik” sambut

Kebaikan Nyonya Nensi menyambut menantunya untuk pertama kali menyentuhkan kakinya disana membuat Sarah terenyuh. Perempuan yang memiliki kekayaan namun terlihat begitu sederhana dan ramah, tak terlihat seperti seorang Nyonya yang senang menyombongkan penampilannya.

“terima kasih mah” jawab Sarah menyambut pelukan sang mertua dilanjut cipika cipiki dan mencium tangan Ayah Andre dengan khidmat sebagai menantu

“kesiangan ya bangunnya?” godanya menatap Sarah dan Andre bersamaan.

“jangan dijawab sayang! mamah ah.. jangan godain istri Andre dong! Ntar kalo dia ngambek Andre gak bisa lanjut malam pertama Andre nih!” jawab Andre terdengar absurb

Ayah Andre hanya tertawa melihat kelakuan istri manjanya.

“eleeehh.. paling malam kesekian kali itu!” Godanya

“mamah gak liat Sarah susah jalan?” tanya Andre lagi

Ah.. obrolah memalukan apa ini? benak Sarah bicara

Kedua ibu dan anak tersebut seolah menganggap orang lain nyaman mendengar obrolan mereka yang terkesan fulgar.

Sarah hanya menunduk tersenyum tanpa berani mengeluarkan kata kata.

“baru pertama?” dunia kepo sang ibu memang telah mencapai puncaknya.

Sarah terbatuk mendengar pertanyaan polos sang mertua

“ihh.. mamah ah!” protes Andre merebut pelan Sarah ke dalam rangkulannya

“ayo kita makan siang” ajak ibunya

“kita barusan makan di hotel mah” jawab Andre lagi

“mamah ngajak menantu mamah, bukan kamu!” ucapnya kembali menarik tangan Sarah

Akhirnya mereka menuju meja makan yang sudah disiapkan oleh Nensi.

Saat makan siang, mulailah keluar pertanyaan satu persatu dari mulut nensi. Tapi selalu Andre yang menjawab

“ndre! Menantu mamah gak bisu 'kan? Kenapa kamu yang jawab sih?” keluhnya kesal pada sang anak

Sarah terkekeh mendengar ucapan ibu mertuanya, bahkan suara tawa ayah mertuanya terdengar lebih nyaring dari Andre yang ikut tertawa.

“gimana menantu mamah mau jawab.. pertanyaan mamah kepo banget gitu.. risih dia mah!” jelas sang ayah

“abisnya, nih si anak manja! Tiba tiba bawa pulang calon istri yang acaranya sudah disiapin lagi, mamah sampai gak sempat fitting kebaya!” liriknya pada Andre dengan wajah sewot.

“sengaja, biar mamah gak kerepotan” jawab Andre lagi

“alasan!” jawabnya

“kamu ingat ya Sar.. kalau Andre macam macam, bilang ke mamah, biar mamah pukul dia kalau bikin kmau nangis” ucap sang ibu

“kalo nangis keenakan gimana mah?” tanya Andre

Dan alhasil Sarah memukul bahu Andre dan diikuti tawa mereka semua, sedang Sarah wajahnya menjadi merah padam karena merasa malu sendiri punya suami yang omongannya begitu absurb.

Saat selesai makan siang, Sarah meraih piring kotornya dan Andre ingin merapikan meja makan mewah tersebut.

“jangan sayang! Biarin aja... kalian masuk aja ke kamar kalian yah?” suruh sang mertua

“gak papa kok mah..” ucap Sarah

“udah! ayo! Mending kita lanjut!” ucap Andre tak tahu malu

Sarah pun mencubit pinggangnya

“Awwww!” keluhnya

“sudah sana!” jawab Nensi ikut terkekeh.

Andre pun mendorong kedua bahu istrinya pelan mengajaknya meninggalkan tempat itu.

“Sarah tinggal dulu mah pah” pamit sara

“iya ..” jawab ayah mertuanya, sedang Nensi hanya mengangguk dengan tatapan menggoda padanya.

“ayo sayang!” Andre menggenggam tangan Sarah mengajaknya ke lantai atas dimana kamarnya berada.

Mereka menaiki tangga dengan senyuman, Andre menoleh pada Sarah dan menatapnya seolah tak sabar menuju kamar mereka.

Sarah tersenyum dengan tatapan seakan mengatakan ‘apa an?’

“ini kamar kita” ucap Andre memasuki kamarnya yang telah berubah menjadi kamar pengantin indah.

“yahh.. mamah semakin bikin aku pengen!” Andre menarik Sarah dan menutup pintu.

“kamu pro banget tadi, lain kali kalau ada casting kamu perlu ikut tuh” tawa sara. Sedang Andre menatapnya tanpa bergeming, tajam dan seakan benar benar akan menyergap Sarah

“Andre! jangan liat aku kaya gitu!” ucap Sarah merasa takut dengan tatapan Andre padanya

Kenapa dia natap aku gitu? benak Sarah

“sapa bilang aku akting, kita beneran akan melakukan malam pertama kita di kamar ini!” ucap Andre mendekat

“Andre! jangan mendekat!” ucap Sarah mundur dan berusaha mengecilkan suara ketika ia melarangnya

“teriaklah! Itu akan lebih baik” ucapnya semakin mendekat

Ya Allah.. aku dijebak! benak Sarah menatap ketakutan pada Andre yang mulai melangkah

Inci demi inci langkah itu semakin mendekat

“Andreee!!!” suara Sarah seakan meninggi

\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

Buat yang baca, jangan lupa tinggalin jejaknya ya..

Terpopuler

Comments

QQ

QQ

Hayo gimana nasibnya Sarah sekarang akankah kamar Andre menjadi saksi bisu @siangpertama mereka 🤔🤔🤔🤔

2022-06-03

2

Oesdhieah_Yhanty

Oesdhieah_Yhanty

susaaann..matre dia...

2022-05-02

2

liena zie

liena zie

jadikan pasangan halal sejati thor

2022-04-24

2

lihat semua
Episodes
1 My Man
2 Ponsel jadul
3 Pertemuan Pertama
4 Masalah kita sama
5 Menyusun Kerja Sama
6 Deal!
7 Persiapan pernikahan
8 Kengerian Di Hari H
9 Malam pertama kita
10 Teriakan pengantin baru
11 Kecupan Palsu
12 Obrolan bersama mertua
13 Nyaman di Pangkuan Mu
14 Kembali ke kehidupan semula
15 Rumah sederhana atau Resiko?
16 Mesum di Kamar sepupu
17 Sarapan ala pengantin Muda
18 Perhatian Palsu disaat Krisis
19 Rumah Baru
20 Tetangga yang membuyarkan Rencana
21 Imbas Krisis
22 Berbedanya istriku
23 Perubahan Andre
24 Tak nyaman tanpa mu
25 Rindu atau dirindukan Istri?
26 Arti cinta bagi Sarah
27 Meninggalkan
28 Parisku Hancur
29 Kemesraan Sepihak
30 Berkunjung Ke Kantor Suami
31 Jangan Bebani dirimu
32 Kepalsuan yang terasa nyata
33 Kesal, Khawatir atau apa?
34 Beratkah kau terpisah denganku?
35 Suami cemburu
36 Kamu atau aku yang peluk?
37 Mencuri cium
38 Membaca perilakumu
39 Ciuman Lemon
40 Dingin
41 Lelaki Lain
42 Lelaki Lain
43 Meragukan mu
44 Aku dijual!
45 Keterpurukan
46 Istriku Sakit
47 Hatiku ikut sakit
48 Kencan & Perilaku manis Andre
49 Menyukai Cemburumu
50 Terbang dan semakin terbang
51 Dinginnya Sarah
52 Misteri sikapmu
53 Menyerah
54 I Love You
55 Sentuhan Andre
56 Penyangkalan
57 Perang setelah perang
58 Menjauhi
59 Menolak
60 Harus mengancam
61 Kumohon Kembalilah
62 Menata Hati & Hari
63 Kecewaku padamu
64 Dua garis merah
65 Stress & Semakin Parah
66 Aku Cantik
67 Bertemu Ular
68 Ketahuan
69 Berbohong
70 Praduga yang menyiksa
71 Perdebatan
72 Aku ingin pulang
73 Biarkan aku Pergi
74 Gugatan Cerai
75 Hadiah Ulang tahun Andre
76 Semua terungkap
77 Jangan Ambil Anak ku
78 Percayalah padaku
79 Izinkan Aku
80 Racun wanita ular
81 Jangan mesum di rumah sakit!
82 Malam Kedua
83 Jangan Mandi dulu
84 Obatnya Cuma Kamu
85 Bonus untuk Mu
86 Menjauhlah pengganggu
87 Pillow Talk
88 Bonus Chapter : Sedih Tanpamu
89 Bonus Chapter : Tak Pernah Puas
90 Bonus Chapter : Keunikan Ngidam Sarah
91 Bonus Chapter : Ingin Makan Siang
92 Nikmat Nikmatan
93 Tag Mencurigakan
94 Jangan menyentuhku!
95 Kontraksi Palsu
96 Aku tak bersalah
97 Imitasi menjadi Berlian (Tamat)
98 PENGUMUNAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 98 Episodes

1
My Man
2
Ponsel jadul
3
Pertemuan Pertama
4
Masalah kita sama
5
Menyusun Kerja Sama
6
Deal!
7
Persiapan pernikahan
8
Kengerian Di Hari H
9
Malam pertama kita
10
Teriakan pengantin baru
11
Kecupan Palsu
12
Obrolan bersama mertua
13
Nyaman di Pangkuan Mu
14
Kembali ke kehidupan semula
15
Rumah sederhana atau Resiko?
16
Mesum di Kamar sepupu
17
Sarapan ala pengantin Muda
18
Perhatian Palsu disaat Krisis
19
Rumah Baru
20
Tetangga yang membuyarkan Rencana
21
Imbas Krisis
22
Berbedanya istriku
23
Perubahan Andre
24
Tak nyaman tanpa mu
25
Rindu atau dirindukan Istri?
26
Arti cinta bagi Sarah
27
Meninggalkan
28
Parisku Hancur
29
Kemesraan Sepihak
30
Berkunjung Ke Kantor Suami
31
Jangan Bebani dirimu
32
Kepalsuan yang terasa nyata
33
Kesal, Khawatir atau apa?
34
Beratkah kau terpisah denganku?
35
Suami cemburu
36
Kamu atau aku yang peluk?
37
Mencuri cium
38
Membaca perilakumu
39
Ciuman Lemon
40
Dingin
41
Lelaki Lain
42
Lelaki Lain
43
Meragukan mu
44
Aku dijual!
45
Keterpurukan
46
Istriku Sakit
47
Hatiku ikut sakit
48
Kencan & Perilaku manis Andre
49
Menyukai Cemburumu
50
Terbang dan semakin terbang
51
Dinginnya Sarah
52
Misteri sikapmu
53
Menyerah
54
I Love You
55
Sentuhan Andre
56
Penyangkalan
57
Perang setelah perang
58
Menjauhi
59
Menolak
60
Harus mengancam
61
Kumohon Kembalilah
62
Menata Hati & Hari
63
Kecewaku padamu
64
Dua garis merah
65
Stress & Semakin Parah
66
Aku Cantik
67
Bertemu Ular
68
Ketahuan
69
Berbohong
70
Praduga yang menyiksa
71
Perdebatan
72
Aku ingin pulang
73
Biarkan aku Pergi
74
Gugatan Cerai
75
Hadiah Ulang tahun Andre
76
Semua terungkap
77
Jangan Ambil Anak ku
78
Percayalah padaku
79
Izinkan Aku
80
Racun wanita ular
81
Jangan mesum di rumah sakit!
82
Malam Kedua
83
Jangan Mandi dulu
84
Obatnya Cuma Kamu
85
Bonus untuk Mu
86
Menjauhlah pengganggu
87
Pillow Talk
88
Bonus Chapter : Sedih Tanpamu
89
Bonus Chapter : Tak Pernah Puas
90
Bonus Chapter : Keunikan Ngidam Sarah
91
Bonus Chapter : Ingin Makan Siang
92
Nikmat Nikmatan
93
Tag Mencurigakan
94
Jangan menyentuhku!
95
Kontraksi Palsu
96
Aku tak bersalah
97
Imitasi menjadi Berlian (Tamat)
98
PENGUMUNAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!