"Tidak, dunia atas bukan hanya sebuah legenda belaka. Setelah seseorang berhasil menahan kesengsaraan ilahi dan menerobos ke ranah Holy Lord, orang itu akan dapat membuka gerbang ke dunia atas."
"Selain itu dunia atas adalah sebuah dunia yang benar-benar berbeda di bandingkan dengan dunia ilahi?"
"Ha? bagaimana kau tahu, apa kau pernah ke sana?." pemuda itu kembali bertanya.
"Tidak, aku tidak pernah ke sana. Aku hanya membacanya dari buku ini! Jadi, silakan beli buku ini selagi masih ada diskon." Kultivator tua itu tersenyum tanpa malu menunjukkan buku-buku yang hendak ia jual.
"Apa!! jadi kau hanya seorang penipu pak tua, tch siapa orang bodoh yang akan percaya padamu." ejek pemuda itu dengan acuh dan berjalan pergi.
Melihat tidak seorangpun yang berniat membeli bukunya, Kultivator tua itu menghela nafas sambil memasukkan kembali buku-buku nya kedalam cincin spiritual.
"Haahh, sangat sulit untuk menjual buku-buku ini, tapi aku menemukan sesuatu yang menarik."
Kultivator tua itu tersenyum sambil melihat lubang besar di atas langit.
"Setelah hampir 600.000 tahun menetap di dunia ini. Ini adalah pertama kalinya aku melihat seseorang berhasil membuka gerbang dunia ilahi, aku menantikan apa yang akan terjadi di masa depan. Kekeke..."
Setelah tertawa seperti orang gila, tubuh Kultivator tua itu memudar hingga akhirnya menghilang.
Menghilangnya Kultivator tua itu secara tiba-tiba juga mengejutkan Kultivator lain yang sedang menikmati makanan di sana.
Sementara itu di atas puncak pegunungan yang telah hancur. Sosok Zhukai yang tengah melayang di udara segar berdiri dan mengganti pakaiannya yang telah rusak.
Dia mendongak keatas dan minat sebuah gerbang besar dengan anak tangga yang berada di belakangnya.
Energi yang terus keluar dari gerbang itu begitu murni dan sangat padat hingga membuat Zhukai merasa bernostalgia.
"Jadi ini adalah gerbang menuju ke dunia atas ... Haahh, sungguh aura yang terasa sangat familiar."
Zhukai cukup terkejut saat melihatnya dan menatap gerbang itu untuk waktu yang lama hingga akhirnya terbang mendekat kearah gerbang.
Saat Kai semakin dekat dengan gerbang itu, dia bisa melihat tulisan-tulisan kuno yang melilit pilar gerbang dunia atas.
Tepat saat Kai melangkahkan kakinya masuk kedalam gerbang dunia atas dan menaiki anak tangga.
Dia merasa seolah-olah tubuhnya baru saja terbebas dari belenggu yang tidak lain adalah hukum dunia ilahi.
Saat Kai menaiki anak tangga ketiga, tubuhnya perlahan memudar dan menghilang dari sana.
Pada saat yang sama, gerbang menuju dunia atas juga secara perlahan menutup dan menghilang dari atas langit.
***
Holy Realms, dunia atas.
Di dalam sebuah kamar yang dipenuhi oleh barang-barang mewah dan juga benda-benda langka.
Seorang gadis berambut merah muda tidur di atas kasur sambil terus mengumumkan satu hal.
"Zhukai, Zhukai..."
Wanita itu tidak lain adalah Zi Lin Yue.
Setelah mendapatkan izin dari ibunya kembali ke dunia ilahi, Zi Lin Yue segera mencari Zhukai di berbagai tempat.
Dia juga telah mendengar kabar tentang pertempuran antara Zhukai dengan sepuluh dewa perang kuno.
Tapi setelah pertempuran itu berakhir, tidak ada satupun kabar tentang seseorang yang berhasil selamat dari pertempuran itu.
Meski Zi Lin Yue tidak ingin mempercayainya, tetapi setelah dia terus mencari selama sepuluh tahun tanpa hasil. Kakaknya, Zi Lan Mei menjemputnya untuk kembali ke Klan Zi.
"Kai, dimana kamu..."
Zi Lin Yue menangis di dalam kamarnya sambil menggenggam sebuah liontin kalung yang merupakan hadiah dari Zhukai.
Selain liontin itu, Zi Lin Yue sama sekali tidak memiliki benda lain pemberian Zhukai.
Karena waktu yang dia habiskan bersama dengan Zhukai terbilang cukup singkat dibandingkan dengan wanita lainnya.
Zi Lin Yue sangat merindukan kehangatan dan rasa aman yang Kai berikan padanya.
Tak lama setelah itu, terdengar ketukan pintu dari luar kamar Zi Lin Yue.
"Lin Yue, ini kakak cepat buka pintunya." Suara lembut seorang wanita memanggil dari luar.
Dia adalah Zi Lan Mei, kakak kandung Zi Lin Yue.
Zi Lan Mei sendiri juga terus memerintahkan bawahannya di dunia ilahi untuk mencari keberadaan dewa bintang.
Tetapi setelah ratusan tahun berlalu dan ia tidak menemukan satupun bukti, Zi Lan Mei akhirnya memutuskan bahwa aura yang dia rasakan saat itu adalah milik orang lain.
"Ada apa kakak? kamu bisa langsung masuk, aku tidak mengunci pintunya." ucap Zi Lin Yue sambil menghapus air mata di wajahnya.
Klakk!!
Pintu terbuka, sosok wanita cantik berjalan dan duduk di dekat Zi Lin Yue.
"Lin Yue, ibu memanggilmu untuk turun."
Zi Lin Yue mengerutkan keningnya karena bingung, "Ibu? mengapa dia memanggilku?" ..
"Kakak tidak tahu, tapi kakak merasa bahwa sibuk ingin mendiskusikan kompetisi Klan denganmu."
Mata Zi Lin Yue akhirnya terbuka lebar, karena kerinduannya terhadap Zhukai, dia telah melupakan kompetisi Klan yang di adakan setiap seribu tahun sekali.
"Ah, aku akan segera bersiap..."
Zi Lin Yue segera turun dari atas kasur dan berlari ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Suara gemercik air terdengar jelas walaupun kamar mandi itu telah tertutup dengan rapat.
Saat Zi Lin Yue sedang mandi, Zi Lan Mei hendak turun untuk memberitahu ibunya.
Tetapi setelah dia melihat liontin giok di atas kasur, itu sedikit menarik minat Zi Lan Mei.
"Hmm, sungguh liontin giok yang sangat indah. Darimana Lin Yue mendapatkan nya."
Tepat ketika Zi Lam Mei hendak menaruh liontin giok itu kembali, tubuhnya tiba-tiba bergetar.
"Eh, aroma ini..."
Zi Lan Mei mendekatkan hidungnya untuk mencium aroma dari liontin giok itu.
Tepat di detik berikutnya, tatapan Zi Lan Mei menjadi sedingin es. "Tidak salah lagi, aura ini milik dewa bintang. Darimana Lin Yue mendapatkan benda ini."
Tak lama setelah itu, Zi Lin Yue keluar dari kamar mandi dan hendak mengganti bajunya.
Tapi langkahnya terhenti saat Zi Lan Mei menghadang di depannya, "Katakan Lin Yue, darimana kamu mendapatkan liontin ini." ucap Zi Lan Mei sambil menunjukkan liontin giok di tangannya.
Deg–
Seolah jantung Zi Lin Yue berhenti berdetak, dia menatap liontin giok di tangan kakaknya dengan tubuh bergetar.
"K–Kakak, itu milikku cepat kembalikan!.."
Mengabaikan pertanyaan kakaknya, Zi Lin Yue dengan paksa menarik liontin di tangan kakaknya dan turun kebawah untuk menemui ibunya.
"Hmm, ini semakin mencurigakan!.." Melihat perubahan sikap adiknya, Zi Lan Mei akhirnya bisa menyimpulkan beberapa jawaban di dalam benaknya.
"Hehehe, aku pasti akan mengetahui nya tidak lama lagi..."
Di sebuah tempat yang dipenuhi dengan binatang buas yang sangat kuat, seorang pemuda baru saja muncul dari sebuah gerbang besar.
Dia menatap rerumputan dan juga pohon-pohon di depannya dengan wajah datar.
Dia kemudian menarik nafas dalam sambil tersenyum dan berkata.
"Aku kembali!."
****
Bersambung...
(Tingkat Kultivasi)
• Holy Lord : Langit Pertama – Langit Ke-sembilan.
• Holy God : Langit Pertama – Langit Ke-sembilan.
• Holy God Venerable : Tingkat Pertama – Tingkat ke-tiga.
• God of Destiny : Roh, Fana, Abadi.
• Supreme God : ???
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
adi1
/Good/
2024-11-29
0
adi1
/Good//Good/
2024-11-29
0
adi1
/Good//Good//Good/
2024-11-29
0