Tepat setelah Kai mendapatkan kembali ingatan dari kehidupan pertamanya yang merupakan seorang Shura, pintu keluar dari reruntuhan Shura terbuka pada saat yang sama.
"Haahh ... Ingatan itu, sungguh sangat mengerikan."
Saat Kai memejamkan kedua matanya ingatan tentang milyaran manusia tak bersalah terbunuh dengan kejam terus bermunculan.
Ia sungguh merasa bersalah karena dirinyalah yang melakukan semua pembantaian itu.
Karena sewaktu dirinya berubah menjadi Shura, ia tidak bisa mengendalikan emosi, bahkan tubuhnya bukan lagi miliknya.
"Untuk saat ini, aku harus segera meninggalkan reruntuhan ini."
Saat ini penampilan Zhukai benar-benar berbeda dibandingkan dengan dirinyalah yang dulu.
Dengan rambut hitam panjangnya yang tak terurus, janggut hitam yang telah memajang, dan juga kumis wajahnya.
Jujur saja, melihat penampilan Zhukai sekarang, orang-orang akan ragu. Apakah pak tua ini yang telah membunuh sebelas dewa pernah kuno?
Saat Kai berdiri, bayangan istri-istrinya terus bermunculan di dalam benaknya. Dia berharap bahwa Jiang Lin dan Jiuyang Lin baik-baik saja saat melahirkan anak di dalam kandungan mereka berdua.
Tepat setelah Kai melangkah keluar dari reruntuhan Shura, notifikasi system terdengar dengan sangat jelas dalam kepalanya.
[K–Kai Gege ... A–Akhirnya kamu berhasil keluar, aku sungguh minta maaf karena tidak bisa berbuat apa-apa] ucap Yi sambil merasa bersalah.
Karena dia, Yui, dan Qi Yue tidak menyadari adanya kejadian aneh sewaktu Zhukai mendekati reruntuhan Shura. Dia bersama dengan dua saudarinya merasa bahwa alasan Zhukai terjebak selama ratusan tahun adalah karena kesalahan mereka.
Berbanding terbalik dari apa yang Yi harapkan, reaksi yang Kai tunjukan setelah mendengar suaranya tidak marah ataupun kesal.
Tetapi Zhukai terlihat sangat bahagia setelah mendengar itu.
"Aku senang kamu baik-baik saja Yi'er. Maaf ... jika saja waktu itu aku lebih kuat maka–..."
Ucapannya terhenti, tiga sosok wanita secara tiba-tiba muncul di depannya dengan wajah yang dipenuhi oleh air mata.
"Itu bukan salahmu Kai Gege, justru kamilah yang meminta maaf karena telah membuatmu berubah menjadi monster jahat seperti itu."
Zhukai menggelengkan kepalanya, dia sedikit memaksakan senyum di wajahnya sambil berjalan mendekati ketiga wanita itu dan memeluk mereka secara bersamaan.
"A–Aku pasti akan menemukan pecahan jiwa milikmu yang lain. Kuharap aku bisa menemukan mereka di dunia atas nanti."
Sementara itu, saat Kai memeluk mereka bertiga. Dia merasakan bahwa dadanya telah basah karena air mata ketiga istrinya itu.
Kai hanya menghela nafasnya sambil mengelus lembut kepala mereka bertiga.
"Ayo kembali ke dunia jiwa, saudarimu yang lain pasti khawatir tentang keadaanku."
Setelah menerima anggukan mereka bertiga, Kai mengangkat tangannya sambil melukis sebuah kata di udara kosong.
Begitu Kai selesai dengan itu, sebuah portal transparan tiba-tiba muncul.
Kai bersama dengan ketiga istrinya segera berjalan masuk kedalam portal transparan. Tepat ketika tubuh mereka berempat telah memasuki portal, portal itu menghilang seketika dari Alam Neraka.
Di tempat yang dipenuhi oleh rerumputan dan juga banyak pohon-pohon besar, empat orang berjalan keluar dari sebuah portal yang baru saja muncul.
Saat Zhukai menatap padang rumput yang luas itu, jejak perasaan nostalgia terlihat jelas di kedua matanya.
"Haha, kupikirkan saat aku terjebak di reruntuhan waktu itu tidak ada jalan bagiku keluar dari sana. Siapa yang menduga setelah aku keluar tidak hanya Kultivasi ku yang naik dengan cepat, aku juga mendapatkan ingatan dari kehidupan pertamaku."
Sambil berjalan menuju rumahnya, Kai terus melakukan perbincangan dengan Yi, Yui, dan Qi Yue.
Ada juga saat dimana Kai menggoda Qi Yue dengan mengatakan beberapa lelucon lucu dan kata-kata cukup cabul.
Tak terasa, mereka berempat telah sampai di depan sebuah gerbang rumah yang cukup besar.
Melihat tidak adanya perubahan pada rumah itu, Zhukai kembali teringat dengan bayangan istri-istrinya sekali lagi.
Tepat di detik berikutnya, seorang wanita muda membuka pintu dan hendak bermain di luar bersama dengan seorang lelaki remaja dan juga gadis remaja.
Saat Kai menatap wajah wanita muda itu, tubuhnya bergetar. "Putriku..."
Tanpa ia sadari, air mata mulai bermunculan di wajahnya.
Sementara itu, wanita muda yang jelas mendengar suara Zhukai segera mengalihkan pandangannya untuk mencari dimana suara itu berasal.
Akhirnya, tatapan wanita itu terhenti pada seorang pria setengah baya dengan wajah yang tertutup oleh rambut hitam panjang.
Awalnya, Zhu Yan sama sekali tidak mengenali pria paruh baya itu. Tapi setelah melihat Yi, Yui, dan Qi Yue di sampingnya, hanya satu orang yang terpikir di benak Zhu Yan.
"Ayah!!.."
Mengabaikan adik-adiknya, Zhu Yan segera berlari ke pintu gerbang dan membuka gerbang itu secepat yang ia bisa.
"Ayah ... Huaa... Ayah, ayah ... Apakah ini benar-benar kamu!?"
Zhu Yan terus menggosokkan wajahnya di dada ayahnya sambil memeluk ayahnya dengan erat.
Dia sangat merindukan sosok ayahnya yang telah lama menghilang dari benaknya. Ingatan terakhir yang Zhu Yan miliki tentang Zhukai adalah saat dimana Zhukai bermain dengannya di taman sambil membelikan sebuah kalung dengan liontin berbentuk kucing yang sangat lucu.
Bahkan sampai saat ini, Zhu Yan masih menyimpan hadiah itu.
Di sisi lain, kedua adik Zhu Yan yang hendak bermain dengannya sangat terkejut melihat kakaknya tiba-tiba memeluk seorang pria yang tidak dikenal.
"Kakak, kenapa kamu memanggil pria itu dengan sebutan ayah? Bukankah ibu mengatakan bahwa ayah sedang melakukan perjalanan jauh." gadis remaja itu dengan sedikit malu berkata pada Zhu Yan.
Dia adalah putri dari Jiang Lin, dan untuk namanya adalah Zhu Lin. Dia adalah seorang gadis cantik tetapi sangat pemalu.
Sangat berbeda jauh dibandingkan dengan ibunya yang cukup bar-bar saat dulu.
Sementara itu, lelaki remaja yang melihat mereka cukup jauh tiba-tiba menyeringai.
Swosshh....
Tiba-tiba, setelah Zhu Yan melepas pelukannya. Lelaki remaja itu, Zhu Long melesat dengan gerakan cepat dan melepaskan sebuah pukulan dan berniat mendaratkan pukulan itu di kepala Zhukai.
Sayangnya, karena perbedaan Kultivasi yang sangat tinggi, serangan dari Zhu Long terasa seperti menggelitik bagi Zhukai.
Melihat tindakan Zhu Long, mulut Zhu Yan dan Zhu Lin terbuka lebar.
"Zhu Long, apa yang sedang coba kau lakukan." Zhu Yan dengan marah mencubit telinga adiknya hingga membuat adiknya menjerit kesakitan.
"Aku akan memberitahu bibi bahwa kamu baru saja memukul ayahmu sendiri."
"Aahhh, kakak itu sakit cepat lepaskan! Aku minta maaf, aku minta maaf."
Zhu Long berteriak kesakitan sambil memohon pada Zhu Yan untuk melepaskan tangannya.
Berbanding terbalik dengan Zhu Lin, Zhu Long adalah seroang pria nakal dan juga sangat cabul.
Ia bahkan secara diam-diam menggoda salah satu janda di kota Zhukai.
Tapi di balik sikap cabulnya, Zhu Long sebenarnya memiliki sikap yang sangat lembut. Ia sangat memperlakukan ibu dan bibinya dengan sangat hormat.
Melihat bahwa ketiga anaknya memiliki hubungan yang rukun, Zhukai benar-benar bahagia sebagai seorang ayah.
Saat dia mengalihkan pandangannya kearah lain, dia melihat delapan wanita yang baru saja keluar dari rumah.
Saat delapan wanita itu menatap Zhukai di pintu gerbang, mereka tidak bisa menahan rasa kerinduan mereka dan mulai berlari kearah Zhukai.
Sementara itu, saat Zhukai membuka pelukannya dia tersenyum sambil berkata.
"Aku pulang.."
***
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
adi1
❤🔥
2024-11-19
1
adi1
❤🔥❤🔥
2024-11-19
1
adi1
👍
2024-11-19
1