Di dalam dunia kecil, Zhukai yang telah menyiapkan seluruh hal-hal yang ia butuhkan untuk berkultivasi mulai duduk bersila sambil menghirup energi spiritual di sekitarnya.
"Haa!!.."
Zhukai menekan nafas nya untuk mempertahankan energi spiritual yang baru saja ia serap.
Energi spiritual itu terus mengalir melalui garis Meridian di sekujur tubuh Zhukai hingga akhirnya memasuki sebuah kolam kecil yang berada di dalam tubuh Zhukai.
Kolam kecil itu tidak lain adalah Dantian (Laut Qi).
Tak begitu lama kemudian, Kai megambil segenggam pil dan menelannya secara bersamaan.
Glupp!!
Whus!
Transformasi Shura!!
Dengan menggunakan teknik Kultivasi di kehidupan pertamanya, tubuh Zhukai mulai menyedot energi spiritual dalam jumlah besar.
Meski energi spiritual yang di serap oleh tubuh Zhukai sangat banyak sampai-sampai memenuhi urat-urat dan pembuluh darah di dalam tubuh nya.
Meski begitu, dengan pondasi Kultivasi yang sangat kuat, Zhukai sama sekali tidak khawatir dengan tubuhnya yang menahan sejumlah energi spiritual dalam jumlah besar.
Boomm!!
Boomm!!
Boomm!!
Seiring berjalannya waktu, ledakan demi ledakan terus bermunculan dari tubuh Zhukai yang merupakan tanda terobosan.
Seratus tahun berlalu dengan cepat. Setelah mengalami terobosan yang tak terhitung jumlahnya, kini Kultivasi Zhukai telah mencapai Middle God Relam, Raja Dewa!.
Meski Kultivasi Zhukai saat ini lebih lambat di bandingkan dengan Kultivasi nya dulu yang memanfaatkan Poin Pengalaman dari membunuh. Tetapi dengan adanya perbedaan waktu, itu memberi keuntungan yang cukup besar untuk Zhukai.
Setelah Kai beristirahat sesaat setelah melakukan banyak terobosan, dia memutuskan kembali berlatih setelah tiga hari berlalu.
Sementara itu di dunia jiwa, Zhu Long juga tidak kalah dari ayahnya. Dia terus berlatih dan berlatih satu-satunya teknik yang ayahnya ajarkan padanya.
Setelah menghabiskan lebih dari dua minggu berlatih Tarian Pedang Api, Zhu Long akhirnya bisa menguasai tahap kelima dari teknik itu.
"Hehehe, ayah ... Tunggu saja, aku pasti akan mengalahkan mu tidak lama lagi."
Sambil menyeka banyak keringat di tubuhnya, Zhu Long mengambil istirahat sejenak kemudian melanjutkan lagi latihannya setelah merasa kondisi tubuhnya telah membaik.
Meski terlihat berlatih sangat keras, Zhu Long sebenarnya adalah seorang jenius dalam teknik berpedang.
Dengan pencerahan yang Qi Yue berikan padanya, itu membuat pemahaman Zhu Long tentang pedang meningkatkan ke tingkat di mana dia tidak pernah membayangkannya sekalipun.
Jika saja adiknya tidak terus mengajaknya bermain, Zhu Long mungkin sudah menguasai Tarian Pedang Api dengan sempurna.
Benar saja, tak lama setelah Zhu Long hendak berlatih kembali. Terdengar suara seorang wanita yang begitu akrab di telinga nya.
"Kakak! Kakak! Ayo bermain, Lin baru saja melihat anak-anak di kota sedang memainkan sebuah permainan yang menyengat." Zhu Lin berkata dengan mata penuh semangat.
Hanya di depan saudaranya, Zhu Lin bisa bersikap manja seperti itu. Dia tidak pernah menunjukkan sikapnya pada pada seorangpun. Kecuali orang yang benar-benar mendapatkan kepercayaan penuh dari Zhu Lin, seperti ibunya, Zhu Long dan Zhu Yan.
Saat Zhu Long melihat wajah polos adiknya yang dipenuhi dengan kegembiraan, dia tidak bisa menolak ajakan itu.
"Hehehe, baik adik Lin. Kamu tunggu sebentar, kakak akan berganti pakaian dulu setelah itu bermain denganmu."
Zhu Long hanya bisa menyudahi latihannya dan menggunakan waktu itu untuk beristirahat sekaligus menemani adiknya bermain.
Kembali di dunia kecil, saat ini sudah enam ratus tahun telah berlalu di sana sementara di dunia luar hanya berlalu enam hari.
Di tengah-tengah ruangan gelap itu, setitik cahaya tiba-tiba muncul dari tubuh seorang pria yang sedang berkultivasi.
Cahaya itu semakin lama semakin bersinar terang hingga akhirnya perlahan meredup dan menghilang.
Boommm!!
Original God Tingkat Pertama!.
"Hahh, ini luar biasa! Aku tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu di dunia luar. Tapi dengan peningkatan Kultivasi ku saat ini, setidaknya sudah 5-7 hari berlalu di dunia jiwa." ucap Zhukai saat dia membuka kedua matanya.
Hanya sesaat, terlihat bahwa bola mata Zhukai mengeluarkan cahaya merah dengan niat pembunuh yang sangat pekat.
"Kurasa energi di dunia kecil ini sudah mencapai batas, aku sebaiknya keluar dan membiarkan cincin Shura menyerap energi alam untuk memulihkannya."
Zhukai berdiri dan menggerakkan tulang-tulang hingga akhirnya berjalan keluar melalui segel pintu yang berada tidak jauh darinya.
Ketika pintu terbuka, tubuh Zhukai sudah berada sekilas cahaya yang sangat terang membuat Kai memejamkan kedua matanya.
Tepat saat kedua mata hitamnya terbuka, apa yang Kai lihat di depan matanya bukanlah kegelapan yang tak berujung melainkan padang rumput yang sangat luas dengan banyaknya pepohonan besar di sana.
Tatapan matanya terfokus pada sebuah batu besar yang berada tak jauh dari tempat Kai berada saat ini.
Saat salah satu tangannya mengepal erat, energi spiritual yang merembes keluar segera bergerak untuk menyelimuti kepalan tangan Zhukai.
Boomm!!
Saat Kai melepaskan pukulannya dari jarak dua km, batu besar itu seketika hancur menjadi kepingan kecil dan berhamburan di atas tanah.
"Luar biasa! Energi spiritual dalam tubuhku tiga kali lebih murni dibandingkan Kultivasi ku dulu."
Zhukai menatap kagum pada energi spiritual yang keluar dari tubuhnya. Kemurnian energi spiritual juga menentukan seberapa cepat peningkatan Kultivasi seseorang.
Jika energi spiritual seseorang sangat kotor dan penuh dengan energi jahat, orang itu akan membutuhkan waktu cukup lama untuk mengubah itu menjadi energi spiritual murni.
"Baiklah, saatnya bertemu dengan Yan'er dan yang lainnya."
Saat Kai mengalirkan Qi yang ia keluarkan, dia kemudian mengalirkan Qi tersebut untuk menyelimuti seluruh tubuhnya.
Begitu tubuhnya telah sepenuhnya di selimuti oleh Qi, Kai merasakan tubuhnya menjadi sangat ringan seperti bulu hingga akhirnya melayang di udara.
Whuss!!
Tubuh Zhukai melesat dengan sangat cepat hingga akhirnya menghilang dari padang rumput itu.
***
Holy Realms, dunia atas.
Di sebuah ruangan yang sangat mewah dengan lilin-lilin sebagai pencahayaan, seorang pria paruh baya duduk di atas kursi sambil menatap dua gelombang air yang melayang di depannya.
Di dalam dua gelombang air yang melayang itu, terlihat bayangan seorang pria paruh baya dan juga seorang pria muda berwajah tampan.
"Kekeke, sudah berapa lama kita tidak berhubungan seperti ini. Jadi pak tua Li, ada urusan apa sampai kau memanggil kami?" pria paruh baya berwajah seram itu bertanya sambil menunjukkan gigi-giginya yang tajam.
Sementara itu, pria muda yang memiliki wajah tampan hanya diam dan menunggu jawaban dari Li Cangtian dengan tenang.
"Baru saja, jiwa abadiku merasakan hawa keberadaan pria itu."
"Pria itu, haha siapa dia sampai–... Tunggu dulu, apa mungkin orang yang kau maksud..."
Li Cangtian yang melihat perubahan ekspresi di wajah Yama menganggukkan kepalanya, "Ya, pria itu ... Shura!."
****
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
K4k3k 8¤d¤
💓🤞🏽💓🤞🏽💓🤞🏽💓🤞🏽💓
2023-12-29
1
K4k3k 8¤d¤
semangat semangat terus semangat thor lanjutin update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
2023-12-29
1
Jarang Komen:)
Next.....
2022-10-19
3