Untuk membuat pondasi dalam Kultivasi, ada tiga hal penting yang harua Kai lakukan.
Tiga hal itu adalah penghancuran, pembentukan, dan penempaan.
Meski ketiga proses itu cukup menyakitkan, tetapi bagi Zhukai yang telah mengalami banyak pertempuran di masa lalu. Rasa sakit seperti itu sama sekali tidak layak di untuknya.
Kai melepas pakaiannya dan mulai duduk bersila dengan kedua mata terpejam.
Saat kesadarannya mulai menjelajahi tubuhnya, Zhukai secara paksa memukul seluruh tulang-tulang nya hingga menghasilkan suara keras sekaligus rasa sakit yang begitu hebat.
Dapat terdengar dari suara itu bahwa tulang-tulang Zhukai saat ini telah hancur satu persatu.
"Aku harus bertindak cepat, dengan seluruh tulangnya yang telah hancur, kekuatan jiwa tidak akan bisa menopang tubuhku lebih lama lagi."
Kai kemudian menatap tulang Heavenly Demon berusia 2500 lima tahun di tangannya. Dia memasukkan dua material lain dan berfokus untuk memurnikan tulang Heavenly Demon untuk memulai proses pembentukan kembali tulang-tulang nya.
Kai mengeluarkan dua api ilahinya yang telah ia simpan untuk waktu yang lama.
Selain kedua api itu, Kai tidak memiliki kekuatan lain yang mampu untuk melelehkan tulang Heavenly Demon.
Dengan dua api berwarna putih dan juga hitam yang baru saja muncul dari kedua telapak tangan Zhukai.
Kedua api itu tidak lain adalah Api Phoenix dan Api Neraka.
Dengan nyala kedua api itu yang sangat panas, Kai dapat yakin sepenuhnya bahwa ia akan dapat memurnikan tulang Heavenly Demon paling cepat satu tahun.
Dengan kedua api ilahinya yang terus mencoba memurnikan tulang Heavenly Demon, terlihat sekujur tubuh Zhukai dipenuhi dengan keringat dingin karena kelelahan mempertahankan energi jiwa pada saat yang bersamaan.
Satu bulan di dunia kecil berlalu dan Zhukai masih terlihat sedang memurnikan tulang Heavenly Demon.
Keringat di tubuhnya juga mengucur semakin banyak dan membasahi celananya.
Dua bulan, tiga bulan, empat bulan...
Waktu terus berlalu dengan sangat cepat hingga begitu satu tahun telah terlewati. Bunyi ledakan keras terdengar dari tulang Heavenly Demon yang baru saja hancur.
Kai cepat-cepat menghirup udara ke tubuhnya dan tidak menyia-nyiakan esensial dari tulang Heavenly Demon yang ada di sekitarnya saat ini.
"Transformasi Shura!!..'
Zzrrttt!!
Seolah terdapat lubang hitam di tubuh Zhukai, esensi-esensi dari tulang Heavenly Demon terserap dengan sangat cepat dan memasuki setiap pori-pori di tubuh Zhukai.
Ledakan demi ledakan terus terdengar dari tulang-tulang Zhukai yang di bentuk ulang melalui esensi tulang Heavenly Demon.
Tidak sampai satu jam, tulang-tulang Zhukai yang hancur telah di bentuk kembali.
"Ha! Ha! Ha! ... Ini belum cukup, aku masih membutuhkan lebih banyak esensi ini."
Dengan suara terengah-engah dan keringat yang mengucur deras, Zhukai kembali menggunakan Transformasi Shura untuk menyerap lebih banyak esensi tulang Heavenly Demon yang perlahan memudar.
Meski Zhukai terus merasakan tubuhnya ingin meledak karena terlalu banyak menyerap esensi tulang Heavenly Demon.
Kai menggertakkan gigi dengan kuat, lonjakan rasa sakit yang ia rasakan tiba-tiba membuatnya hampir kehilangan kesadaran dirinya.
Tapi begitu suara keras terdengar, kedua mata Zhukai tiba-tiba terbuka dengan raungan keras keluar dari mulutnya.
"Ha! Ha! Ha!, ini hebat, sensasi yang aku rasakan saat ini benar-benar berbeda dari yang kurasakan saat menjadi Shura. Mungkinkah ini adalah kualitas tulang sempurna yang hanya ada di dalam legenda?"
Zhukai benar-benar merasa sangat senang ketika sadar akan hal itu.
Di dunia atas, kualitas tulang dapat dibedakan menjadi tujuh tingkat. Dimulai dari sampah, rendah, sedang, tinggi, tertinggi, super, dan sempurna.
Dalam kehidupan pertamanya, Zhukai hanya memiliki kualitas tulang super. Tapi itu sudah cukup membuat Zhukai memiliki fisik yang sangat kuat di antara Milyaran Kultivator lainnya.
Itu dapat terlihat jelas dalam pertarungan Zhukai dengan tiga penguasa semesta.
Bahkan setelah kelelahan bertarung melawan Milyaran Kultivator, Kai masih memiliki kekuatan yang tersisa untuk bertahan dari gempuran tiga penguasa semesta.
"Transformasi Shura! ini sungguh teknik yang sangat aneh. Bahkan setelah memurnikan tulang Heavenly Demon aku hanya bisa memperkirakan kualitas tulang tertinggi."
"Tapi mencapai kualitas sempurna? Bagaimanapun aku tidak pernah menduga akan mencapai ini di kehidupan ketigaku."
Zhukai menghirup nafas dalam-dalam sambil menahan rasa senang dalam hatinya. Dia kembali memejamkan dan mulai mengingat-ingat teknik penempaan yang dia pelajari di kehidupan pertamanya.
Dari banyaknya teknik penempaan itu, Kai terus mencari secara mendetail teknik terbaik.
"Ah, ketemu..."
Zhukai tertawa ringan sambil mempelajari teknik yang telah ia cari. Teknik penempaan itu bernama sembilan tahap tribulasi.
"Tahap pertama, kehancuran!.."
Boomm!!
Ledakan!!
Sekujur tubuh Zhukai terasa sangat sakit seperti di pukuli oleh jutaan palu berduri.
Kratakk!!
Kratakk!!
Suara keras dari tulang Zhukai terdengar jelas oleh telinganya.
Meski Zhukai saat ini telah mencapai tulang kualitas sempurna, tetapi itu seperti sebuah besi yang belum terolah.
Saat ini dengan bantuan teknik penempaan sembilan tahap tribulasi, tubuh Zhukai benar-benar di tempa di titik di mana Zhukai tidak dapat merasakan seluruh tubuhnya.
"Tahap kedua, iblis!!.."
Hanya sesaat setelah Kai bisa bernafas dengan normal, tubuhnya kembali lagi di pukuli oleh jutaan palu berduri.
Tetapi kali ini, rasa sakit yang Kai rasakan jauh lebih ringan daripada yang pertama kali.
Dengan pikirkan bahwa semakin lama rasa sakit yang ia rasakan semakin berkurang. Pikiran itu benar-benar di hancurkan setelah penempaan tahap ketiga di mulai.
Tidak hanya rasa sakit yang ia rasakan meningkat dua kali lipat, tubuh Zhukai terasa sangat panas seperti di panggang dalam api hidup-hidup.
Dalam menahan seluruh rasa sakit itu, tubuh serta jiwanya benar-benar sangat kelelahan.
Bahkan Zhukai yang merupakan reinkarnasi Shura yang telah melewati ribuan pertempuran tak terhitung jumlahnya. Dia benar-benar sedikit kesulitan menahan rasa sakit itu.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika orang lain yang menggunakan teknik penempaan seperti itu pada tubuhnya.
"Sialan!! orang yang membuat teknik ini pasti seorang yang gila! Bagaimana dia bisa membuat teknik penempaan seperti ini."
Zhukai menggertakkan giginya sambil menahan rasa sakit yang ia rasakan di sekujur tubuhnya.
Sebenarnya, teknik penempaan sembilan tahap tribulasi di ciptakan jutaan abad yang lalu oleh seorang pria gila yang mencoba mencapai fisik tertinggi di seluruh semesta.
Sayangnya, karena pria itu tidak kuat menahan rasa sakit dari tekniknya, pria gila itu terbunuh oleh tekniknya sendiri.
Dan untuk Zhukai, dia menemukan teknik itu dalam perjalannya membantai setiap ras di dunia atas.
Akhirnya setelah melewati delapan tahap penempaan, Zhukai sampai di tahap terakhir penempaan.
"Tahap kesembilan, kehidupan setelah ketiadaan!."
Duarr!!
Zhukai membuka lebar kedua matanya dengan darah segar menyembur keluar dari mulutnya. Sekujur tubuhnya mati rasa dan Zhukai terus mengeluarkan teriakan keras dari rasa sakit dari kepala hingga kakinya.
Darah segar tidak berhenti mengalir keluar dari mata, hidung, bahkan mulut Zhukai. Kondisi Zhukai saat ini benar-benar sangat buruk dengan terbaring lemas di atas lantai dunia kecil.
Hingga setelah satu hari berlalu menahan rasa sakit dari tahap kesembilan teknik penempaan, rasa sakit yang Kai rasakan perlahan mereda.
"Kough!! Uhuk! Haa, haha sialan! jika aku menemukan seseorang yang menciptakan teknik ini di masa depan. Aku pasti akan membuatnya menyesal."
Dengan berakhirnya ucapan itu, Kai menutup kedua matanya dan terbaring tidak sadarkan diri.
***
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
adi1
👍
2024-11-26
0
adi1
👍👍
2024-11-26
0
adi1
👍👍👍
2024-11-26
0