"Sepuluh hari? baiklah, tidak ada salahnya untuk menunggu sedikit lebih lama."
Karena tidak ada yang perlu Kai lakukan lagi di dunia kecil itu, dia memutuskan untuk keluar.
Dia mengambil kembali pakaiannya dan memakainya sambil berjalan keluar dari dunia kecil.
Blinkk!!
Begitu Kai melangkah keluar dari pintu dunia kecil itu, pandangan matanya seketika berubah menjadi cerah.
Karena di dunia kecil tidak memiliki sedikitpun cahaya, Kai hanya melihat adanya kegelapan yang tak berujung dari tempat itu.
Saat Kai berada di dunia jiwa, dia segera berjalan ke kota untuk menemui Wang Zhong dan murid-muridnya yang lain.
Selain itu juga, Kai juga cukup merindukan murid-murid nya yang berasal dari dunia Kultivator.
Karena mereka adalah murid pertamanya sejak Zhukai bereinkarnasi, wajah mereka masih melekat dengan erat di dalam benaknya.
Selang beberapa menit berlalu, Kai sampai di depan gerbang kota yang begitu besar. Itu setidaknya puluhan kali lebih besar di bandingkan terakhir kali Kai melihatnya.
"Haahh, siapa yang menduga kota yang aku buat secara tidak sengaja akan berkembang secepat ini."
Sambil menghela nafasnya, Kai berjalan masuk kedalam kota.
Tidak ada penjaga yang menjaga di pintu gerbang karena itu sama sekali tidak di butuhkan.
Begitu Kai melangkah masuk kedalam kota, dia segera di sambut dengan kerumunan orang yang sedang membeli barang-barang di pasar
"Hei! hei! lihat dia ... Bukankah dia tuan Zhukai!.."
Belum semenit semenjak Zhukai masuk kedalam kota, seseorang segera menyadari identitasnya.
Pada saat yang sama, semua orang yang mendengar itu segera mengalihkan pandangan mereka untuk melihat sosok Zhukai yang telah lama menghilang.
Rasa hormat sekaligus kagum terlintas di wajah setiap orang, mereka buru-buru berlari kearah Zhukai kemudian membungkuk untuk menyambut kedatangannya.
"Salam tuan Zhukai!!..."
Menghadapi rasa hormat dari semua orang, Kai merasa sedikit tidak enak dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
"Baiklah-baiklah, kalian semua bisa berdiri. Jangan terlalu bersikap sopan terhadapku, aku lebih senang jika kalian bisa memperlakukanku seperti orang biasa." jawab Zhukai.
Sementara itu di rumah makan yang terletak tak jauh dari pintu gerbang, seroang wanita muda yang cukup cantik melihat kerumunan itu dari jendela yang terbuka lebar.
"Siapa pria itu? kenapa mereka semua bersikap sangat hormat terhadapnya?." wanita itu bertanya pada teman-temannya yang berada satu meja dengannya.
Salah seorang pria cukup penasaran memutuskan untuk melihatnya dari jendela.
Begitu pria itu melihat bahwa pria yang temannya maksudkan adalah Zhukai, matanya melebar dengan tangan kanannya yang mengepal.
Bang!
Sebuah pukulan yang cukup keras mendarat di kepala wanita tadi.
"Sial, apa maksudmu dengan memukul kepalaku!?" seru wanita itu dengan marah.
"Dasar bodoh, dia itu guru kita.." balas pria yang tak lain adalah Wang Zhong.
Sontak saja, wanita itu dan teman-temannya yang lain terkejut segera berdiri untuk minat Zhukai dari jendela.
Karena setelah Wang Zhong berhasil mengumpulkan mereka semua, Zhukai menghilang secara tiba-tiba pada saat yang sama.
Jadi, saat wanita itu melihat wajah Zhukai saat ini. Itu terasa sangat asing dalam kepalanya.
"Ayo cepat turun dan menemuinya..." Wanita lain berambut putih tiba-tiba saja berdiri dan turun terlebih dibandingkan dengan teman-teman nya yang lain.
"Sial, aku juga ingin menyapa guru secara langsung."
Dengan begitu, Wang Zhong dan teman-teman secara bersamaan turun dari lantai dua rumah makan untuk menemui Zhukai yang saat ini sedang berdiri di hadapan kerumunan orang.
"Guru~...."
Begitu Kai mendengar suara itu, dia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain dan melihat seroang gadis cantik berambut putih sedang berlari kearahnya.
"Eh, kamu ... kamu Zhi He?"
Wanita yang saat ini tengah memeluk Zhukai, bernama Zhi He, dia adalah murid ke tujuh dari sepuluh murid yang paling ia banggakan di masa lalu.
Melihatnya saat ini, itu cukup membuat Zhukai terkejut sekaligus bahagia.
Apalagi setelah melihat sembilan murid lain yang baru saja keluar dari rumah makan, Kai tidak dapat menahan rasa bahagianya dan langsung memeluk mereka semua.
"Ayo kita bicara di rumah makan, kebetulan juga aku belum makan pagi tadi."
Dengan anggukan mereka, Kai dan sepuluh muridnya berjalan ke rumah makan tak jauh dari tempat mereka berada.
Setelah memesan tempat itu selama setengah jam, Kai memulai pembicaraan dengan pertanyaan.
"Jadi, bagaiman keadaan dunia ilahi saat ini. Setelah aku membunuh seluruh dewa perang kuno, apakah ada sebuah kejadian besar telah terjadi?"
Sepuluh murid itu menatap satu sama lain kemudian menjawab, "Tidak ada guru, selain kematian Xia Wen dan Klan Xia yang menjadi penguasa dunia ilahi, tidak ada sesuatu yang telah terjadi."
Xian Chen menjawab sambil menggelengkan kepalanya.
Kai mengangguk, dia kemudian memulai pembicaraan lain dengan muridnya.
Dengan pembicaraan mereka, tak terasa bahwa setengah jam sudah berlalu.
"Baiklah, guru memiliki sesuatu yang perlu di lakukan. Jadi aku akan pergi terlebih dulu." ucap Zhukai sambil meninggalkan sekantung emas di atas meja.
Sesaat sebelum dia pergi, Kai berhenti sebentar dan membuka Inventory nya. Dia mengambil sumber daya yang ada di dalam Inventory yang kemudian ia bagikan pada murid-muridnya.
"Gunakan sumber daya itu dengan baik-baik ... Jika kalian berhasil menembus Holy Lord, guru akan menunggu kalian semua di dunia atas. Jadi ... semoga beruntung."
Dengan begitu, setelah Kai meninggalkan murid-muridnya. Dia kembali ke rumah nya.
Setelah menyadari bahwa tidak ada seorangpun di rumah, Kai memanfaatkan itu untuk beristirahat.
Tak terasa, sepuluh hari telah berlalu dengan sangat cepat.
Saat ini di halaman rumah, Kai membuka kedua matanya setelah mendengar suara notifikasi System di kepalanya.
Ding!.
[Waktu peningkatan system ke versi 9.7 telah berakhir. Selamat pada Kai Gege telah membuka segel untuk harta, artefak, dan senjata langka]
[Poin Takdir juga telah berubah menjadi Poin Shura, sementara Poin Pengalaman telah di tiadakan]
Dengan pemberitahuan itu, wajah Zhukai dipenuhi dengan keterkejutan.
"Poin Shura? Bisakah kamu menjelaskan itu secara lebih jelas Yi'er?"
[1 Poin Shura \= 100 Triliun Poin Takdir, karena musuh Kai Gege kedepannya akan semakin kuat, Yi mengubah itu untuk mempermudah Kai Gege]
Kai mengangguk paham dengan penjelasan Yi, setelah ia merenung sesaat, Kai kembali bertanya.
"Jadi, berapa banyak Poin Shura yang aku miliki saat ini?"
[Menghitung ....]
Ding!
[Kai Gege saat ini memiliki 100 Poin Shura]
"Apa!? kau tidak sedang bercanda kan, Yi'er?"
[Tidak Kai Gege, Yi sama sekali tidak bercanda]
Mendengar itu, Kai menarik nafas panjang sambil bergumam pelan.
"Hmm, harus bagaimana ini. Hanya dengan 100 Poin Shura tidak akan cukup untuk membeli sumberdaya yang aku butuhkan."
Saat Kai sedang terjebak dalam pikiran itu, seringai lebar terlihat di wajahnya.
"Hehehe, bagaimana aku bisa lupa. Yi'er, beritahu padaku, berapa banyak Poin Angkasa yang aku miliki saat ini?"
[Secara keseluruhan, Kai Gege saat ini memiliki 420 juta Poin Angkasa]
"Mwehehe ... Baiklah Yi'er, aku berubah pikiran. Ayo pergi ke lelang semesta bersamaku."
****
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
K4k3k 8¤d¤
❤👣❤👣❤👣❤👣❤
2023-12-27
1
K4k3k 8¤d¤
mantab thor lanjut terus update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
2023-12-27
1
Carisa Putri
menurut qw ini cerita awalnya udah Tamat,
udah banyak istri/anak,udah banyak murid pula.
apalagi???
kecuali berencarnasi lagi atau mcnya diganti anaknya,
gk serulah mcnya paruh baya atau udah tua.
sampai disini aja thor, Next novel yg lain
2022-09-28
3