Zi Dou, di antara tiga penguasa semesta, dia adalah yang paling muda sekaligus yang terhebat dalam teknik berpedang.
Setelah Kai membantai Milyaran Kultivator dari berbagai ras berbeda yang berniat membunuhnya di masa lalu.
Dia benar-benar kelelahan dan ingin beristirahat di goa tempat tinggalnya.
Tetapi siapa yang menyangka bahwa setelah pertarungan panjang itu, tiga penguasa semesta yang telah tiba mendapati Zhu Ken yang hendak melarikan diri dalam kondisi kelelahan.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh pengorbanan Milyaran Kultivator yang tak terhitung jumlahnya.
Tiga penguasa semesta menyatukan kekuatan mereka untuk membentuk sebuah Domain untuk mengurung Zhu Ken dimana dia tidak bisa melarikan diri.
"Iblis Shura! jangan berpikir kau bisa lolos kali ini. Karena kekejaman mu membantai Milyaran Kultivator tak bersalah, kau sudah seharusnya di hukum oleh langit karena kekejaman mu itu." Yama, penguasa Alam Bawah berkata dengan penuh kemarahan.
"Kekeke... Betapa konyolnya alasan kalian. Jika kalian memang bisa membunuhku, maka buktikan dengan kekuatan kalian."
Zhu Ken meraung dengan keras sambil mengalirkan Qi dengan gila keseluruhan tubuhnya.
Tebasan nya yang memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa terus menghantam tiga Zi Dou dan dua lainnya.
Meskipun Zhu Ken sangat kelelahan saat itu, tetapi bagaimana dia hanya akan membiarkan dirinya terbunuh dengan mudah.
Setelah niat pembantaian yang menguasai pikirannya, Zhu Ken seperti orang gila yang terus menyerang tanpa memperdulikan rasa sakit yang dia dapatkan dari pertempuran.
Dalam pertempuran besar antara Shura dengan ketiga penguasa semesta, Zi Dou berhasil mendaratkan serangan fatal di lengan Zhu Ken yang hampir membuat lengan Kai terputus.
Serangan itu juga termasuk salah satu faktor lain kekalahan Zhu Ken dari pertarungan melawan tiga penguasa semesta.
"Shura emperor demon, pengabaian ruang dan waktu."
Dengan memanfaatkan celah selama pertarungan, Zhu Ken menggunakan salah satu teknik terulangnya untuk melarikan diri.
Karena teknik itu juga, luka yang Kai alami semakin parah dari waktu ke waktu hingga saat dimana dia membunuh dirinya sendiri.
***
Suasana di lelang semesta kembali menjadi tenang setelah Murong Xin memilih untuk melanjutkan melelang barang berikutnya.
Karena Zhukai hampir kehabisan Poin Angkasa, dia memilih untuk tidak melakukan tawaran lagi.
Meski begitu, Kai sangat puas karena barang-barang yang ia butuhkan untuk membangun pondasinya telah ia dapatkan.
"10 sisik naga emas, tulang Heavenly Demon berusia 2500 tahun, dan juga roh iblis kuno. Baiklah, dengan ketika benda ini aku pasti akan berhasil membangun ulang pondasi Kultivasiku." Zhukai tertawa gembira sambil memasukkan seluruh material itu kedalam Inventory.
Dia memandang Yi yang juga senang di sampingnya sambil berkata, "Apakah lelang ini menyenangkan Yi'er?"
Yi mengangguk, "Ya Kai Gege, itu tadi benar-benar sangat menyenangkan."
"Hehe, kalau begitu bisakah kamu menutup matamu sebentar!" ucap Zhukai sambil mencoba mengambil sesuatu dari balik bajunya.
Yi dengan patuh mengikuti apa yang Kai katakan, dia menutup matanya sambil menunggu kejutan apa yang akan Kai berikan padanya.
Tak perlu waktu lama, Zhukai mengambil sebuah jepit rambut yang memiliki bentuk seperti kepala naga.
Meski itu sangat kecil, tetapi itu di buat dengan hati-hati dan juga menggunakan banyak material langka.
Selain itu juga, jepit rambut itu memiliki fungsi lain yang tidak banyak diketahui oleh orang lain. Jepit rambut itu memiliki fungsi untuk menjernihkan pikiran seseorang.
"Hehe, aku terkejut bisa mendapatkan benda ini dengan hanya 1000 Poin Angkasa, yah meski benda ini tidak begitu populer di masa lalu, tetapi aku ingat dengan benar bahwa Lin'er sangat menyukainya."
Sesaat setelah Kai memakaikan jepit rambut itu pada Yi, dia sedikit sedih sekaligus bahagia begitu melihat bahwa penampilan Yi saat ini benar-benar mirip seperti Xiao Lin'er.
"Kamu sudah bisa membuka matamu Yi'er."
Saat Yi membuka matanya, dia sedikit bingung ketika melihat tatapan aneh yang Kai berikan padanya.
"K–Kai Gege, mengapa kamu menatapku seperti itu." Yi tersipu malu sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Melihat mu saat ini, itu mengingatkanku dengan dirimu di masa lalu."
Kai dan Yi saling bertatapan untuk waktu yang tidak sebentar. Hingga begitu Kai kehilangan kendalinya, dia mencoba mencium bibir kecil Yi yang berwarna merah seperti apel matang. Y
"T–Tunggu Kai Gege, apa yang sedang kau pikirkan. Kita saat ini masih di tempat lelang." Wajah Yi semakin memerah saat wajahnya dan Zhukai hanya berjarak kurang dari satu meter.
"A–ah, maafkan aku Yi'er, aku kehilangan konsentrasi ku sesaat."
Zhukai sedikit malu saat mengingat apa yang akan ia lakukan tadi. Ia bahkan tidak bisa mengendalikan pikirannya setelah melihat penampilan Yi yang sangat mirip dengan Xiao Lin'er.
"Tidak apa-apa Kai Gege, Yi sangat berterimakasih dengan hadiah– Ehh, Kai Gege jepit rambut ini, kenapa bentuknya begitu mirip dengan kepala naga?" Yi tersentak kaget dan menunjukkan reaksi lucu.
"Yah, apakah kamu menyukai hadiahnya?"
"Tentu saja, tapi mengapa aku merasa jepit ini terasa sangat familiar?"
"Tidak ada yang spesial dari itu, ayo kita kembali. Lelang tidak lama lagi akan segera berakhir."
Setelah lelang semesta telah berakhir, tubuh Zhukai dan Yi terbungkus oleh cahaya putih. Tubuh mereka berdua tiba-tiba menghilang dari tempat lelang.
Hembusan angin sepoi-sepoi membuat Zhukai merasa sangat sejuk. Bahkan tanpa membuka matanya, dia sudah tahu bahwa mereka saat ini telah kembali ke dunia jiwa.
"Yi'er, kamu bisa menyusul yang lain sekarang. Aku akan kembali setelah selesai membangun pondasi ku di dunia kecil." ucap Zhukai sambil menepuk kepala Yi dengan lembut.
"Baik Kai Gege, kalau begitu semoga berhasil."
Ketika Yi berbalik dan berniat pergi, Kai tiba-tiba menarik lengannya dan berkata.
"Tunggu, aku lupa tentang hal ini. Bisakah kamu memberikan ini pada Jian'er."
Kai mengambil sebuah buku yang bertuliskan seribu langkah tusukan es. Itu adalah buku yang sengaja dia beli dari lelang semesta untuk Biao Jian.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.."
Yi memberi sebuah ciuman di pipi Zhukai kemudian berlari pergi dengan wajah merah.
"Hmm, wanita ini..."
Zhukai tersenyum sesaat kemudian menatap cincin hitam di tangan kanannya.
Dia memejamkan kedua matanya sambil mengeluarkan kesadaran jiwanya dari tubuhnya.
Saat Kesadaran Zhukai menyentuh sebuah pintu yang tersegel oleh pola kuno, tubuh Zhukai segera tersedot masuk kedalam cincin hitam.
Di dalam dunia kecil di dalam cincin hitam, Zhukai duduk sambil menatap tiga material yang saat ini melayang di depan matanya.
Dengan seringai lebar penuh percaya diri, Kai berkata.
"Ayo mulai membentuk pondasi tahap pertama."
****
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
adi1
👍
2024-11-26
0
adi1
👍👍
2024-11-26
0
adi1
👍👍👍
2024-11-26
0