Meninggalkan dunia jiwa, tempat kemunculan Zhukai adalah di Alam Neraka. Tepatnya di depan pintu masuk reruntuhan Shura.
Zhukai berbalik dan menatap reruntuhan itu untuk waktu yang lama, "Tch, seharusnya aku menaruh beberapa harta langka milikku dulu di tempat ini."
Walau Zhukai terus memikirkannya, tetapi dia tidak pernah menyangka dia akan mengalami reinkarnasi.
Di kehidupan pertama, setelah bersembunyi dari kejaran setiap ras dan juga tiga penguasa semesta.
Kai membuat Alam Neraka beserta reruntuhan Shura sebagai tempat ia tinggal. Tapi pada saat Kai menyadari bahwa cedera yang dia terima tidak bisa di sembuhkan, Kai kembali ke dunia atas dan pergi ke pegunungan tempat dia menikah untuk bunuh diri.
"Hah, sudah saatnya mengucapakan selamat tinggal pada tempat ini."
Zhukai mengumpulkan Qi di telapak tangannya, sebuah gelembung biru yang berisikan Qi dan juga hukum ruang mulai terbentuk.
Whuss!!
Gelombang angin yang tiba-tiba saja muncul bersama dengan kemunculan sebuah portal di depan Zhukai.
Tepat setelah itu, Zhukai melangkahkan kakinya masuk kedalam portal dan menghilang seketika.
Di antara ribuan alam di dunia ilahi, hanya terdapat satu tempat yang memiliki jalan untuk pergi menuju ke dunia atas.
Ketika orang yang berasal dari dunia ilahi ingin pergi ke dunia atas, mereka perlu memancing kesengsaraan ilahi untuk memicu terbukanya gerbang menuju dunia atas.
Berbeda dari orang-orang yang berasal dari dunia atas, mereka bebas pergi kemanapun karena mereka sudah terlepas dari hukum dunia ilahi.
Dan untuk tempat dimana gerbang dunia atas berada, itu terletak di salah satu gunung tempat dimana Zhukai meninggal di kehidupan keduanya.
Di atas puncak gunung yang berada di Alam Surgawi, sebuah lubang besar tiba-tiba muncul.
Dari dalam lubang itu, seorang pria berambut hitam panjang berjalan keluar dengan tatapan mata sedingin es.
"Heh, aku sudah tidak pernah kembali kesini setelah semenjak kematian ku di kehidupan kedua."
.
Sambil mengingat kejadian itu, Zhukai mengeluarkan seringai lebar di wajahnya.
Tatapan matanya menyapu ke bebatuan di depannya hingga menemukan sebuah batu besar di antara banyaknya bebatuan itu.
Swoshh!!
Tubuh Zhukai melayang hingga akhirnya duduk di atas batu besar itu sambil melepas pakaian atasnya.
Dia menatap keatas langit yang saat itu masih berwarna biru cerah.
"Hahhh, akhirnya aku melakukan hal ini lagi untuk yang kedua kalinya.."
Kai menyatukan kedua telapak tangannya sambil melepaskan seluruh Qi di dalam tubuhnya tanpa menahannya sedikitpun.
Boommm!!
Ledakan energi spiritual yang begitu besar dari tubuh Zhukai membuat getaran yang hebat ke seluruh pegunungan.
Dengan tekanan Kultivasi nya yang berada di ranah God of Creation puncak, itu segera menyatu dengan energi spiritual yang kemudian melambung tinggi keatas langit.
Dantian di tubuh Zhukai tanpa henti terus menyerap dan melepaskan Qi hingga membuat butiran keringat terus bermunculan di wajah dan juga lehernya.
Sementara itu, langit yang awalnya berwarna biru cerah perlahan mulai berubah menjadi hitam dengan banyak kilatan petir bermunculan.
Di sebuah ruangan mewah yang terletak cukup jauh dari pegunungan, seroang pria paruh baya berjalan keluar untuk melihat kejadian itu dari jendela.
"Jadi kamu akan segera pergi, saudara..."
Sun Wukong menatap sedih dari balik jendela, meski Kultivasi nya saat ini sudah cukup untuk berpergian ke dunia atas bersama dengan Zhukai.
Tetapi Sun Wukong memilih untuk tetap menetap dan hidup bahagia bersama dengan istrinya.
Tidak seperti Zhukai yang memiliki dunia jiwa dan dapat kembali kapanpun dia mau, Sun Wukong tidak memiliki hal seperti itu.
Ia juga cukup ragu apakah dia bisa bertahan begitu naik ke dunia atas.
"Semoga kau berhasil saudara."
Zhukai membuka kedua matanya, tatapannya yang tajam melihat kilatan-kilatan petir yang saat ini ingin menyambarnya.
Menghadapi kilatan petir itu, Kai hanya tersenyum sambil berkata. "Aku tidak akan gagal lagi seperti di kehidupan keduaku, dengan pondasi dan juga fisik kasar abadi. Aku ragu petir kecil ini bisa melukaiku."
Saat Zhukai melihat petir merah yang sudah terkumpul di atas langit. Dia hanya berdiam diri tanpa menggunakan sedikitpun Qi untuk melapisi tubuhnya.
"Ayo petir kecil, apakah kau bisa melukai fisik ini atau tidak."
Seolah mengerti apa yang Kai maksudkan, petir merah yang sudah terkumpul di atas langit tiba-tiba turun..
Zzrrttt!!
Duarr!!
Tepat saat petir merah itu menyambar tubuh Zhukai suara ledakan menggema di sekitar gunung.
Sementara itu, tubuh Zhukai yang tekena sambaran petir merah terlihat baik-baik saja dengan sedikit luka bakat di punggungnya.
Tanpa memberi kesempatan untuk Zhukai menarik nafas, petir kedua turun dan menyambar Zhukai dengan ledakan yang lebih kuat.
Boomm!!
Petir ketiga, petir keempat...
Kesengsaraan ilahi itu terus menerus menghantam Zhukai tanpa ampun. Meski dengan ledakan yang sangat besar dan kerusakan yang begitu kuat, tubuh Zhukai sama sekali tidak tergores sedikitpun.
Hingga saat petir terakhir turun, ledakan yang di hasilkan bahkan lebih mengerikan dibandingkan petir-petir sebelumnya.
Itu setidaknya memiliki kerusakan lima kali lipat dibandingkan dengan petir sebelumnya turun.
Boomm!!
Kenaikan tingkat!
Holy Lord Langit Pertama!
Puncak dari gunung tempat Zhukai mengalami kesengsaraan ilahi kini telah hancur sepenuhnya dan menyisakan tubuh Zhukai yang melayang di udara lepas.
Celananya sudah sangat rusak dengan banyak robekan di mana-mana. Sementara itu, punggung dan juga kedua lengan Zhukai saat ini mengalami luka bakar yang cukup parah.
"Petir terakhir itu cukup menyakitkan, tapi itu masihlah petir kecil yang belum dewasa."
Zhukai membuka kedua matanya yang telah berubah warna menjadi merah menyala. Karena peningkatan Kultivasi nya barusan, tubuhnya benar-benar menjadi semakin
Luka bakar di tubuhnya juga secara perlahan menghilang karena bantuan dari sisik naga emas yang berhasil Kai murnikan.
Di atas awan hitam, sebuah lubang besar tiba-tiba tercipta bersamaan dengan munculnya sebuah gerbang raksasa di atas langit.
Origin energi yang merembes keluar dari gerbang tersebut begitu besar dan menekan Zhukai serta Kultivator lain yang berada di Alam Surgawi.
"T–Tekanan macam apa ini!!.." Seorang Kultivator yang sedang melatih pedangnya tiba-tiba menggertakkan giginya merasakan tekanan berat di punggung nya.
"K–Kalian, lihatlah langit itu!! Seseorang mungkin sedang mengalami terobosan!!.." ucap seroang Kultivator sambil menunjuk lubang besar di atas langit.
Karena saat ini dia berada di rumah makan di dekat pegunungan, dia bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi.
Saat seorang Kultivator tua melihat itu, tubuhnya menegang dengan jejak keterkejutan terlintas di matanya.
"Anak muda, itu bukan sebuah terobosan tapi seorang Kultivator berhasil menahan kesengsaraan ilahi dan membuka gerbang menuju ke dunia atas." jelas seorang Kultivator tua.
"Hei kakek, apa kau pikir aku bodoh? jelas-jelas itu adalah sebuah terobosan. Dan juga, bukankah dunia atas hanya ada di dalam legenda?" pria itu mengerutkan keningnya karena kebingungan.
***
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
adi1
/Good/
2024-11-29
0
adi1
/Good//Good/
2024-11-29
0
adi1
/Good//Good//Good/
2024-11-29
0