Tap tap tap.. Suara langkah kaki mengetuk lantai. Jack berjalan menuju ke arah kamar yang di tempati Mayang.
Ia membuka pintu kamar tersebut, lalu segera masuk. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, namun tak menemukan gadis yang ia cari. Ia pun mendudukan bokongnya di tepi ranjang kamar itu.
Tak lama kemudian, Mayang kembali, langkah kaki Mayang terhenti ketika melihat Jack ada di kamarnya.
“Dari mana?” Jack menatap Mayang dengan tatapan tajam.
“Mayang, habis dari taman belakang,” Mayang tidak berani mengangkat kepalanya. Ia hanya menunduduk sembari menjawab pertanyaan Jack.
“Lihat, aku!” bentak Jack. “Apakah yang berbicara padamu adalah lantai yang kau pijak?” tanya Jack sambari bangkit dari duduknya.
“Maafkan, Mayang,” Mayang memberanikan menatap wajah pria tampan yang sudah ada di hadapannya itu.
“Jangan tatap wajahku seperti itu! Aku tidak akan menyukai wajahmu yang menatapku terus menerus!” lagi-lagi Mayang di buat bingung oleh perkataan Jack, yang selalu menganggapnya salah.
Jack melemparkan paper bag yang ia bawa pada Mayang. “Pakai salah baju itu! Aku akan membawamu keluar malam ini,” ucap Jack. “Berdandan lah sebaik mungkin, jangan mengecewakan aku ataupun membuat ku malu di depan banyak orang.”
“Iya, Kak. Mayang akan segera bersiap,” kata Mayang sambil menahan paper bag yang di lemparkan Jack padanya.
“Bagus. Dua puluh menit lagi, aku akan kembali ke kamar ini!” Jack pergi begitu saja meninggalkan Mayang.
Setelah Jack pergi, Mayang segera bersiap. Dan benar saja, setelah dua puluh menit berlalu. Jack kembali ke kamar itu.
Mayang terlihat sangat cantik pada malam itu, dres selutut berwarna hitam, make up tipis dan juga rambut yang di kucir kuda.
Mata Jack memandang ke arah wajah Mayang, sedangkan langkahnya terus mendekat. Mayang, yang di dekati seperti itu perlahan mundur dari posisinya. Hingga kini, tubuhnya sudah menempel pada tembok kamar. Ia menjadi salah tingkah kala wajah Jack tinggal beberapa centi lagi dari wajahnya.
Saat hembusan napas Jack menyapu wajahnya, Mayang pun memejamkan mata. “Jangan pernah berharap lebih, aku tidak akan pernah menyukai gadis jelek sepertimu!” bisik Jack di telinga Mayang. Sedangkan tangannya menarik ikat rambut yang di gunakan Mayang.
Rambut itupun tergerai sempurna, Jack segera mundur dan menjauh dari Mayang, sedangkan Mayang, ia membuka mata dan menggigit kecil bibir bawahnya. Mencoba mengurangi sesak di dada, perkataan Jack membuat hatinya terasa nyeri. Namun sekuat tenaga ia tahan, agar tidak menitikan air mata.
“Sebenci itukah kamu, padaku, Kak?” batin Mayang.
“Kenapa kau terdiam? Seperti orang bod*h saja! Cepat pakai sepatumu, atau kau akan membuatku malu karena terlambat.” Perkataan Jack, seketika membuyarkan lamunan Mayang.
Mayang segera memakai sepatu hak tinggi, yang semula sudah di berikan Jack.
Singkat cerita, kini Jack sudah sampai di hotel bintang lima. Tempat di mana di adakannya sebuah pesta rekan kerjanya.
Jack memberikan lengannya pada Mayang, Mayang pun merangkul lengan kekar itu. Mereka berdua segera masuk ke aula hotel.
Semua pada tertuju pada mereka berdua, dalam sekejap mereka menjadi berbincangan hangat di pesta itu.
“Lihatlah. Bukankah itu Presdir muda perusahaan B,”
“Ya, benar. Sepertinya gadis cantik itu adalah kekasih Presdir Jackson.”
“Tapi, Ku dengar dengar. Presdir Jack tidak pernah melepaskan topengnya. Mungkinkah dia buruk rupa? Hingga menutupi wajahnya seperti itu.”
Begitulah, sedikit bagian dari perbincangan tamu tamu yang ada di pesta tersebut.
Jack membawa Mayang menuju ketempat di mana tuan pemilik pesta berada. Ia pun memberi selamat kepada rekan kerjanya itu.
“Selamat, Tuan. Semoga di beri umur yang panjang!” Jack menjabat tangan rekanya itu.
“Terimakasih, Tuan Jackson,” balas pemilik pesta. “Apakah gadis cantik ini, kekasihmu?” rekan kerja Jack, memandangi wajah dan tubuh Mayang. Membuat Mayang merasa tidak nyaman.
“Ya!” satu kata keluar dari bibir Jackson begitu saja, memberi sedikit ruang bahagia di hati Mayang.
Setepa itu, Jack membawa Mayang ke tempat jamuan makanan.
“Kau boleh makan apapun yang kau inginkan, aku akan menyapa rekan rekan kerja ku, sebentar.” Jack meninggalkan Mayang seorang diri di dekat hidangan yang di sajikan. “Ingat! Jangan kabur, jika kau sampai kabur dan aku menemukan mu kembali, maka aku akan menghabisimu!” ancam Jack, dan membuat Mayang hanya bisa mengangguk.
“Tidak ada niat di hatiku, untuk kabur ataupun menjauh darimu, Kak,” batin Mayang, ia menatap punggung Jack yang terus menjauh dari pandangannya.
Setelah Jack pergi meninggalkan Mayang, datang lah dua orang pria yang juga memakai stelan Jas rapi.
“Hay, sendirian saja,” sapa salah pria itu pada Mayang.
“Iya,” jawab Mayang dengan singkat.
“Boleh kami bergabung?”
“Silahkan saja,” jawab Mayang sambil meremas jemarinya satu sama lain. Ia ketakutan, pasalnya, baru kali pertamanya ia hadir di acara pesta besar seperti itu.
“Jangan takut, kami hanya ingin menemani mu,” kata Rekan pria itu.
Mereka mendekati Mayang, bahkan berani menyentuh wajah cantik itu.
“Dia cantik sekali,” kata si pria yang satunya.
“Jangan sentuh aku!” Mayang menepis tangan pria yang hendak menyentuhnya untuk kedua kali.
“Ayolah, jangan sok jual mahal! Jika kau mau menemani kami di atas ranjang, kami akan membayarmu dengan mahal,” kata salah satu dari pria itu lagi.
“Jangan macam-macam! Ini tempat ramai, jika kalian masih mengganguku. Aku akan teriak.” Ancam Mayang. Bukannya takut, kedua pria itu malah tertawa.
“Teriak di pesta seperti ini? Siapa yang akan peduli,” kata rekan pria itu.
Mereka pun menarik paksa tubuh Mayang menjauh dari pesta itu, Mayang menjadi ketakutan dan panik. Air matanya tumpah, tubuhnya bergetar hebat. Ia berusaha memberontak, tapi ia tidak memiliki kekuatan yang cukup.
Buk.. Satu pukulan mendarat di wajah salah satu pria yang menggangu Mayang.
“Jauhkan tangan kotormu dari wanitaku!” Jack menggeretakan gigi-giginya.
Kedua pria itu menatap ke arah Jack, mereka sontak terkejut saat mengetahui orang yang telah mengentikan mereka.
“Tu-tu-tuan Jack!” pekik salah satu pria itu.
“Siapa yang mengizinkan kalian menggangu wanitaku?” sekali lagi Jack bertanya kepada kedua pria itu.
Mayang yang ketakutan langsung memeluk tubuh Jack dengan erat. Ia menangis sesegukan.
“Tolong, Mayang. Mayang takut,” ucap Mayang di sela isak tangisnya.
“Tenanglah, ada aku bersamamu!” tanpa sadar, Jack mengucapkan kata itu. Kata yang lembut dan penuh kasih sayang, seperti saat ia baru pertama kali bertemu Mayang.
“Tolong, maafkan kami. Tuan, kami tidak tau bahwa gadis itu milik, Tuan.”
Jack menatap tajam kepada kedua pria itu, “Ingat! Masalah ini belum berakhir, kalian berdua harus membayar perbuatan kalian!” setelah berkata seperti itu, Jack segera membawa Mayang pergi dari tempat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟMisty_
ehek di keadaan terdesak tanpa sadar berubah lembut kan kamu Jack🤭🤭🤭
2022-06-17
0
Tobeli Hiatus 💞
nah loh mayang😳
2022-05-14
0
Cecan
napa jack membingungkan sekali?
2022-05-12
0