Di markas Klan Dragon. Jack dan Dean sedang mengintrogsi kelima anggota Klan Tiger yang menyerahkan diri.
“Siapa namamu?” tanya Jack pada Si A.
“Sam, Samuel,” jawab si A yang ternyata namanya adalah Sam.
“Samuel atau Samsul?” tanya Jack lagi dengan suara lantang.
“Samuel!” jawab Sam, tak kalah lantang dari Jack.
“Samuel atau Samsul?” lagi, Jack mengulangi pernyataannya.
“Samsul Muzaki!” timbal Sam.
“Namamu Samsul atau Samuel?” Jack mendekati Sam, yang berdiri tidak jauh dari hadapannya.
“Samsul, tapi biar keren di ganti Samuel. Masa cakep-cakep di panggil Samsul,” kata Sam dengan cengengeesan. Ia lupa, jika saat ini ia sedang di introgasi oleh seorang Jack, kerja Mafia klan Dragon.
Pecahlah tawa para anak buah Jack, dan juga empat rekan dari Sam.
“Diam!” bentak Dean, sambil menahan tawanya.
“Jangan di tahan jika ingin tertawa, Kak.” Bisik Jack di telinga Dean.
Jack pun menginterogasi kelima pemuda itu, setelah selesai ia pun segera mengetes kelima pemuda itu.
“Jadi kalian sudah siap?” tanya Jack kepada Sam dan rekan rekannya.
“Kami siap, Bos!” sahut mereka bersamaan.
“Kalau begitu, kalian culik wanita ini! Dan bawa ke apartemen ini!” Jack memberikan selembar foto wanita paruh baya dan juga memberikan alamat apartemennya.
“Baik, Bos!” patuh mereka berlima dan segera bertindak.
Mereka berlima segera pergi meninggalkan markas itu, sedangkan anggota yang lain. Sudah di bubarkan oleh Jack dan Dean lebih dulu, kini tinggal Jack dan Dean yang ada di tempat itu.
“Siapa wanita tua itu?” tanya Dean sambil menyandarkan tubuhnya di tembok yang ada di belakangnya.
“Jangan banyak tanya, lihat saja nanti!”
“Kau kau! Aku hanya bertanya seperti itu, aku takut kau akan meyiksa seorang wanita tua!” Dean kesal dengan Jack yang sering kali bersikap dingin seperti itu. Berbeda sekali dengan mereka saat berada di rumah.
“Oiya, sampai kapan kau akan menyembunyikan wajahmu itu?” tunjuk Dean pada topeng yang di pakai Jack.
“Sampai saatnya tiba!” timbal Jack sambil memasukan kedua tangan ke dalam kantong celana hitamnya dan berjalan pergi meninggalkan Dean seorang diri.
“Benar, Kek. Jack selalu menyakiti gadis itu! Padahal Dean sendiri melihat, bahwa gadis itu sangat menyukai Jack,” jelas Dean pada Kakek Petter.
“Lalu, bagaimana dengan gadis itu sekarang?”
“Dia baik-baik saja. Walaupun kerap mendapat perlakuan buruk dari Jack,” ucap Dean. “Dean sudah katakan pada Jack, jangan perlakukan gadis itu dengan buruk. Tapi, Jack menjawab. Katanya ingin membuat gadis itu menyerah lalu berniat untuk menghabisi dirinya sendiri.” Jelas Dean panjang lebar.
“Anak itu benar-benar sudah berubah,” kata kakek.
“Hatinya menjadi sekeras batu!” timbal Dean.
“Kau jangan ikut campur dengan urusan pribadinya, Dean. Biarkan saja, dia sudah dewasa dan sudah bisa memilih jalannya sendiri,” kata Kakek pada Dean.
Di tempat lain, saat ini Sam dan rekannya sedang beraksi. Mereka menculik wanita paruh baya yang di maksud oleh Jack, di siang bolong. Saat keadaan sedang ramai.
“Oei, Samsul. Itu wanita yang ada di foto ini!” tunjuk si C yang bernama Erick.
“Samsul Samsul, sekali lagi memanggil namaku Samsul. Ku tembak mati, kau!” Sam kesal pada Erick, yang terus terusan memanggilnya dengan sebutan Samsul itu.
“Hahaha, namamu kan memang Samsul,” Erick tertawa terbahak.
Mereka berlima pun kembali fokus, saat wanita paruh baya itu sudah berjalan mendekat di samping mobil mereka. Mereka pun segera menangkap dan menarik wanita paruh baya itu kedalam mobil.
Wanita paruh baya itu memberontak, bahkan barang bawaan yang ia beli sudah terjatuh dan berserakan di jalanan yang sedang ramai itu. Banyak orang yang melihat kejadian itu, tapi tak ada yang berniat untuk menolong wanita paruh baya itu.
“Cepat jalan, Sam!” perintah Erick pada Sam yang mengendarai mobil itu.
“Lepaskan saya, siapa kalian?” teriak wanita paruh baya itu.
“Diamlah perempuan tua!” bentak Erick.
Wanita paruh baya itu terus berontak, membuat rekan Erick dan Sam menjadi emosi.
“Diam! Atau ku pukul kau sampai pingsan!” maki si D yang bernama Joni, dengan kesal.
“Jon, tahan emosimu! Bos meminta kita membawa wanita itu tanpa terluka sedikit pun!” ujar Sam yang fokus menyetir.
“Tolong lepaskan saya! Kenapa kalian menculik saya?” teriak wanita paruh baya itu terus menerus.
“Diamlah! Kami juga tidak mengenalmu, kami hanya di perintahkan Bos untuk membawamu,” jelas Sam.
“Jon, hubungi Bos. Katakan padanya, bahwa kita sudah berhasil menangkap wanita tua yang ia perintahkan,” kata Sam kemudian.
Joni pun segera menghubungi Jack, Jack pun mengatakan. Bahwa ia sudah menunggu di apartemen. Sam segera mempercepat laju kendaraannya, ia tidak ingin membuat Jack menunggu lama. Karena ia tahu bahwa menunggu itu menyakitkan.
Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai Sam tiba di depan apartemen mewah berlantai dua.
Melihat Sam dan rekannya turun dari mobil, salah satu penjaga segera membukakan pintu.
Mereka segera memasuki apartemen itu dengan menyeret wanita paruh baya yang mereka culik.
“Lepaskan saya!” teriak wanita paruh baya itu.
“Lepaskan dia!” suara lantang Jack dari anak tangga apartemen itu.
Erick dan yang lainnya segera melepaskan wanita paruh baya itu.
Wanita paruh baya itu memandagi wajah yang ada di balik topeng itu dengan seksama. Namun ia tidak dapat mengenali.
“Kalian semua pergilah! Aku sendiri yang akan mengurus wanita tua ini!” Jack memberikan perintah kepada seluruh anak buahnya.
“Siapa kamu?” tanya wanita paruh baya yang sudah terduduk di lantai putih apartemen itu.
Jack membuka topengnya membuat wanita paruh baya itu terkejut setengah hidup. “Tuan muda!”pekiknya. “Tuan muda kedua,”
Jack hanya sedikit menyunggingkan senyumannya. Senyum yang nyaris tak terlihat oleh orang lain.
“Tuan muda, kapan bebas?” tanya wanita paruh baya itu sambil bangkit dan hendak meyentuh tangan Jack.
“Jangan sentuh tubuhku!” Jack menepis tangan wanita paruh baya, yang ternyata adalah Mbok Jum. Asisten rumah tangga di rumah Brahma.
Mbok Jum terkesiap, ia begitu terkejut dengan sikap arogan pemuda yang ada di hadapannya itu.
“Tuan muda kedua, kenapa seperti ini?” tanya Mbok Jum.
“Aku bukan tuan muda kedua!” timbal Jack dengan wajah datar.
“Untuk apa tuan muda menculik Mbok kesini?”
“Jangan banyak tanya, wanita tua!” bentak Jack. “Turuti perintahku, jika kau tidak ingin anak dan cucumu menderita!” sambung Jack, di setiap kata yang ia ucapkan penuh penekanan. Membuat Mbok Jum menjadi takut.
“Istirahatlah! Kamarmu ada di ujung sana,” tunjuk Jack, lalu katanya lagi. “Ingat, jangan pernah berniat untuk kabur!” Jack segera meninggalkan tempat itu.
Mbok Jum diam membeku di tempatnya, dalam hatinya bertanya tanya. Apa tujuan Tuan mudanya itu menculik dirinya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟMisty_
galak banget si kamu Jack😑
2022-06-17
0
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️
Jack berubah sekali
2022-05-14
1
Cecan
haha, napa samsul jadi samuel?
2022-05-12
0