Drap drap drap..
Langkah kaki berjalan serentak, mendatangi Ruko yang berada di pinggiran kota Jakarta.
“Hancurkan tempat ini!” perintah sang bos kepada seluruh anak buahnya.
“Jangan, tuan. Tolong jangan lakukan ini pada saya, jika tuan menghancurkan rumah dan toko ini. Bagaimana saya akan menghidupi dan menafkahi istri dan anak saya,” kata pemilik toko mengiba.
“Bukan urusanku!” aura dingin terpancar jelas dari setiap ucapannya yang singkat. Membuat atmosfer menyeramkan seakan siap kapan saja merenggut nyawa lawannya.
“Ku perintahkan pada kalian semua, hancurkan tempat ini segera! Jika kalian tidak mendengarkan, maka aku yang akan menghancurkan kalian!” seru nya kepada seluruh anak buah yang ia bawa.
“Baik, King! Kami akan segera menyelesaikan tugas ini.” Serempak pada anak buahnya bergerak cepat.
“Tolong, jangan..” pemilik Ruko hanya bisa memohon dan menangis.
Pria Arogan yang di juluki King itu hanya tersenyum smirk, menikmati setiap pemandangan yang tersaji di depan matanya.
Satu jam kemudian, Ruko itu telah hancur. Depan bangunan dua lantai itu sudah tak berbentuk lagi, pemandangan yang tadinya sedap di pandang mata. Kini telah berubah menjadi puing-puing material tak berbentuk.
“Bagaimana, pak tua?” tanya pria yang di juluki King itu.
“Kamu memang keparat, tidak punya hati! Apa begini cara menagih hutang kepada sesama manusia?”
“Hahaha.. Itu jika aku manusia, tapi sayang nya aku bukanlah manusia. Melainkan iblis yang akan menghancurkan dirimu!” pria itu tertawa dengan kencang.
Pria itu membuka topeng yang menutupi wajahnya. Ia mendekat dan menarik kerah baju yang di pakai sang pemilik Ruko. “Kau lihat wajahku baik-baik!”
Pemilik Ruko itu menatap wajah King dengan tubuh bergetar hebat. “Ingatkah kau dengan wajah ini! Ingatkan kau dengan pria lusuh yang hampir tiga tahun lalu kau usir seperti seekor anjing dari tempat ini?” King mengingat di mana masa saat ia di perlakukan dengan buruk oleh lingkungan itu.
“Ka-kamu anak itu?” pemilik Ruko itu tergagap. Ia mengingat di mana ia telah mengusir seorang pemuda lusuh dengan begitu tak berperasaannya. Bahkan ia menyepak pemuda itu. “Tolong maafkan saya,” kata pemilik Ruko itu kemudian.
“Hahaha, semuanya sudah terlambat. Aku sudah bersumpah, akan menghancurkan siapapun yang telah menyakitiku. Aku akan membalasnya berkali-kali lipat dari yang pernah aku dapatkan,” kata King dengan wajah yang terlihat puas, ia begitu menikmati ke sengsaraan orang yang ada di hadapannya.
“Semuanya, tinggalkan tempat ini! Segera hubungi orang yang aku tugaskan untuk membangun Apartemen di sini, jika orang ini menghalangi. Bunuh saja dia!” tegas King kepada anak buahnya. Ia kembali memakai topengnya dan berjalan dengan angkuh menuju mobilnya.
Yang sebenarnya terjadi pada dua tahun yang lalu.
Flashback on
“Kamu di keluarkan!” seorang polisi membuka sel tahanan tempat di mana Rahmat di tahan.
“Di keluarkan? Siapa yang membebaskan saya?” tanya Rahmat heran.
“Orangnya menunggu di luar!” ujar polisi itu.
Rahmat pun keluar dan berjalan tergesa, ia hendak menemui orang yang sudah mau menjamin dan membebaskannya.
“Bagaimana kabarmu, anak bodoh!?” pria yang memunggungi Rahmat itu bertanya sambil membuang rokok yang ada di tangannya.
“Kamu yang membebaskan saya? Kenapa?” tanya Rahmat.
“Apa ada alasan untuk membantu orang lain?” tanya pria itu sambil membalikkan tubuhnya menghadap Rahmat.
“Kak Dean!” seru Rahmat dengan wajah terkejut. Dean hanya tersenyum.
“Ayo pulang!” ajak Dean sambil menepuk bahu Rahmat.
“Pulang kemana? Aku bahkan tidak punya rumah,” kata Rahmat pada Dean.
“Mulai hari ini, kau ikut aku! Tak usah pikirkan hal lain, yang harus kau pikirkan adalah apa yang akan kau lakukan kedepannya.”
“Aku sudah putuskan, aku akan membalas dendam pada orang-orang yang sudah pernah menyakiti ku,” kata Rahmat dengan sorot mata berapi-api.
“Bagaimana bisa balas dendam, jika tubuhmu saja lemah seperti ini?” ledek Dean, ia sengaja memancing emosi Rahmat.
“Aku akan lakukan apapun, asal aku dapat berhasil meraih tujuanku!”
Dean membawa Rahmat ke kediaman kakeknya, rumah megah yang di tinggali kakek Dean, juga beberapa pengawal.
“Masuklah, jangan ragu. Aku tidak akan memperalat dirimu seperti Brahma dan putranya,” perkataan Dean sontak membuat Rahmat terkejut.
Rahmat mengikuti Dean, Dean membawa nya langsung pada sang kakek.
“Kakek, aku sudah membebaskan dan membawanya kemari,” kata Dean kepada sang kakek.
Sang kakek yang menghadap ke arah jendela, langsung membalikan tubuhnya menghadap Dean dan juga Rahmat.
“Jadi dia salah satu putra kembar Rinjani?” sang kakek memandang wajah Rahmat.
“Siapa kalian? Dari mana kalian tahu nama Ibuku?” mata Rahmat melolot sambil sedikit berjalan mundur.
“Kakek!” tegur Dean pada sang kakek.
“Diam lah, Dean!” bentak sang kakek. “Dia berhak tahu semuanya,” sambung kakek.
“Apa maksud kakek?” tanya Dean dan Rahmat bersamaan.
Kakek pun menceritakan tentang asal usul Rahmat.
“Ibumu bernama Rinjani Morren putri tinggal dari Marcus Morren.” Sejenak kakek menjeda kalimatnya. “Kakekmu adalah orang nomer satu di negara ini, karena ia adalah orang nomer satu, tentu banyak orang yang iri dan ingin menjatuhkan kekuasaannya. Termasuk Brahma Widjhaja, ayahmu!”
“Brahma?” Rahmat terkejut.
“Namun Brahma Widjhaja cukup cerdik, ia memperalat ibumu untuk mengambil alih semua kekuasaan kakekmu. Karena ia tahu, ibumu menaruh hati padanya. Kakekmu sudah melarang ibumu untuk berhubungan dengannya, tapi ibumu sangat keras kepala. Bahkan ibumu pernah mengancam akan bunuh diri jika kakekmu tetap menghalangi. Karena tidak ingin kehilangan ibumu, akhirnya dengan terpaksa ia menyetujui dan merestui hubungan itu. Ibumu dan Brahma pun menikah, tak lama kemudian ibumu mengandung dan melahirkan putra kembar. Setelah ibumu melahirkan, Brahma mengasingkannya dari keramaian agar ibumu tidak menjadi penghalang nya untuk menghancurkan Kakekmu. Brahma pun melancarkan aksinya, ia menghabisi kakekmu dengan cara yang keji dan mengambil alih semua kekuasaannya.” Jelas kakek Dean pada Rahmat.
“Selang beberapa bulan kemudian, Brahma kembali menemui ibumu karena ibumu mengabarkan bahwa salah satu putranya sakit. Ia datang, namun ia tidak berniat untuk membawa kalian kembali. Tapi ibumu memohon dan terus memohon agar Brahma mau membawa salah satu putranya yang sakit ikut serta kembali ke Kota, agar bisa segera di obati. Akhirnya, Brahma membawa salah satu putranya itu, yaitu kakak kembarmu. Tapi sebelum ia pergi, ia masih memberi ibumu harapan. Katanya suatu saat akan kembali untuk menjemput kalian,”
“Keparat!”
Dean yang ikut mendengarkan cerita sang kakek ikut terkejut.
“Lalu siapa kakek?” Rahmat bertanya kepada sang kakek dengan gejolak amarah di dalam jiwanya.
“Aku adalah Petter, sahabat kakek mu!” sahut sang kakek sambil melemparkan sebuah album foto yang sudah cukup usang kepada Rahmat.
Flashback off
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Hiatus
sepertinya bagus😎👍
2022-05-14
0
Kin☀
aku kasih mawar ya thor soalnya suka banget sama ceritanya 😁
2022-05-14
4
Beast Writer
king Iblis, mantul judul chapter-nya.👻
2022-05-14
1