Episode 3

"hubungi ambulan pak, cepat" Vino berteriak, dirinya bahkan gemetar melihat sahabatnya itu sudah bersimpah darah, air matanya tidak dapat ia tahan

"El, bertahan. ambulan akan segera datang" Vino memeluk erat tubuh El tidak peduli dirinya sudah dipenuhi darah sahabatnya itu

setelah beberapa menit ambulan akhirnya datang juga. El segera ditanduk dan dibawa masuk ke dalam mobil ambulan.

sepanjang jalan Vino tidak hentinya menangis. ia genggam tangan El dengan erat. dirinya sangat bingung dengan keadaannya sekarang.

mereka sampai di rumah sakit, El-Syakir segera di larikan ke ruang UGD.

Vino bersandar di dinding. ia sangat takut akan terjadi apa-apa dengan El, bahkan tubuhnya belum berhenti bergetar sampai sekarang.

sadar harus memberitahu keluarga sahabatnya itu, ia merogoh handphonenya di kantong celananya dan menghubungi sahabatnya Leo karena ia tidak mempunyai nomor telepon ayah Adnan ataupun ibu Arini

"kakak kamu kenapa belum datang juga Lana, ini sudah malam" ayah Adnan terlihat khawatir. Leo sudah bercerita bahwa El mengejar orang yang mengikuti Alana tadi

"Lana telpon kak El dulu" baru saja Alana ingin menghubungi nomor El, handphone leo bergetar

drrrrtttt.... drrrrtttt

📞 Leo

halo Assalamualaikum, lu dimana Vin. El mana...? Leo sengaja membesarkan spekar handphonenya

📞 Vino

El...El kecelakaan Le, dia ditabrak mobil dan sekarang dia di rumah sakit

mendengar El kecelakaan, ayah Adnan merebut handphone Leo, Alana sudah mulai menangis mendengar kakaknya kecelakaan

📞 Leo

halo nak Vino, ini om. rumah sakit mana kalian sekarang...?

📞 Vino

rumah sakit xxx om, cepat kesini om, Vino nggak tau harus ngapain.

📞Leo

om segera kesana

panggilan dimatikan. ayah Adnan segera menutup minimarket dan akan segera ke rumah sakit.

"Lana ikut yah" ucap Alana dengan deraian air mata

"kamu di rumah saja tenangin ibu" tolak ayah Adnan

"nggak mau, Lana mau ikut. Lana mau lihat kak El"

"ya sudah ayo. nak Leo om minta tolong, tolong nak leo jemput ibunya El dirumah tapi jangan dulu bilang kalau El kecelakaan, nanti ia shock. jemput saja dan bawa ke rumah sakit. bilang kalau itu perintah om" ucap ayah Adnan

"baik om"

ayah Adnan dan Alana menuju rumah sakit sedangkan Leo kembali ke rumah sahabatnya untuk menjemput ibu Arini.

Leo tiba di rumah El. dengan tenang ia berjalan dan menarik nafas.

"ok Leo, elu cukup menjemput tante Arini dan ke rumah sakit tanpa menjawab pertanyaan darinya" Leo berbicara sendiri

ceklek....pintu terbuka

"loh nak leo, kenapa berdiri saja di situ. terus El dan yang lainnya mana...?" tanya ibu Arini

"emmm begini tante. Leo ke sini mau jemput tante untuk ke rumah sakit"

"rumah sakit.... memangnya siapa yang sakit...?"

"kita ke rumah sakit sekarang ya tante, om Adnan sudah menunggu di sana"

"jawab tante dulu nak Leo, siapa yang sakit...?" raut wajah ibu Arini terlihat begitu khawatir

"nak Leo, siapa yang sakit. apakah El, Alana atau ayah Adnan...?"

Leo merasa bingung sekarang, haruskah menjawab atau diam saja

"jawab tante nak Leo" bentak ibu Arini

"El Tante...El kecelakaan dan sekarang dia di rumah sakit"

"ya Allah El...anak ibu" ibu Arini terkulai lemas

"Tante yang kuat, sekarang ayo kita ke rumah sakit" Leo membantu ibu Arini untuk berdiri

sedangkan di rumah sakit, ayah Adnan dan Alana langsung ke ruang UGD dimana Vino sudah ada di sana.

"nak Vino, bagaimana keadaan El...?" tanya ayah Adnan

"masih ditangani om" suara Vino berubah menjadi serak

Alana sudah menangis dipelukan ayah Adnan

"sebenarnya bagaimana kejadiannya...?" tanya ayah Adnan. matanya sudah memerah menahan tangis

Vino menceritakan kejadian yang sebenarnya, dari awal sampai akhir hingga dirinya berada di rumah sakit.

"kak El yah, ini semua gara-gara Lana" ucap Alana terisak

"tidak sayang, semua karena pengemudi mobil itu yang tidak hati-hati dalam mengendara" ucap ayah Adnan

"Ayah" panggil ibu Arini. ia datang dengan tergesa-gesa

"ayah bagaimana keadaan anak kita. El baik-baik saja kan yah...?" ibu Arini terisak

ayah Adnan memeluk istrinya itu. hatinya hancur melihat keadaan anaknya namun ia harus kuat di depan anak dan istrinya.

"kita doakan El baik-baik saja Bu. ayo duduk dulu" ayah Adnan membawa ibu Arini untuk duduk di kursi yang sudah disediakan

mereka menunggu lama hingga akhirnya pintu ruangan itu terbuka.

"bagaimana anak saya dokter...?" tanya Ibu Arini

"dia mengalami cedera parah di kepalanya, untungnya dia cepat dibawa ke sini kalau terlambat sedikit saja mungkin nyawa pasien tidak tertolong" jawab dokter

"lalu bagaimana sekarang, apakah anak saya baik-baik saja...?" tanya ayah Adnan

"untuk sekarang belum bisa dikatakan baik pak karena ia mengalahkan pendarahan otak dan setelah operasi pasien sekarang mengalami koma" jawab dokter

"ya Allah yah...anak kita yah, anak kita" ibu Arini teriak histeris

ayah Adnan memeluk ibu Arini, Alana dengan sadar atau tidak, ia memeluk Leo yang berada disampingnya. gadis itu terisak dipelukan Leo.

"apakah kami bisa melihatnya dokter...?" tanya ayah Adnan

"bisa pak, tapi hanya satu orang saja yang boleh melihatnya dikarenakan keadaan pasien masih dalam keadaan kritis" jawab dokter

dokter itu berpamitan pergi, mereka belum juga masuk untuk melihat El karena harus memutuskan siapa yang akan masuk ke dalam.

"Lana mau lihat kakak" ucap Alana serak

"ya sudah, biar kamu saja yang masuk. nanti kita gantian" ucap ayah Adnan

Alana masuk ke dalam. saat masuk, ia dapat melihat kakaknya terbaring lemah dengan berbagai macam alat yang entah apa namanya menempel di tubuhnya.

Alana perlahan mendekat dan duduk di samping kakaknya.

"kak" panggil Alana dengan lirih

"maafkan Lana, karena Lana kakak jadi seperti ini" Alana memegang tangan El

"kakak harus sembuh, Lana janji nggak akan nakal dan mendengar perkataan kakak. Lana akan jadi adik yang baik dan penurut"

"hiks...hiks...hiks...Lana janji kak, Lana akan jadi adik baik asal kakak bangun"

"kalau Lana nakal, kakak boleh hukum Lana, Lana ikhlas asal jangan jitak kening Lana karena itu sakit"

"Lana sayang kakak, cepat sembuh ya kak biar kita bisa jalan-jalan lagi tiap sore. kalau kakak bangun Lana akan traktir beli somai karena Lana punya uang dari hasil menabung"

gadis kecil itu menangis sesegukkan. perasaan bersalah menyelimutinya. andai dapat memutar waktu, ia akan terima saja bantuan Meri untuk mengantarnya pulang. namun sayangnya nasi sudah menjadi bubur.

Alana mencium kening kakaknya itu kemudian ia keluar. giliran orang tuanya yang masuk kemudian kedua sahabatnya. mereka saling bergilir untuk melihat keadaan El-Syakir.

Alana, Vino dan Leo disuruh pulang oleh ayah Adnan dan mereka akan menjaga El di rumah sakit.

mereka bertiga tidak ingin pulang namun ayah Adnan memaksa karena besok mereka harus sekolah dan dengan perasaan berat hati, mereka menyetujui perkataan ayah Adnan.

"hati-hati di jalan, om percayakan Alana kepada kalian berdua" ucap ayah Adnan

"kami akan menjaga Alana dengan baik" jawab Leo

setelah berpamitan, ketiganya pulang kerumah. Leo membonceng Alana dan Vino sendirinya.

tiba di rumah, waktu menunjukkan pukul 21.00. mereka membersihkan diri terlebih dahulu kemudian mereka melaksanakan sholat isya karena sejak tadi mereka melewatkannya. apalagi Leo dan Vino, mereka bahkan melewatkan sholat magrib.

"kak Leo dan kak Vino lapar nggak...?" tanya Alana

"banget. kakak lapar banget. saking paniknya tadi kakak sampai lupa kalau belum makan" jawab Vino

"kalau kak Leo...?" Alana menatap Leo

"kakak juga lapar" jawab Leo

"ya udah, kita makan yuk. ibu pasti udah masak tadi" ajak Alana

mereka menuju dapur tempat meja makan berada. dengan telaten Alana menyediakan makanan untuk mereka bertiga.

"kak Leo mau yang mana...?" tanya Alana

"kakak bisa ambil sendiri" jawab Leo

"kalau kak Vino...?"

"kakak juga bisa ambil sendiri" ucap Vino

mereka makan tanpa berbicara sedikitpun. meskipun mereka sedih namun mereka juga harus mengisi tenaga agar tidak tumbang nantinya.

setelah makan, Alana membereskan piring kotor kemudian menemui kedua sahabat kakaknya di ruang tengah.

"kamu istirahat saja Lana, ini sudah menjelang larut malam" ucap Vino

"Lana nggak bisa tidur" jawab Alana

"kenapa, kepikiran El ya...?" tanya Leo

"iya, terus Lana juga takut tidur sendiri karena masih kepikiran yang tadi. Lana trauma, nanti kalau Lana sendirian terus dia datangi Lana gimana...?" Alana terlihat takut

"kamu aman sekarang, ada kita berdua yang akan jagain kamu, jadi kamu nggak usah khawatir" ucap Vino

"tetap saja Lana takut. kita tidur bertiga ya" usul Alana

Leo dan Vino tersedak ludah, mereka saling tatap-tatapan. bagaimana bisa mereka harus tidur bertiga, seranjang bertiga.

"kamu tidur di kamarmu saja ya, tenang saja kami berdua akan berjaga di sini" ucap Leo

"iya, lagipula kita nggak mungkin tidur bertiga. kalau kakakmu tau bisa dipenggal kepala kami" timpal Vino

"tapi Lana takut. kita tidur di kamar kak El saja. Lana di ranjang dan kak Leo sama kak Vino di dibawah"

"tapi" Leo dan Vino ragu atas usul Alana

"tenang aja kak, Alana nggak akan bilang sama ayah dan ibu" ucap Alana

"termasuk kakakmu ya, kakak belum mau game over Na" ucap Vino

"iya...iya, Lana bisa jaga rahasia kok. ayo kita tidur, Lana udah ngantuk" ucap Alana

karena Alana memaksa akhirnya mereka bertiga tidur di kamar El-Syakir. sebelum tidur, pintu dan semua jendela diperiksa terlebih dahulu agar tidak ada orang yang bisa masuk.

Alana tertidur pulas di ranjang, sedangkan Leo dan Vino masih terjaga.

"pasti yang mengejar Alana tadi adalah pembunuh itu" ucap Vino

"elu yakin kalau itu orang yang sama yang elu lihat tadi siang...?" tanya Leo

"sangat yakin. pakaiannya bahkan topinya saja warna hitam semua, apalagi dia memakai masker juga" jawab Vino

"motifnya apa sih sebenarnya sampai dia membunuh gitu. kayaknya ya, dia mengincar orang yang sudah ia buntuti beberapa kali dan saat ada kesepakatan maka di situ dia beraksi" ucap Leo

"berarti akhir-akhir ini dia sering membuntuti Alana dong" ucap Vino

"bisa jadi. berarti untuk sekarang Alana belum aman karena bisa saja orang itu kembali lagi mengincarnya" ucap Leo

"sakit jiwa kayaknya tuh orang. membunuh dijadikan sebagai kesenangan baginya" geram Vino

"karena El lagi sakit berarti sekarang tugas kita adalah menjaga Alana sampai El sembuh"

"elu benar Le, bagaimanapun juga Alana udah kita anggap adik kita juga"

"hoaaammm.... tidur yuk"

Vino menutup matanya. ia terlihat sangat kelelahan. matanya bengkak karena menangis, begitu juga dengan Leo.

di tempat lain, seorang laki-laki sedang memperhatikan foto yang berada di tangannya.

"dimana lagi aku harus menemukanmu mas. bahkan Burhan sudah pindah ke kota ini untuk mencarimu namun kamu tidak ketemu juga"

"aku ingin mengambil amanah Burhan yang ia titipkan untukmu'"

ia kembali menyimpan foto itu dan melihat ke ranjang yang terdapat seseorang berbaring di atasnya.

"sudah lama kamu tidur, namun kamu tidak pernah bangun juga" gumamnya

Terpopuler

Comments

VirgoRaurus 31Smile

VirgoRaurus 31Smile

waduh...udah ketabrak mobil, ditanduk pula...kasihan, kejam nian si Author.

2025-01-31

0

VirgoRaurus 31Smile

VirgoRaurus 31Smile

kesepakatan apa kesempatan Thor....beda arti tuh

2025-01-31

0

Doni Gunawan

Doni Gunawan

selanjutnya lagi

2024-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 162
162 Episode 161
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 167
167 Episode 166
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 180
180 Episode 179
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
190 Episode 190
191 Episode 191
192 Episode 192
193 Episode 193
194 Episode 194
195 Episode 195
196 Episode 196
197 Episode 197
198 Episode 198
199 Episode 199
200 Episode 200
201 Episode 201
202 Episode 202
203 Episode 203
204 Episode 204
205 Episode 205
206 Episode 206
207 Episode 207
208 Episode 208
209 Episode 209
210 Episode 210
211 Episode 211
212 Episode 212
213 Episode 213
214 Episode 214
215 Episode 215
216 Episode 216
217 Episode 217
218 Episode 218
219 Episode 219
220 Episode 220
221 Episode 221
Episodes

Updated 221 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 162
162
Episode 161
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 167
167
Episode 166
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 180
180
Episode 179
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189
190
Episode 190
191
Episode 191
192
Episode 192
193
Episode 193
194
Episode 194
195
Episode 195
196
Episode 196
197
Episode 197
198
Episode 198
199
Episode 199
200
Episode 200
201
Episode 201
202
Episode 202
203
Episode 203
204
Episode 204
205
Episode 205
206
Episode 206
207
Episode 207
208
Episode 208
209
Episode 209
210
Episode 210
211
Episode 211
212
Episode 212
213
Episode 213
214
Episode 214
215
Episode 215
216
Episode 216
217
Episode 217
218
Episode 218
219
Episode 219
220
Episode 220
221
Episode 221

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!